Have a nice reading time~^^


Jung Yunho, 25 tahun, seorang dokter anak di Seoul National Hospital. Sangat menyukai anak-anak begitu pun sebaliknya. Anak-anak menyukainya karena kepribadiannya yang ramah, baik, dan bersuara lembut. Selain itu anak-anak menyukai dokter tampan itu karena setiap usai diperiksa atau sehabis bermain dengannya, mereka pasti diberi permen atau coklat.

Tapi ada satu yang kurang dari Dokter Jung ini, yaitu, ia masih jomblo—alias tidak punya kekasih. Itu sebabnya, banyak yeojya muda yang sering mengantar keponakan mereka yang mau diperiksa ke situ jika sedang sakit. Awesome =.=


"Dokter, apa Anda tidak lelah bermain dengan anak-anak itu?" tanya seorang suster wanita pada Yunho yang terus menerus bermain dengan anak-anak yang dirawat inap karena sedang tidak ada pasien sejak tadi pagi.

"Ani, tentu saja tidak, Hyohyeon-ah. Tidakkah kau lihat, anak-anak ini butuh teman bermain?" jawab Yunho. Suster yang diketahui bernama Hyohyeon itu menggelengkan kepalanya, maklum dengan sikap Yunho yang memang sudah begini sejak pertama mengenalnya.

"Oh iya, ini ada pasien, Dok... Ini catatannya..." ucap Hyohyeon sambil memberikan selembar kertas pada Yunho. Yunho mengangguk mengerti sambil menerima kertas itu. "Anak-anak, Dokter Jung harus memeriksa orang lain dulu. Kalian tunggu di sini ya?" pamitnya kemudian. Anak-anak itu mengangguk mengerti.

Ia pun meninggalkan anak-anak itu dan masuk ke ruang prakteknya. "Silakan masuk, err, Kibum-ah..." Yunho mempersilakan pasiennya masuk. Anak bernama lengkap Kim Kibum itu masuk di antar seorang namja jangkung yang terlihat masih muda. Yunho sempat terpana melihat wajah manis namja tinggi itu. Ia menggelengkan kepalanya dan mentup pintu kemudian duduk di hadapan 2 orang tadi.

"Jadi, Anda orang tua dari Kibum-ah?" tanya Yunho sambil membaca kertas yang diberi suster Hyohyeon tadi.

"A-ani yo. Aku pamannya..." jawab namja itu terlihat... gugup? Yunho tersenyum.

"Ah, aku mengerti. Jadi... Kibum-ah... Kamu sakit panas ya?" tanya Yunho sambil tersenyum. Anak itu hanya mengangguk. "Baiklah, sini, kita periksa detak jantung dulu..." ajak Yunho sambil mengulurkan tangannya pada anak itu.

"...Changmin-jusshi, B-Bummie gak mau dicuntik..." gumam Kibum sembari bersembunyi dibalik punggung namja yang ternyata bernama Changmin.

"Tidak akan, Bummie-ah... Kamu enggak akan diapa-apain kok. Ayo i-ikutin D-Dokter Jung..." suruh Changmin. Kibum perlahan keluar dari persembunyiannya dan menerima uluran tangan Yunho.


"Emmm, baiklah... K-kamsahamida, Dokter Jung..." ucap Changmin seusai Kibum diperiksa.

"Ne, cheonmaneyo, Changmin-sshi... Jangan lupa antibiotik-nya dibeli di counter obat bawah... Berikan resep ini, ne?" ucap Yunho sambil memberikan selembar kertas berisi resep obat. Changmin mengangguk mengerti. Ia menerima kertas itu sambil sibuk menatap Dokter tampan di depannya tanpa merespon Kibum yang minta gendong.

"Changmin-jusshi! Gendong! Gedoong!" rengek Kibum kesal. Changmin baru tersadar dan mengangkat Kibum ke gendongannya.

Yunho hanya tertawa kecil melihat kejadian di depannya. "Oh iya, ini, karena Kibum-ah sudah jadi anak baik, Dokter Jung kasih ini ya?" ucapnya sambil memberikan permen coklat pada Kibum. Dan diterima dengan antusias.

Namun saat Kibum mau membuka bungkus permennya, kepalanya dijitak oleh paman mudanya dengan keras.

"Jangan lupa bilang terima kasih, pabbo! Bilang sekarang!" marah Changmin, yah meski tidak betulan. Kibum hanya mem-pout kan bibir mungilnya—persis kebiasaan appa-nya...

"Ne.. Gomawo yo, Doktel Jung..." ucap Kibum. Yunho tersenyum sambil mengelus kepala Kibum. Dan sekarang, giliran Changmin yang mem-pout kan bibir ranumnya. Cemburu? Mungkin... Yunho yang melihat kejadian lucu itu menahan tawanya dan segera merogoh saku jasnya. Mengambil permen coklat yang sama dengan punya Kibum.

"Changmin-sshi, ini buatmu..." ucapnya sambil tersenyum—terus. Membuat Changmin terkaget dan pipinya merona dengan bersamaan. Ia menerima permen itu dengan tangan sedikit, bergetar? Ya, bergetar... "Jangan cemberut lagi, ne? Jadi jelek nanti..." lanjut dokter tampan itu sambil tersenyum, membuat mata musangnya yang sipit jadi lebih sipit.

"K-kamsahamida, Dokter Jung..." ucapnya malu-malu sambil tersenyum.

"Ne, cheonmaneyo..." ucap dokter berusia muda tersebut. "Sekarang cepatlah beli antibiotik sebelum sakitnya Kibum makin parah..."

"N-ne..." balas Changmin sebelum akhirnya pergi dari situ.

Yunho POV

"N-ne..." jawab Changmin-sshi saat kusuruh cepat beli antibiotik. Tak lama setelah itu, ia pun akhirnya hilang dari pengelihatanku. Aku pun kembali menuju ruang anak-anak yang dirawat inap itu.

Hm, tentu saja tanpa melepaskan Changmin-sshi dari pikiranku. Entahlah, baru pertama kali aku merasakan yang seperti ini. Hah~ salahkan wajahnya yang sangat manis, bibirnya yang ranum, serta mata indanya yang mirip boneka kesayanganku, Bambi... Hey! Jangan tertawakan aku hanya karena itu! Tak apakan seorang dokter dewasa sepertiku mempunyai boneka kesayangan seperti itu? Sudahlah, Bambi dikesampingkan, yang jelas sekarang, malaikat bernama Changmin itu sudah merebut hatiku...

Yunho POV end

Yunho pun kembali bermain dengan pasien-pasien kecilnya. Namun kira-kira 10 menit setelah itu, suster Hyohyeon datang sambil menggendong seorang anak kecil yang sangat diingatnya...

"K-Kibum-ah? Kenapa kamu ada bersama suster Hyohyeon? Hyohyeon-ah, kenapa dia ada bersamamu?" tanya Yunho bertubi-tubi.

"Huff~ tenang, Dok... Begini, tadi dia terlihat sedang kebingungan dekat lift. Saat kutanya dia bilang ingin bertemu kau... Jadi kubawa kesini..." jawab Hyohyeon sambil memberikan Kibum ke gendongan Yunho.

"Yasudah, kau kerja lagi saja, Hyohyeon-ah, gomawo..." ucap Yunho dan dibalas dengan senyuman plus anggukan dari suster cantik itu.

"Kibum-ah, kenapa kamu di sini? Mana Changmin-sshi? Bukankah tadi kau bersamanya...?" tanya Yunho yang sudah menurunkan Kibum dari gendongannya.

"Changmin-jusshi lagi beli obat di bawah. Bummie naik sendili ke cini. Mau undang Doktel Jung makan di lumah Bummie. Soalnya Doktel Jung ngasih Bummie cama Changmin-jusshi pelmen... Masakan appa Bummie enak kok, Dok... Mau yah?" ajak Kibum sambil masih mengunyah permen coklat yang diberi Yunho tadi.

Yunho hanya tersenyum menanggapinya. "Serius? Memang sama appa-nya Kibum boleh?" tanyanya.

"Boleh! Appa kan olangnya baik!" jawab Kibum yakin. Yunho tersenyum lagi.

"Hm.. Baiklah, nanti Dokter Jung akan datang. Nah, sekarang ayo kembali ke tempat pamanmu itu... Nanti dia khawatir, ayo, kugendong..." tawar Yunho. Kibum pun mengangguk dan langsung naik ke gendongan Yunho...

Changmin POV

Aigoo~ ini pertama kalinya aku melihat dokter setampan itu... Dan rasanya aku love at first sight padanya. Lihatlah! Mata musangnya yang sipit, bibir hatinya dan tubuh maskulinnya yang terbalut pakaian dan jas putih tadi...!

Aish, tanpa aku sadari aku sudah ada di counter obat. Aku memanggil apoteker yang bertugas di situ dan memberikan resep yang tadi diberi D-dokter Jung... Aigo, Shim Changmin, menyebut namanya saja segugup itu!

Tapi sebentar, rasanya ada yang tertinggal...

"Bummie-ah—" panggilku tercekat saat menyadari anak itu tidak ada bersamaku. Pabbo ya, kau Shim Changmin! Bagus! Kalau dia hilang, appa-nya yang menyeramkan itu bisa marah-marah padaku. Jae-hyung memang benar-benar menyeramkan jika sedang marah, seperti ibu-ibu -,-

Aku pun segera lari meninggalkan counter obat dan menuju lift. Lama sekali! Cepat bodoh... Ya Tuhan, lamaaaa! Sial! Aku naik tangga sajalah!

Ngomong-ngomong Jae-hyung, kalian mungkin bingung siapa dia. Kuperkenalkan, dia adalah kakak sepupuku—umurnya 25. Namja yang diberi gelar namja cantik itu adalah appa-nya Bummie-ah... Mereka benar-benar mirip, sama-sama ribet...

Dan diriku sendiri, ya Shim Changmin—umur 23... Aku adalah namja tampan yang sering jadi suruhan Jae-hyung, hiks, kejam...

Akhirnya, sampai juga dilantai 3. Rasanya sesak, tapi aku sudah terbiasa dengan itu, aku 'kan sering berenang. Aku pun terus berlari, tak peduli pada sekitar karena memang di sini lumayan sepi.

'Ah, dari pertigaan ini tinggal belok kiri. Aku yakin Bummie-ah bersama Dokter Jung...' batinku.

Dan saat aku berbelok, aku tidak memperhatikan ada orang di situ dan...

'BRAK—'

Changmin POV end

'BRAK—'

"A-appo..." keluh Changmin yang jatuh akibat menabrak seseorang tadi.

"Changmin-jusshi, gwenchana?" tanya sebuah suara yang dikenali Changmin.

"B-Bummie-ah dan... D-dokter J-Jung?" pekik Changmin dengan perasaaan kaget, bersalah, sekaligus malu...


###To Be Continued###


A/N: Firstly, annyeong haseyo~ Kedua, saya mau ngucapin banyak terima kasih buat reader yang udah sengaja mampir buat baca fic abal ini... Jujur loh, pertama bikin FF HoMin, suasana jadi agak gimana gitu... Hehe... Oh Iya! Fic ini aku bikin twoshoot (hm, atau threeshoot deh ^^''), jadi, minta dukungan(dan kritik serta saran)nya dengan me-review nee?

Okay, Kamsahamida and then click the review button! :3