(Bukan) New Year Resolution: "Jomblo? No More!"
.
.
.
01
.
.
.
Hatsune Miku, seorang pekerja kantoran biasa berumur dua puluh lima tahun lebih beberapa bulan, saat ini sedang galau. Dikarenakan kedua orang tuanya, terutama sang ibunda tercinta yang sudah meminta-minta—menantikan—seonggok cucu yang manis nan imut.
Dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, sekalinya ada cowok yang ngedeketin Miku, PASTI dipukul. Itu pun kalau beruntung cuma dipukul sekali eh sepuluh kali. Sekalinya enggak dipukul ya dihajar sampai babak belur atau retak alias patah tulang di sana-sini. Cowok-cowok yang 'beruntung' nggak dihajar sama Miku ya paling abangnya, ayahnya, saudara sepupunya dan tentunya anak kecil. Dan paling-paling anggota segengnya Miku yang udah bareng-bareng dari zaman bahola sampai zamannya N*ruto jadi hokage, alias sekarang. Tapi kalau sekarang, tiap kali ketemuan langsung diem-dieman. Bukan gara-gara malu impian masing-masing pada nggak kecapai, tapi karena pada asik sendiri mainan 'L*ne Gets Kaya' di hapenya masing-masing.
Miku jadi males kalo setiap kali diajak reunian, eh pas datang anggota gengnya lagi asik bercinta dengan hapenya masing-masing. Lagian juga hapenya Miku belum jadi 'smart'. Alasannya sih klasik, belum ada duit buat beli. Lagian mau minta dibeliin sama orang tua, nggak enak dan malu. Udah gede dan punya pekerjaan masih aja minta ke orang tua, bakal kena damprat dah.
Tapi setidaknya dengan pekerjaanya, Miku udah bisa menyewa apartemen (murah) sendiri. Lumayan deket sama stasiun, tinggal jalan sepuluh menit atau lari-lari alias jogging lima menit sampai deh ke stasiun. Apalagi letak kantornya juga strategis, tinggal naik kereta apa aja asal ke arah utara dan nunggu satu stasiun tok dan jalan lagi lima belas menit sampe deh. Atau kali-kali pingin berhemat Miku tinggal goes setengah jam sampe deh.
Kembali lagi ke topik awal, jadi hari ini adalah hari perdana Miku di apartemennya.
Saat ini sendiri Miku tengah mengambil beberapa kerdus dari bagasi mobil papanya dan akan menaruhnya di kamar apartemennya. Tentunya papa dan mamanya membantu Miku sedikit, apalagi kalau soal tata-menata barang, Miku benar-benar ahli sampai-sampai kamarnya terlihat seperti kapal bajak laut. Karena itu Miku minta bantuan mamanya buat nata-nata.
Namun, selain kehidupan baru di apartemen baru, Miku sepertinya akan memiliki sesuatu lain yang baru nih.
'Bruk!'
"Of!"
"Ups!"
Barang-barang berjatuhan dilantai, berceceran disana-sini. Suatu keadaan klise, pikir Miku.
"Aduh, maaf." Dan perkataan klise di mana mungkin tangan Miku akan bersentuhan dengan tangan orang bersuara seksi itu.
…
…
Wait…
Seksi?
Miku tak akan pernah memanggil seorang cowok seksi. Ya, kecuali…
"Nih, baru pindah ya?" kata pria bersuara seksi itu. Dan ketika mata Miku beradu pandang dengan mata pria bersuara seksi...
Bisa dikatakan Miku jatuh cinta pada pandangan pertama…
.
.
.
Bersambung…
.
.
.
A/N :
Yah, untuk pertama kali saiya menggunakan Miku sebagai pemeran utama dalam ficnya saya. Fic ini sedikit banyak terinspirasi dari lagu Miku berjudul "I Refuse". Dan seperti biasa VOCALOID bukan punya saya, dan ini adalah warning pertama dan terakhir yg akan aku tulis jadi bersiap ya~
Warning : Surprise Pairing!
Jangan pada kecewa dengan siapa Miku akan dipasangkan. Karena hanya tuhan dan author sendiri yang tau pairnya Miku dengan siapa :3
Dan takkan ada poll :p
Dan mudah-mudahan Bloop bisa meng-update cerita ini dua minggu sekali atau bahkan seminggu sekali.
