Hello! Ini ff pertamaku yang aku post kkk Ngomong-ngomong, cerita ini berdasarkan cerita pribadiku, loh! Aku yang jadi Baekhyun dan itu aku sendiri yang mengalaminya huhu;( Btw thankyouu buat seseorang disanaa yang udah menginspirasiku buat bikin ff iniii!;)) Enjoy with this fanfict~

Title: Loser

Pairing: Chanyeol/Baekhyun/Kyungsoo

Genre: Romance, little-angst, genderswitch

Length: 1/?

.

.

.

"Jangan pernah berusaha untuk mempertahankan seseorang yang sebenarnya sedang mencoba untuk melepasmu secara perlahan demi orang lain." - Me.

.

.

.

Langit siang itu sangat cerah. Baekhyun yang sedang duduk didepan kelas bersama teman-temannya itu berusaha untuk mengalihkan perhatiannya pada buku yang sedang dipegangnya. Ya, hari ini adalah hari terakhir ujian dilaksanakan. Maka dari itu Baekhyun belajar dengan giat agar kali ini nilainya tidak rendah. Ia tak mau menyia-nyiakan orangtua nya yang sudah bersusah payah untuk membiayainya bersekolah.

Tapi menurut Baekhyun belajar di sekolah adalah pilihan yang salah, karena saat dia berusaha untuk berkonsentrasi pada bukunya ada saja temannya yang mengajaknya ngobrol dan mau tidak mau dia harus meladeninya. Daripada dia tidak punya teman, kan?

"Hey Byun Baekhyun! Serius sekali belajarnya. Apa kamu ngga bosan melihat buku itu terus?" ucap Minseok, teman sekelas Baekhyun.

Baekhyun memandangnya sesaat, lalu tertawa pelan. "Ini ujian nasional, apalagi hari ini pelajaran IPA. Aku takut nilaiku rendah dan aku tidak lulus."

Luhan yang melihat Minseok dan Baekhyun lantas ikut mendekat, "Santai Baek. Lagian kau pasti sudah belajar jauh-jauh hari kan? Berhentilah belajar dan bergabung dengan yang lain. Aku yakin kau sudah cukup pintar untuk menjawab soal-soal nanti."

Baekhyun mendengus mendengar ucapan Sehun, lalu tersenyum. "Ah baiklah. Aku juga butuh ngobrol dengan kalian." ucapnya sambil menutup bukunya dan bergabung dengan yang lain.

Saat itu, terdengar hentakan kaki yang mendekati Baekhyun dan teman-temannya. Dari hentakan kakinya saja Baekhyun hapal siapa orang yang sekarang sedang berdiri dibelakangnya. Orang itu menyentuh kepala Baekhyun dengan telunjuknya, Baekhyun yang sedang duduk spontan mendongak untuk melihatnya.

"Hey." ucapnya singkat dengan wajah datar seperti biasa. Ia lalu duduk disebelah Baekhyun dan mengeluarkan handphone dari saku celananya.

Baekhyun gugup. Bagaimana tidak gugup kalau orang yang duduk disebelahnya adalah orang yang sudah lama disukainya? Ngomong-ngomong, Baekhyun dan dia baru dekat akhir-akhir ini karena dia sering curhat ke Baekhyun tentang kekasihnya. Sebut saja Baekhyun ini munafik, ia rela mendengar curhatan dari orang yang disukainya dan menampik perasaan cemburu yang muncul karena ia terus-terusan menceritakan tentang kekasihnya. Baekhyun selalu memberi saran kepada orang yang bernama Park Chanyeol—orang yang disukainya—itu untuk mempertahankan kekasihnya apabila mereka sedang berantem. Chanyeol selalu mengeluh tentang kekasihnya kepada Baekhyun dan itu membuat Baekhyun ragu apakah ia pantas tetap menyukainya atau tidak. Dari cara Chanyeol curhat dengannya melalui chat, ia tau betul kalau Chanyeol sangat menyayangi kekasihnya dan itu membuatnya sedikit sakit hati. Tapi Baekhyun tetap mencoba untuk menjalani status sebagai teman curhat Chanyeol.

"H-Hey.." ucap Baekhyun gugup. Ia lalu kembali bergabung dengan yang lain untuk menutupi kegugupannya.

Baekhyun diam-diam melirik Chanyeol melalui ekor matanya. Ia masih asik memainkan handphone nya. Mungkin sedang sms-an dengan Kyungsoo, pikirnya.

Oh iya, kekasih Chanyeol itu adalah adik kelas mereka yang berada satu angkatan di bawahnya. Namanya Do Kyungsoo. Ia cantik, menurut Baekhyun. Mungkin menurut Chanyeol juga begitu. Kyungsoo adalah sepupu dari teman dekat Baekhyun dari ia masih sekolah dasar sampai sekarang, Kim Jongdae.

Chanyeol menaruh kembali handphone nya ke saku. Ia menoleh ke arah Baekhyun dan melihat buku yang ada dipangkuan Baekhyun. "Baekhyun-ah."

Baekhyun kaget. Sepertinya ia baru saja mendengar Chanyeol memanggilnya. Ia lalu menoleh lalu menjawab dengan suara yang agak bergetar karena gugup. "Y-Ya?"

"Bisakah kau mengajariku beberapa rumus fisika? Aku kemarin hanya belajar biologi dan aku sama sekali tidak mengerti tentang fisika."

Baekhyun mengangguk menyanggupi permintaan Chanyeol itu. Walaupun ia sendiri tidak begitu mengerti fisika tapi ia berusaha untuk mengajari rumus fisika ke Chanyeol. Ia tidak menghiraukan tatapan aneh dari teman-temannya yang melihat kedekatannya dengan Chanyeol. Jujur saja, dikelas Baekhyun adalah sosok yang pendiam dan sebut saja mungkin ia agak 'terabaikan' dikelas karena ia terlalu pendiam. Maka dari itu mustahil sekali Baekhyun bisa dekat dengan lelaki seperti Chanyeol yang bisa dibilang lumayan famous di angkatannya karena ia dulu adalah anggota OSIS dan sekarang ia menjadi ketua kelas di kelas Baekhyun.

Setelah itu, Baekhyun dan yang lainnya masuk ke kelas untuk memulai ujian.

.

.

.

Ujian telah selesai. Baekhyun yang baru keluar dari kelas lantas meregangkan tubuhnya karena pegal duduk di depan layar laptop selama hampir 2 jam. Ia melihat Chanyeol yang tadi keluar duluan sedang ngobrol dengan temannya dikelas sebelah. Ia juga melihat Luhan, teman sekelasnya, yang baru saja keluar dari kelas. Baekhyun menatap Luhan yang sedang menatapnya balik, lalu memeluknya dengan tiba-tiba. Yang dipeluk hanya tertawa dan menepuk punggung Baekhyun dengan pelan.

"UJIANNYA SUDAH SELESAI LUHAAAN!" ucap Baekhyun dengan suara agak keras. Yah, beginilah sosok asli Baekhyun apabila kau sudah dekat dengannya.

Baekhyun melepas pelukannya. Menatap Luhan dengan cengirannya dan menepuk bahunya. "Jangan lupakan aku jika kita sudah lulus nanti." ucapnya sambil tertawa.

"Tidak akan." jawab Luhan. Baekhyun mengerlingkan matanya dan berjalan ke balkon yang berada didepan kelasnya. Kelas Baekhyun berada dilantai dua dan ia menyukai itu karena ia bisa nongkrong di balkon dan melihat murid-murid dilapangan jika ia sedang bosan.

Baekhyun menoleh ke arah dimana tadi Chanyeol sedang ngobrol dengan temannya. Ternyata teman Chanyeol sudah pergi duluan dan sekarang ia sedang sendirian. Posisinya sama seperti Baekhyun, melihat ke arah lapangan. Merasa diperhatikan, Chanyeol menoleh ke Baekhyun dan menatapnya dengan mukanya yang seperti biasa—datar. Ia melambaikan tangannya ke Baekhyun untuk menyuruhnya mendekat.

Baekhyun yang merasa Chanyeol menyuruhnya untuk mendekat lantas mengangguk dan berjalan mendekati Chanyeol. Jangan gugup, Baek! Di chat saja kau sangat dekat dengannya, masa kalau bertemu begini kau malah gugup?, batin Baekhyun.

"Kapan kau pulang?" tanya Chanyeol begitu Baekhyun sudah ada disampingnya. Baekhyun menatap Chanyeol sesaat lalu menjawab, "Sebentar lagi mungkin. Kenapa?"

"Nothing." ucapnya singkat. "Nanti kita chat lagi, ya? Aku mau cerita."

"Tentang dia?" Chanyeol mengangguk.

"Oh baiklah. Cerita saja. Aku pasti balas dengan cepat karena aku tidak mau mendengar handphoneku terus berbunyi gara-gara aku telat balas dan kau spam stiker di chatku."

Chanyeol tertawa pelan. "Siapa suruh kau hilang-hilangan, huh?"

Baru Baekhyun mau membuka mulut untuk menjawab perkataan Chanyeol, Luhan tiba-tiba datang dan menarik tangan Baekhyun untuk ikut dengannya.

"Baek, kantin yuk!" ajaknya. Baekhyun yang kebetulan sedang haus mengiyakan ajakan Luhan dan mengikutinya, sebelumnya ia ijin dulu ke Chanyeol dengan mengatakan "Aku duluan ya?" yang hanya dibalas anggukan oleh Chanyeol.

.

.

.

Baekhyun menatap layar handphone nya. Sudah hampir sore dan Chanyeol belum ada memulai percakapan di chat mereka. Kemana anak itu? Baekhyun ingin memulai duluan tapi itu tidak mungkin, dia cukup sadar diri saja karena Chanyeol sudah ada yang punya. Baekhyun bergerak gelisah diatas kasurnya, biasanya setiap pulang sekolah Chanyeol sudah muncul di list chatting-nya. Apa mungkin dia sedang main? Oh well. Baekhyun maklumi jika anak lelaki seperti Chanyeol mungkin saja sekarang sedang bermain dengan teman-temannya.

LINE~

Baekhyun terkejut mendengar notif dari handphone nya. Pasti Chanyeol, pikirnya. Dan benar saja, begitu ia membuka aplikasi Line yang ada di handphone nya ia melihat chat dari Chanyeol.

"Oy."

Baekhyun tersenyum. Selalu begitu cara Chanyeol menyapa nya melalui chat. Ia lantas cepat-cepat mengetik dan membalasnya.

"Hey. Darimana?"

"Aku baru pulang."

"Oh okay. Apa yang ingin kau ceritakan?"

Baekhyun menggigit jarinya. Ia belum siap untuk membaca lagi curhatan Chanyeol tentang Kyungsoo. Terkadang ia juga menginginkan Chanyeol dan Kyungsoo putus, tapi ia tidak ingin melihat Chanyeol sedih karena hal itu. Ia tau Chanyeol sangat menyayangi Kyungsoo walaupun ia sering mengeluh tentang Kyungsoo kepadanya. Yang bisa ia lakukan hanyalah menunggu Chanyeol dan menjadi teman curhat nya.

"Kyungsoo sibuk sekali sampai dia tidak memberikan waktunya untukku. Dia terus-terusan menghilang dan membuatku capek untuk menunggunya. Apa yang harus ku lakukan? Aku sayang dia tapi aku juga tak tahan jika harus menunggunya terus."

Baekhyun tersenyum miris membaca chat dari Chanyeol. Dengan berat hati ia mengetik, memberikan saran untuknya.

"Jika kau sayang padanya, pertahankan. Jangan sampai kau melepaskannya. Dia sibuk dengan sekolah nya, kan? Mengertilah Chan. Kita baru selesai ujian harusnya bersenang-senang. Buat apa kau menggalaukan dia, huh?"

Sebenarnya sangat berat bagi Baekhyun untuk mengetikkan kata-kata "Jangan sampai kau melepaskannya." Jika Baekhyun boleh jujur, ia sama sekali tidak ingin mengetik itu. Tapi ia terpaksa agar tidak melihat Chanyeol sedih jika dia kehilangan Kyungsoo.

"Ku pikir aku ingin putus saja."

Diam-diam Baekhyun tersenyum membaca chat dari Chanyeol yang baru saja masuk. Dengan begitu, peluang Baekhyun untuk mendapatkan Chanyeol sangat besar, kan? Raut wajah yang tadi nya kecewa kini berubah menjadi raut bahagia. Mungkin saja Baekhyun benar-benar bisa menggantikan posisi Kyungsoo sekarang. Ah, memikirkannya saja sudah membuatnya senang.

"Baiklah jika itu yang terbaik untukmu. Ingat ini, aku akan selalu ada jika kau membutuhkanku, okay? Ngomong-ngomong, lanjut nanti ya. Aku mau nonton film bersama Kris dan harus mandi sekarang. Bye!"

Setelah membalas chat Chanyeol, Baekhyun langsung lari ke kamar mandi. Sekilas ia mendengar ada bunyi dari handphone nya, mungkin balasan dari Chanyeol. Tapi ia tidak menghiraukannya dan lanjut mandi sambil bernyanyi-nyanyi seperti orang aneh.

.

.

.

Kris melihat adiknya—Baekhyun—dengan raut aneh. Apa yang membuatnya senyum-senyum sendiri seperti orang tidak waras? Aneh sekali, pikir Kris. Baekhyun dan Kris kini sedang diperjalanan menuju bioskop, Kris sudah berjanji pada adiknya itu untuk mentraktirnya jika ia sudah selesai ujian. Kris yang sedang menyetir lantas berhenti begitu lampu merah menyala, ia melirik adiknya sekilas.

"Ada apa denganmu? Senyum-senyum sendiri daritadi. Ada sesuatu yang membuatmu senang?" tatap Kris penuh selidik. Ia melihat Baekhyun menggangguk sambil tersenyum. Lalu menyetir kembali begitu lampu sudah berubah menjadi hijau.

"Apa itu?" tanya Kris lagi. Dia benar-benar penasaran apa yang terjadi dengan Baekhyun. Tidak biasanya dia seperti itu.

"Rahasia." ucap Baekhyun dengan senyum jahilnya. Baekhyun mengambil handphone nya yang bergetar didalam tasnya. Dia membulatkan matanya begitu membaca pesan dari Chanyeol.

"Aku sudah putus dengan Kyungsoo."

Baekhyun memekik kesenangan begitu melihat apa yang baru saja dia baca. Dia terus membaca pesan itu berulang-ulang, masih tidak percaya. Kris yang kaget mendengar pekikan Baekhyun spontan menjitak kepala adiknya itu.

"Aw! Sakit, Kris!" protes Baekhyun. Ia mengusap kepalanya yang dijitak Kris tadi.

"Siapa suruh kau tiba-tiba teriak seperti tadi heh?!" Kris menatap Baekhyun tajam, yang ditatap hanya diam dan sibuk dengan handphone nya. Dan senyum-senyum, lagi.

"Benarkah? Kenapa? Cerita padaku!"

Baekhyun memencet tombol 'send' lalu menatap Kris dengan mata berbinar-binar. "Kris, Chanyeol! Chanyeol putus dengan Kyungsoo!"

Kris yang sedang memarkirkan mobilnya hanya menatap Baekhyun datar. "Ohya? Chanyeol yang kau sukai itu, bukan?" Baekhyun mengangguk semangat.

"Okay. Sekarang ayo turun sebelum kita terlambat dan tidak mendapatkan tiket." Kris membuka pintu lalu turun dari mobil. Ia berjalan masuk dengan Baekhyun yang mengikutinya dari belakang.

.

.

.

"Aku sedang tidak ingin bercerita pada siapapun."

Baekhyun mendengus kecewa begitu membaca pesan dari Chanyeol. Pesan itu masuk pada jam 19:35 sedangkan Baekhyun baru membalas pada jam 21:40 karena ia baru selesai menonton film bersama Kris.

"Apakah aku mengganggumu?"

Sended. Baekhyun mengganti bajunya sambil menunggu balasan dari Chanyeol. 5 menit kemudian ada notif masuk dan Baekhyun langsung membukanya.

"Tidak. Aku hanya belum ingin bercerita padamu. Mungkin nanti. Kenapa kau baru membalas chat-ku?"

"Aku baru saja pulang nonton film bersama Kris. Apa kau menunggu chat dariku? Kkk."

"Aku tidak ada teman. Temani aku."

Baekhyun terkekeh. Seorang Park Chanyeol yang mempunyai banyak teman wanita masih minta ditemani? Yah Baekhyun mengerti kalau Chanyeol saat ini sedang membutuhkan teman karena ia baru saja putus dari Kyungsoo. Tapi kenapa Chanyeol meminta padanya untuk ditemani? Okay Baekhyun, jangan baper.

"Baiklah aku temani. Kenapa kau belum tidur? Biasanya jam segini kau sudah menghilang tidak membalas chatku, dan ku pikir kau pasti tertidur."

Baekhyun melirik jam yang tertempel di dindingnya. Jam itu menunjukkan pukul 22:00. Maka dari itu Baekhyun heran kenapa Chanyeol belum tidur.

"Aku tidak bisa tidur. Mataku sakit setelah menangis."

Baekhyun menutup mulutnya menahan tawa. Chanyeol menangis? Hanya karena Kyungsoo? Well, Baekhyun tau jika lelaki menangisi seorang wanita berarti lelaki itu sangat menyayangi wanita tersebut. Tiba-tiba Baekhyun merasa dadanya sesak, ada sesuatu yang mengganjal. Sakit sekali jika memikirkan fakta bahwa Chanyeol sangat menyayangi Kyungsoo walaupun Kyungsoo tidak begitu peduli padanya dan dengan begitu mudahnya ia melepaskan Chanyeol. Tapi Chanyeol tetap saja sayang padanya.

Sesuatu muncul di pikiran Baekhyun saat itu. Apa aku...jujur saja padanya?

Ia membalas pesan Chanyeol dengan ragu.

"Hey! Laki-laki tidak boleh menangis. Lupakan saja. Ngomong-ngomong, ada sesuatu yang ingin ku beritahu padamu."

Tidak seperti biasanya Chanyeol kali itu membalas pesan Baekhyun dengan cepat sampai membuatnya heran.

"Apa itu?"

Baekhyun mengetik dengan ragu. Apa tidak apa-apa jika dia memberitahunya sekarang? Baekhyun takut ia terlalu cepat untuk mengutarakan perasaannya. Bagaimanapun juga Chanyeol pasti masih sayang Kyungsoo. Tapi kalau bukan sekarang, kapan lagi?

"Aku menyukai seseorang dikelas kita."

"Siapa? Jongin, Sehun, Joonmyeon, atau mungkin aku? Ku pikir cuma itu yang lumayan dikelas kita."

Baekhyun membaca balasan dari Chanyeol itu dengan mulut terbuka. Bagaimana bisa ia memasukkan namanya sendiri di daftar 'laki-laki yang lumayan dikelasnya'? Aish dasar manusia yang terlalu percaya diri.

Ia menggigit jarinya. Ragu apakah ia harus memberitau bahwa yang disukainya itu adalah Chanyeol atau tidak. Tapi kalau dipikir-dipikir...ini kesempatan yang tepat. Baekhyun lalu membalas lagi, kali ini tanpa ragu sedikitpun.

"Ah yah... itu. Yang mempunyai tiga huruf diantara yang kamu ucapkan tadi."

Setelah mengirim chat tersebut, Baekhyun melempar handphone nya ke ujung kasur (untung ngga jatuh-_-). Ia terlalu takut untuk membaca balasan dari Chanyeol. Bagaimana kalau ternyata ia sama sekali tidak mempunyai perasaan padanya? Ah ayolah positive thinking saja Baekhyun.

Cukup lama Baekhyun menunggu handphone nya bunyi kembali, akhirnya Chanyeol membalas pesannya. Baekhyun langsung membuka pesan itu.

"Aku?"

Dengan cepat Baekhyun membalasnya.

"Hmm.. Maybe."

Baru saja Baekhyun mengirim balasan itu, sudah ada balasan dari Chanyeol yang masuk.

"Kau menyukaiku? Bagaimana bisa?"

Baekhyun berpikir sebentar. Ia juga tidak tau bagaimana ia bisa menyukai Chanyeol. Perasaan itu muncul begitu saja karena mereka sering saling mengirim pesan. Ia lalu membalas dengan balasan seadanya/?

"Entah. Aku juga tidak tau."

Setelah mengirim balasan itu, Baekhyun hampir saja tertidur karena Chanyeol lama sekali membalasnya. Sekitar 15 menit, balasan dari Chanyeol masuk dan Baekhyun membacanya. Ia terdiam untuk sesaat setelah membaca pesan dari Chanyeol yang membuatnya baper dan berpikir bahwa orang yang dimaksud itu adalah dia. Apa itu aku?

"Oh okay. By the way, aku sudah menemukan orang yang bisa membuatku nyaman."

-TBC-

...

Hai annyeong~! Aku udah bilang diatas kan yah kalo ini ff berdasarkan my real story? Kkk gimana? Ceritanya aneh gak? Ngomong-ngomong ini belum masuk ke inti ceritanya yah jadi belum kerasa perasaan "sesak" yang bener-bener aku alamin hahaa~ Aku minta kritik / saran nya dooong jangan jadi silent readers;( Review dari kalian itu sangat berharga bagi saya:3 Sekali lagi thankchuu buat yang mau meluangkan waktunya untuk membaca ff yang agak gaje ini~