Summary : Kehilangan sesuatu yang berharga baginya, membuatnya harus menjalani kehidupan yang hampa. Tanpa siapapun atau apapun yang dapat membuatnya bahagia. Lalu, Kehampaan yang ia rasakan seolah-olah terus mengikis akal sehatnya, hingga ia terjebak ke ilusi yang justru menghancurkannya
"Friends, Illusion, and Reality"
A Naruto Fic for Infantrum Challange "Hidden Reality"
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Hinata X Naruto
Happy Reading ^^
Semuanya menghilang
Seolah tergilas putaran waktu
Seiring dengan rasa sakit yang terus menyesak di dadaku
Tak pernah kubayangkan bahwa diriku akan terlempar jauh, bahkan sangat jauh dari apa yang seharusnya kudapat
Sementara dia, berjalan dengan tegap naik ke podium, dan mengambil Piagam Penghargaan yang dulu jadi milikku.
"Tenang, kau bisa bangkit. Kau bisa memulai semuanya dari awal lagi. Ingat, kau punya sahabat yang siap mendukungmu!"
Begitulah fikirku waktu itu. Namun yang terjadi kemudian justru sebaliknya
Keberadaanku seperti hilang, seiring dengan hilangnya hal-hal kebanggaanku
Kritikan-kritikan pedas mulai terdengar, membuat telingaku panas
Karena itulah, ucapan, tingkah laku, dan sikap mulai kujaga hati-hati
Hingga tanpa sadar, kehati-hatianku itu berimbas pada keterbukannku pada sahabat-sahabatku, membuat satu demi satu dari mereka mulai menjauhiku
Sejak saat itu aku sendirian
Tanpa siapapun dan apapun
XXXX
Ada yang bilang, kita hidup di dunia sesuai dengan persepsi masing-masing individu
Seorang individu bisa menganggap sesuatu sebagai kenyataan, ada pula yang menganggap sesuatu itu ilusi
Namun, bagaimana jika sebuah ilusi dianggap sebagai kenyataan?
Meski itu salah, tapi aku mendukung pernyataan itu
XXXX
"Aku ini hanya ilusi yang tercipta dari fikiranmu!"
Halusinansi, ilusi, mimpi atau apapun, aku tak peduli
Karena dalam keterpurukanku, ia datang menyembuhkanku
Ia nyata, dan aku merasakannya
Bercakap-cakap dengannya di suatu tempat
Dengan aku sebagai sang pendengar yang selalu terhibur akan ucapannya
XXXX
Lihat, malam ini ia datang
Membawakanku seikat mawar kuning
Sekuning warna rambutnya
"Kau butuh sahabat, kan?" tanyanya dengan senyuman khasnya
Tentu saja, aku butuh itu
"Kau tahu, mawar kuning adalah tanda persahabatan!" ujarnya lagi
Aku mengerti, mawar kuning ini
Pertanda seorang sahabat akan kembali datang dalam hidupku
XXXX
Waktu kembali bergulir
Seiring dengan rampungnya kehidupan baru yang kubangun kembali
Perlahan-perlahan
Duri-duri sepi menghilang
Meski aku sendiri
Tidak, aku tak lagi sendiri
Lihat, mereka kembali
Menemaniku dalam tawa dan senyum
Serta mengimbangi segala kekuranganku
Namun, dia menghilang, di kala mereka datang
Bersama mawar kuning yang ia beri
XXXX
Tidak, aku tidak ingin kehilangannya
Dan aku tahu apa yang harus kulakukan agar aku tak kehilangan dirinya
Aku tak peduli
Meski mereka berkata ia adalah ilusi
Aku tak peduli
Meski kenyataan berkata bahwa ia seorang yang telah lama mati
Dan aku tak peduli
Meski aku berada di sini
Melihat curamnya landai yang harus aku lompati
Dalamnya laut yang harus kuselami
Serta dahsyatnya gelombang yang harus kuhadapi
Aku hanya ingin bersamanya
Selamanya
Dan aku tahu ia menungguku di sana
Benar, kan Naruto-kun ?
THE END
Notes : Pendek? Sebenarnya sengaja dibikin pendek karena ide fic ini datang kisah nyata seseorang yang saya sesuaikan dalam bentuk fic. Dan author sendiri pun tak tahu bentuk fic ini ==' *jedotin pala ke dinding.
Berkenankah memberikan review?
