Falling In Love
Warning! OngNiel!couple, Seungwoo!seme, Daniel!uke and another couple who i like In here~ hope you like it!
.
.
.
Tolong yang nggak suka dengan Couple/Pair yang saya suka/buat, beranjak menjauh karena saya nggak mau mengotori fandom ini dengan flame nggak jelas. Thankseu~ *wink ala Jihoon😁
Melikukkan tubuhnya dengan lihai Dengan cermin besar didepannya. Musik terlantun dengan kencang didalam ruangan tersebut. Laki-laki berambut merah muda dengan nafas terengah-engah ia dengan cepat mengikuti alunan musik dance yang ia dengar. Mengayunkan tangannya kesana kemari dengan lihai dan melompat dengan lincah. Yah, dilihat dari gerak tubuhnya dia memang ahli dalam dance.
Tariannya berhenti ketika musik dalam handphonenya berganti dengan nada dering sms masuk. Ia yang berhenti pun langsung mengambil handphonenya.
From : Nam Hyung
'Dan, cepet kesini.'
Laki-laki bernama Daniel itu pun mengernyit, dan tanpa pikir panjang ia bergegas menuju ketempat yang di-sms kan oleh temannya. Yaitu Atap sekolah.
.
.
.
"Ada apa Hyung?" Tanya Daniel yang sudah sampai di Atap sekolah. Melihat temannya di Atap sekolah ini dengan tangannya memegang sebatang rokok dan menghisap nya dengan pelan. Pasti heran mengapa seorang siswa bisa merokok seperti Namhyung ini, kecuali dia adalah berandal disekolahanya. Membalikan badannya, Namhyung membuang puntung rokok dan meningjaknya. Ia menatap Daniel yang kemari dengan peluh yang membasahi wajah putihnya. Ia menyeringai "kau mau?"
Namhyung menyodorkan sebungkus rokok pada Daniel. Dan Daniel tertawa sembari meletakan tasnya kelantai.
"Hyung, kau tau kan aku tidak merokok." Kata Daniel sembari duduk di pojokan Atap.
"Ah aku lupa." Namhyung menarik tangannya dan menyimpan kembali bungkusan rokoknya. Ia duduk dan menyamakan posisinya dengan Daniel.
"Kau bolos lagi?" Tanya Daniel dengan tak menatap Namhyung.
"Kau apa kabar? Tidak sadar kalo kau juga sedang Bolos."
Daniel tertawa mendengar ucapan teman seangkatannya. Mendorong pelan pundak Namhyung.
Kim Namhyung. Siswa dari kelas 3-A, alasan kenapa dia ditempatkan di kelas A adalah karena ia anak dari Kepala sekolah Sekolah ini. Tapi sikap dan kepribadian nya dengan beda sangat jauh dari ekspektasi. Dia memang pintar, tapi entah mengapa ia tak pernah mengikuti selama pelajaran berlangsung.
Sedangkan Daniel, dia juga sekelas dengan Namhyung. Laki-laki bernama lengkap Kang Daniel itu sangat menggemari Dance dan dia sangat jago Dance. Itulah mengapa ia sangat populer di sekolah nya. Oh jangan lupa dia juga mempunyai daya tarik lain yaitu rambutnya yang berwarna merah muda akis pink. Membuat para wanita tergila-gila saat melihatnya. Walaupun begitu, dia adalah anak yang sedikit acuh pada sekitar. Bahkan temannya saat ini adalah hanya Namhyung. Entah kenapa dia bisa menerima Namhyung pada saat ia tak menginginkan siapa-siapa. Tepatnya Namhyung lah yang pertama kali mendekatinya, dan karena itulah Namhyung sering ikut membolos bersama Daniel.
Namhyung menatap Daniel dari samping yang tengah membersihkan peluhnya. Matanya terasa sepeti tersihir oleh pemandangan disampingnya. Lalu tak lama ia mendengus pelan dan menatap lurus.
"Hyung, kau kenapa ikut Bolos denganku?" Tanya Daniel yang selesai dengan pekerjaan nya. Ia heran beberapa tahun lalu Namhyung mendekatinya dan akhirnya mereka bisa dekat sepeti ini.
"Memang kenapa? Lagipula aku berkuasa di sekolah ini."
Daniel menatap heran pada Namhyung kemudian dia memiringkan bibirnya dan mengangguk mengerti. Itulah kekuatan sebagai anak Kepala Sekolah. Yah walaupun hal itu tidak benar.
"Tapi kau membolos bukan karena aku kan?"
Namhyung tertawa, "Memang kenapa Kalau iya?"
Kerutan Dahi Daniel muncul.
"Maksudmu?"
Namhyung hanya tersenyum miring dan mengabaikan ucapan Daniel.
Namhyung memang merasakan perasaan yang sedikit berbeda pada Daniel. Dan Namhyung tidak bodoh untuk bisa mengungkapkan nya langsung pada Daniel. Dia merasa mungkin jika seperti inilah dia bisa dekat dengan Daniel. Ia tak tahu apa yang akan terjadi jika ia jujur tentang perasaannya pada Daniel.
"Oi! Malah diem."
"Kau kepo."
"Ck. Sialan kau."
.
.
.
.
"Seungwoo, kau ini kan ketua kelas. Tolong untuk menertibkan Siswa kelasmu yang kerap kali melanggar peraturan. Terutama Namhyung dan Daniel. Ibu sangat mengantisipasi mereka. Mereka sudah hampir seminggu absen dikelas. Ibu tidak akan memaksamu jika kau tidak bisa melakukan hal ini."
Pria bernama asli Ong Seungwoo itu tersenyum mendengar perkataan gurunya.
"Tidak apa-apa Sosaengnim. Ini sudah menjadi tugasku untuk menertibkan mereka. Lagipula saya sedang memikirkan bagaimana cara membuat mereka sadar dan kembali mengikuti pelajaran biasa dan tidak membuat keonaran atau perilaku yang tidak baik untuk dicontoh oleh junior-junior kami. Saya akan melakukan berbagai cara untuk mereka Sosaengnim."
Gurunya tersenyum lebar mendengar perkataan muridnya yang sangat bijak. Dia menepuk pundak Seungwoo dengan bangga. "Ibu mengandalkan mu Seungwoo."
Semua murid SMA berduyun-duyun keluar dari kelasnya masing-masing pasca mendengar bel yang menandakan bahwa kelas sudah berakhir. Terutama Ong Seungwoo ketua kelas 3- A yang tengah mengemasi barang bawaanya. Setelah selesai ia menyampirkan tasnya ke pundak dan berjalan keluar. Saat perjalanan untuk keluar gerbang, ia melihat laki-laki yang sedang di awasinya akhir-akhir ini keluar dari pintu yang menuju atap dengan satu temannya.
Sisi bibirnya terangkat. "Ternyata kalian sembunyi disana."
Seungwoo melanjutkan langkahnya untuk pulang.
.
.
.
"Namhyung, malam ini kau ada acara?" Tawar Daniel yang ingin mengajak Namhyung ke Bar. Rasanya ia butuh Refreshing sedikit.
"Bar lagi? Apa kau berencana memesan yang spesial malam ini?" Ujar Namhyung dengan mengangkat sebelah alisnya.
Daniel tertawa sedikit dan mengacungkan jari tengah nya.
"Shut the fuck up."
Namhyung menggeleng pelan. Walau hatinya sedikit kecewa mendengar Daniel akan bermain dengan wanita lain malam ini. Yah walaupun sekedar cumbuan panas biasa, tapi itu membuat hatinya sedikit memanas.
Yah, Namhyung sudah mengakui jika ia ada perasaan pada Daniel.
.
.
Dentuman musik bergema didalam Bar yang cukup besar. Lampu besar yang tergantung ditengah ruangan itu berputar dengan memancarkan sinar berkedip yang mengikuti dentuman musik. Didalamnya semua orang dengan beringas nya menggerakan tubuh. Wanita yang rata-rata memakai pakaian minim disana seperti jelly menggerakkan pinggulnya pada pasangannya.
Dan disana, Daniel yang memakai kaos hitam dan Rip Jeans, rambutnya ia sisir kesamping kanan membuat wajahnya tercetak dengan jelas. Ia menggerakan tubuhnya yang atletis bersama teman perempuan nya yang ikut serta meliukkan tubuhnya didepan Daniel. Daniel meminum minumannya dengan sekali teguk dan tertawa. Wanita didepannya mendekat dan bermain di dadanya. Daniel memegang pinggul wanitanya dan menari lagi. Sampai pada akhirnya Daniel yang sedikit kelelahan memilih duduk di sofa Bar tersebut dengan Namhyung disana.
"Ya Hyung, kau tak berniat untuk memesan apa gitu? Sekali-kali kan kau bisa." Kata Daniel yang meneguk alkohol nya lagi. Mata sipitnya yang semakin sayu karena terlalu banyak minum, Daniel akhirnya terkapar di Sofa.
"Tidak, Hey kau sudah terlalu banyak Minum Dan." Namhyung mencoba mengambil gelas yang berada di tangan Daniel tapi nihil, Daniel sudah menenguknya terlebih dahulu.
Daniel menghela nafasnya sambil menyandarkan tubuhnya. Pipinya sedikit memerah karena alkohol.
Daniel mengangkat kepalanya dan menatap wanita berambut hitam panjang dengan mengakan gaun merah selutut.
"Kau lihat perempuan disana Hyung? Ahhh tubuhnya sangat seksi." Kata Daniel disela-sela mabuknya.
"Aku harus menghampiri nya." Daniel bangkit dan hendak berjalan kearah perempuan itu, tapi karena dia mabuk, dia tersandung kaki meja dan terjatuh dan menghambur ke tubuh Namhyung. Namhyung yang sigap pun menangkap Daniel dengan memeluknya.
"Uhhh.." Daniel melenguh ketika dirasanya kakinya sakit karena tersandung.
"Daniel kau mabuk berat, ayo kita pulang saja."
Daniel menggeleng dipelukan Namhyung, ia masih saja ingin bangkit dan pada akhirnya ia terjatuh lagi.
Sebelum Daniel sadar, Namhyung akhirnya membawa Daniel keluar dari bar tersebut dan memasuki mobilnya.
Ia menghela nafasnya ketika udah berada dalam mobil. Ia menoleh pada Daniel yang sepertinya tertidur. Ia mendekatkan dirinya dan mengambil safety belt untuk dipasangkan kepada Daniel. Wajahnya tak kurang dari sepuluh senti dari wajah Daniel, membuat Namhyung merasakan deru nafas Daniel yang mulutnya sedikit terbuka. Namhyung meneguk ludah nya ketika melihat bibir merah di hadapannya dan Wajah putih Daniel yang sedikit merona membuat sesuatu dalam dirinya terangsang. Dia meneguk ludahnya berkali-kali. Tahan Namhyung, Tahan.
.
.
.
Seungwoo menyeruput kopinya dengan membolak-balik buku yang ditangannya. Dan dia berhenti pada halaman yang berisi identitas salah satu teman sekelasnya. Ia tersenyum simpul saat membacanya. Dia lalu melirik jam nya yang menunjuk kengaka sebelas. Ahh pantas saja ia sudah beberapa kali menguap.
.
.
.
Namhyung membaringkan tubuh Daniel ke ranjangnya. Ia memutuskan untuk membawa Daniel kerumahnya, entah apa yang ia pikirkan.
Daniel menggerakan tubuhnya yang merasa resah. Ia membuka matanya perlahan dan sedikit kaget. Ia menatap sekitar dan menatap Namhyung bingung.
"Kau dirumahku Dan."
Daniel yang masih belum sadar sepenuhnya hanya melenguh dengan tangannya menarik ujung kaosnya. Dia kepanasan.
Melihat Daniel yang sepertinya kepanasan, Namhyung membantu Daniel yang kesusahan membuka kaosnya. Dia melepaskan kaos Daniel dari tubuhnya. Dia meneguk ludahnya susah payah melihat tubuh toplesss Daniel. Demi apapun, tubuh Daniel Memang sempurna.
Oi Kim Namhyung, apa kau akan tahan dengan ini?
Perlahan Namhyung duduk dipinggir ranjangnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Daniel. Dia menempelkan bibirnya pada bibir Daniel yang sedikit terbuka. Dengan pelan, dia melumat bibir Daniel pelan agar sang empu tak terbangun.
Rasanya seperti candu mengingat kini Namhyung memperdalam ciumannya pada Daniel. Dia melahap semua bibir Daniel dengan beringas, memasukkan lidahnya ke dalam mulut Daniel. Dia mengabsen deretan gigi Daniel dan mengobok seluruh isi mulut Daniel.
"Enghh..." Erangan Daniel mulai terdengar saat dirinya merasakan ada yang aneh.
Namhyung sepertinya tak perduli lagi dengan apapun. Tangannya sekarang dia sapukan pada perut Daniel dan keatas pada puting susu Daniel. Ia memilinnya sehingga Daniel sedikit terkejut dengan apa yang dia lakukan.
Mulut Namhyung berpindah pada leher mulus Daniel, dan dengan nafsu dia mengecup dan menggigit nya sedikit keras sehingga menuai pekikan dari Daniel.
"Akh!"
Tangannya menggenggam erat sprei disampingnya.
Daniel yang sudah sadar pun langsung menegang mengetahui Namhyung yang tengah menggerayangi tubuhnya. Tangan Namhyung yang tadinya memilin putingnya, kini berpindah pada benda bagian bawahnya. Dia mengelus nya dan membuka resleting celana Daniel.
Daniel masih terkejut dengan ini, ia merasakan celananya terbuka dan-
"Akhh! Namhyung! Apa yang kau lakukan! Agghh" Daniel mendongak ke atas saat Namhyung meremas kejantanannya. Lehernya masih saja geli saat lidah Namhyung menari di sana.
Daniel menggelinjang hebat saat kejantanannya diremas berkali-kali oleh Namhyung. Pandangannya sedikit mengabur, semua tubuhnya menegang akibat sentuhan Namhyung. Terutama bagian bawahnya.
"Ogh shit! Berhenti!"
Daniel tak habis pikir kenapa Namhyung bisa bersikap sepeti ini padanya. Apa yang membuatnya menggila seperti ini pada Daniel.
"Berhenti!" Daniel dengan sekuat tenaga mendorong bahu Namhyung dan berhasil. Nafasnya terengah dan menatap tajam Namhyung yang memasang ekspresi keterkejutan nya.
"D-daniel, maafkan aku." Ujar Namhyung yang sadar akan yang dilakukannya. Sungguh, dirinya tadi memang dikelilingi oleh nafsunya.
"Kau gila?!"
Daniel bangun dan menatap tak percaya tubuhnya. Bercak merah dileher dan dadanya tercetak jelas di sana. Daniel meraih kaosnya dan memakainya.
Daniel membenarkan resleting celana nya dan berdiri.
"Apa yang kau pikirkan hah?!" Marah Daniel yang melihat Namhyung sedari tadi diam sembari menatap Daniel menyesal.
"Dan, maafkan aku. Aku sama sekali tidak bisa berfikir jernih tadi."
"Apa maksudmu tak bisa berfikir jernih?! Kau- kau tertarik padaku?" Daniel memelankan nada bicaranya di akhir.
Namhyung terdiam dan meneguk ludahnya sendiri. Tak tahu apa yang harus dia katakan saat Daniel sepertinya marah sekali.
Daniel berdecih pelan dan menyambar jaketnya di meja nakas Namhyung. "Aku akan pulang."
Daniel dengan perasaan marah dia pergi meninggalkan Namhyung yang menjambak rambutnya sendiri. Merutuki dirinya karena melakukan hal yang ceroboh.
"Sial!"
.
.
.
.
Seungwoo berjalan di lorong Yang menuju kelasnya. Dia membenarkan blazernya sedikit dan tersenyum menyapa anak-anak yang melewatinya. Dan dari arah yang sama, Daniel berjalan cepat dari belakang dan melewati Seungwoo yang hendak masuk ke kelas duluan menjadi terhenti karena Daniel menyerobot masuk. Matanya memicing melihat syal abu-abu yang melingkar dileher Daniel. Suatu ide buruk di cuaca panas seperti ini.
Seungwoo menduduki kursinya yang berada di depan Daniel. Seungwoo semakin bingung ketika Daniel semakin menaikan syalnya ketika ia melihatnya.
Guru memasuki kelasnya 3- A ini dan memulai pelajaran nya. Sang guru sibuk memberikan materi pada murid-muridnya tapi ketika dia melihat Daniel yang memakai syal, dia mengernyit.
"Daniel, kau sakit?"
Interupsi dari gurunya membuat semua pasang mata dikelas tersebut menoleh pada Daniel. Daniel bingung hendak menjawab apa jadi dia hanya mengangguk kaku.
"Kau bisa ke UKS jika kau merasa tak enak badan." Ujar gurunya.
Daniel yang risih sedari tadi dipandangi oleh teman sekelasnya, akhirnya menyetujui tawaran gurunya. Dia mengangguk dan langsung bergegas ke UKS. Disana Namhyung menatap Daniel dengan diam, Dia tahu ini gara-gara ulah dirinya.
"Sosaengnim,"
Seungwoo mengacungkan tangan nya.
"Aku ingin ke toilet."
"Silahkan."
Seungwoo mengikuti Daniel dari belakang dengan pelan. Sebenarnya ia mengikuti Daniel sedari tadi ia ijin ke toilet.
Daniel membuka pintu UKS dan hendak menutupnya kembali, tetapi Seungwoo dengan cepat menariknya dan dia masuk kedalam. Daniel yang setengah terkejut pun melongo melihat Seungwoo masuk juga. Seungwoo menutup pintu UKS dan menatap tajam Daniel.
"Baiklah, jadi ini alasan baru agar kau bisa membolos huh?"
Daniel mengerutkan dahinya bingung.
"Kang Daniel, sebenarnya jika aku mau menghitung kau ini sudah membolos puluhan kali. Dan aku sebagai ketua kelas, aku patut untuk menghukumu."
Daniel mendecak dan hendak pergi dari sana. Baru saja ia maubmeraih gagang pintu, syalnya tiba-tiba terlepas ditarik oleh Seungwoo. Daniel kaget dan reflek memegang lehernya dan menutupi bagian yang membekas di sana.
"Kau sama sekali tidak sakit kan?"
"Ck, bukan urusanmu." Ujar Daniel yang masih membelakangi Seungwoo.
"Kau kenapa-
BRAKK!
Daniel dan Seungwoo kaget pintunya tiba-tiba terbuka. Daniel mundur selangkah saat mengetahui siapa yang datang.
"Dan, soal semalam aku minta maaf. Aku benar-benar-
"Diam brengsek." Daniel memotong ucapan Namhyung.
Seungwoo yang melihat keduanya seperti itu pun berfikir, apakah mereka sedang bertengkar? Dan apa itu semalam?
Seungwoo melihat tanda kemerahan pada leher Daniel. Dia mengeryit bingung.
"Dan ayolah, aku ingin bicara padamu." Namhyung meraih tangan Daniel dan mencengkeram nya. Tapi Daniel meronta saat Namhyung menyeret nya untuk pergi dan pada akhirnya pun Seungwoo mengambil tindakan.
"Hey bro, kau bisa tenang?"
Seungwoo menarik Daniel kesampingnya. "Kau bisa berbicara dengan santai kan?"
Wajah Namhyung mengeras.
"Ini bukan urusanmu!"
"Ini urusanku juga, aku mempunyai hak disini, aku juga ketua kelas kalian. Jadi ini tanggung jawabku juga."
Daniel merebut syal nya dari tangan Seungwoo lalu pergi meninggalkan Namhyung dan Seungwoo.
Namhyung menunjuk geram pada Seungwoo. "Aku ingatkan, ketua kelas atau apapun itu! Jangan pernah campuri urusanku dengan Daniel."
Setelah mengatakan itu, Namhyung langsung meninggalkan Seungwoo disana. Sepertinya Ini seperti ancaman seorang kekasih yang tak ingin kekasihnya didekati orang lain.
Apa yang dipikirkan Seungwoo itu benar?
Jika itu benar, Seungwoo menaikan sedikit sudut bibirnya.
.
.
.
TBC
Holaaaaa :D
Annyeong! Disini author maniz *eakk
Hm, pertama saya ucapkan terima kasih untuk yang mau baca dan mampir kesini :D
Pertama kali saya buat ff genre yaoi dan dengan cast OngNiel! Dan tentu saja seperti diatas, Daniel lah yang menjadi uke.
Kenapa?
Ini mungkin menyangkut masing-masing orang Ya, dan saya masih suka Daniel yang jadi Uke hm
Dan yahhh Seperti inilah! Chap 1 is POSTED!
Thanks for READING!
And
MIND TO REVIEW?
