Kamen Rider dan Satria Garuda DxD
Crossovers: Highschool DxD,. Satria Garuda Bima X, Meanwhile in Our Univers
Charakter:
[Highschool DxD:]
1] Sona Sitri.
2] Rias Gremory.
3] Akeno Himejima.
4] Issei Hyodou.
[Satria Garuda Bima X:]
1] Rey Bramasakti/Kesatria Garuda Bima X
2] Reza Bramasakti/Kesatria Garuda Azazel
[Meanwhile in Ours Univers:]
1] Hamdi Denrangga/Kamen Rider Fifteen
2] Arif Saputra/Kamen Rider Diend
[Pair:]
1] Hamdi,. ?
2] Arif,. Ruruko,. Momo Hanakai.
3] Rey Bramasakti,. Tomoe Meguri.
4] Reza Bramasakti,. Tsubaki Shinra.
5] Saji Genshirou,. Sona Sitri
[Genre: Action, Demon, Romance, semi Harem, Over Power, Drak Power.]
Episode: Perang Rider.
Pada suatu hari di kehidupan seorang Author dari indonesia yang selalu memposting ceritanya ke akun Fanfictionnya, ia merasa kehidupannya begitu membosankan dan akhirnya memutuskan untuk pergi berjalan keluar rumah untuk mencari udara segar.
Ia memiliki wajah yang berwarna putih, tidak tampan dan tidak juga jelek, ia berambut hitam pendek agak kusut karena jarang mandi, dia berjalan santai menuju beberapa tempat yang menurutnya bisa menghiburnya.
Ia nampak tak peduli akan apa yang ada di hadapannya, ia memang menjalani hidup yang hampir nolep, namun ia masih punya kehidupan yang enak, ia hanyalah seorang Otaku yang kurang modal, namanya adalah Hamdi, namun suatu ketika ia mengalami sebuah kesialan di perjalanan menuju rumah secara tiba-tiba, sebuah sinar terang menyilaukan muncul di hadapannya {Triiiiiiiiiiiiiiiiiit} suara decitan ban yang bergesek dengan aspal terdengar dan berikutnya suara sebuah benda menabrak sesuatu dengan keras terdengar.
Hamdi kaget tiba-tiba tubuhnya melayang di udara lalu akhirnya terbentur dengan aspal dan terguling-guling di tanah, darah keluar mengalir di seluruh tubuh Hamdi, pikiran Hamdi mulai kosong ia merasakan tubuhnya menjadi dingin dan basah karena darah yang mengalir, penglihatannya memburam dan akhirnya gelap.
"Bangunlah anak muda" sebuah suara terdengar di telinga Hamdi, Hamdi terbangun ia membuka matanya lalu menatap ke arah depan ia melihat seseorang berambut hitam hitam pendek di depannya, mengenakan pakaian serbah hitam dan kalung silver dengan aksen tulang belulang.
"Siapa kau?" tanya Hamdi pada orang yang ada di hadapannya.
"Namaku Ren Aoi, Kamen Rider Fifteen" jawabnya.
Hamdi terdiam jujur ia adalah penggemar Kamen Rider Fifteen yah meskipun Fifteen adalah seorang Villains Rider, Hamdi tetap menyukai sosok Fifteen, mulai dari Desain sampai kemampuannya.
"Bagaimana kau bisa datang kemari, lalu apa tujuanmu menemuiku, aku memang senang bertemu denganmu tapi, jika aku tidak tau tujuanmu aku menjadi kebingungan, dan juga ini di mana?" tanya Hamdi pada Fifteen atau Aoi Ren.
Aoi Ren tersenyum ke arah Hamdi, membuat Hamdi kebingungan.
"Tangkap!" serunya, Hamdi pun langsung menangkapnya dan ternyata itu sebuah gembok dengan relif tulang rusuk, itu adalah Locksead original Kamen Rider Fifteen.
Hamdi menatap Aoi Ren, Ren tersenyum dan mengatakan.
"Dengan begitu, kau telah menjadi penerusku sebagai Drak Underworld Rider, untuk mendapatkan kekuatan penuh Fifteen kau harus mengalahkan seluruh Rider yang ada maka kau akan kembali mendapatkan kekuatanku, sebagai Lord Drak Rider sang penghancur, apa kau mau menjadi penerusku?"
Mendengar hal itu Hamdi merasa tertantang, ia juga kebetulan merasa bosan dengan dunianya di mana kehidupannya hanya dihabiskan untuk menulis, jadi ia berpikir kalau menghancurkan dunia Rider juga tidak ada salahnya.
"Bagus sekarang berpetualanglah, hiduplah sebagai sang penghancur dunia!" seru Aoi Ren pada Hamdi, Hamdi tersenyum manis mendengarnya, tak lama setelah itu Hamdi tiba-tiba melihat dirinya berada di sebuah tempat atau sebuah kota yang tidak ia ketahui, tulisan yang ada disana berupa tulisan-tulisan huruf jepang, namun yang anehnya Hamdi bisa mengerti apa yang orang orang katakan.
Hamdi menggaruk kepalanya lalu berjalan santai, Hamdi melihat sebuah koran dan ia memang enggak mengerti yang tertulis di sana, namun Naruto melihat beberapa gambar disana Hamdi melihat gambar salah satu kamen Rider yang ia suka yaitu Kuuga ada di sana, yang artinya ia berada di dunia Kuuga.
"Kuuga, Kamen Rider Hesei pertama, hah tak aku sangka aku akan berkelana seperti Decade, namun dengan tujuan yang berbeda" gumam Hamdi lalu berjalan pelan menjauh dari keramaian.
Jika Decade menghancurkan sembilan dunia Kamen Rider untuk menghentikan penyatuan sembilan dunia dan menciptakan dunia baru, maka Fifteen menghancurkan 15 dunia Rider untuk menjadi The King of Drak Rider atau The Lord of Drak Rider.
Tak lama setelah itu semua orang panik, Hamdi melihat hal itu berjalan menuju kekacauan di sana Hamdi tersenyum melihat para monster bergerak menyerang orang-orang, Kuuga pun datang menyerang mereka.
"Kurasa akan sangat menarik kalau aku ikut bertarung disana" gumam Hamdi, lalu mengambil gembok atau Locksead yang diberikan oleh Aoi Ren atau Kamen Rider Fifteen kepadanya.
Fifteen Gembok itu mengeluarkan suara ketika Hamdi menekan tombolnya, di pinggang Hamdi tiba-tiba muncul sebuah Belt atau sabuk dengan lubang gembok di depannya Hamdi melepaskan gemboknya lalu gembok itu melayang dan terpasang di Belt yang ada dipinggangnya, Hamdi pun menguncinya Lock on suara itu kali ini muncul di Belt Hamdi.
Hamdi berjalan santai menuju ke arah monster, di atas kepala Hamdi terlihat tengkorak raksasa yang terhubung dengan tulang belakang sampai tulang rusuk melayang.
Semua orang termasuk Kuuga kaget melihat hal itu, Hamdi lalu memberikan senyuman sinis ke arah Kuuga dan sang monster, lalu menyentuh pisau kecil di Beltnya.
"Henshin" gumam Hamdi lalu menggerakan pisaunya menebas gembok dengan relik tulang rusuk tersebut {Jreengengeng!} {dedededeng deng deng dengengengeng} Tengkorak itu jatuh ke kepala Hamdi dan tulang rusuknya memeluk tubuh Hamdi tengkoraknya mengecil dan mengeluarkan api hitam dan saat proses selesai Hamdi berhenti berjalan dan terlihat mengenakan armor Kamen Rider berwarna hitam dengan aksen putih berbentuk tulang atau Skaleton.
Helem berkaca hitam dengan tanduk bertulisan kanji Juugo atau Fifteen Helm itu juga dilengkapi bulu atau rambut berwarna putih, dengan memegang pedang Skaleton.
{Sring}
"Sah, kalian semua" gumam Hamdi lalu berjalan menyerang para monster yang ada dan membunuh semuanya, Kuuga yang melihat hal itu kebingungan dan terdiam sendiri.
Setelah pertarungan dengan monster selesai Hamdi menatap Kuuga lalu berlari menyerangnya. Kuuga kaget namun tak sempat melakukan apa-apa, Hamdi terus menyerang Kuuga secara membabi buta.
{Teng tang trenk trank!}.
"Guh! Arrgh! Apa kau lakukan?!" seru tanya kamen Rider Kuuga pada Hamdi yang sudah berubah menjadi kamen Rider Fifteen.
Hamdi mengarahkan pedang di tangannya ke wajah Kuuga.
"Membunuhmu untuk mendapatkan kekuatanmu itulah yang aku inginkan" jawab Hamdi pada saat itu.
"Apa?!" tanya kaget Kuuga pada saat itu.
Orang di balik Armor hitam dengan aksen merah itu sama sekali tidak bodoh ia mengambil sebuah balok kayu dan merubah warnanya menjadi putih ungu dan sekarang Kayu yang ada di tangannya berubah menjadi pedang besar.
"Cho Henshin!.Tak akan aku biarkan kau menjalankan rencana jahatmu!" seru Kuuga lalu berlari dan siap menebas Hamdi dengan pedangnya {Trank} dengan santai Hamdi menangkisnya, Hamdi pun menggerakan tangannya untuk menggerakan pisau kecil di Beltnya sebanyak dua kali.
{Jeng jrengengeng!}
Fifteen Aul ait! Suara itu terdengar di Belt Fifteen berbunyi dan pedang yang Hamdi pegang pun mengeluarkan api hitam yang sangat pekat Hamdi langsung memberikan tendangan dan menebas Kuuga berkali-kali membuatnya meledak dan kembali menjadi manusia, tak lama kemudian Hamdi mengambil sebuah gembok dengan gambar kepala Kuuga.
{Sring sring Blaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr}
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!"
"Yosukeee!" teriak seorang perempuan yang melihat kejadian itu, Hamdi hanya tersenyum dari balik armornya melihat.
"Yosuke-san! Kisama!" {duar duar duar!} seorang lelaki yang terlihat seperti detektif menembak Hamdi beberapa kali dengan pistolnya namun armor Rider miliknya melindunginya dari peluru.
"Hahahahahahahahaha, Selamat tinggal para manusia!" seru Hamdi lalu portal kegelapan muncul di belakang Hamdi dan menelannya.
Berikutnya Hamdi terus melakukan perjalanan ke dunia-dunia Alternatif Rider Hesei dan membunuh mereka semua, para monster dari dunia Rider tunduk di hadapan Hamdi, karena levelnya sudah cukup tinggi, Hamdi dibawa ke kerajaan Underworld Rider disana para drak Rider yang siap membantunya juga ada.
Berikutnya setelah mengalahkan sembilan Rider utama Hamdi bergerak menyerang kamen Rider Decade, Decade dan Fifteen pun bertarung, kekuatan mereka hampir setara karena baik Hamdi dan Decade sudah bisa menggunakan sembilan Kamen Rider Hesei, Tsukasa selaku kamen Rider Decade merasa terpojok namun Daiki Kaito sang kamen Rider Diend datang membantu.
"Kaito!"
"Tsukasa, pergilah, serahkan ini kepadaku" ucapnya sambil mengarahkan tangannya dan membentuknya menjadi pistol lalu mengarahkannya pada Belt yang terpasang di pinggang Fifteen atau Hamdi.
"Aku akan mengambil harta karun terbaik, oh iya, untuk melawannya, kau memerlukan bantuan para Rider itulah kata Narutaki, jadi cepat pergi aku akan menahannya di sini, kumpulkanlah para Rider untuk melawannya!"
"Baiklah aku mengerti" Tsukasa pun pergi meninggalkan Kaito dan Hamdi yang sedang dalam mode Fifteen.
"Ryuga, G4, Eternal, kejar Decade, aku akan menghajar Rider Pencuri sialan itu!" seru Hamdi sambil tersenyum sinis di balik helemnya.
"Heh, jangan pikir aku akan membiarkannya" ucap Kaito yang memasukan kartu Rider bertuliskan Diend.
Kamen Rider. Kaito mengarahkan pistolnya ke arah Ryuga dan yang lain dan menekan platuknya Diend! Pistol itu mengeluarkan suara dan menembakan beberapa proyektil cahaya dan Kaito pun dibalut armor kamen Rider, dengan warna biru dan hitam.
"Kau!" seru marah Ryuga karena jalannya dihalangi.
"Ryuga Fokus pada misimu, dia biar aku yang mengurusnya!" seru Hamdi yang telah mengenakan Kabuto arms, lalu melesat menyerang Diend dengan brutal, Kaito yang belum siap akan serangan mendadak itu, secara terpaksa menerima rasa sakit yang luar biasa belum lagi ia dihantam berkali kali, Ryuga dan yang lain pun melakukan tugas mereka.
Diend melayang di udara dan Hamdi berada di belakangnya menggerakan pisau kecil di Sengoku drivernya sebanyak 3 kali.
{Jreng jreng jrengengngeng!} Kabuto sparking! Listrik mengalir dari helem kepala kamen Rider Fifteen menuju kaki kanannya lalu sebuah tendangan kuat diberikan ke arah Diend yang sedang melayang di udara {Duag! Blaaaaaaaaaarrrrrrrrr!} ledakan besar muncul Armor Diend hancur Kaito terlihat terluka parah.
Hamdi kembali ke mode Fifteen Arms lalu berjalan santai ke arah Kaito yang terlihat hampir mati, Kaito berusaha untuk berdiri setelah berhasil ia berusaha menembak Naruto dengan Gun Driver miliknya Hamdi menghindar dan saat Hamdi menatap ke arah Kaito, Kaito sudah tidak ada.
Sementara itu di dunia lain.
Terlihat seorang lelaki mengenakan jaket berwarna coklat terlihat begitu memprihatinkan ia terjatuh dan tak sanggup lagi berdiri dan terbaring di tanah menunggu ajalnya tiba, namun seorang lelaki berambut hitam pendek gaya klimis, mengenakan kaos oblong datang atau lewat secara tak sengaja.
"Oi kamu enggak apa-apakan?!" tanya panik orang itu Daiki Kaito.
Daiki tau ajalnya tak lama lagi, jika ia mati dan tidak menemukan penerus Kamen Rider Diend, maka Diend akan menghilang dan tidak akan muncul lagi sebagai sebagai Rider usil yang mencuri harta di dunia kamen Rider.
Kaito yang sudah tidak punya pilihan langsung memberikan Gun Drivernya kepada lelaki misterius di hadapannya.
"Kuberikan ini kepadamu, gunakan untuk uhug uhug, membantu Decade dan yang lain melawan Kamen Rider Fifteen" orang itu menerima Gun Driver dari Kaito lalu setelah itu Kaito memejamkan matanya dan tak lama kemudian terpejam, orang yang diberikan Gun Driver oleh Kaito hanya terdiam.
Tak lama setelah kematian Kaito sebuah portal berbentuk dinding dengan warna seperti kabut asap muncul menelan lelaki itu.
"Huaaa apa ini?!" seru tanya dirinya.
Di Kastil Underworld Rider.
Terlihat seorang remaja lelaki berambut hitam pendek tak beraturan karena tak disisir bermata coklat mengenakan pakaian serba hitam dan jubah tebal ala-ala kaisar, ia duduk di singga sananya di hadapannya ia berhadapannya ada banyak monster dan Drak Rider dan Villain Rider menunduk hormat ke arahnya.
"Denrangga-sama selamat atas kejayaannya dalam mengalahkan semua Rider, puji Fifteen king of Drak Rider!" seru para monster dan drak Rider bersama Villain Rider pun mulai berseru, orang itu hanya tersenyum sinis.
"Belum saatnya untuk berpesta dan merayakan sesuatu, aku belum mengalahkan mereka semua, Decade, W, OOO, Fourze, Wizard, dan Gaim. Mereka berenam belum aku kalahkan, mereka bisa saja menjadi momok untuk kejayaan kita, jadi cari keberadaan mereka aku tidak mau kalau mereka sampai bersatu, apalagi memanggil Rider baru yang mungkin jauh lebih kuat!" seru orang yang duduk di atas singga sana miliknya dan dipanggil Denrangga-sama oleh salah satu monster disana, atau yang lebih kita kenal sebagai Kamen Rider Fifteen atau Hamdi Denrangga.
"Dimengerti Denrangga-sama! Kalian semua ayo cari mereka!"
"Akhirnya Event dimana aku akan menjadi penguasa dunia Rider akan dimulai" gumam pelan Hamdi.
Singkat cerita.
Orang yang membawa Gun Driver milik Diend langsung bertemu dengan Tsukasa yang sedang mengumpulkan para Rider era Showa dan Hesei untuk membantunya.
"Siapa kau? Kenapa Diend Driver milik Kaito bisa ada bersamamu?" tanya Tsukasa.
"Namaku Arif Saputra, Pistol aneh ini tiba-tiba saja diberikan oleh seorang yang terluka parah, ia memintaku membantu seseorang bernama Tsukasa untuk melawan Kamen Rider Fifteen" jawab Arif pada Tsukasa yang ada dihadapannya.
Tsukasa dengan cepat memahami situasi, ia langsung tersenyum dan menyambut Arif untuk membantunya, akhirnya Rider era Showa dan Hesei setelah Decade berkumpul mereka semua bersiap menyambut kedatangan Fifteen dan komplotannya.
Hamdi datang dalam wujud Kamen Rider Fifteen dan menatap para kamen Rider yang ada dihadapannya, ia berserta seluruh monster yang ada dan para Drak Rider yang menjadi pengikutnya nampak tertawa meremehkan para Rider yang di pimpin oleh Tsukasa dan Arif, selaku Diend dan Decade.
"Jadi kau datang dengan membawa bantuan dari Rider Neo Hesei Decade?" tanya Hamdi menatap para Kamen Rider Neo Hesei dari W sampai Build.
"Tentu saja semua itu untuk mengalahkanmu, Fifteen!" seru Ichigo pada Hamdi.
"Bahkan kau juga membawa Rider era Showa untuk melawanku, apakah sebegitu takutnya dirimu padaku Decade, bukankah ini pertarungan antar Rider penghancur, kenapa kau mengajak yang lain?" tanya Hamdi dengan nada meremehkan.
"Bukankah kau juga sama saja, kau bahkan mengajak para monster dan Drak Rider untuk bertarung denganmu!" seru Arif sebagai Diend.
"Fuhahahahahahaha! Aku anggap itu pujian Diend!" seru Fifteen sambil mengangkat senjatanya.
"Teman-teman serang!" seru Fifteen.
Decade pun tidak mau kalah ia langsung membalas dan para kamen Rider yang mengikuti jejak Decade langsung benturan antara Drak Rider dan Kamen Rider Showa dan Neo Hesei bertempur.
"Untuk meningkatkan hasil kemenangan, tidak ada salahnya menggunakan kartu baru" gumam Arif, lalu memasukan sebuah kartu dengan lambang sembilan Kamen Rider yang pernah Hamdi kalahkan.
Kamen Rider, Gekyuuban Hesei Rider! Suara itu muncul dari Gun Driver milik Arif atau kamen Rider Diend dan saat di tembakan 9 kamen Rider yang sudah mati muncul dan bertarung melawan Fifteen berserta komplotannya.
"Hehehehehehe, Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" teriak Hamdi mengamuk menyerang para Rider utama, dan banyak yang berhasil ia bunuh sehingga, ia berhasil mendapatkan banyak Lock seed.
{duar duar, dududududduduuduaaaaaaaaaaaaar!} ledakan besar terjadi dimana mana, banyak Rider terbantai dan banyak monster yang hancur.
Hamdi menatap Ryuki dan Ryuga Beradu Final Vent mereka satu sama lain dan mati bersama, hingga tak lama setelahnya hanya tersisa Gaim, Decade dan Diend.
Hamdi hanya seorang diri, terlihat sudah tidak ada siapa siapa lagi yang mendukungnya, sekarang ia sedang menggunakan Kabuto Arm.
"Cih tak akan aku biarkan kau menang!" seru Tsukasa mengambil sebuah K-Touch Driver.
Gaim tidak mau kalah ia mengambil Gembok terbaiknya, Arif selaku Diend sebenarnya juga punya K-Touch Driver langsung mengambilnya dan memasukan kartu.
Kuuga, Agito, Ryuki, Faiz, Blade, Hibiki, Kabuto, Den-O, Kiva, Final Kamen Rider Decade! Setelah suara itu terdengar penampilan Decade berubah menjadi lebih kuat, dengan bagian dada dan atas helemnya memperlihatkan gambar-gambar kamen Rider era Hesei sebelum dirinya.
Kachidoki lalu gaim pun memasukan gemboknya dan menguncinya Lock On. Tak lama setelah itu ia mengambil sebuah benda panjang dan menekan tombolnya lalu terdengarlah suara, Fruits Basket, Lock Open, Kiwami Arms Dai dai dai dai shougun. Gaim mengenakan arm terkuatnya yaitu campuran semua buah-buahan yang ada di dunia Gaim.
G4, Ryuga, Orga, Glaive, Kabuki, Caucasus, ARC, Skull, Final Kamen Rider Diend! Setelah itu seluruh Armor Diend berubah warna menjadi hitam dan di bagian dada dan kepalanya terlihat susunan kartu kamen Rider yang di sebutkan alat perubahannya.
Melihat semua itu Hamdi, sebenarnya agak marah, karena ia sama sekali tidak bisa menggunakan multi mode seperti kamen Rider di hadapannya, namun orang seperti Hamdi tidak kehabisan akal ia, melepaskan gembok Kabuto dari Sengoku Driver miliknya lalu.
"Aku tidak tau sehebat apa mode kalian yang satu itu, tapi Aku bukan orang bodoh yang mau di permainkan!" seru Hamdi lalu mengambil sebuah Lubang Gembok tambahan lalu memasangkannya di sengoku Drivernya lalu
Wizard, Kabuto, lock lock on, Hamdi mengunci dua gembok itu di sengoku Dirvernya {Jrengengeng!}. Wizard Arm Sabadobi Show time Jimbaaaa Kabuto! Haha!. Sebuah Armor samurai berwarna merah dengan lambang Kabuto dan Wizard terpasang di tubuh Hamdi sang kamen Rider Fifteen.
"Jimba Rider Armor, tak aku sangka kau bisa melakukan hal semacam itu!" kaget Gaim melihat hal semacam itu, karena biasanya Jimba Armor itu adalah gabungan antara gembok buah dan Buah Energy, tapi ini antar kamen Rider yang artinya Hamdi menggunakan dua kekuatan Rider sekaligus.
"Kau benar-benar Fifteen yang terkuat yang pernah ada?" gumam Decade.
Hamdi lalu maju dengan kecepatan yang luar biasa {Jrengengeng} Wizard Squas Jinba Kabuto Squas! Akhirnya Hamdi bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan memunculkan banyak bunshin.
"Gawat!" batin Gaim karena tiba-tiba Hamdi dan seluruh bunshinnya berada di hadapannya lalu menebasnya dengan kuat {Blaarrrrrrrrr}.
"Aaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!"
"Tinggal kalian berdua" ucap Hamdi sambil menatap Decade dan Diend.
Di tangan kanan Hamdi terdapat pedang kamen Rider Wizard dan di tangan kirinya ada Sonic Arow, Hamdi mengambil Lockseed Rider Kabuto dan memasangnya di Sonic Arow lalu menebaskan pisau kecilnya sebanyak tiga kali ke Locksead miliknya yang masih terkunci.
Fifteen atau Hamdi menarik tali busur itu dan keluarlah suara dan pengumpulan energy yang luar biasa besar.
{jreng jreng jrengengeng!} Wizard Sparking!
Decade tidak tinggal diam ia pun menatap Diend, Diend yang di tatap oleh Decade mengangguk mengerti dan memberikan sebuah kartu pada Decade, kartu itu adalah Final Atack miliknya.
"Dengan ini berakhirlah" gumam Arif yang menjadi Diend memasukan sebuah kartu ke Gun Drivernya.
Atack Rider, Arif pun menembakan Gun Drivernya ke udara, Gekijouban, secara tiba-tiba delapan Drak Rider bermunculan sebagai sekutu Diend, mulai dari G4 dari Agito, Ryuga dari Ryuki, Orga dari Faiz, Glaive dari Blade, Kabuki dari Hibiki, Cucasus dari Kabuto, Arc dari Kiva dan Skull dari W.
Mereka semua nampak bergaya dengan percaya diri Decade pun memasukan sebuah kartu kedalam Boked Belt miliknya yang dipindahkan kesamping dan menepuknya dengan tangannya.
Final atack Rider Dididididend. Secara tiba-tiba gambar kartu di dada Decade berubah menjadi kartu kamen Rider Diend yang sudah menjadi Final Kamen Rider Form.
Lalu Decade dan Diend mengarahkan pistolnya ke arah Fifteen di ikuti para Rider panggilan Diend yang juga melakukan final atack mereka masing masing.
Kabuto Charnge! Fiteen melepaskan senar busurnya dan menembakan sebuah peluru Energy berbentuk kumbang besar raksasa berlapiskan api Decade dan Diend menembakan peluru laser yang sangat kuat melalui senapan mereka, G4 menembakan roket dalam jumlah banyak, Orga menggunakan Excetcharnge miliknya yang berbentuk pedang panjang, di ikuti Ryuga yang melakukan Final Vent, Cucasus melakukan Hyper Rider Kick, Skull Melakukan tendangan Rider Kick Skull Maximum Prime, Glaive memunculkan kartu-kartu dihadapannya yang akan membuat tebasannya menjadi jarak jauh, sedangkan Kabuki siap memberikan pukulan gendang jarak jauh.
"Haaaaaa!" {blaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!} semua serangan jarak jauh itu berhasil dikembalikan Fifteen dan membuat Decade dan Diend terkena dampak serangan yang sangat kuat mereka berdua meledak dan berhenti berubah sedangkan para Rider yang melompat ke udara dan melakukan Rider Kick berhasil mengenai Fifteen dan membuatnya meledak, Fifteen terlempar.
Fifteen tiba-tiba kembali ke mode manusia yaitu Hamdi, dalam mode itu ia hanya bisa terbaring lemah sembari ingin menjangkau Locksead Fifteen yang ia milikki, namun nyawanya kembali melayang tubuhnya menghilang ditelan kegelapan sedangkan Tsukasa ia juga tewas dalam keadaan tersenyum karena berhasil membunuh Fifteen meski ia juga harus mati, begitu juga Arif, meski sebentar ia sangat senang bisa menjadi kamen Rider.
Di sebuah dunia yang gelap atau Underworld, ternyata Hamdi yang sekarat di bawa ke dunia para Drak Rider dan Monster dari seluruh tempat berkumpul, mereka menyambut kedatangan Hamdi dengan hormat, meskipun ia sudah tak berdaya.
"Sungguh sangat disayangkan, lord Fifteen-sama sekarang sekarat, apa yang harus kita lakukan?" tanya pemimpin Daisockers pada anak buahnya dan para monster yang ada.
"Bagaimana kalau kita jadikan dia manusia setengah robot?"
"Tidak bisa, kalau kita merubahnya, ia tidak akan bisa menggunakan Belt Fifteen lagi" sanggah pencipta Sengoku Driver, Sengoku Ryouma, sang kamen Rider Duck.
"Ryouma!" seru mereka.
"Untuk memulihkannya, kita hanya perlu membawanya ke rumah sakit" jawab Ryouma pada mereka.
"Tapi, seluruh dunia Rider sudah hancur, tak mungkin ada rumah sakit"
"Sependek apa pikiran kalian ini, dengar dunia manusia, bukan hanya ada di dunia Rider, ada banyak dunia yang di huni manusia, salah satunya Super Sentai dan yang lainnya, Hamdi Denrangga-san pernah memberitahukan sesuatu padaku, mengenai rencananya yang ingin menguasai seluruh dunia ketika menghancurkan dunia Rider, ia juga mengatakan, kalau dunia para Rider memmiliki banyak alternatif" jelas Ryouma.
"Jadi?"
"Menurut tuan Hamdi, ia sangat yakin akan ada banyak dunia yang ia datangi, jika ia memiliki banyak umur, tugas kita, adalah mencari sebuah dunia yang kira-kira bisa menjadi tempat tinggal dan perawatan Denrangga-sama sampai ia benar-benar pulih, sembari menunggu ia pulih aku akan memperbaiki Locksead dan Sengoku Driver Fifteen yang rusak"
"Tapi siapa yang akan mencari dunia baru yang cocok untuk peristirahatan Lord Fifteen sampai Fifteen Lock sead bisa digunakan, lagian kita semua tidak mungkin ke dunia luar karena jika kita keluar yang ada seluruh manusia akan ketakutan dan memanggil polisi lalu menyerang kita karena wujud kita seperti, monster dan itu bisa membahayakan tuan muda"
"Haaah, Ouja, gunakan ini agar kau bisa mengakses dunia cermin dari seluruh dunia, lalu jika kau menemukan sebuah tempat yang bagus, beritahu kami sisanya, biar kita diskusikan bersama" Perinta Ryouma sambil melemparkan sebuah kartu, Kamen Rider Ouja itu melihat kartu itu dan itu adalah sebuah kartu skill yang bertuliskan World Vent.
Ouja pun pamit dan menggunakan kartu itu untuk mengakses dunia cermin di seluruh dunia, selang lima jam setelahnya Ouja kembali dan memberitahukan kalau ia menemukan sebuah dunia yang bisa digunakan untuk merawat Hamdi yang sedang dalam mode manusia, yah, Hamdi tidak bisa bertahan di Underworld dalam jangka waktu lama jika dalam mode manusia, ia bisa bertahan karena dulu ia selalu berada dalam mode kamen rider fifteen.
"Aku sudah menemukan tempat yang cocok untuk tuan Hamdi, ia bisa tinggal dan bersekolah disana, kita juga bisa menghapus ingatannya untuk sementara sampai ia benar-benar siap dengan tugasnya sebagai kamen Rider penghancur" ucap Ouja.
"Bagus, kalau begitu tunggu apalagi, bawa tuan muda kita pergi ke dunia itu!" perintah Ryouma.
"Baik!"
"Tunggu!" Seru monster yang berwujud seperti Imagin milik Den-O, lebih tepatnya Drak Momotaros.
"Ada apa, Imagin-san" tanya Ryouma.
"Ijinkan aku ikut, dan berada di dalam tubuh tuan muda setidaknya sampai berada di rumah sakit" jawab nya.
"Silahkan"
Setelah diberikan ijin, Imagin itu langsung mencoba masuk kedalam tubuh Hamdi namun entah kenapa ia terlempar keluar seolah tubuh itu menolak kehadirannya, semua mahluk yang ada di sana terheran heran, mereka pun akhirnya mengambil keputusan cepat, karena jika terlalu lama Hamdi bisa mati, mereka pun langsung memerintah Ouja membawa pergi Hamdi.
Sementara itu di sebuah ruang dimensi dunia.
Seorang lelaki yang pernah menjadi Kamen Rider Diend atau pernah menjadi penerus Diend bernama Arif Saputra terbangun di sebuah tempat di sinari sebuah cahaya putih terang, bersama dua pemuda lainnya.
Dua pemuda itu memiliki ciri-ciri hampir sama mereka bertiga terbangun dan menatap cahaya terang namun tak menyilaukan tersebut.
"Kalian bertiga, adalah manusia terpilih sebagai pelindung dunia, bangunlah, aku akan membawa kalian ke dunia baru dan disana kalian berdua akan menjadi orang yang ditakdirkan untuk menjaga perdamaian"
"Siapa yang bicara itu" tanya seorang lelaki berjaket hitam dengan garis aksen merah berambut hitam pendek.
"Aku adalah dewa di dunia baru kalian, Reza Bramasakti" jawab cahaya tersebut.
"Benarkah, lalu apa yang harus kami lakukan?" tanya seseorang yang wajahnya hampir mirip tersebut.
"Kalian harus berjuang untuk mempertahankan perdamaian di dunia itu dengan kekuatan kalian bertiga, aku ingin kalian bertiga menggunakan kekuatan kalian untuk melindungi bumi sekali lagi, apa kalian mau, dan aku juga memberikan peningkatan pada kekuatan kalian bertiga"
"Melindungi bumi? Emangnya apa yang terjadi pada bumi? Bukankah pasukan Vodo telah dikalahkan?" tanya mereka berdua, Arif hanya diam mendengarkan apa yang mereka berdua katakan.
"Rey, Reza, atau aku harus mengatakan, Sang kesatria Garuda Bima X dan Azazel, kalian berdua memang berhasil mengalahkan pasukan Vodo, namun ada satu Exsistensi asing yang sangat berbahaya masuk ke dunia yang aku ciptakan, aku khawatir ia membawa pengaruh buruk pada duniaku, maka dari itu aku meminta kalian untuk melindungi dunia yang aku ciptakan" jawabnya.
"Baik aku mengerti, tapi sebelum itu kedunia mana kami bertiga akan di bawa?" tanya Arif pada cahaya yang ada di hadapannya.
"Kalian bisa menyebutnya dengan Univers DxD, di mana pada tempat itu, bukan hanya ditinggali manusia saja, ada, Iblis, Malaikat, Malaikat bersayap hitam, dan Naga tapi masih ada lagi yang lain, awalnya dunia itu baik baik saja, aku yakin dunia yang aku ciptakan akan berjalan semestinya, namun aku merasakan adanya exsistensi asing dengan kekuatan kegelapan yang sangat besar seperti ia pernah mendominasi sebuah dunia, karena aku tidak boleh ikut campur secara langsung maka aku meminta kalian yang juga berasal dari Univers berbeda untuk melindungi Universku yang kedatangan mahluk tak diundang"
Mendengar hal itu Arif dan dua orang yang bernama Rey dan Reza pun menerima permintaan cahaya putih itu cahaya terang menyilaukan muncul.
Singkat cerita.
Tak lama setelah cahaya menyilaukan itu, mereka membuka mata dan bangun di sebuah tempat yang terasa misterius bagi mereka.
"Kelihatannya kita sudah berada di dunia baru yang dimaksud, bagaimana menurutmu Rey" tanya Reza pada Rey.
"Aku rasa juga begitu, oh iya, kitakan belum berkenalan, bagaimana kalau kita saling berkenalan" ucap Rey pada Arif yang ada di hadapannya.
"Aku rasa bukan masalah" jawab Arif sambil tersenyum.
"Baguslah, namaku, Rey Bramasakti dan ini adikku namanya Reza Bramasakti, bagaimana denganmu?"
"Namaku Arif Saputra, Kamen Rider Diend" jawab Arif sambil tersenyum dan saling bersalaman, namun mata Reza terpokus pada seorang lelaki berambut hitam pendek bermata coklat dengan pakaian ala-ala kaisar jaman dulu dengan baju kain serba hitam dan jubah kerajaan dengan lambang tanduk bertuliskan huruf jepang 十五 yang artinya 15, orang itu nampak begitu santai dan tak peduli sekitar, saat Arif memperkenalkan diri ia hanya menatap sekilas lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kau siapa namamu?" tanya Reza.
"Hamdi, Hamdi Denrangga, kalian bisa memanggilku Rangga atau Hamdi" jawab Hamdi dengan santai.
Bersambung
