Cuddle.
Yoonmin!
Summary: Min Yoongi yang pikirannya penuh tentang Jimin, namun sebuah lagu menunggu untuk diselesaikan.
HAPPY READING!
.
Yoongi mendesah kesal, pikirannya tertuju pada Jimin. Tapi, lagu buatannya menunggu untuk diselesaikan. Harusnya tadi dia di dorm lebih lama, menyesal berangkat terlalu pagi seperti ini.
Yoongi malas kembali, jadi dia menelpon Taehyung untuk mengantar Jimin ke studio.
"Ne, hyung?" Yoongi mengernyitkan dahi mendengar suara yang menyapanya ditelpon.
"Eh, Park Jimin?"
"Hihi, halo Min Yoongi"
"Bahasamu anak bodoh"
"Ish hyung tidak asik. Kenapa menelpon Taehyung dan bukannya menelponku?"
"Kenapa kau memegang ponsel Taehyung?"
"Jawab pertanyaanku duluuu" Yoongi membayangkan Jimin mengerucutkan bibirnya dengan pipi yang mengembung seperti mochi.
"Hm, aku mau meminta Taehyung mengantarmu ke studio. Tapi malah kau yang mengangkat telpon ini. Dan mana Taehyung?"
"Oh. Taehyung sedang tidur siang dengan Jungkook-ie"
"Park Jimin, memegang benda milik seseorang tanpa izin itu dilarang. Dan lagi pula, ini masih jam 10 pagi"
"Ugh, baiklah baiklah. Taehyung sedang menyetir dan Jungkook ada di sampingnya, kami dalam perjalanan menuju studio mu"
"Wah, kejutan yang menyenangkan eh?"
"Ish, harusnya ini menjadi kejutan jika hyung tidak mengacaukannya" Suara dengusan Jimin terdengar, membuat Yoongi terkekeh geli.
"Yasudah, hati-hati" Telpon ditutup dengan dengusan lain dari Jimin, dan kekehan ringan dari Yoongi.
.
.
.
.
"Gomawoo Taehyung-ah, jangan main jauh-jauh dan jaga Jungkook baik-baik oke?" Jimin melambai pada dua temannya yang tersenyum lebar.
"Ne, hyung" ujar sang maknae sambil memamerkan gigi kelincinya yang lucu. Mobil Taehyung bergerak dan dengan cepat meninggalkan studio.
Jimin berjalan menuju ruangan Yoongi dan langsung masuk, hanya untuk mendapati Yoongi mendengkur di kursinya yang nyaman.
Jimin menghela nafas. "Min Yoongi yang tidak bisa diandalkan"
Jimin melepas jaketnya dan menuju ke tempat Yoongi duduk —emm, tidur. "Hyuungh"
Yoongi terbangun kaget mendengar suara menggoda yang memasuki telinganya. Dengan kasar memutar kursinya dan menemukan mochi kesayangannya nyengir.
"Ah, hyung sudah bangun. Senangnyaaa" Jimin berlagak polos dengan senyum manis yang dibuat-buat. Tapi, tetap bisa membuat Yoongi terpikat.
Yoongi mendengus kesal dan terseyum miring. "Park Jimin yang senang menggoda sudah datang. Kau mau olahraga sebentar?"
Wajah Jimin memerah hingga ke telinga. Yoongi terkekeh geli, ditariknya tubuh Jimin hingga terduduk di pangkuannya. Dengan lembut dikecupnya dahi Jimin.
"Hyung, jangan!" Dijambaknya rambut Yoongi saat bibir pemuda pucat tersebut menggoda telinganya.
Yoongi melepaskan ciumannya. "Jimin-ah" ujarnya sambil memasang wajah memelas, siapa tahu Jimin kasihan.
"Aw, seme ku uke able sekali!" ujar Jimin sambil mencubit kedua pipi Yoongi.
Yoongi menepuk pantat Jimin. "Yak! Min Yoongi pabbo!"
"Apa aku mengajarkanmu mengumpati orang yang lebih tua, Park?"
"T-tidak! Tapi hyung keterlaluan, itu sakiit" Jimin mencicit sambil menundukkan kepala. Yoongi yang sedang marah bukan hal bagus untuk dilawan.
"Lalu? Kenapa kau tidak minta maaf?!"
"Emm, m-maafkan aku hyung" Ugh, Jimin tidak suka saat Yoongi mengeluarkan semua aura ke-seme-an yang mencekik ini.
"Anak nakal harus dihukum" Yoongi memainkan lidahnya di telinga kiri Jimin, membuat sang pemilik menggigit bibirnya kuat-kuat.
Jimin mendorong kuat dada bidang Yoongi dan berusaha mengumpulkan suaranya yang tiba-tiba teredam entah kemana.
"K-kau harus menyelesaikan lagumu hyung." Jawab Jimin pelan. Yoongi mengerang frustasi dan mencoba menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Jimin. Ia menjilat kulit tan milik mochi kesayangannya itu.
"Sekali saja, sayang." Bisik Yoongi pelan di ceruk lehernya. Jimin menggigit bibirnya sekali lagi dan ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia kemari bukan untuk melakukan 'itu' dengan Yoongi, ia kesini untuk menyemangati hyung-nya yang sedang menyelesaikan lagu baru.
Jadi ia menarik kepala Yoongi agar menjauh dari lehernya dan memandangnya dengan wajah memohon agar tidak diapa-apakan oleh kekasihnya itu.
"Selesaikan dulu lagumu, hyung. Baru kau boleh cuddling padaku."
"Hanya cuddling? Aku ingin lebih, Park."
"Hyung~"
Yoongi mengusap wajahnya dengan kasar saat melihat Jimin yang merengek seperti itu. Ingin sekali ia segera memakan mochi kesayangannya itu, tapi ia juga tidak tega menyakiti mochinya, dan ia harus menyelesaikan lagu barunya.
"Aku tidak bisa fokus kalau kau ada disini."
"Kau mengusirku, hyung? Jahat sekali."
"Tetap duduk dipangkuanku dan aku akan menyelesaikan laguku. Tapi kau jangan banyak bertingkah atau aku akan benar-benar memakanmu."
"Oke, setuju."
Tapi Jimin tidak bisa diam dan ia benar-benar merasa jengah saat Yoongi mengabaikannya. Yoongi yang tengah fokus pada layar sialan itu benar-benar tidak bisa diganggu dan Jimin jadi menyesal mengiyakan permintaan kekasihnya itu.
.
.
.
.
Lama.
Lamaaaaaaa sekali.
Jimin sampai bosan. Dia menyandarkan kepalanya pada bahu Yoongi, dan mengeratkan pelukan mereka.
"Hyung, aku lapar" Jimin menarik-narik baju Yoongi dengan tangan kecilnya.
"5 menit lagi dan kau akan mendapatkan semua yang kau mau"
Jika ini anime maka di dahi Jimin sudah tercetak perempatan dengan warna merah. Sejak Jimin menyuruh Yoongi untuk fokus pada lagunya, jawaban yang dia terima dari kekasihnya itu selalu '5 menit lagi'.
Tidak apa Jimin, Tuhan ada di samping orang-orang yang sabar.
Jimin memainkan rambut Yoongi yang terasa halus. Warna hitam sangat cocok jika disandingkan dengan kulit putih pucat kekasihnya itu.
Jimin mendongak untuk melihat wajah serius Yoongi, lalu bersandar pada dadanya. Jimin memejamkan mata.
Yoongi sangat tampan, ugh tampan sekali.
Jimin menguap, matanya menutup perlahan. Dan tertidur.
.
.
.
.
Yoongi sudah menyimpan lagunya. Well, lelah sekali ternyata memangku Jimin sambil membuat lagu.
Yoongi mengeratkan pelukannya pada Jimin, tapi Jimin tidak merespon. Yoongi mengangkat dagu Jimin dan melihat Jimin tertidur. Yoongi terkekeh.
Manis sekali makhluk Tuhan yang satu ini.
Yoongi mengangkat tubuhnya dari kursi, sembari menggendong Jimin. Memindahkan tubuh mochi kesayangannya ke tempat yang lebih nyaman. Nah, sekarang semua pertanyaan tentang 'kenapa ada kasur di studio musik' terjawab.
Tentu saja untuk tidur. Bodoh sekali.
Yoongi merebahkan tubuh Jimin ke kasur, tapi Jimin enggan melepas tangannya dari bahu Yoongi. Membuat mereka terjatuh ke kasur.
Jimin menggeliat dalam tidurnya. Yoongi jadi panas dingin. Apalagi sekarang Jimin ada di bawahnya. Yoongi harus membersihkan dosa-dosanya di gereja.
"Hyung?" Jimin membuka mata sipitnya, mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk. Lalu membuka matanya untuk mendapat visualisai yang lebih jelas.
"YAK!" Jimin berteriak sambil mendorong dada Yoongi menjauh. Yoongi terjatuh dan mengaduh. Jimin menghampiri hyung favoritnya itu.
"Hyung-ie gwencanha?" Yoongi tidak bisa marah. Tidak. Tidak bisa marah pada mata anak anjing sialan dan bibir mencebik lucu itu. Apalagi dengan suara mencicit yang asdfghjkl seperti itu.
"Naik ke kasur, Park." Jimin menuruti Yoongi, baginya tidak baik membuat Yoongi marah terlalu lama. Yoongi bangkit dan mengikuti Jimin.
Jimin sudah duduk di kasur dan Yoongi merebahkan tubuhnya di sebelah Jimin.
"Ayo tidur Jim" ujar Yoongi sambil menepuk tempat Jimin di sebelahnya. Menyiapkan lengannya sebagai bantal Jimin.
Jimin merebahkan tubuhnya. "Hyung tidak marah?"
"Tidak" Yoongi memejamkan matanya saat Jimin masuk ke dalam pelukannya. Menguselkan kepalanya ke dada Yoongi.
"Park Jimin, ku beri dua pilihan"
"Apa?" Jimin membuat pola abstrak dengan telunjuknya di dada Yoongi.
"Tidur atau ku tiduri" Jimin menghentikan gerakan jarinya. "Ugh, dasar Yoongi pervert!"
Jimin membenamkan wajahnya di dada Yoongi dan merasakan getaran saat Yoongi terkekeh. Yoongi mengusap surai Jimin. "Tidur, Jimin sayang"
Jimin mendengung dan mengeratkan pelukan. Yoongi sudah terlelap karena rasa kantuk yang luar biasa dan keadaan yang mendukung. Jimin mendongak menatap wajah Yoongi.
Lalu tertidur dengan tangan yang melingkar di bahu Yoongi.
END.
.
.
.
.
APA LO?!
Ugh, bukannya ngelanjut ff lain malah bikin oneshot kek gini. Kelakuan dasar. Hasil kerjasama dengan kak kmkdotfairytale yang curhat dan ingin meet up xixi.
Hope you'll like it
Mind to review?
