Title :
Please, Look At Me
Main Cast :
Luhan and Sehun
Pairing :
Hunhan, etc
[Mungkin ketambahan pairing lain di chap-chap depan]
Genre :
Romance/Drama
T
Gender switch!
[GS For UKE]
Warning :
AU,abal-abal,typo(s),alur gak nyambung,gak sesuai harapan
NB : Ini couple official kok. Kecuali Krisho sama Laytao yang crack. Disini Suho sama Tao gs, oke?
Pls don't jugde my fanfic or my cast!
Thankyou~
BARBXPIE PRESENT!
.
.
.
DON'T LIKE GS? DON'T READ JEBALYOK!
.
.
.
I hope you like it all! Happy reading! Don't forget to review, oke? Lafya!
.
.
.
BRAK
GEDEBUK
"Luhan! Apa yang kau lakukan diatas sana?! Cepat turun, anak nakal!" omel Nyonya Lu setengah berteriak. Merasa risih melihat kelakuan anak gadisnya dipagi hari. Jungkook, adik Luhan yang sudah menunggu kakak perempuannya lebih dari 20 menit itu mulai jengah.
"unni! Cepat turun! Hari mulai siang! Kau mau kita bersepeda siang-siang lalu kulit kita menjadi hitam, hah?!" tambah Jungkook sambil terus melihat jam di tangannya. Sementara tangan kanannya mengambil gelas berisi susu lalu meneguknya. Mengetuk meja makan itu tak sabaran.
DRAP DRAP DRAP
"hosh hosh hosh, maafkan aku, Kookie" sesal gadis bernama Luhan itu. Jungkook memutar matanya malas, lalu mengangguk. Menguyah roti bakar yang ibunya sediakan.
"ini sudah hampir pukul enam, unni sayang. Kau pasti kesiangan lagi,bukan?" kesal Jungkook.
Luhan menyengir malu, "maafkan aku. Padahal aku sudah menyetel jam weker ku pukul setengah lima"
"tapi sama saja. Jam weker itu tak akan pernah bisa menembus telinga tuli mu itu" maki Jungkook sambil menoyor kening sang kakak dengan keras. Sang kakak hanya bisa mengerucutkan bibirnya sambil terus menguyah roti bakar selai coklatnya itu.
"baiklah, ayo kita berangkat" ajak Jungkook sambil merapikan baju olahraganya. "Eomma! Kami berangkat!" lanjut gadis itu sambil berlalu keluar rumah diikuti sang kakak.
"hati-hati! Jangan pulang terlalu siang! Pukul sepuluh kalian sudah harus sampai dirumah!"
"NE!"
.
.
.
"unni, kita duduk ditaman seberang sana saja. Aku mulai capek" ucap Jungkook sambil memukul lutut-lututnya dengan pelan. Luhan mengangguk lalu mengayuh kembali sepedanya diikuti sang adik. Memakirkan sepeda itu di tempat parkir khusus sepeda. Mendudukkan badan mungilnya diatas kursi taman yang nyaman.
"unni, aku beli minuman sebentar. Kau tunggu sini" pesan Jungkook dan langsung meninggalkan Luhan sendirian dikursi itu. Luhan menggumam lalu melihat sekeliling dengan mata rusanya. Taman itu cukup ramai rupanya.
Ada ayunan, perosotan, bahkan jungkat-jungkit. Ada juga area basket, fustal, serta skateboard. Sangat terpenuhi memang fasilitas disini. Bahkan, ada kolam renang dibagian ujung taman. Karena itu, taman ini tak pernah sepi pengunjung.
DUK
Sebuah bola basket mengenai tulang kering Luhan dengan pelan. Gadis itu menundukkan kepalanya, memunguti bola basket berwarna biru-kehitaman itu lalu menyerngit bingung. Tak lama, sepasang kaki bersepatu kets berwarna hitam ada didepannya.
Luhan mengadahkan kepalanya. Seketika, ia langsung terpesona dengan wajah lelaki itu. Lelaki itu hanya terdiam sambil terus menatap mata indah Luhan. Melambaikan tangan didepan wajah Luhan. Sontak, gadis itu mengedipkan matanya beberapa kali.
"ah, maaf. Itu bolaku" kata lelaki itu.
Bahkan, suaranya terlihat seksi ditelinga Luhan!
"ah, iya" Luhan tersadar lalu memberikan bola itu kepada pemiliknya. Lelaki itu menerimanya, lalu tersenyum manis. Luhan kembali terpana.
Bahkan, senyumannya sangat manis di mata Luhan!
"terima kasih, nona. Kalau begitu, aku permisi dulu" pamit lelaki itu sambil berlalu pergi dari hadapan Luhan. Kembali bergabung bersama teman-teman basketnya lalu bermain dengan lincah.
Luhan terus mengamati gerak-gerik lelaki itu. Mengamati cara ia mendribble bola, berlari, berjalan bahkan sampai ia menyetak angka. Rambut hitam pekat yang basah itu membuatnya semakin mempesona.
Luhan yakin, lelaki itu memiliki tubuh yang seksi!
"aku bisa gila" gumam Luhan pada dirinya sendiri sambil memukul kepalanya berkali-kali. Menjambak rambut coklat-kehitaman miliknya brutal. Berusaha menghilangkan fikiran-fikiran itu dari kepalanya.
"unni? Apa yang kau lakukan?" tanya seseorang yang membuat Luhan berhenti melakukan kegiatan konyolnya lalu mengadah. Jungkook, adik perempuan satu-satu nya sedang berada dihadapannya. Membawa dua buah kaleng soda.
"tidak. Aku tak melakukan apa-apa. Mana soda nya?" tagih Luhan sambil mengadahkan tangannya. Sang adik langsung memberikan kaleng itu kepada sang kakak. Duduk disebelah Luhan sambil meneguk minuman dingin itu.
"Kookie, kau tau siapa lelaki disana?" bisik Luhan sambil menunjuk lelaki yang membuatnya gila dengan jari telunjuknya. Jungkook mengikuti arah jari Luhan.
"aku tak pernah melihatnya sebelumnya. Mungkin baru pindah disekitar sini" jawab Jungkook seadanya.
Luhan mengangguk, "mungkin. Kau tau, Kookie? Dia sangat tampan" puji Luhan sambil terus memperhatikan lelaki itu dari kejauhan. Menatap lelaki itu dengan tatapan berbinar-binar.
"unn, ingat! Hati mu masih memilih Siwon oppa" pesan Jungkook enteng. Luhan mengerucutkan bibirnya, meneguk kembali soda miliknya dengan cepat. Membuang kaleng itu ditempat sampah sebelahnya.
"dia hanya teman kecil, Kookie" elak Luhan sambil memutar bola matanya dengan malas. Entahlah, sejak melihat lelaki itu, nama Siwon berasa aneh di gendang telinganya. Pengaruh lelaki yang baru ia temui itu, mungkin?
"tapi dia first love mu, unn. Jangan mengelak. Kau bahkan sudah menyukainya mulai sekolah dasar" tutur Jungkook sambil menyentil kening sang kakak dengan pelan. Luhan meringis, mengerucutkan bibirnya setelah itu.
"baiklah, baiklah aku mengakuinya. Tapi, lelaki itu lebih tampan, Kookie. Lihatlah! Matanya, hidungnya, rahang nya, alis mata nya, bahkan bibirnya!" jerit Luhan sambil menggoyangkan tubuh Jungkook dengan brutal. Jungkook memutar matanya malas, terlalu malas meladeni tingkah memalukan kakaknya.
Bahkan, jeritan Luhan terdengar sampai telinga lelaki itu bersama teman-temannya. Sontak, para lelaki itu menghentikan permainannya dan menoleh kearah sumber suara, Luhan. Lelaki itu menyerngit bingung.
"eh Tuan Oh, apa yang kau lakukan pada gadis itu? Setelah kau mengambil bola itu darinya, dia terlihat—err gila" tanya salah satu temannya.
Lelaki itu mengedikkan bahunya, "mana aku tau. Aku hanya mengambil bola ini darinya, lalu tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Itu saja" jawab lelaki itu seadanya.
"aha, aku tau!" tiba-tiba temannya yang lain bersuara.
"mungkin, dia menyukaimu" tebak temannya yang lain.
"jangan mengada-ngada, mana mungkin gadis mungil seperti dia langsung menyukaiku hanya aku tersenyum padanya? Jangan gila" elak lelaki itu sambil terus memantulkan bolanya.
"bisa saja. Ayolah, kau pasti akan ter—"
"HEI KAU YANG MEMAKAI SINGLET PUTIH BERCELANA AB—mphhh"
Mereka semua langsung menoleh kembali ke sumber suara. Lagi-lagi, dua gadis mungil itu. Tapi kali ini, gadis yang kedua yang berteriak namun sekarang bibir gadis itu telah dibekap sang gadis pertama.
"diamlah!" pekik gadis yang mempunyai surai coklat-kehitaman yang dikuncir kebelakang. Gadis itu berhasil membuat lelaki disana terpana. Terpana akan kecantikan dan keimutan gadis itu.
"unn—mphhh aku tak bisa bernafas" erang sang korban sambil meronta. Gadis berkuncir itu segera melepaskan bekapannya. Gadis dengan rambut bergurai bebas itu langsung mencari nafas sebanyak-banyaknya.
"unni! Kau hampir membunuhku!" jeritnya.
"diamlah Jungkook! Kau membuatku malu!" balas gadis itu kepada yang semua laki-laki itu ketahui bernama Jungkook.
"Luhan unni sayang, bukankah kau ingin berkenalan dengan lelaki itu? Aku membantumu"
"YA! Aku tak pernah bilang begitu! Dasar anak nakal!"
Sepertinya mereka berdebat hingga menjerit seperti itu tanpa memperdulikan sekitarnya. Untung saja, area ini cukup sepi. Mungkin, gadis-gadis komplek disini sedang menonton pertandingan futsal maupun aksi skateboard.
Dan sungguh, kedua gadis itu sangat berisik!
"hei, nona-nona. Bisakah kalian tenang sedikit?" ucap salah satu dari mereka. Kedua gadis itu terlonjak dan sontak menoleh. Lalu mendekap mulutnya masing-masing sambil mengangguk patuh. Saling menunjukkan jari telunjuknya masing-masing didepan bibir mereka.
"gadis aneh" gumam lelaki itu.
"tapi, mereka sangat cantik, hyung. Apalagi Jungkook. Astaga, aku benar-benar menyukainya" celetuk salah satu teman se-baketnya.
"bilang saja kau menyukai nya, Kim Taehyung" dengus lelaki itu.
"kau ketinggalan berita, hyung. Bocah ingusan sudah menyukai adik Luhan nuna dari JHS" cerita salah satu temannya. Taehyung hanya menyengir tak bersalah, membentuk V-sign.
"jadi hanya aku yang ketinggalan berita disini?"
"tentu saja. Kau baru pindah kemarin, Hin. Disini masih banyak rahasia" celetuk salah satu temannya bernama Daehyun.
"Hun. Namaku Sehun. Bukan Sehin. Nama darimana itu hah" protes lelaki yang ternyata bernama Sehun itu. Daehyun hanya mengibaskan tangannya, tak peduli dengan protesan Sehun.
"terserah kau saja" ucap Daehyun tak peduli. Sedangkan tangannya sudah incang-incang mengambil bola dari Sehun. Dan—TAK! Berhasil. Segera Daehyun langsung berlari. Sehun tersadar dan langsung mengejar lelaki ber-eyeliner itu.
PRAK
"yes!" girang Daehyun karena ia menyetak angka. Sehun menggerutu sambil mengumpat. Mengutuk Daehyun yang telah curang itu.
"kau curang, Jung Daehyun!" protes Sehun.
"apa peduliku? Salah mu sendiri kau lengah" balas Daehyun santai.
"hah, percuma aku berbicara padamu" jengah Sehun sambil meninggalkan Daehyun yang melongo. Ia kira, Sehun akan melawannya dan bertanding kembali. Tapi—ia salah, Sehun bahkan tak perduli.
"Kookie chagi, kemarilah~" panggil Taehyung ketika melihat Sehun berjalan kearahnya. Jungkook membelakkan matanya, melempar lelaki sialan itu dengan kaleng soda miliknya.
"hentikan panggilan menjijikkan mu, Kim Taehyung!" maki Jungkook.
"kau sangat manis ketika marah, Nyonya Kim" goda Taehyung sambil mengangkat alisnya bersamaan.
"YA! Aku bukan milikmu! Aku hanya punya Jimin!" protes Jungkook yang membuat Taehyung mengerucutkan bibirnya.
"sampai kapan kau mengharapkannya, adikku sayang? Jimin bahkan tak menyukai—AW! Sakit bodoh!" umpat Luhan karena Jungkook menendang tulang keringnya. Kau tau, itu sangat sakit.
"Lulla sayang, kau begitu berisik" tutur salah satu teman Sehun, Chanyeol. Lelaki brengsek yang sangat Luhan benci. Menyia-nyiakan seorang gadis bernama Byun Baekhyun karena laki-laki itu menyukai teman sekelasnya, Kim Namjoo.
"diam kau, brengsek" maki Luhan menggeram marah. Sehun yang melihat sifat asli Luhan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata, gadis itu cukup kasar juga, pikir Sehun.
"apa kau marah karena aku menyia-nyiakan sahabat genit mu itu huh?" tantang Chanyeol.
"dia tak genit, Tuan Chanyeol yang terhormat. Seharusnya kau mengatakan hal itu pada sahabat-sahabat Namjoo" desis Luhan. "ayo Kookie, kita pergi. Aku benar-benar muak dengan wajah jeleknya" lanjut Luhan sambil menggeret Jungkook meninggalkan kerumunan laki-laki itu.
"ingat, Tuan Park! Kau akan menyesal! Haha, aku tak sabar menunggu dimana hari kau mengejar Baekhyun tapi gadis itu tak memperdulikannya" ucap Luhan sambil tertawa jahat. Menggeret kembali sang adik, biarpun adiknya tersebut telah memberontak.
"Kookie chagi~ sampai ketemu disekolah besok!" teriak Taehyung sambil flying-kiss pada gadis itu. Sang korban langsung bergidik sambil berjalan cepat. Berharap, ia tak akan bertemu Taehyung besok.
Bodoh, kau bahkan sekelas dengannya, sayang.
Baiklah lupakan.
"Sehun, kau kenapa?" tanya Chanyeol sepeninggalan Luhan dan Jungkook. Sehun tersadar dari lamunannya. Mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Chanyeol, apa sifat Luhan seperti itu?" tanya Sehun.
Chanyeol menyerngit, "Luhan memang cukup kasar untuk se-ukuran wanita. Ia bahkan mengikuti ekskul hapkido bersama Baekhyun. Tapi, bocah sok kasar itu bisa manja, cengeng, serta penakut dengan cara yang bersamaan. Kau akan tertawa ketika ia merengek. Itu sangat menggemaskan" cerita Chanyeol sambil tersenyum.
Sehun terdiam, "begitukah?" gumam Sehun. Mata tajamnya memperhatikan gerak-gerik gadis itu dari kejauhan. Gadis itu sedang membenarkan sepatu putih miliknya kemudian menaiki sepeda ontel miliknya. Berlalu pergi bersama adiknya hingga hilang dari penglihatannya.
"oh iya, kau berada di kelas mana, Hun? Kudengar, kau akan pindah ke sekolah kami" ujar Jongin.
"aku? Berada di kelas 2-4"
"whoa benarkah? Kau akan sekelas denganku dan juga si hitam ini" ucap Chanyeol sambil berlari menjauh karena Jongin mulai mengejarnya. Sehun mengamati teman-teman barunya itu aneh. Bahkan kelakuan mereka semua sangat aneh.
Oh sayang, kau juga akan aneh setelah itu.
Baiklah, lupakan.
"oh iya Hun, kau juga akan sekelas dengan Luhan serta Baekhyun. Tak lupa, dengan kekasih si hitam ini, Kyungsoo" tambah Chanyeol.
Sehun terdiam.
.
.
.
"Eomma! Aku berangkat dulu!" teriak seorang sambil berlari keluar dari rumahnya. Membalas sapaan maid-maid nya dengan tergesa-gesa. Gadis itu tak sempat merapikan rambutnya. Bahkan ia lupa me-resleting tas sekolahnya.
Benar-benar gadis ceroboh.
"aish, dua puluh menit lagi masuk. Sial, kenapa Jungkook tak membangunkan ku sih? Awas saja nanti disekolah! Aku pas—"
BRUK
Gadis ceroboh yang ternyata Luhan itu terpental. Hingga beberapa buku sekolahnya berhamburan. Mengelus pantatnya yang sakit karena terkena trotoar terkutuk, menurut Luhan.
"astaga maafkan aku, nona! Apakah kau ba—Luhan?"
Luhan mengadah, "k–kau kan lelaki kemarin? Siapa?" tanya Luhan lalu merutuki kebodohannya. Lelaki itu saja mengetahui namanya. Sedangkan dirinya? Tak mengetahui nama lelaki itu.
"ah, kita belum berkenalan. Namaku Oh Sehun" ucap Sehun sambil membantu Luhan berdiri. Menepuk-nepuk seragam Luhan yang terkena debu. Tak lupa membereskan buku-buku milik Luhan.
"ah, ini. Maafkan aku sekali lagi" sesal Sehun membungkukkan badannya beberapa kali.
"aku benar-benar tak apa. Terima kasih karena telah menolongku" balas Luhan membungkukkan badannya. "ah, apa kau punya sisir? Rambutku belum ku rapikan. Aku terburu-buru tadi" lanjut Luhan.
Sehun merogoh saku celananya. Mengeluarkan sisir miliknya lalu memberikannya pada Luhan. Gadis itu langsung menerimanya dan langsung bersisir dengan bantuan kaca spion motor milik Sehun. Oh, ternyata Sehun baru saja mengeluarkan motornya dari garasi. Lalu saat ia keluar dari rumah, Luhan menabraknya.
"terima kasih" kata Luhan lalu menyodorkan sisir Sehun kepada pemiliknya. Tersenyum manis setelah itu. Sehun tertegun, berdehem setelah itu. Menghilangkan rasa gugupnya. Mengantongi kembali sisirnya.
"err—apa kau mau berangkat sekolah denganku? Kau tau, kurang sepuluh menit lagi kita masuk" tanya Sehun sambil menawarkan tumpangan. Luhan terdiam, menggigit bibirnya—berfikir.
"ah tak perlu repot-repot. Aku bisa berangkat sendiri. Aku berangkat du—YA!" pekik Luhan karena Sehun telah menarik tangannya lalu menaikkan tubuh Luhan pada motor sportnya. Sehun segera menaiki motornya dan memakai helm hitam miliknya.
Luhan terpana.
Bahkan, Sehun sangat tampan walaupun wajahnya tertutupi helm!
"berpegangan" titah Sehun namun tak bisa ditangkap Luhan.
"apa?" tanya Luhan tak mengerti.
GREP
"ku bilang, pegangan. Jangan mencoba-coba melepaskan tanganmu dari perutku. Aku tak akan pelan, Luhan" ancam Sehun sambil menghidupkan mesin motornya. Menancap gas dengan kecepatan maximal. Luhan memekik, makin mempererat pelukannya.
Sehun tersenyum manis dibalik helm itu.
.
.
.
"KYAAAA! SIAPA LAKI-LAKI YANG MEMBONCENG LUHAN?!"
"YA TUHAN! LUHAN MY SWEETY HONEY HUHUHU"
Luhan dan Sehun yang baru saja tiba pun hanya bisa menutup telinganya rapat. Sehun menggeram dibalik helmnya. Segera Sehun melepaskan helm tersebut, dan—
"KYAAA! DIA TAMPAN SEKALI!"
"ASTAGA SIAPA DIA?! ASTAGA BAHKAN PARK CHANYEOL KALAH TAMPAN!"
"YA! MASIH TAMPAN CHANYEOL!"
"HEI! MASIH TAMPAN JONGIN!"
"HEI KALIAN ASDFGHJKL—"
"Luhan?" sontak kedua manusia berbeda jenis kelamin itu menoleh. Menampakkan seorang laki-laki tinggi yang memiliki wajah yang tampan. Tubuh kekarnya terbalut seragam sekolah itu. Rambut laki-laki itu dimodel keatas, efek diberi gel mungkin.
"Siwon oppa? Ada apa?" tanya Luhan bingung.
"memang sudah kebiasaan kita kan masuk ke gedung bersama-sama? Ah, siapa dia?" tanya Siwon menunjuk Sehun dengan jari telunjuknya.
Luhan tersenyum, "dia Oh Sehun. Tetangga baru di cluster kita. Tentu saja, dia murid baru disini, oppa" jawab Luhan yang entah kenapa langsung memeluk lengan Sehun dengan manja. Sehun bahkan terlihat tak protes sama sekali.
Siwon tersenyum manis, "baguslah. Adik kecil ku sudah besar rupanya" ujar lelaki itu sambil menepuk pucuk kepala Luhan dengan sayang. Mengelus pucuk kepala gadis itu dengan lembut.
Luhan menoleh kearah Sehun, "oh iya, kau berada dikelas berapa?"
"2-4" jawab Sehun seadanya. Entah kenapa, ia tak suka ketika melihat laki-laki didepannya ini. Luhan bahkan tak protes sama sekali. Ugh, entah kenapa hati Sehun begitu panas.
"whoaa? Benarkah? Kau sekelas denganku kalau begitu. Oppa, gebetan mu datang" bisik Luhan sambil tersenyum jahil. Sedangkan tangannya menunjuk kesalah satu gadis yang barusan datang. Siwon mengikuti arah tangan Luhan, merona setelah itu.
Gebetannya berada di beberapa meter darinya! Astaga, Siwon benar-benar bahagia sekarang. Mengingat bahwa ia tak pernah berbicara lagi dengan gebetannya itu karena terlalu malu. Astaga, badan kekar begini bisa malu juga.
"Kibum unni!" panggil Luhan yang membuat Siwon melotot kearahnya. Kibum, menoleh dan menemukan Luhan yang sedang melambai kearahnya. Gadis cantik itu segera berlari kecil, hingga rambutnya bergoyang terkena angin.
"ah, Luhannie? Ada apa? Ah iya, kakak sepupu mu akan berulang tahun kan besok?" tanya Kibum yang tanpa sadar menjejerkan tubuhnya disebelah Siwon. Siwon sampai menahan nafas ketika hidungnya menghirup wangi tubuh gebetannya itu.
"eo? Oh, maksud unni si setan Kyuhyun? Huuh. Apa unni diundang?"
"tentu saja. Mana mungkin setan itu melupakan diriku. Aku tak sabar bertemu dengan Sungmin. Astaga" celoteh Kibum sambil berbinar-binar.
TEEENG
"astaga, sudah masuk!" pekik Luhan. "oh iya, unni. Lebih baik kau masuk saja dengan Siwon oppa. Kalian sekelas bukan? Hm?" usul Luhan yang membuat Siwon makin melototnya. Luhan terkekeh.
"ah? Benar juga. Wonnie, ayo" ajak Kibum sambil memeluk lengan Siwon. Laki-laki jangkung itu terkejut dan tak sempat berkata apa-apa karena Kibum telah menariknya menuju gedung.
"Luhan" panggil Sehun.
Luhan bergumam sebagai jawaban.
"kau memang ada hubungan apa dengan laki-laki itu? Terus gadis itu siapa? Terus Kyuhyun itu sepupu mu? Siapa Sungmin?" tanya Sehun bertubi-tubi. Luhan terkekeh sambil membekap bibir Sehun dengan telapak tangannya. Sehun terdiam.
"astaga kau banyak sekali bertanya nya. Siwon? Dia hanya teman kecil yang sudah kuanggap sebagai oppa sendiri. Kibum unni? Oh, Siwon oppa menyukainya. Si setan Kyuhyun memang sepupuku. Sungmin? Kekasih nya Kyuhyun" jawab Luhan. Sehun mengangguk mengerti.
"astaga, bukannya sudah masuk? Mampus kita telat" jerit Luhan menarik tangan Sehun lalu berlari bersama menuju gedung.
"apa Luhan sudah bisa melupakan Siwon?
"sepertinya belum. Luhan sudah menyukai Siwon mulai kecil"
"tapi, kenapa Luhan bermanja dengan lelaki datar itu?"
"itu tampan! Bukan datar! Kita doakan saja, lelaki itu menyukai Luhan balik"
"baiklah. Ayo pergi"
WUUSH
.
.
.
Tebece.
Gimana?aneh? pasti pada nanya siapa dua makhluk yang ngomongin Luhan, Siwon sama Sehun kan? Itu mah rahasia. Maaf kalau typo bertebaran. Pie gak sempet baca ulang hehe.
My Lovely Osehax? Otw selesai kok. Tenang saja oke. Makasih bagi yang mau nyempatin baca maupun review MLO. /bow
Ah iya, pie minta tolong. Dibaca ya sebentar author's note ini. sebentar saja hng.
Couple official BTS selain VKOOK siapa? Pie gaktau muehehe. Biasa, pie bukan army jadi gaktau. Couple official SUJU juga deh. Pie cuma tau Haehyuk, Sibum, sama Kyumin. Dimohon ya! Makasih!
Dimohon untuk review sebanyak-banyaknya ya. Review dikit? Maaf gakbisa ngelanjutin. Otomatis fanfic itu bakal aku hapus.
Oke makasih perhatiannya! Laff! Readers semoga hidupnya berkah! Amin!
