DISCLAIMER

Visual Novel Little Busters! (Original, EX (Ecstasy)/ME) by Key Visual Studio 2007 - 2008

Fanfic 'Amnesia' by Sachiya Haruyuki 2015


Prologue

"..."

Dimana aku sekarang?

"Uuuu..."

Kubuka perlahan kedua mataku yang terasa berat. Samar-samar kulihat sekeliling ruangan bernuansa putih. Dimana ini? Apa aku berada di rumah sakit?

"A-Ah... Ittai..."

Aku berusaha untuk bangkit dari ranjang namun tak bisa. Tubuhku mendadak sakit semua. Akhirnya kuputuskan untuk berbaring kembali.

Tunggu dulu.

Kenapa aku bisa disini? Dan kenapa tubuhku sakit dan tak bisa bergerak?

Saat aku hendak memikirkan itu, pintu kamarku terbuka. Ada seorang yang kuyakini sebagai perawat dan seorang dokter masuk.

"Naoe-san, apa anda sudah tak apa-apa?"

Naoe-san? Apakah itu aku? Aku bahkan tak ingat.

"..."

Takut mengecewakan seorang perawat disana aku hanya mengangguk. Tapi serius. Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Lebih tepatnya, aku tak ingat. Apa jangan-jangan aku...

"Sepertinya dugaan kami benar, Naoe-san. Anda mengalami amnesia setelah kecelakaan yang anda sekeluarga alami."

Sudah kuduga. Aku mengalami lupa ingatan. Dan sang dokter mengatakan aku begini setelah mengalami, kecelakaan?

Sekeluarga?

Tunggu dulu.

"Apa... Aku punya orang tua... Yang ikut bersamaku saat itu?"

Sang perawat dan sang dokter saling berpandangan satu sama lain lalu mengangguk menanggapi pertanyaanku. Tapi sejurus kemudian raut wajah mereka berdua berubah sendu.

"Sayang sekali, kami tak bisa menyelamatkan kedua orang tuamu. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi sepertinya Kami-sama berkehendak lain."

Artinya, mereka sudah meninggal?

"A-Aku tak tahu harus berekspresi bagaimana. Jadi, maafkan aku. Tapi aku sungguh tak ingat apa yang sebenarnya terjadi. Dan kenapa aku ada disini dengan tubuh memar seperti ini."

"Polisi sempat kemari saat membawa anda. Beliau mengatakan mobil yang anda sekeluarga tumpangi ditabrak sebuah truk di sebuah pertigaan di pagi hari. Dan beliau beserta anggota kepolisian sedang mencari tahu penyebabnya."

"Begitu..."

Aku tak tahu harus mengatakan apa lagi. Bukannya aku tak sedih. Oke, anak mana yang tak sedih jika ditinggal orang tuanya? Tapi aku sendiri merasa tak yakin. Benarkah aku memiliki orang tua?

Tidak. Sampai separah inikah amnesia yang kualami.

"Oh iya, Naoe-san. Besok anda sudah bisa keluar dari rumah sakit. Dan juga, teman-teman anda akan berkunjung setelah ini. Jadi selagi sempat beristirahatlah."

Teman-teman? Apa aku punya teman disaat kondisiku begini? Bukan. Tapi apa aku ingat kalau dulu aku memiliki seorang teman?

"..."

Lagi-lagi aku hanya mengangguk menanggapi pernyataan sang perawat sebelum akhirnya mereka berdua pergi dari kamarku.

Lalu aku teringat sesuatu.

"T-Tunggu dulu."

Keduanya menghentikan langkahnya masing-masing.

"Aku... Tidak ingat namaku..."

Sang perawat hanya tertegun melihatku lalu mengucapkan nama itu. Nama yang harus aku ingat mulai dari sekarang.

"Naoe Riki. Itulah nama anda. Sekarang istirahatlah."

~ To be Continued ~