kyubumgirl

Title: Love Girl [First Meeting]
Cast: Kim Kibum, Choi Siwon
Disclaimer: Kim Kibum milik Choi Siwon, Choi Siwon milik Kim Kibum, dan cerita ini milikku. Bila ada kesamaan, itu hanya kebetulan semata.

Warning: Genderswitch, OOC, TYPO!

시범

Di penghujung musim dingin ini, seorang laki-laki tampan tanpa cela tampak melamun. Ia duduk di salah satu kursi taman. Kursi yang berbeda dari yang lainnya. Kursi yang berwarna hitam sedangkan lainnya berwarna merah.

Laki-laki itu menatap lurus ke depan namun pikirannya menerawang jauh ke belakang. Mengingat masa lalu seolah menjadi kegiatan favoritnya selama setahun belakangan ini.

Hingga setahun yang lalu, di tempat ini, hal-hal indah selalu mengitarinya. Di tempat ini ia menciptakan kenangannya bersama seorang gadis yang sangat ia cintai. Seorang gadis yang telah menawan hatinya sejak empat tahun lalu, bahkan hingga saat ini. Hatinya sudah dibawa bersama kepergian gadis itu.

Hingga saat ini laki-laki itu tidak pernah melupakan hal kecil apapun yang berhubungan dengan Jung Inhye. Setahun lalu, gadis itu pergi dengan membawa seluruh hati yang dimiliki oleh laki-laki itu karena sebuah kecelakaan.

Choi Siwon, laki-laki itu, menarik napas dengan berat lalu membuangnya kasar. Menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Laki-laki itu mengedarkan pandangannya ke seluruh taman.

Pandangannya berhenti pada sebuah titik di mana ada seorang gadis yang ia rasa tengah memperhatikannya. Ia menoleh ke arah kanan, kiri, dan belakang untuk memastikan. Tidak ada orang lain selain dirinya. Benar, gadis itu pasti tengah menatap ke arahnya.

Siwon meraba wajahnya untuk memastikan tidak ada yang salah di sana. Memang tidak ada yang salah. Lalu kenapa gadis itu terus menatapnya? Hei, sejak kapan seorang Choi Siwon peduli terhadap sekitarnya? Menyadari keanehan terjadi pada dirinya Siwonpun berdiri, bermaksud untuk pergi dari taman ini. Ugh, kau menjadi aneh hanya karena menangkap basah seorang gadis yang sedangen menatapmu, Choi Siwon.

시범

"Tunggu di sini dan jangan bergerak sedikitpun. Aku akan segera kembali," perintah seorang laki-laki berperawakan tinggi pada seorang gadis cantik, dalam bahasa Inggris yang terdengar kaku. Gadis itu mengerucutkan bibirnya. Ia kesal pada laki-laki yang berstatus sebagai sahabatnya ini. Memperlakukan dirinya seperti anak kecil. Menyebalkan.

"Aku bukan anak kecil, Cho Kyuhyun! Aku juga orang Korea jadi jangan perlakukan aku seperti ini. Ck. Bahkan turis saja berkeliaran tanpa dihalangi," gadis itu menggerutu dalam bahasa Inggris yang sangat fasih. Kyuhyun, laki-laki itu, menjentikkan jarinya pada dahi gadis itu hingga membuatnya meringis.

"Ya, kau memang orang Korea. Orang Korea yang tidak bisa berbicara bahasa Korea,"
"Tapi aku mengerti. Aku hanya tidak bisa mengucapkannya," protes gadis itu. Kyuhyun berdecih.
"Terima saja kenyataan dan ikuti perintahku, Kim Kibum! Aku akan hanya akan mengembalikan ponsel kekasihku yang tertinggal. Ingat, jangan bergeser sedikitpun!"

Kibum terus menggerutu bahkan hingga Kyuhyun sudah tidak lagi berada pada jarak pandangnya. Merasa bosan Kibum mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman. Ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di atas tanah Seoul, tanah kelahirannya. Rasanya cukup menyenangkan bisa berada di tempat kelahiran.

Kibum lahir di Seoul namun tumbuh dan besar di California. Keluarga Kim, keluarga terkaya nomor dua di Korea saat itu memutuskan untuk tinggal di California setelah setengah tahun kelahiran putri sulungnya. Kibum tidak pernah menginjakkan kakinya di Korea, sebelum hari ini.

Seharusnya banyak yang dapat ia pelajari tentang Korea dari kedua orang tuanya. Termasuk bahasa. Kibum memang selalu diajarkan namun pergaulan Amerika lebih banyak mempengaruhi. Ya, jadilah seperti ini. Gadis kelahiran Korea yang hanya mengerti bahasa Korea namun tidak bisa mengucapkannya.

Seperti ada magnet yang menariknya, Kibum menatap sesosok laki-laki yang terlihat sedang merenung. Dari tempatnya duduk yang berjarak kurang dari lima meter dengan laki-laki itu, Kibum dapat melihat ada raut kesedihan, ketakutan, dan kerinduan yang menjadi satu di wajahnya.

Tampan, pikir Kibum. Kibum yakin bahwa dibalik coat besar berwarna hitam itu bersembunyi tubuh atletis. Dilihat dari wajah saja Kibum sudah dapat memastikannya. Astaga, kenapa sampai sejauh itu seorang Kim Kibum memikirkan laki-laki yang tidak dikenal?

Kibum masih menatap laki-laki itu dengan tatapan memuja hingga ia sadar akan sesuatu. Laki-laki tampan itu akan pergi! Entah setan macam apa yang menariknya. Kibum bersumpah ia tidak ingin melakukannya namun yang terjadi justru sebaliknya. Kim Kibum menghampiri dan memanggil laki-laki itu.

Kibum hanya berdiri mematung ketika laki-laki itu berbalik menatapnya. Lebih tampan jika dari jarak sedekat ini. Dia lebih tinggi dari Kyuhyun. Aku menyukainya. Kibum membatin. Gadis itu benar-benar sudah gila!

Baiklah, katakan saja Kibum gila karena kenyataannya memang seperti itu. Ia gila karena laki-laki di hadapannya ini. Laki-laki yang hanya diam dengan tatapan yang tidak Kibum mengerti. Laki-laki tampan. Sangat tampan hingga membuat Kibum menjadi gila hanya setelah beberapa menit memperhatikannya.

시범

Baru dua langkah berjalan, Siwon menghentikannya. Ia menoleh ke belakang karena panggilan seseorang. Entah apa yang terjadi dengan tubuhnya.

Ketika matanya menemukan gadis yang tadi menatapnya, ia terpaku. Kinerja jantungnya juga dapat dikatakan tidak normal. Seluruh tubuhnya berdesir melihat gadis ini dari jarak dekat. Sangat cantik.
Haruskah ia menyamakan gadis ini dengan Aphrodite? Oh, jangan konyol! Ia bahkan tidak tahu seperti apa wajah Aphrodite yang 'katanya' sangat cantik itu.

Gadis di hadapannya memiliki mata hitam kecoklatan. Tatapannya tajam namun meneduhkan. Garis wajah dan lekuk tubuh yang sempurna. Pakaian yang dikenakannya terlihat cocok. Cantik sekali. Siwon memuji gadis itu dalam hati. Astaga, hati-hati Choi Siwon! Sebentar lagi mungkin kau akan jatuh ke dalam pesonanya dan kemudian melupakan masa lalu kesukaanmu itu.

"Aku sedang mencari seorang model untuk majalahku. Apa kau bersedia menjadi model?" Siwon menambahkan penilaiannya untuk Kibum setelah mendengar gadis itu berbicara padanya falam bahasa Inggris dengan aksen Amerika yang sangat kental. Bahasa Inggrisnya fasih sekali.

Bukan orang Korea. Terlihat dari cara bicara dan berpakaiannya. Tidak sopan. Tidak mengenal istilah basa-basi. Tapi tetap cantik.

"Aku tidak berminat," jawab Siwon ketus. Berusaha keras mempertahankan wajah-tidak-berminatnya agar gadis itu tidak menyadari kegugupannya.

Aneh lagi. Siwon tidak pernah gugup berhadapan dengan siapa saja termasuk dengan gadis tercantik dan terseksi se-Seoul sekalipun. Ia hanya akan gugup di hadapan orang yang sudah menawan hatinya. Orang itu sudah meninggal.

Tunggu! Ia gugup? Apakah ia menyukai gadis ini? Tidak, tidak. Terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa dirinya menyukai gadis ini. Siwon menggeleng, menyingkirkan pikirannya yang liar.

"Kenapa? Wajahmu tampan. Aku akan membayarmu dan kau menjadi terkenal. Aku bekerja untuk salah satu majalah di Amerika," Kibum berucap penuh keyakinan. Bekerja untuk salah satu majalah Amerika? Cih. Hanya dalam mimpimu saja, Kim Kibum. Kau bahkan hanya seorang mahasiswa kedokteran yang menikmati masa liburan sebelum wisuda.

Orang Amerika rupanya. Tapi wajahnya wajah Korea. Ah, pantas saja gadis ini tidak sopan sekali bicaranya. "Aku tidak tertarik, nona. Tawarkan saja pada orang lain!"

Kibum mendengus sebal. Hei, bagaimana ia tidak kesal?! Ini adalah kali pertama gadis itu mau menyapa seorang laki-laki asing dan langsung ditolak. Sangat menyebalkan.

"Pertimbangkanlah! Aku akan menunggu jawabanmu besok, di tempat dan pada waktu yang sama dengan sekarang. Okay?"

Belum sempat Siwon menjawab, seseorang menghampiri mereka. Laki-laki itu merangkul pundak Kibum. "Sudah kubilang jangan bergeser sedikitpun, Kim Kibum!"
"Jangan berlebihan, Kyuhyun! Ayo pulang!" Kibum menarik lengan Kyuhyun. Kyuhyun menatap bingung laki-laki yang tadi berhadapan dengan Kibum.

"Dia siapa?" Tanya Kyuhyun penasaran. "Tidak tahu," jawab Kibum acuh sembari terus menyeret Kyuhyun menjauh dari Siwon. Kyuhyun hanya bisa mencibir.

Dalam langkahnya yang beriringan dengan Kyuhyun, Kibum berdoa dalam hati. Berharap agar laki-laki itu datang dan menyetujui tawarannya. Lalu bagaimana jika ia ketahuan berbohong? Persetan. Ia bisa meminta ayahnya mengurus semua itu. Sekarang yang terpenting adalah semoga laki-laki itu datang, besok.

Tunggu! Kenapa Kibum tidak menanyakan namanya? Astaga, Kim Kibum kau memang bodoh.

Siwon masih berdiri di tempatnya. Ia berbalik arah lalu berjalan menuju tempat di mana mobilnya diparkir. Tangannya bertengger di atas dada. Jantungnya kembali berulah mendengar sebuah nama yang menurutnya sangat indah. Kim Kibum. Namanya Kim Kibum. Gadis aneh tapi menarik. Dia sangat cantik.

THE END

Sunbaenim yang sudah lebih dulu terjun sebagai author ff SiBum, izinin aku buat ikut melestarikan ff SiBum yaaa *bowing

FF ini berchapter tapi setiap chapternya bakal tamat, beda subjudul. Mohon dukungannya ^^

Gimana? Mind to review?