BODYGUARD
Naruto © Masashi Khisimoto
This Fanfic © Amami Riku
Pair : NaruHina
Rate : T
Genre : Romance/Action/Dan Lain2
Kriiiiiiing... Kriiinnnggg...
"Hoam.." Seorang gadis bangun dari tidurnya. Ia merapikan rambutnya yang berwarna indigo dan mengerjap - ngerjapkan mata lavendernya.
Ya, dialah sang Hyuuga Hinata seorang gadis yang akan lulus ke tingkat kuliah. Setelah dia sadara sepenuhnya, dia segera menuju kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya itu.
Setelah itu dia menggunakan seragamnya dan mempersiapkan bekalnya dan berangkat ke sekolahnya.
Sedangkan dikamar seorang Namikaze terjadi keributan..
Teeeetttt... Teeeeeetttttt... Teeeettttt... Tttttttttttttttteeeeeeeettttttttttttttt... Entah sudah keberapa kalinya alarm itu berbunyi.. Tetapi si pemilik alarm itu tidak bangun sama sekali...
"Diam... Aku masih ngantukkk.." seru seorang berambut pirang spiky durian. Orang itu sedang memeluk guling kodok ijo kesayangannya. Dia melirik ke arah jam weker dengan mata yang sebiru samudera itu, lalu wajahnya pucat dan akhirnya...
"APAAHHH?! Aku bisa telat dalam pengambilan ijazah!" Dia segera bangun dan mandi.
Setelah mandi, orang yang bernama Namikaze Naruto itu berangkat ke sekolah dengan mobilnya yang bermerek Lamborgini Aventader-nya itu.
Sekolah Naruto dan Hinata sama yakni di Konoha SHS.
.
.
.
Di Konoha SHS
"Kebiasaan..."
"Merepotkan..."
"Tidak memiliki semangat masa muda..."
"Hn."
"Kekurangan makan..."
"Bibul(?)!" ujar Furikaze Aizawa yang tiba-tiba masuk ke dalam cerita dengan ucapan khasnya yakni bibul, wawa, mumu bimbal, dll.
"..."
Begitulah respon mereka terhadap orang yang selalu telat sepanjang tahun. Ya, dialah Namikaze Naruto pangeran telat sepanjang masa.
"Selamat... acaranya belum dimulai. Huft..." ujarnya. Ia pun menengok dan menghampiri teman-temannya yang duduk di bangku yang telah tersedia di lapangan sekolah. "Ohayou Kiba, Shika, Lee, Teme, Chouji, Aizawa(?), Neji!" sapanya kepada teman-temannya.
"..."
"..."
"..."
"..."
"..."
"Wawa(?)"
"..."
"Baiklah murid-murid, silahkan duduk! Saya akan membacakan penghargaan terlebih dahulu!" kata seorang perempuan paruh baya berambut pirang. Iya, dialah Senju Tsunade. Seorang kepala sekolah Konoha SHS.
Murid-murid pun duduk dengan tenang, rapi, dan damai. Dan Tsunade mulai membacakan penghargaan.
"Selamat siang anak-anak, terima kasih karena telah hadir dalam acara pengambilan ijazah ini! Saya, selaku kepala sekolah sangat bangga kepada kalian yang telah lulus ke perguruan lebih tinggi lagi. Sekarang, saya akan memberikan penghargaan IQ tertinggi yaitu Nara Shikamaru! Penghargaan untuk kapten basket Konoha SHS dan sekaligus shooter paling jitu di klub K-One dan juga merupakan cucu saya sendiri, Namikaze Naruto! *tepuk tangan* Penghargaan untuk anak PMR terbaik, siapakah dia? Haruno Sakura! Penghargaan untuk model fashion majalah Konoha SHS, siapakah dia? Yamanaka Ino! Penghargaan untuk taekwondo terbaik jatuh kepada... Rock Lee! Penghargaan untuk karate terbaik jatuh kepada... Hyuuga Neji! Penghargaan kepada anak IPA terbaik jatuh kepada 3 orang sekaligus yakni Hyuuga Hinata, Uchiha Sasuke, dan Amami Riku(?) [A/N: Author ikut serta, mau dapat penghargaan IPA karena itulah yang Author impi-impikan. Dan bukan hanya mimpi, itu sudah terjadi.] Dan, oh! Ada penghargaan lain yang diusulkan oleh guru PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) yaitu pecinta binatang jatuh kepada Inuzuka Kiba dan Aburame Shino! Terakhir, penghargaan kesenian baik seni rupa, seni tari, seni musik, dan seni lukis jatuh kepada... Sabaku no Kankurou, Sabaku no Temari, Furikaze Aizawa(?), dan Sai!" seru Tsunade. Ia pun berhenti sejenak dan mengambil napas. "Dengan demikian, berakhir sudah acara pemberian penghargaan. Selamat siang dan selamat bersenang-senang!"
"Horeee..." Ucap murid bebarengan setelah Tsunade turun dari panggung. Semua anak bersenang – senang, kecuali satu gadis yang sedang duduk dipojok lapangan (tribun).
Ia bersedih karena orang yang dicintainya selama 6 tahun belakangan ini akan kuliah di luar negeri. Ya dialah Hyuuga Hinata yang mencintai Namikaze Naruto. Ia bersedih, tetapi tidak menunjukan kesedihannya kepada teman – temannya. Malm ini terasa lama sekali, sehingga menyiksa hati Hyuuga tersebut.
.
.
.
.
.
8 tahun kemudian
Di bandar udara Konoha...
"Huuuaaahhh... Sudah 8 tahun tidak ke Konoha.." Seru pemuda tampan berambut pirang spiky durian dan bermata blue shappire. Ya, dialah Namikaze Naruto.. Pemuda dari Konoha yang kuliah di Universitas Suna selama 8 tahun.
"Kemana Tuan?" tanya supir taksi kepada Naruto.
"Ke gang Senju," jawab Naruto. Taksi itu pun melaju menuju kediaman klan Senju.
"Nenek... Kakek..." seru Naruto saat sampai di rumah nenek dan kekaknya, Senju Tsunade dan Jiraiya.
"Wah si baka telah datang..." ujar Tsunade.
"Kau tidak boleh begitu. Bagaimanapun, dia lebih pintar darimu sekarang. Secara, dia sudah S2," ujar Jiraiya yang tidak terima cucu kesayangannya direndahkan.
"Apa kabar, nek, kek?" tanya Naruto yang dijawab "Baik." Oleh keduanya bersamaan. Mereka menghabiskan waktu bersama sampai malam.
"Baa-chan, aku pulang dulu ya. Aku juga mau bersin rumahku yang sudah 8 tahun gak ditempati!" ujar Naruto bersemangat.
"Ya sudah, hati-hati ya! Itu kunci Lamborgini-mu. Kamu pasti kangenkan sama mobil itu," ujar Tsunade sembari menunjuk ke kunci mobil Naruto yang terletak di atas meja telepon.
"Iya, baa-san tau juga."
"Hati-hati ya!" seru Tsunade yang dijawab dengan anggukan oleh Naruto.
.
.
.
Namikaze Mansion
"Haduh, kotor sekali rumah ini. Besok sajalah beres-beresnya! Sekarang sudah malam," ujar atau bisa disebut keluh Naruto. Ia pun langsung tidur sambil memeluk guling kodok kesayangannya.
Pagi harinya...
"Yosh! Saatnya membersihkan rumah ini!" seru Naruto dengan semangat '45.
.
.
.
3 jam kemudian...
Seorang berambut pirang tertidur pulas di atas sofa, terlihat di wajahnya dia sangat lelah.
Dreett... Dreett...
"Hoam..." Suara HP tersebut membangunkan pemiliknya.
"Eh... Kakashi-senpai? Ada apa?" tanya Naruto pada orang di seberang telepon.
"Bisakah kau ke alun-alun kota sekarang?" tanya Kakashi yang dijawab "Iya, baiklah!" oleh Naruto.
Di Alun-alun Kota
"Haah... tadi nyuruh kesini tapi Kakashi-senpai belum datang."
.
.
.
.
1 ½ jam kemudian
"Gomen, tadi ada masalah dalam hidup," ujar Kakashi yang baru saja datang dari belakang Naruto.
"AHH?! Kebiasaan... Sekarang katakan ada apa?" tanya Naruto.
"Kau mendapat tugas dari kapten. Kau menjadi pelindung Hyuuga Hinata. Dia adalah proffesor dan telah menemukan obat untuk menjadikan manusia super yang tingkat keintelejennya akan menjadi luar biasa," jelas Kakashi yang mendapat respon hanya kaget dan melebarkan mata dari Naruto.
"Tetapi obat itu belum diketahui berbahaya atau tidak, dan ada orang yang ingin mengambil obat itu. Misimu menjaganya dan ingat! Jangan beritahukan identitasmu yang menjadi agen rahasia!" tambah Kakashi. "Ini alamatnya," Kakashi memberikan selembar kertas kepada Naruto.
"Siap!" seru Naruto penuh hormat. Dan Kakashi pun pergi.
.
.
.
Namikaze Mansion
"Hyuuga Hinata? Hem... Sepertinya aku pernah dengar nama itu," ujar Naruto atau bisa disebut gumamnya.
Tiba-tiba mata Naruto melebar. "Oh... Jangan-jangan... Dia teman 1 angkatan denganku waktu SMA," ujar Naruto kaget. 'Aha! Aku punya alasan untuk tinggal bersama Hinata!' batinnya.
Ia segera menyalakan mobil kesayangannya itu dan menuju alamat yang ada di kertas tadi. Hyuuga Mansion blok B no. 15.
.
.
.
Hyuuga Mansion
Tok Tok Tok
"Iya sebentar," ucap seseorang dari dalam rumah.
"..." Hinata kaget dan Naruto pun sama. Mereka semua diam dan sibuk dalam pikirannya masing-masing.
Hinata's POV
'Ah, ya Tuhan. Mimpikah ini? Pria di depanku ini Naruto. Namikaze Naruto. Dia semakin tampan,' batinku. Lidahku terasa kaku dan aku merasa wajahku mulai panas. Aku yakin wajahku tambah merah.
Naruto's POV
Ya ampun! Apa benar dia Hinata? Cantik sekali! Beda dengan yang dulu. Setelah 8 tahun tidak bertemu.
Normal POV
Semuanya masih diam sampai akhirnya ada anak kecil yang keluar dari rumah Hinata.
"Nee-chan, ada tamu siapa?" Suruh ma―" Hyuuga Hanabi, adik Hinata, kaget melihat ada Naruto di depannya. Lelaki yang selalu main bersamanya dulu.
"Eh, ada Naruto-niisan! Masuk kak! Gimana sih nee-chan, masa' ada tamu tidak dipersilahkan masuk," ujar Hanabi.
"Ah, i-iya. Silahkan m-masuk N-Naruto-kun," suruh Hinata gugup.
"I-iya, a-arigato," jawab Naruto yang juga gugup.
Mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu.
"N-Naruto-kun, mau minum apa?" tanya Hinata kepada Naruto dan dijawab "Air putih saja Hina-chan" oleh Naruto sambil memberikan senyuman atau cengiran khasnya.
"B-Baiklah, sebentar y-ya," ucap Hinata sambil masuk ke dapur dan menutup wajahnya/menyembunyikan wajahnya yang memerah karena ia dipanggil Naruto dengan embel-embel '-chan'.
"Jadi, sekarang kau kelas berapa Hanabi?" tanya Naruto saat Hinata membuatkan minum.
"Kelas XII kak, kak sendiri kelas eh―maksudku sarjana berapa?" jawab dan tanya Hanabi.
"S-2, kenapa Hanabi-chan?" jawab sekaligus tanya Naruto.
"Wow... Naruto-nii sama dong sama nee-chan. Nee-chan juga S-2," ujar Hanabi.
"I-ini Naruto-kun." Tiba-tiba, Hinata datang sembari memberikan gelas berisi air putih.
"Arigato, Hinata-chan," ucap Naruto. Ia pun meneguk air putihnya.
"Oh ya, Hinata-chan. Aku kan dari Suna. Aku boleh tinggal di sini tidak? Untuk sementara," tanya Naruto setelah selesai minum.
"Eh... Emm... Ano..."
"Tidak boleh ya?" tanya Naruto lagi.
"Eh? B-b-b-b-boleh kok," jawab Hinata sambil blushing.
"Arigato Hina-chan," jawab Naruto.
"Hore! Naruto-nii tinggal di sini!" seru Hanabi tiba-tiba. Mereka semua tertawa dan berbincang-bincang sampai malam.
.
.
.
"I-ini kamarmu N-Naruto-kun," ujar Hinata sambil menunjukkan kepada Naruto kamar yang terletak di lantai atas.
"Iya, arigato Hina-chan," Naruto memberikan cengiran khasnya.
"Hanabi, cepat tidur. Besok kau sekolah," perintah Hinata.
"Yah... Nee-chan..." keluh Hanabi kecewa.
"Hanabi, besok aku antar mau? Tapi kau harus bangun pagi!" tawar Naruto.
"Ya! Aku mau! Selamat malam Naruto-nii!"
"Iya, selamat malam Naruto-kun."
"Selamat malam Hanabi-chan, Hina-chan."
Mereka pun tidur dengan nyenyak.
.
.
.
Pagi harinya
"Kami berangkat dulu nee-chan!" Hanabi pamit kepada Hinata.
"Ya, hati-hati ya," ucap dan pesan Hinata.
Naruto dan Hanabi pun berangkat dengan lamborgini milik Naruto.
Di perjalanan
"Kak, mobil ini bisa berapa max kecepatan?"
"225 km/jam. Emang kenapa?"
"Aku gak percaya."
"Lihat ini!"
Mobil lamborgini merah itu melaju dengan tenaga.
"Wow... Sudah sampai!?" takjub Hanabi.
"Bagaimana hah? Kau percaya?" tanya Naruto.
"Percaya. Makasih Naruto-nii!"
"Sama-sama."
Mobil merah itu kembali lagi menuju Hyuuga Mansion.
"Tadaima!" seru Naruto saat sampai di rumah Hinata.
"Okaeri... Cepat sekali N-Naruto-kun, k-kau pasti me-mengebut ya!" jawab Hinata yang mendapat respon cengiran khas dari Naruto.
"Wah... Ada yakiniku ya?" tanya Naruto dengan wajah penasaran.
"Hehehe... I-iya. Yuk makan!" ajak Hinata. Meskipun dia tidak gugup lagi tapi tetap saja wajahnya merah (blushing)
"Nyam... Nyam... Enak sekali masakanmu Hinata!" puji Naruto.
"Eh? B-benarkah?" Hinata tersipu lagi.
"Iya, sangat enak!" jelas Naruto sambil tetap makan.
"A-arigato, Naruto-kun," ucap Hinata.
.
.
.
"Wah... Kenyang sekali!" ujar naruto sambil memegang perutnya yang membesar.
"Hihihi..." Hinata tertawa kecil melihat tingkah Naruto dan sisa makanan di pipi Naruto. Hinata membersihkan pipi Naruto dengan tisue.
"Wah... Hinata-chan baik sekali!" ujar Naruto setelah Hinata membersihkan pipinya.
"Arigato," Hinata kembali blushing.
Hinata melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul 11.45. Ia langsung beres-beres meja makan.
"Naruto-kun, a-aku pergi k-kerja dulu ya," ucap Hinata setelah semua beres.
"Boleh aku antar?" tanya Naruto.
"Ah, t-tidak usah. Lagipula, t-tempat kerjaku d-dekat kok," tolak Hinata dengan halus.
"Ya sudah kalau begitu. Hati-hati ya!" pesan Naruto yang dijawab anggukan oleh Hinata.
.
.
.
Sepeninggal Hinata, Naruto langsung mengikuti Hinata. Naruto melihat seseorang dari atas gedung tempat Hinata berjalan. Ada orang yang akan menembak Hinata menggunakan Sniper M1A14. Naruto langsung mengeluarkan pistol Desert Eangle nya dan membidik orang itu (pistolnya telah diberi peredam) dan "Syuuutt...!" Orang tersebut langsung mati di tempat.
Ternyata ada komplotan orang tadi yang menunggu di bawah dan langsung mengejar Naruto. Komplotan itu terdiri dari 2 sepeda dan langsung mengejar Naruto. Komplotan itu terdiri dari 2 sepeda motor dan 1 mobil. Naruto dan komplotan itu sedang kejar-kejaran dan tembak-menembak.
Naruto berhenti dan memencet suatu tombol, lalu pintu mobil Naruto dua-duanya terbuka dan motor-motor pengejar Naruto menabrak pintu mobil Naruto dan terjatuh.
.
.
.
Setengah jam Naruto masih kejar-kejaran. Tiba-tiba datang seorang lelaki dengan machine gun.
Det! Det! Det! Det!
Semua orang yang mengejar Naruto mati seketika.
"Kau selalu merebut bagian!" ujar Naruto sambil menyeringai.
"Kau lambat..." ujar seseorang bermata onyx dan berambut hitam dikuncir kuda pendek.
"Hm... Arigato ya, Uchiha Itachi-senpai!" ucap Naruto kepada seniornya. Ya, dia Uchiha Itachi.
"Ayo! Kita harus pergi!" ajak Itachi. Mereka pun pergi ke suatu tempat dengan mobil Naruto.
.
.
.
-TBC-
Yey... Aku balik lagi... Neehh aku buat crita baru sebagai pelampiasan "complicated love" yang aku delete...
semoga senang ya... tenang aja.. fanfic ini gak akan aku delete lagi...
dan update nya cepet kok...
Fanfic ini disempurnakan typo(s) dll dan diketik oleh temanku yang sangat cantik, imut, lucu, dan pintar (hoeekk) Furikaze Aizawa! [Aizawa: bibul~!(?)]
Sekian!
inget..!
R
E
V
I
E
W
!
!
!
