Hallo.. hahaha.. maafkan aku yang tak kunjung menyelesaikan ff yang lain. Eh.. malah bikin baru..

Kali ini untuk pecinta YunJae. Sama seperti sebelumnya, aku mengambil ide cerita dari sebuah manga yang mungkin kalian tidak tahu. Tapi yah.. sudahlah.. langsung saja..

Selamat membaca yeorobun ! .

cast:

Kim Jaejoong as Kim Jaejoong (23 th)

Jung Yunho as Kim Yunho / Jung Yunho (25 th)

Kim Junsu as Han Junsu (20 th)

D.l.l... (cast akan ditambah seiring perkembangan cerita)

.

.

Chapter 01

Stranger Beside Me ! Part 1

YunJae

.

.

Seorang namja cantik tengah berlari tergesa-gesa menuju kantor tempat ia bekerja, sepertinya hari ini pun ia kesiangan.

"Jongie! Pagi-pagi sudah semangat ya..!"

Sambil tetap mempertahankan larinya ia membalas sapaan dari beberapa orang yang menyapanya.

"Anyyeong Jang ahjumma~ nanti aku beli tomatnya ya, aku terlambat" Ujarnya.

"Dasar.. Ibumu mana? Sudah pulang ?"

"Masih di luar negeri!" teriaknya

"Jadi kamu hanya berdua dengan nenek?" teriak Jang ahjumma.

"Iya, sudah ya Jang ahjumma, annyeong" ia pun segera melesat pergi menuju kantornya dipusat kota.

Mari kita perkenalkan tokoh utama kita ini. Namanya Kim Jaejoong (23 th) seorang putri tunggal pemilik toko tteoppoki yang paling enak dipinggir kota Seol. Musim semi ini ia lulus D3 dan sekarang ia tengah berlari menyusuri pinggiran kota menuju sebuah perusahaan yang berpusat ditengah kota Seol.

"Kabar dari negeri Tiongkok, menjelang adanya pemilu yang dilakukan untuk pertama kalinya ini, diperkirakan pertarungan sengit akan terjadi antara kubu kaisar dan kubu partai yang menentang pemerintahan kaisar..."

"Hwwaa~ aku bisa telatttttttt.."

Perusahaan tempat Jaejoong bekerja adalah perusahaan raksasa yang memiliki cabang di seluruh Korea, Jung Corporation.

"Pas jam setengah sembilan... Yes~..." Ujarnya ketika langkah kakinya berhasi memasuki perusahaan tepat ketika jarum jam menunjuk angka 09.30 tepat.

"ATLET LARI KIM JAEJOONG SAVE~" ujar seseorang tak jauh dari tempat Jaejoong.

Jaejoong pun berdiri mematung mendengar suara yang sudah satu bulan ini ia kenal.

Tuk..

tuk..

tuk..

"Yang namanya jam mulai kerja itu "Dimulai dari saat mulai kerja di meja" atau saya yang salah ?" ujar orang tersebut sambil membenarkan kacamata yang bertengger di hidungnya.

'Pagi-pagi sudah muncul ! Kim Yunho (25 th)!'

"Tapi kamu ini...hmm.. Memasukkan barang ke loker, buat teh lalu sampai ke meja paling tidak butuh waktu 5 menit"

"ma..maaf, saya ke toilet juga..." Ujar Jaejoong takut.

"HARI INI KAMU TERLAMBAT 10 MENIT KIM JAEJONG"

Jaejoong hanya bisa menghela nafas pasrah jika diahadapan orang ini.

"dan lagi..."

Jaejoong kembali harus mendengarkan omelan orang yang paling tidak ia ingin dengar ini. Waspada akan apa yang akan orang ini katakan padanya.

"Caramu menginjak ambang pintu, sikapmu ini buruk sekali !"

JDUEERRR~

'Warna darah orang ini.. pasti HITAM..serius..' ujar Jaejoong dalam hati.

.

.

'Menjadi bawahan orang ini.. duduk di sebelahnya lagi. Bagaimana bisa aku menjalani kehidupan kerja yang menyenangkan..' Batin Jaejoong.

Terus terang ia baru satu bulan bekerja dan menjadi bawahan dari Kim Yunho, seseorang yang sangat perfeksionis. Lihat saja dandanannya yang sangat kolot dan terkesan cupu dengan rambut yang diberi pomed dan ditata klimis, kacamata yang selalu setia bertengger di hidungnya, dan juga gaya busana nya yang selalu memakai kemeja rapi lengkap dengan dasi. Cocok seperti profesinya yaitu sebagai akuntan.

Criiing~

Terdengar seseorang dengan pakaian rapi dan terlihat mahal baru memasuki perusahaan.

"Maaf saya terlambat, burung peliharaan kami, Rii-chan bertelur tadi pagi" ucapnya.

'Han Junsu! Kamu juga terlambat ya..!' ujar Jaejoong dalam hati ketika melihat salah satu rekan kerjanya yang juga terlambat seperti dirinya.

'Nah.. Omongan sinis seperti apa yang akan anda lontarkan, Yunho-shii !'

Jaejoong terus memperhatikan atasan disampingnya kini, ingin tahu bagaimana respon nya terhadap sosok yang terlambat sama sepertinya.

Ssreett

"Jaejoong-shii, Voucher kemarin ada yang salah..!" Ujar Yunho yang langsung memberikan voucher yang salah pada Jaejoong.

Dan bagaimana wajah Jaejoong ? ia shock berat..

'Apa.. cuek !? Maldo andwae?'

Ingin berniat protes atas sikap atasannya yang terkesan pilih kasih, namun apa daya, ia tak mampu. Dari pada kembali kena omelan pedasnya. Jaejoong memilih untuk diam melakukan dalam hatinya ia ingin mencekik atasan hitamnya ini.

'Apaan sih.. Padahal aku telat saja ia memarahiku!'

"Junsu-shii silahkan tehnya, ayahku membelinya di London" Ujar seseorang di belakang Jaejoong, ia lalu mendengus sebal mendengar hal itu.

'Memang sih. Han Junsu itu tuan muda kaya yang entah dari mana asalnya!'

Sudah merasakan kegalauan tokoh utama kita bukan,? Betul. Di sini, di Jung Corporation ini 90% karyawannya adalah nona dan tuan muda kaya dari keluarga terpandang. Jelas kan julukannya saja 'perusahaan berduit' .. 90% karyawannya itu diizinkan tidak kerja.

"Junsu-shii.. anda pasti capek.. silahkan scone nya"

'Kepala divisi ini apa-apa an sih?' ujar Jaejoong yang kembali mengumpat dalam hati melihat perbedaan perlakuan yang terjadi antara dirinya dan Junsu.

.

.

.

*Istirahat siang*

"JADI MAKSUDNYA YANG KERJA ITU CUMA KAMI, WONG CILIK.. GITU ?! PERUSAHAAN INI BENAR-BENAR NGGAK MASUK AKAL!"

"INI SAMA SEKALI TIDAK ADIL, HANYA DENGAN MINUM TEH SAJA MEREKA DAPAT GAJI!"

Jaejoong berteriak tidak jelas dalam ruang istirahat untuk karyawan, ia meluapkan apa yang telah menjadi akar emosinya pagi ini. Layaknya orang yang sedang orasi demo, ia berteriak teriak mengutarakan kegundahannya walupun hanya melalui cermin tanpa ada seorang pun yang mendengarkan. Oh tidak ada satu teman Jaejoong yang mendengarkan walaupun sebenarnya tidak ingin mendengarrkan uneg-uneg si namja cantik ini.

"Aduh Jaejoong-ah, kamu ngomong apa sih! Kamu masuk kerja disini dengan mengetahui hal itu kan!" Ujar Yihan.

"Jin Yihan , teman kecilku yang masuk bagian sekeretaris..."

"Kalau masuk sini dan bisa menjalin cinta dalam perusahaan, pasangan kita pasti selebritis, atau orang kaya. Itulah daya tarik utama untuk masuk ke perusahaan ini...!" Ujar Yihan mengebu-ngebu, maklum dari dulu ia bermimpi untuk menikahi tuan putri kaya raya.

"EEEEhhhhh..." Dengus Jaejoong, mendengar penuturan gila temannya. Tapi mendengar kata percintaan membuatnya jadi tidak tenang dan gelisah.

"kalau.. A..Aku sih.. karena Cuma.. diterima di sini... aku nggak terlalu minat sama urusan kekasih.. malas..." ujarnya lirih

"Oh iya, Jaejoong-ah. Bagaimana kabarnya cowok yang ngajak kamu jalan waktu kencan buta perayaan kelulusan D3 mu ?" Tanya Yihan tiba-tiba. "Kalian nonton Baseball bareng kan?"

Mendadak jin membatu, ia sudah duga sahabatnya ini akan bertanya mengenai hal ini padanya. Dan lagi bayangan kencan tersebut masih sangat jelas di kepalanya.

*Flashback 1 bulan lalu*

-Di Kedai ramyeon-

"Kamu kuat, jadi pasti bisa hidup sendirian, ya"

Jaejoong hanya memandang lelaki dihadapannya kini, dengan perlahan melahap ramyeonnya.

*End Flashback*

"Begitu katanya di kencan pertama..hehe" ujar Jaejoong lirih.

"Huuhh..." Yihan terlihat menghela nafasnya, ia heran memandang sahabatnya ini.

"Dikencan pertama saja sudah bilang begitu, kamu ini ngapain si, Jae-ah..?" Jihan masih tetap memandang Jaejoong dengan tatapan kasihan. Ia tahu sejak lama jika Jaejoong menyukai sesama namja, tidak seperti dirinya yang straight alias menyukai yeoja. Ia tidak mempermasalahkan hal itu, karena menurutnya cinta itu kebebasan. Ia bahkan sering menjodohkan Jaejoong dengan beberapa kenalannya, yah.. walaupun tak berujung memuaskan seperti kejadian di kedai ramyeon itu.

"Lagipula aku.. nggak terlalu minat sama orang kaya.." Ucap Jaejoong mantab dengan membuat wajahnya seangkuh mungkin.

"Terus kalau cowok biasa saja gimana? Bukannya di divisi audit ada orang yang namanya Yunho-shii yang umurnya dekat sama kamu ? sama orang itu gimana?" Tanya Yihan.

Amarah jaejoong pun kembali naik jika diingatkan oleh orang berdarah hitam itu

"GYYYYAAAAA~ DIA SIH YANG PALING NGGAK MUNGKIN!"

"PAKE KACAMATA KUNO TEBEL, TERUS RAMBUTNYA KAYAK NEMPEL BANGET GITU, DITAMBAH LAGI GARA-GARA NGGAK PERCAYA SAMA SOFTWARE AKUNTANSI DIA MASIH NGITUNG PAKAI SEMPOA!"

"POKOKNYA ORANGNYA NYEBELIN BANGET DEH!"

Jaejoong berbicara panjang lebar dengan nada keras pada Yihan, sahabatnya itu ingin menjodohkan dia dengan Kim Yunho namja darah hitam itu, enak saja.

"Gara-gara dia, akhir-akhir ini aku merasa diawasi orang terus.." ujar Jaejoong yang masih berceloteh ria.

"Hari ini juga kau tampan Kim Yihan.." Ujar Yihan narsis di depan cermin.

"Apa itu bukan perasaanmu saja ? tapi katanya baru-baru ini ada pengintip di dalam perusahaan sih" lanjut Yihan sambil mengingat-ingat rumor yang beredar.

"Pokoknya Yihan-ah, dia itu nggak banget.. tipe orang yang bisa melakukan apapun dengan wewenangnya.." lanjut Jaejoong yang masih tidak terima jika dirinya dijodohkan dengan Yunho.

'Tadi pagi saja apaan tuh, perbedaan sikapnya sama aku dan si Han Junsu itu!'

"Sudah.. ngomelnya.. minimal bersihkan wajahmu dengan benar dong, Jaejoong-ah" Yihan mengambil selembar tisu lalu mengusapkannya pada wajah Jaejoong yang sebagian belum kering.

"... "

"Dunia ini.. memang tidak adil ya.." Ujar Jaejoong lirih.

Bagi Jaejoong dunia memang sudah tidak adil padanya. Sejak lahir, dirinya tidak punya ayah. Ia hidup bertiga bersama ibunya yang juga seorang namja cantik yang tidak menikah dan juga neneknya.

'tapi, karena aku sangat sayang eomma dan halmoni, dan aku tahu jika aku disayang mereka...'

'...aku sudah cukup bahagia..'

Dari dulu entah kenapa Jaejoong tidak bisa untuk punya pacar lama-lama. Pacarnya straight lah, Cuma coba-coba, atau dengan terang-terangan menganggap Jaejoong bukanlah sosok yang layak untuk mereka lindungi.

'Semasa di SMA Putra.. aku menikmatinya bersama Yihan dan yang lain... seharusnya aku bahagia..'

'sebab kalau aku berharap lebih, bisa-bisa aku dapat hukuman...'

'Tapi kenapa ya...? rasanya hatiku ada sesuatu yang hilang...'

"KYAAAAA~~ TUKANG NGINTIP!"

Lamunan Jaejoong terhenti akibat suara teriakan wanita dari ruangan kamar mandi sebelah, ia dan Yihan langsung bergegas menuju kearah teriakan.

Ia melihat dua orang rekan kerja wanitanya tengah ketakutan.

"Ada kamera di langit-langit.. " ujar kedua yeoja itu ketakutan.

"Ah.. bagian langit-langit yan tinggi kan nyambung ke toilet pria.. eh.. Jaejoong-ah.."

Tanpa menghiraukan teriakan Yihan, Jaejoong segera bergegas menuju toilet pria di samping toilet wanita tersebut.

'Jadi artinya, orang yang keluar dari toilet cowok sekarang adalah...'

'Penjahatnya..'

Jaejoong berlari mendekati orang yang baru keluar dari toilet pria.

"YU... Yunho-shi..?"

.

.

.

TBC