Resep ala Luhan

chapter 1

kalau dia berani bertanya lagi, aku akan meleparnya dengan wajan ! sudah berapa lama sih, dia mengedipkan mata nya yang di penuhi bulu mata palsu, mengeluarkan suara nya yang sok merdu, menyita waktu.

masih di landa perasaan bete,aku memperhatikan ahjumah-ahjumah yang berdiri di depan ku.

wajah ahjummah itu di lapisi make up yang ku rasa sangat tebal, tatanan rambut yang bahkan takkan goyah di terpa angin sekalipun, dan pergelangan tangannya penuh perhiasan.

mengingatkan ku pada wanita india.

" hmm, kalau brownies yang ini , apa bedanya dengan yang di jual tempat lain " tanyanya lagi.

membuatku ingin sekali ...

ampun ampun ...

ya jelas beda, brownies ini adalah hasil kreasi ku dan kalau pun aku jelaskan semuanya, belum pasti para ahjummah ini akan mengerti.

" begini ... " nada ku yang mulai tak sabar tapi sebelum aku mengucapkan kata kata tajam minsoek - pegawai bakeri ku sekaligus teman ku -

" begini kalau nyonya tertarik kami akan memberikan bonus jika nyonya membeli satu loyang brownies kami akan memberi bonus satu toples selai apel

bagaimana ... " bujuk minseok

akhirnya ahjummah - ahjummah itu pun pergi dengan membeli 2 loyang.

aku pun bernafas lega

" lu, pasti kamu bete menangani pelanggan yang seperti itu, tapi justru itulah seninya

kita harus membujuk orang enggan sekalipun membeli produk kita " kata minseok sambil memasukkan uang ke cash register.

" tapi kan aku kesal " seru ku sambil menghentakkan kaki

" aku lebih senang memasak daripada mengurusi hal-hal seperti itu "

" kalau manyun, kamu mirip tao "

what ?

xi zitao adalah anak kedua orang tua ku lebih tepatnya yeodongsaeng ku.

aku yang sudah hidup selama 18 th tapi aku bisa kalah dengan tao yang masih berumur 5 tahun.

semua orang akan berkata tao cantik, cerdas dan blabla...

aku memang iri pada tao.

tidak perlu jadi cenayang untuk tahu dia adalah kesayangan semua orang.

memang orang tua ku juga menyayangi ku itulah kata mereka miliaran kali, but ...

" lu, kan sudah ku bilang jangan melayani pelanggan, kan ada aku.

mending kamu konsentrasi masak aja.

kamu melepas yixing begitu aja nanti kalau dia iseng trus mencampur brownise sama cabe gimana ... "

aku tersenyum mendengar kata yixing

yixing memiliki selera agak aneh (sedikit is an understatement, actually)

hobinya makan brownise dan kimchi secara bersamaan.

eh.. tidak hanya itu dia dengan ide cerdasnya mencampurnya lagi dengan kecap manis.

dan dia pun memakannya dengan lahap.

katan minseok ada benarnya sih

aku sudah terlalu lama meninggalkannya sendiri.

gimana kalau yixing memutuskan mengaktifkan kreatifitasnya dengan mencampur adonan brownise dengan kimchi.

" min ... aku masuk dulu " kataku sambil buru buru pergi.

sebenarnya alasan ku masuk itu bukan hanya karena ingin melihat yixing tapi para ahjummah tadi masuk lagi ke toko

ugh ... jangan jangan mau complain !

aku menghepaskan diriku di sofa untuk istirahat sebentar , tanpa ada ganguan

" eon ... "

ada suara but kalau di diamkan pasti hilang.

" luhan eonni "

" WAE... "

" eon ... ayo jalan-jalan "

" saeng , apa kau tidak lihat aku sedang lelah " degus ku

" ANI ... " seru dengan wajah ceria

" ppali , ayo jalan jalan "

" pergi lha dengan eomma atau appa sana "

" mereka sibuk tapi tao maunya sama luhan eonni "

aku mengibas tangan ku

" sama baek eonni ya .. " bujukku

baekhyun tetangga sekaligus sahabatku, dia seperti babysitter dadakan tao

ku akui dia telaten mengurus tao daripada aku.

karena dari dulu dia kepingin punya adik.

ironis sekali

kita mendapat hal yang tidak kita inginkan

seperti aku, mana pernah aku berharap punya adik , ya dulu memang aku berharap punya adik saat orang tuanku sibuk di restoran mereka

tapi kalau sekarang aku sudah hampir lulus senior high school dan terbiasa hidup mandiri memiliki adik.

oh my god

ketika aku jalan jalan dengan tao aku sering di sangka eomma nya.

astaga mengerikan ( aku lho xi luhan yang cantik menawan )

ini di sangka jadi emak-emak.

makanya aku kurang minat mengajak tao jalan dimana aja.

di anggap babysitter nya aja sudah kurang ajar, tapi masih mending daripada di anggap eomma nya.

apalagi si setan kecil itu menggoda ku dengan memanggil ku mami.

" ayolah, eonni kan jarang mengajakku jalan - jalan "

karena kamu menjengkelkan karena kamu menbuat ku seperti ahjumah - ahjumah

karena kamu mematikan pasaranku memang ada yang kencan sama ahjumah - ahjuma.

" eonni capek " jawabku singkat tidak mau cari perkara

" aku mau beli brownise di mall, eonn ... "

" panda, eonni kan jual brownies kenapa harus beli enakkan juga buatan eonni "

" kalau gitu , ajarin tao buat brownies baru setelah itu kita jalan-jalan " katanya kegirangan.

kita, katanya ? aku menghela nafas

siapa yang adik dan siapa yang kakak sih !