Happy Reading

.

.

.

Kau boleh membenciku tapi setidaknya kau mempercayaiku meskipun aku tidak sepenuhnya bersalah. Bisakah kau mempercayaiku hyung ?

.

.

.

"Hae-ya.." perkataan Hanna seorang wanita paruhbaya yang masih terlihat cantik diusianya yang tak muda lagi sukses membuat langkah kaki Donghae yang merupakan anak pertamanya itu menatapnya dengan tatapan penuh tanya.

"Ada apa eomma ? Aku harus bekerja."

Hanna tersenyum, selalu saja anaknya yang satu ini sangat giat bekerja dan bahkan sangat jarang sekali ada dirumah. Dulu saat masih kuliah ia selalu saja dirumah dan tidak sesibuk sekarang, bahkan ia banyak waktu luang bersama anaknya ini dibandingkan sekarang. Yah itu hanyalah dulu dan sekarang tidak akan bisa seperti dulu lagi, ia sangat merindukan masa dimana anaknya bermanja padanya.

"Kemarilah ada yang ingin eomma katakan padamu Hae-ya.." ucap Hanna dengan menepuk sofa diruang tamu rumahnya itu. Donghae menurut walau sebenarnya ia ingin segera sampai kantornya yang banyak sekali tugas yang belum terselesaikan, dan ia harus segera sampai disana.

"Hae-ya... Apa kau tidak merindukan dongsaengmu ?"

Donghae terdiam saat kedua tangan hangat Hanna mengusap lengannya yang terasa dingin ini. Kenapa ibunya harus melontarkan pertanyaan seperti itu ? Tidakkah ibunya tidak bertanya soal masalah itu ? Lalu haruskah ia menjawabnya dengan jujur bahwa ia tidak merindukan adiknya ? Mungkin jawabannya ini bisa saja membuat ibunya kembali sakit hati dan kecewa padanya mungkin.

"Eomma.."

"Jawablah dengan jujur sayang, eomma akan memaklumi jawabanmu " benarkah ibunya akan memahami jawaban yang keluar dari mulutnya ? Bagaimana jika tidak ? Apakah ia masih bisa bersikap seperti biasanya dan tidak pernah terjadi apapun ?

"Entahlah eomma aku masih belum bisa melupakan kejadian itu. Jadi berilah aku waktu untuk melupakan kejadian itu dan dengan begitu aku akan merindukannya. Jadi kumohon jangan katakan soal dirinya untuk sekarang ini hemm.."

"Baiklah eomma akan menunggumu sayang. Ya sudah sebaiknya segera berangkat bukankah masih banyak pekerjaan disana ?"

"Aku berangkat eomma." jawab Donghae dan langsung bangkit berdiri dari duduknya. Ia kembali melangkahkan kedua kakinya menuju mobilnya yang terparkir dihalaman rumahnya. Tanpa Donghae sadari bahwa ibunya meneteskan air matanya dengan kepergiannya.

"Bahkan kau tidak pernah memeluk eomma Hae-ya. Kau berubah sangat banyak." gumam Hanna dengan lirih. Lamunannya buyar saat di rasanya ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk.

Hanna tersenyum saat menatap layar ponselnya yang tertera sebuah nama sangat amat dirindukannya ini, tanpa banyak waktu ia menjawab panggilannya itu dengan mendekatkan ponselnya ke telinga kanannya.

"Yoboseo.."

"Eomma kenapa lama sekali menjawab telponku eoh ?" kesal Kyuhyun dengan mempoutkan bibirnya lucu seperti anak kecilnya yang tidak diberi lolipop oleh kedua orang tuanya.

"_kau baik-baik saja eomma ? Kenapa suaramu sedikit purau seperti itu." seketika itu Kyuhyun langsung merubah sikapnya yang awalnya kesal menjadi khawatir. Bukan apa-apa ia takut terjadi sesuatu pada ibunya yang memang sangat jauh dari dirinya berpijak sekarang. Ya Kyuhyun sejak kelas dua Junior School sudah tidak tinggal bersama keluarganya melainkan bersama pamannya yang berada di London sana. Seandainya kejadian itu tidak terjadi padanya, mungkin sekarang ini ia masih bersama keluarganya Di Seoul sana.

"Eomma baik-baik saja Kyunnie. Bagaimana keadaanmu disana hemm ?"

"Seperti yang eomma dengar aku baik-baik saja. Eomma.." Kyuhyun sedikit melirihkan suaranya dan akan berkata serius kepada ibunya ini mengenai keinginannya yang ingin kembali lagi ke Seoul.

"Syukurlah eomma sangat mengkhawatirkan dirimu sayang. Apakah ada yang ingin kau katakan ?"

"Apakah Hae hyung masih sama ? Ah maksudku apa ia pernah menanyakan kabarku eomma ?"

"Maaf Kyu. Sekarang ia sangat sibuk dengan pekerjaannya dan bahkan tidak pernah ada waktu luang untuk eomma. Bisakah kau bersabar sayang ? Eomma yakin Donghae akan menerimamu kembali disini."

"Aku bahkan sudah bersabar bertahun-tahun eomma. Eomma maaf jika untuk kali ini aku sudah tidak bisa bersabar lagi dan mohon jangan melarang aku untuk kembali lagi ke Seoul. Aku tidak bisa terus berdiam diri disini eomma, aku merindukanmu meskipun kau setiap tahun selalu mengunjungiku tapi rasanya sangat berbeda eomma."

"Jangan sekarang Kyu, kau tahu keadaannya tidak memungkinkan disini. Kau harus tinggal bersama samchonmu disana untuk beberapa tahun lagi eoh dan kuliahlah disana mengerti ?"

"Tidak eomma. Pokoknya setelah lulus sekolah nanti aku akan kembali ke Seoul dan berkuliah disana. Kumohon jangan melarangku untuk kembali eomma."

"Kyunnie-ya.." Kyuhyun mendengar suara ibunya yang sedikit lirih, ia yakin bahwa ibunya benar-benar tidak menginginkan dirinya kembali ke negara kelahirannya itu. Namun bukan Kyuhyun namanya jika ia tidak bersikap nekad bukan ?

"Maaf eomma aku harus pergi, samchon sudah memanggilku." Kyuhyun langsung mengakhiri panggilan telpon pada ibunya yang berada di Seoul sana.

Kyuhyun menghembuskan napasnya pelan dan menatap potret keluarganya yang terpajang dimeja belajarnya. Ia menatap foto keluarganya yang tengah tersenyum seperti itu, bahkan dalam foto itu Donghae yang merupakan kakaknya merangkulnya dengan senyuman yang mengembang diwajah tampannya. Ia masih ingat dulu dirinya itu masih kelas Enam sekolah dasar, sedangkan Donghae kelas tiga Junior School.

"Apa kau masih belum bisa menerimaku lagi hyung ?" Gumam Kyuhyun dengan menatap Foto keluarganya.

.

.

.

TBC

#01012018