Can You see it, Yeollie?


"Bisa kau lihat, Yeollie? Fansmu terus menerorku." – Baekhyun/"Bagaimanapun aku hanya mencintaimu, Baek" – Chanyeol/"Terserah!" [ChanBaek Fiction/Shounen-ai/FLUFF]


Baekhyun, bernama lengkap Byun Baekhyun, adalah salah seorang Main Vocal Boy Group yang sedang naik daun dari bumi Korea Selatan nampak sibuk dengan ponsel pintar ditangannya. Iris tipisnya bergerak rancu seiring bergesernya jemari lentiknya yang asyik menjelajah di dunia maya. Cherry tipisnya mengerucut, mendapati beberapa komentar pada sebuah postingan.

"Apa-apaan ini?" gerutunya.

Detik selanjutnya, lengkingan maut keluar begitu saja dari mulutnya, apalagi ketika salah sat-ah lebih tepatnya banyak fans yang berkomentar dengan genitnya.

"Park Chanyeol..." Nafas pemuda mungil itu menderu karena emosi yang siap meledak, "Mati kau!"

Disambut tegukan liur oleh member lainnya. O ou.. bersiaplah Park Chan.


Can You see it, Yeollie?

Credit Pict : aeae7700

© Aaltonen Ryuunosuke

Genre : Romance, Idol Life, A lil' bit Humor

Recommended Song : Super Junior – No Other


Chanyeol menarik jaket baseball berwarna hitam yang tergantung rapi di lemari. Tak lupa diraihnya sebuah frame kacamata berwarna hitam yang pastinya kan menambah kesan tampan baginya.

Snapback hitam yang tertapa rapi dengan yang berwarna putih (Snapback itu adalah benda couple kesekian yang dimiliki Chanyeol dan Baekhyun, ngomong-ngomong) segera ia ambil. Bibir sensualnya menyenandung sebait lirik rapp yang terbiasa ia nyanyikan.

Tak jauh darinya ada sosok Joonmyeon yang sibuk mengomeli Jongin dan Sehun yang tertunduk setelah tanpa sengaja – mungkin – menghamburkan cemilan yang ada di dapur. Sementara itu, Kyungsoo dan Baekhyun sedang duduk manis di sofa ruang keluarga.

Beberapa saat kemudian, masuklah sang manager diikuti Minseok dan Yixing. Ah, perlu diketahui bahwa mereka akan menghadiri sebuah fanmeeting produk fashion yang baru-baru ini bekerja sama dengan EXO.

Baekhyun nampak lesu, membuat Chanyeol mengernyit heran. Ada apa gerangan dengan kekasih mungilnya?

"Hyeoni, ada apa?" tanya Chanyeol khawatir.

Baekhyun hanya melirik sejenak sebelum akhirnya beranjak. Wajahnya yang terkesan datar tanpa ekspresi yang berarti membuat Joonmyeon yang sedari tadi memperhatikan Baekhyun – tanpa disadari siapapun – menggeleng lemah. Ia hanya berharap semoga mood Baekhyun yang up and down (layaknya lagu sunbae mereka) tidak mempengaruhi acara fanmeeting nanti.

'Haish, pasti ada apa-apa lagi' – Iner Joonmyeon sembari mengacak surainya perlahan.

Chanyeol langsung memutar memory otaknya. Ia yakin jika kekasih manisnya itu pasti merasakan sesuatu yang berhubungan dengan dirinya.

"Apa mungkin masalah Update IG?" monolognya.

Chanyeol dengan tergesa menyusul Baekhyun. Belum sempat ia meneriakan nama sang terkasih, Manager Im sudah menginterupsi member EXO yang akan menghadiri acara yang tertera di schedule bulan ini. Sedikit bersyukur, Baekhyun ternyata mengikutinya.

'Aku harus berbaikan dengan Hyeoni..'

.

.

.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi, Chanyeol terus mencoba menarik perhatian Baekhyun. Beruuntunglah jika ia dan kekasih manisnya itu duduk bersebelahan. Awalnya Baekhyun sempat menolak – meski halus – hingga kemudian, Minseok yang sementara menanggung beban Joonmyeon, memberinya perhatian ekstra. Seperti saat ini,

"Hyeonie, jangan begitu. Dengarkan apa yang Yeollie katakan.." Chanyeol membuka suara. "Dari tadi Hyeoni sibuk sendiri, heung?"

Baekhyun melirik sinis, sebelum menjawab. "Eoh, masih ingat punya kekasih, eoh?"

Yixing dan Jongin yang paham betul aksi merajuk Baekhyun hanya menggeleng kecil. Mereka yang tadinya duduk tegak langsung mennghempaskan punggung-punggung mereka di sandaran kursi penumpang bagian tengah. Melirik sejenak, kemudian memilih memejamkan mata.

"Kalian kenapa?" Minseok menengahi. "Hyeoni, jika ada masalah dengan Yeollie segera selesaikan. Jangan sampai mood burukmu mempengaruhi fanmeeting hari ini."

Baekhyun dan Chanyeol mengangguk-angguk paham. Sejenak menatap sang manager yang mengulas senyum karena sikap Minseok, dan menganggukan kepala, bermaksud mempersilahkan pasangan paling berisik itu agar menyelesaikan perselisihan – lebih tepatnya acara mengambek Baekhyun – yang bisa mengganggu profesionalitas mereka.

"Err, jadi kenapa Hyeoni merajuk, heung?" Chanyeol mengelus kepala Baekhyun, setelah sebelumnya melepaskan white snapback yang terpasang manis di kepalanya.

"Eumm.. Yeollie mengabaikan Hyeoni," jemari lentik itu saling bertaut, bersamaan dengan terhempasnya kepala itu di bahu tegap Chanyeol. "Yeollie terlalu sibuk dengan update-an IG tentang sulap-sulap itu, sampai mengabaikan komentarku." Berakhir dengan bibir tipis Baekhyun yang mengerucut.

Chanyeol tersenyum tampan. Di kecupnya hangat puncak kepala sang kekasih hati. Ibu jarinya mengelus sayang tangan halus Baekhyun.

"Ey, bukannya Yeollie bermaksud mengabaikanmu, sayang. Kau tahu sendiri bukan jika kita terlalu sering berinteraksi di media sosial, bagaimana reaksi haters EXO?" Chanyeol berusaha memberi pengertian.

Baekhyun terdiam sejenak, mencerna penjelasan dari giant-nya. Detik berikutnya, iris tipisnya membulat lucu layaknya puppy, begitu ia menyadari keteledorannya.

"Hyeoni lupa, Yeollie. Maafkan Hyeoni~~~"

Masing-masing member tertawa mendengar agyeo imut dari Baekhyun. Dan Minseok tersenyum lega begitu menngetahui adik kesayangannya itu kembali ceria.

"Baiklah, berhubung kalian membutuhkan waktu untuk berdua lebih lama, aku mengizinkan kalian untuk jalan-jalan setelah fanmeeting nanti."

Ucapan Manager Im membuat van mendadak riuh oleh siulan dan sorak-sorai yang sukses membuat Baekhyun menenggelamkan wajahnya yang merona merah di dada bidang Chanyeol.

.

.

.

Acara fanmeeting kali ini berjalan dengan lancar. Jongin tak henti-hentinya menatap mereka – Chanyeol dan Baekhyun – dengan tatapan menggoda. Belum lagi Minseok dan Yixing yang terus-menerus menggoda keduanya dengan menirukan apa yang Chanyeol-Baekhyun lakukan ketika pemotretan.

"Heart sign, huh?" Jongin mengedip genit, "Dengan milik Baekhyun hyung yang melingkup milik Chanyeol hyung? Oh tahukah kalian, tindakan kalian membuatku merindukan Kyungsoo".

Baekhyun tersenyum malu. Sementara Chanyeol berpura-pura menghiraukan gurauan Jongin dengan memainkan ponselnya.

"Oh yeah, ku harap fans kalian masih bernafas dengan benar karena kejadian tadi." Yixing terkikik geli mendengar candaan Minseok. "Atau mungkin mereka sudah menghabiskan stock tissue di rumah karena mimisan? Pfftt-"

"Ah, mungkin mereka sudah sampai mengucurkan air mata pelangi, ge.." sambung Yixing sembari menahan tawa.

Manager yang memperhatikan dan mendengar percakapan absurd tersebut tertawa terbahak. Sungguh, ia jadi membayangkan kondisi fans seperti apa yang Minseok dan Yixing gambarkan.

"Berlebihan." Sahut Chanyeol dan Baekhyun bersamaan.

"Sudah hentikan. Setelah ini kalian akan menghadiri Super Show Encore. Bersiaplah." Manager menengahi. Difikir kasihan juga, apalagi wajah Baekhyun hampir menyerupai daging sapi dengan kualitas super di pasaran sana, saking merahnya.

"Ya."

Yixing yang memang akan melanjutkan proses syuting langsung berganti pakaian, berbeda dengan member lain yang memilih rehat sejenak. Berbeda dengan Chanyeol dan Baekhyun yang memilih untuk berpamitan sejenak pada rekan-rekannya dan memilih untuk berjalan-jalan melepas penat.

Baru tiga langkah keduanya berjalan, seruan Minseok membatalkan rencana kedua sejoli itu.

"Kita sudah ditunggu yang lain. Kalian bisa berjalan-jalan setelah kembali dari Encore hyungdeul Super Junior!"

"Kami tahu."

.

.

.

Jarum jam di arloji Chanyeol menunjukan pukul 10.00 PM waktu setempat. Penggemar yang memenuhi venue mulai keluar dari Olympic Gymnastics Arena. Begitu pula member EXO dan artis lainnya.

Tanpa basa-basi, setelah memastikan bahwa fans mengetahui bahwa EXO memasuki van, kendaraan yang selalu membawa member EXO itu melaju meninggalkan area parkir. Mereka berhenti di sebuah cafe yang ternyata milik Ayah Chanyeol.

"Kami akan singah sebentar, kalian bisa beristirahat."

Chanyeol menyeret dengan lembut tangan Baekhyun, ditanggapi dengan anggukan maklum dari yang lain. Detik selanjutnya, van kembali melaju, meninggalkan sepasang anak adam yang di mabuk asmara itu.

Chanyeol memasuki cafe dengan tenang, begitu pula dengan Baekhyun. Mereka bertukar kabar sejenak dengan Tuan Park, sebelum akhirnya memilih untuk berganti pakaian dan memulai jalan-jalan mereka. Ah, mungkin mereka hanya akan berkeliling kota.

"Yeollie, Hyeoni sebenarnya masih kesal pada Yeollie.." Baekhyun membuka pembicaraan. Bibirnya kembali mengerucut lucu, membuat Chanyeol menahan hasratnya untuk sekedar mengecup cherry manis milik kekasihnya.

"Kenapa?" Chanyeol memperbaiki snapback yang ia kenakan. "Kenapa Hyeoni masih kesal pada Yeollie?" tanyanya lembut.

Baekhyun mengedarkan pandangannya, kemanapun asalkan bukan tepat ke manik mata Chanyeol. Semburat merah kembali menghiasi wajah manisnya.

"Fans Yeollie meneror Hyeoni.." bisiknya, membuat Chanyeol mengernyit.

"Benarkah?" Chanyeol heran.

Baekhyun membuka aplikasi IG di ponsel pintarnya, kemudian berlanjut dengan membuka notifikasi,

"Bisa kau lihat, Yeollie? Fansmu terus menerorku." Seru Baekhyun. Chanyeol memperhatikan jemari Baekhyun yang bererak atraktif di screen ponsel. "Mereka tak segan mengklaim bahwa Yeollie adalah suami mereka."

Chanyeol terkekeh, sebelum akhirnya menatap Baekhyun serius. Tangan besarnya menangkup wajah manis sang kekasih. "Bagaimanapun aku hanya mencintaimu, Baek" lirihnya.

Baekhyun mengangguk lucu. Ia kemudian mengecup pipi Chanyeol, dan tersenyum manis, menampilkan mata bulan sabitnya yang indah.

"Nah, sekarang kita cari yang lain.." Chanyeol mengecup sekilas bibir Baekhyun, "Buka saja akun Puppystore.."

Pemuda bermarga Byun itu kembali mengangguk, dan melaksanakan perintah dari kekasih tingginya. Binar-binar kebahagiaan mulai terpancar dari wajah pasangan Chanyeol dan Baekhyun.

"Lihat, Heart sign kita ampuh untuk membuat shipper sekarat.." gurau Chanyeol, disambut tawa kecil Baekhyun. "Hyeoni, kau tersenyum malu, eoh?"

"Ish!"

Baekhyun memukul pelan dada Chanyeol, kemudian melingkarkan lengan mulusnya di pinggang Chanyeol. Kepalanya ia sandarkan di dada bidang Chanyeol, menikmati irama jantung Chanyeol yang menenangkan – baginya –

"Baru Heart sign, bagaimana kalau foto kita yang sedang poppo?" Chanyeol kembali menggoda Baekhyun. "Atau bagaimana kalau kita secepatnya update foto prewedding kita?"

"Terserah!"

Ya Tuhan Park Chanyeol, ketahuilah bahwa kekasihmu itu nyaris saja terkena serangan jantung.


Kkeut!

Aku tak tahu apa yang baru saja ku buat. Niatnya hanya membuat SF keterusan XD

Aku baru saja 'sembuh' dari Writer Block, jadi mohon maaf jika tulisanku kali ini jauh dari kata memuaskan /gelundungan/

Fiksi ini aku tulis setelah melihat fanart yang menjadi cover FF :D

Dan mohon maaf jika waktu yang aku sebutkan benar-benar jauh dari realita.

Last but not Least,

Wanna review?