.

.

.

BEAUTIFUL AVANGER

The Character is belong to Masashi Kimoto-san

Story by

7 Gold

Rated T+ and M

Warning: M disini bukan untuk scane Lemon yang belum tahu akan Gold adakan atau tidak. Rate M disini adalah untuk scane pembunuhan ataupun hal-hal lain yang tidak seharusnya ada di Rate T

Genre: Tragedy, Humor, Fantacy, Romance, Hurt/Comfort, Family, Friendship

Warning: AU, AT, Typo (s), OOC, Alur gaje, Cerita se-mau-gue!

Happy Reading!

.

.

.

DLDR

.

.

Chapter 1

"Blue! Cepat beritahu dimana lokasi benda itu!" perintah seseorang yang sedang memimpin pergerakan itu

"Belok kanan pada perempatan koridor didepanmu, lalu buka pintu kedua yang ada disebelah kiri. Benda itu ada disana" intruksi orang yang dipanggil 'Blue' oleh pemimpin itu dari mikrofon yang dipasang ditelinga sang pemimpin

"Red! Bagaimana keadaan disana?" tanya sang pemimpin pada seseorang menggunakan mikrofon yang dipakainya

"Aman!" sahutnya

"Blonde! Kau jaga disini, aku akan masuk kedalam" perintahnya pada sosok seseorang yang menggunakan jubah hitam seperti dirinya dan langsung direspon olehnya

"Cherry! Take care!" nasehat sosok yang dipanggil Blonde itu

"Of course!" jawabnya mantap kemudian memasuki ruangan yang dimaksud oleh salah satu rekannya yang menunggu didalam sebuah mobil sedan hitam yang terparkir tidak jauh dari sana

Sang pimpinan berhenti diambang pintu, memperhatikan keadaan sekelilingnya. Memperkirakan jebakan apa yang akan keluar ketika dia melangkahkan kakinya semakin dalam. Dia tidak perlu bersembunyi dari kamera cctv yang terpasang disetiap sudut karna rekannya yang dipanggil 'Blue' itu berhasil mengacaukan sistem cctv itu.

"Blue, berapa sisa waktuku?" tanya sang pimpinan masih dengan posisinya

"10 menit, Cherry!" sahutnya

Dan setelah mendapat jawaban itu, sang pemimpin yang dipanggil 'Cherry' langsung meniupkan sesuatu seperti tepung dan lihatlah lampu-lampu berwarna merah yang saling menyorot dari setiap sudut.

Sang pemimpin menyeringai kecil "Jebakan murahan!" gumamnya kemudian melompat, berguling dan salto, tubuhnya bergerak dengan sangat lincah, seolah-olah dia sudah sering melakukan itu –tapi memang begitulah kenyataannya.

Setelah berhasil melewati jebakan itu, sang pemimpin mendekatkan diri pada sebuah kotak kaca yang didalamnya terdapat sebuah berlian murni berwarna hijau emerald dan berbentuk lonjong.

Seklias sang pemimpin memperhatikan sekeliling kotak itu. Setelah merasa benda itu aman dari jebakan apapun, dengan pasti diangkatnya kotak kaca itu kemudian jarinya mengambil berlian itu dan menggantinya dengan yang palsu.

"Hallo, Emerald" bisiknya dengan seringai yang terpatri sempurna diwajah cantiknya

Setelah semuanya beres dia beserta dua sosok lain segera keluar dari Museum itu dan masuk kedalam sebuah sedan yang sudah menunggunya diluar.

"Mission complete!" ucapnya ditengah perjalanan kembali ke Mansion

~OoOoO~

Sinar mentari datang dan menembus masuk melalui celah jendela yang tidak tertutup oleh tirai jendela itu. Namun sepertinya sinar itu tidak bisa membangungkan seorang gadis yang masih tertidur pulas diatas ranjangnya.

Suara jam dinding yang semalam sudah diset untuk membangunkannya tepat waktu itu seperti tidak dihiraukan oleh gadis itu. Siapapun yang tinggal didalam mension itu tau kalau jam dinding seperti itu tidak akan cukup untuk membangunkan sang putri tidur dari mimpi indahnya. Dan yang bisa membangunkannya hanyalah...

Seorang gadis dengan rambut pirang panjang yang diikat ekor kuda, masuk kedalam kamar yang hanya disinari oleh cahaya matahari itu. Seragam sailor yang terpasang pas ditubuhnya itu menandakan kalau dia adalah siswi dari 'Konoha International School', Sekolah terelit dan terfavorit di Jepang.

Wajahnya merah karna menahan kekesalan. Dia menenangkan dirinya dengan menarik nafas yang panjang dan kemudian "SAKURAAAAA! BANGUUUUNNN! MAU SAMPAI KAPAN KAU TIDUR SEPERTI ITU, HAH?!"

...pekikan nyaring dari gadis yang bernama Yamanaka Ino

'BRUUK.. BRAAK.. BRUUKK..' suara gaduh itu berasal dari gadis yang beberapa saat lalu masih berada diatas ranjangnya kini sudah berada diatas lantai –dia terjatuh dengan sangat tidak elit

Dengan kesal gadis itu menatap sosok Ino yang masih berkacak pinggang "APA YANG KAU LAKUKAN, PIG?!" bentaknya tidak kalah kesal

"Membangunkanmu" jawabnya malas "Lihatlah jam itu! Aku dan yang lain akan menunggumu dibawah" kemudian gadis itu melangkah keluar diikuti oleh tatapan kesal Sakura

Masih dengan raut kekesalan, gadis yang dipanggil Sakura itu melihat kearah jam yang masih berdering dengan berisiknya. Dan matanya terbelalak lebar melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 07.15.

"ASTAGAAAA...! AKU TERLAMBAAAAT..!" pekiknya kemudian berlari memasuki kamar mandi yang ada didalam kamarnya itu.

Pagi yang sangat menyenangkan bukan, Tuan putri.

~OoOoO~

"Haaah! Rindunyaaaa!" pekik seorang pemuda berambut pirang, mata blue ocean miliknya memandang penuh kerinduan pada sebuah kota yang sebentar lagi akan kembali diinjak olehnya. Setelah 7 tahun dia belajar dan menjalankan misi di New York, akhirnya sekarang dia bisa kembali dan menikmati suasana kota kelahirannya itu.

"Aku tau kau sangat merindukan Konoha, tapi apakah kau harus berteriak sekencang itu didalam mobil ini, Naruto?!" tanya –ralat! Bentak seorang pemuda, mata Amethystnya menatap sengit pemuda berambut blonde yang duduk disebelahnya

"G-Gomen Neji. Aku hanya tidak sabar untuk kembali menginjakkan kaki di Konoha lagi" sahutnya dengan senyuman kikkuk

"Yang tidak sabar untuk kembali ke kampung halamannya bukan hanya kau, baka!" ketus seorang pemuda yang duduk dikursi tepat dihadapan Naruto

"Aku kira kau sedang tidur, Shikamaru" ucap Naruto dengan wajah tanpa dosa miliknya

"Dasar bodoh, aku terbangun juga karna teriakan super nyaring milikmu!" ketusnya

"Hoi, Teme! Bagaimana denganmu? Apakah kau tidak merindukan Konoha?" tanya Naruto kepada pemuda yang duduk disamping Shikamaru itu

"Hn" jawabnya ambigu, dan jawaban itu sempurna membuat pemuda Uzumaki itu kesal

"Tidak bisakah kau menjawab dengan bahasa manusia wahai tuan alien!" sahutnya dengan kesal, namun bukannya menjawab pemuda berdarah Uchiha itu malah asik dengan gadget miliknya.

~OoOoO~

"Sakura! Tidak bisakah kau bangun lebih awal lagi?" protes Ino, saat ini mereka sedang menuju sekolah mereka 'Konoha International School'

"Kau kan tau sendiri kalau itu sudah jadi kebiasaan Sakura-chan" Sahut seorang gadis yang dicepol dua, matanya terfokus pada jalanan dihadapannya

Berangkat dengan mobil pribadi adalah hal yang biasa bagi siapapun yang bersekolah di 'Konoha International School'. Sekolah elit yang lebih menjurus pada "Pameran harta" dibandingkan "Tempat menuntut ilmu".

"Aku bertanya pada Nona besar kita, Tenten! Daripada kau menjawab pertanyaanku lebih baik kau fokus pada jalanan yang ada didepanmu! Jangan sampai kita masuk rumah sakit karna kau tidak fokus pada hal itu" ketus Ino

"Tenang saja hal itu tidak akan terjadi. Aku masih bisa membidik dan menembakmu dalam keadaan seperti ini" sahut Tenten, matanya melirik sinis Ino yang duduk dikursi belakang melalui kaca dashboard mobilnya

"Kau minta kuha–"

"Sudahlah, kalian ini. Tidak bisakah kalian tidak melakukan 'ritual adu mulut' kalian pagi ini?" pertanyaan seorang gadis berambut indigo panjang yang sedang terfokus pada PSP yang ada ditangannya itu sukses meredam 'ritual adu mulut' antara Ino dengan Tenten

"Dan bagaimana denganmu, Hinata-sama? Tidak bisakah kau tidak bermain PSP dihari sepagi ini? Aku heran kenapa matamu tidak rusak karna terus menatap benda itu" sahut Ino yang langsung diberikan death glare oleh Hinata

Dan setelahnya terjadilah 'Ritual adu tatapan' antara Ino dengan Hinata. Bagaimana dengan gadis yang dipanggil Sakura? Dia sedang asik tidur dikursi depan, wajahnya terlihat sangat lelah. Tenten sempat melirik gadis itu sekilas kemudian bergumam "Dasar putri tidur"

~OoOoO~

"Akhinya sampai jugaa! Waah sudah lama sekali sejak terakhir kali aku menginjakkan kaki dirumah ini" lagi-lagi pekikkan nyaring itu kembali berbunyi

"Tidak bisakan kau tidak berteriak teriak, Naruto?! Kau ini walaupun sudah 7 tahun berlalu tapi sifatmu tidak berubah juga ya! Aku heran kenapa kau bisa menjadi Special Agent kelas S dengan sikapmu yang seperti itu" ketus Neji panjang kali lebar

"Bagaimana denganmu? Kau juga tidak berubah, sudah 7 tahun dan kau masih saja sibuk mengomentari aku. Apakah sebegitu sayangnya kau padaku Neji? Sampai sampai kau sangat perhatian seperti itu?" Dan ucapan yang keluar dari mulut Naruto berhasil membuat pemuda itu mendapat jitakan hangat dari pemilik mata Amethyst itu

"Mendokusai naa!" sela seorang pemuda dengan rambut hitamnya yang dikuncir tinggi, wajahnya terlihat kusut karna pemuda itu baru saja bangun dari tidurnya

Namun baru beberapa jam mereka sampai di kota ini sebuah panggilan nyaring yang berasal dari telfon rumah khusus untuk kepolisian pun berbunyi. Dan dengan gesit Naruto berlari dan menyambar gagang telfon itu.

"Hallo..! Dengan Special Agent yang super duper tampan disini, ada yang bisa kami bantu?" ucap Naruto dengan narsisnya

'BLETAAAAKK...!' dan karna ucapan narsis itulah Naruto mendapatkan sebuah bogem mentah dari pemuda berdarah Uchiha yang saat ini sedang berdiri disampingnya

"Ittai..! Sial..! Apa yang kau lakukan, Teme?!" pekik Naruto, manik sebiru lautnya menatap sengit pemuda raven ala chicken ass itu

Namun bukannya menjawab pemuda itu malah menyambar gagang telfon yang semula dipegang oleh Naruto.

"Dasar ayaa–"

"Diamlah, Dobe. Suara cemprengmu membuat aku tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Kakashi..!" bentak pemuda itu membuat Naruto mendengus kasar dan langsung meninggalkan pemuda itu dengan wajah kesal

"..."

"Yaa, kita baru saja sampai" ucap Sasuke pada orang disebrang sana

"..."

"Jadi ada perlu apa kau menelfon" lanjut pemuda itu to the point

"..."

"Hn" sahutnya kemudian menutup sambungan telfon itu

"Jadi? Apa yang dikatakan Kakashi?" tanya Neji ketika Sasuke menaruh gagang telfon itu

"Dia meminta kita untuk datang ke kantor" sahutnya dengan datar

"Apaa? Sekarang? Tapi kita baru saja sampai" sahut Naruto tampak sedikit tidak rela membuang waktu istirahat yang sangat berharga itu

"Berhentilah mengeluh, Dobe. Kau sudah tidur selama di pesawat" sahut Sasuke membuat Naruto menatap tajam onyx itu

"Aku tidak ingin berbicara denganmu!" rajuknya

"Mendokusai naa" sela Shikamaru kemudian bangkit dari posisi tidurannya disofa dan beranjak pergi diikuti oleh Neji

"Cepat berangkat sekarang atau lencanamu akan aku ambil..!" ancam Sasuke membuat Naruto bergidik ngeri dan langsung berlari mengejar Neji

~OoOoO~

'KRIIIIINGG...!' suara nyaring dari bel sekolah yang menandakan jam istirahatpun akhirnya berbunyi

Membuat suasana di Kantin sekolah elit ini menjadi sangat padat dan ramai dalam waktu 5 menit setelah bel itu berbunyi. Melihat keramaian seperti itu cukup membuat gadis bersurai merah muda panjang itu sedikit pucat dan mual

"Kau baik-baik saja, Sakura-chan?" tanya Tenten ketika melihat wajah sahabatnya memucat

"Lebih baik kita makan bekal ini diatap sekolah" usul Ino dan langsung dijawab dengan anggukan setuju dari ketiga gadis dihadapannya

.

.

.

"Hinata-samaaa! Bisakah kau menaruh PSP mu sebentar saja? Habiskan dulu bekalmu!" perintah Tenten namun tidak mendapatkan respon apapun dari gadis indigo itu

"Kau mau menaruh PSP mu dan menghabiskan bekal itu atau kau mau aku membanting PSPmu sekarang?" lanjut Tenten dengan tatapan mengintimidasi dan aura membunuh yang membuat Hinata begidik ngeri dan langsung menaruh PSPnya

"Nee, Jidat. Bisa kau beritahu apa yang diperintahkan oleh Kaa-san semalam?" tanya Ino, matanya memandang ingin tahu pada seorang gadis yang masih serius menghabiskan bekalnya

"Untuk sekarang ini kita tidak diperbolehkan untuk melanjutkan misi utama kita" sahutnya membuat Hinata dan Tenten terkejut dan hampir tersedak oleh makanan yang sedang dikunyahnya

"Kenapa?" tanya Tenten bingung

"Karna kita mendapat misi baru untuk beberapa bulan kedepan dan kita tidak diperbolehkan melanjutkan misi utama itu sampai misi sampingan ini selesai kita kerjakan" sahutnya membuat ketiga gadis itu menghela nafas frustasi

"Tapikan kita hanya membutuhkan 2 benda lagi" ucap Hinata, wajahnya terlihat sedikit frustasi

"Tenanglah, ini hanya sebentar. Lagipula Kaa-san bilang kalau benda-benda itu tidak akan muncul sampai beberapa bulan kedepan" ucap Sakura berhasil membuat ketiga rekannya bernafas lega

"Jadi itukah sebabnya dia memberi kita misi sampingan?" gumam Tenten yang langsung dibalas dengan anggukan ringan oleh Sakura

"Nenek tua itu sepertinya sangat tidak suka melihat kita bersantai sebentar" ketus Ino

~OoOoO~

Hari senin adalah hari tersibuk dalam setiap minggu. Banyak kendaraan yang berlalu lalang, orang-orang yang berjalan tergesa-gesa dan itu tidak membuat pengecualian pada sebuah kantor polisi yang berada dipusat kota.

Walaupun jam sudah menunjukkan waktu makan siang, namun kantor polisi ini masih saja ramai seperti pagi tadi. Ditambah lagi kasus pencurian berlian yang terjadi semalam berhasil menambah panjang daftar kasus yang harus dipecahkan oleh pihak kepolisian.

"Yo! Sudah lama tidak bertemu, bagaimana keadaan kalian?" sapa seorang pria yang mengenakan masker dan berambut perak pada 4 orang pemuda yang ada dihadapannya, pangkat yang ada pada rompinya menandakan kalau dia sudah berpangkat Jendral.

"Yo, Kakashi-san! Seperti yang kau lihat! Kami sehat dan semakin tampan, khususnya aku" sahut seorang pemuda yang mengenakan hoodie berwarna orange dengan narsis

"Kau ini narsis sekali sih, Naruto" protes seorang pemuda yang mengenakan jaket hoodie berwarna hijau

"Setidaknya aku lebih baik daripada kau, Shikamaru" sahut Naruto tidak kalah ketus

"Hee? Kau? Lebih baik dari Shikamaru? Yang benar adalah Shikamaru lebih baik dari kau, baka!" timpal pemuda dengan jaket hoodie berwarna putih yang berdiri disamping Shikamaru

"Diam kau Neji! Kau merusak moodku!" ketus Naruto, sembari menatap tajam Amethyst pemuda itu dan Kakashi yang menyaksikan itu hanya bisa menghela nafasnya

"Bagaimana dengan misi kalian di New York?" tanya Kakashi berusaha untuk berbasa-basi

"Sukses! Dan kami bisa sekalian berlibur disana" sahut Naruto antusias

"Jadi? Siapa target kita selanjutnya?" tanya seorang pemuda berambut biru dongker yang ditata sangat unik

"To the point seperti biasanya ya, Sasuke" sahut Kakashi kemudian memimpin langkah kaki mereka menuju sebuah ruangan, dan diikuti oleh 4 orang pemuda itu.

.

.

.

"Ini adalah data kasus yang dilakukan oleh sebuah organisasi bernama 'Dark Moon'" suara Kakashi menggema diseluruh ruang kantornya

"'Dark Moon'? apa itu?" tanya Naruto bingung

"Yang lebih tepat adalah, siapa mereka" ralat Shikamaru, mata onyxnya menatap datar Naruto yang masih kebingungan

"Ah! Pertanyaan bagus, Shikamaru. Itulah yang jadi pertanyaan kami selama ini, Siapa mereka dan apa tujuan mereka sebenarnya" sahut Kakashi, kemudian dia berjalan memutari meja yang ada dihadapannya

"Tujuan mereka? Tentu saja mencuri agar menjadi kaya" timpal Naruto dengan polosnya

"Pemikiran yang sederhana, seperti biasanya" ucapan Kakashi sukses membuat Neji dan Shikamaru terkekeh

"Mereka hanya mencuri benda-benda tertentu. Mulai dari benda yang hanya bernilai sejarah sampai benda yang sangat tinggi nilainya" lanjut Kakashi, membuat semua pemuda yang ada diruangan itu mengernyitkan alisnya

"Apa yang sudah kau ketahui mengenai 'Dark Moon' ini?" tanya Sasuke, terlihat jelas keseriusan diwajah tampannya

"Informasi yang sudah kami ketahui adalah 'Dark Moon' muncul pertama kali pada 3 Juli 7 tahun lalu, tepat ketika kalian dipindah tugaskan ke New York. Mereka berjumlah 4 orang dan sesuatu yang sempat mengejutkan kami adalah mereka semua wanita" jawaban yang diberikan Kakashi sukses membuat keempat pemuda itu terkejut, terutama Naruto yang sudah memasang tampang bak orang idiot

"Awal kemunculan mereka ditandai dengan hilangnya Pedang Kazama yang diletakkan di Museum Nasional Konoha. Dan untuk kasus selanjutnya bisa kalian baca diartikel itu." jelas Kakashi panjang lebar

"Namun ada sesuatu yang aneh mengenai organisasi ini" ucapan Kakashi membuat keempat pemuda itu mendongakkan wajah mereka untuk melihat kearah komandan berbakat itu

"Sudah 7 tahun semenjak kemunculan pertama mereka, kami berusaha untuk mengejar dan menangkap mereka. Namun semua itu selalu berakhir dijalan buntu. Setiap kali kami hampir berhasil menangkap mereka, entah bagaimana tapi tiba-tiba semua bukti dan hasil penyelidikan kami tidak pernah membuahkan hasil. Seperti ada sebuah tameng yang dengan sengaja dipasang untuk melindungi oraganisasi ini. Tapi organisasi ini cukup unik dan menarik" lanjut Kakashi, membuat semua orang yang ada disitu mengernyitkan alisnya

"Apa maksudmu, Kakashi-san?" tanya Neji bingung

"Unik karna mereka seperti memperkenalkan pada dunia tentang organisasi itu dan Menarik karna selain mencuri, mereka juga membunuh beberapa pejabat yang korupsi. Jadi bisa dikatakan kalau organisasi ini adalah organisasi yang menguntungkan dan merugikan secara bersamaan." Sahut Kakashi, terselip nada bangga dalam kalimatnya

"Yaa, mereka sangat menarik" sahut Sasuke dengan seringai khasnya

Matanya menatap sebuah foto yang sedang digenggamnya. Didalam foto itu terdapat potret sebuah benda yang sengaja ditinggalkan oleh organisasi itu. Sebuah besi berbentuk bulan sabit berwarna hitam yang tertancap pada meja kayu yang Sasuke ketahui sebagai tempat dari Pedang Kazama itu.

"Lalu apa perintahmu, Kakashi?" tanya Sasuke masih dengan seringai yang terpahat diwajahnya

"Untuk saat ini kalian memiliki 2 misi. Misi pertama kalian adalah masuk dan menyamar menjadi seorang siswa disebuah SMA terfavorit yang ada di Jepang, tugas kalian disana adalah untuk menyelidiki dan menangkap seorang penjahat kelas kakap yang menyamar menjadi seorang guru disana" ucap Kakashi dengan tegas

"Memangnya kejahatan seperti apa yang diperbuat oleh penjahat itu?" tanya Naruto

"Dia sudah menculik puluhan gadis dari tempatnya mengajar selama ini dan tanpa ketahuan sekalipun. Kemudian menjual beberapa organ tubuh gadis-gadis itu dan aksinya tidak berhenti sampai disitu. Karna selain melakukan hal itu dia juga memperkosa mereka. Dia juga tipe penjahat yang sangat sulit dilacak dan sebulan terakhir aku mendapat kabar bahwa buronan itu ada dikota ini." ucapan Kakashi berhasil membuat Naruto mengepalkan tangannya

"Lalu darimana kau tau kalau penjahat itu ada disana?" kali ini Shikamaru lah yang angkat bicara

"Kami adalah polisi, ingat? Lagipula sekolah yang akan kalian masuki adalah milik 'nya'" sahut Kakashi membuat ketiga pemuda itu bergidik ngeri

"M-Maksudmu, orang tua mesum itu?" celetuk Naruto yang langsung dijawab anggukan singkat oleh Kakashi

"Lalu apa misi kedua itu?" tanya Sasuke masih dengan wajah datarnya

"Misi kedua kalian adalah menyelidiki 'Dark Moon'. Siapa mereka dan apa tujuan mereka. Itulah misi kalian" perintahnya

"Baiklah sepertinya perintahmu sudah sangat jelas. Ayo kita pergi" kemudian pemuda bernama Sasuke itu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang cukup kekurangan udara itu

"Oy, Teme! Tunggu! Kita akan pergi kemana?" tanya Naruto dengan wajah bingungnya

"Kemana? Bersenang-senang tentunya" sahut pemuda itu, wajahnya menampakkan seringai khas miliknya

.

.

.

TBC

.

.

.


Diary Gold:

Akhirnya setelah sekian lama! Gold berhasil mengupdate cerita ini :) Ah ya, Gold mau menginformaikan kalau cerita ini terinspirasi dari salah satu fanfic favorite Gold yang berjudul LOVE (Lust, Obsession, Victim, Ego) ciptaannya Raffa Part II and V3Yagami *Sungkem pada kedua orang itu*

Tapi tenang walaupun terinspirasi, fict ini tetap berbeda dari fict berjudul LOVE itu :) Sama seperti fanfic Gold yang berjudul 'A Heart For Love', fanfic ini tidak lepas dari genre 'fantacy' :) Dan sebenernya ini adalah fict pertama Gold sebelum 'A Little Thing Called Love' -yang mungkin akan Gold perbaiki, walaupun entah kapan~ Hahaha

Jadi enjoy it yaaaa :D Hmm, jangan lupa meninggalkan review kalian difict ini yaaa. Karna seperti yang selalu Gold bilang~ Review kalian menentukan lanjut atau tidaknya cerita Gold :) Terimakasih :)