.
Wallflowers
('Chun Ent. Trainee' Kim Yong Guk / Jin Long Guo & 'Widmay Trainee' Kim Ye Hyun)
BlueBerry's Fanfiction
Don't Like, Don't Read
.
Ayah Yongguk dipindah tugaskan menuju Korea Selatan, membawa Yongguk yang berada di tahun kedua sekolah menengah atas hingga dia harus mengulangi tingkat dua sekolah menengah atas. Tidak ada orang yang menekan atau mendiskriminasinya karena dia berasal dari Tiongkok, juga tidak ada yang menjadi teman dekatnya karena kendala bahasa juga pribadinya yang tertutup. Yongguk tidak memahami sebutan 'penghias dinding' yang digunakan oleh Sihyun –sepupu Yongguk di Korea- saat Yongguk menceritakan kehidupan sekolahnya, tapi dia segera mengerti dan hanya menarik sudut bibirnya dengan canggung. Di lingkungan sekolah, Yongguk hanya bicara dengan Lee Gun Min, murid yang menempati bangku di sebelahnya –orang lain menyebut sebagai teman sebangku agar mudah, tapi Yongguk pikir mereka tidak begitu dekat–. Hingga tahun ajaran berganti dan mengacaukan posisi duduk, Yongguk sendirian menempati bangku paling belakang di sudut ruangan.
Tetangga Yongguk adalah Keluarga Choi yang ramah dan menyenangkan, memiliki anak laki-laki yang mulai memasuki sekolah menengah atas pada tahun ini. Jaewoo bukan tipe orang menyebalkan yang senang melempar pertanyaan tidak penting sok akrab, dia membaca kondisi dengan baik hingga tahu kapan dia harus bicara atau kapan dia harus mendengar. Setidaknya, Yongguk memiliki harapan bahwa dia bisa mendapat satu bunga tanda selamat dari adik kelas pada acara kelulusan yang mungkin terlalu awal untuk dipikirkan saat ini. Murid lain berusaha keras agar diterima pada Universitas Ternama yang mereka impikan, sementara Yongguk hanya berusaha semampunya karena khawatir bila dia dikecewakan oleh hasilnya. Murid dari tingkat dua dan tingkat satu –itu artinya termasuk dengan Jaewoo– tengah sibuk dengan rangkai kompetisi antar sekolah yang melibatkan partisipasi mereka, Yongguk menaruh perhatian karena Jaewoo begitu antusias membicarakan ini.
Yongguk melewati lorong yang ramai karena waktu istirahat, seolah menjadi sosok tidak terlihat karena setiap orang terlalu sibuk untuk memperhatikannya atau sekedar melempar sapaan padanya. Pandangan Yongguk terarah pada murid tingkat satu yang menuruni tangga dengan perlahan, ada Jaewoo yang memegangi tubuhnya pada sisi murid tingkat satu tersebut . . .
"Halo, Hyung" Jaewoo menyapa dirinya dengan ramah, sewaktu dia dan si murid tingkat satu selesai menapaki anak tangga terakhir
"Halo, Jaewoo-ya" Yongguk membalas seadanya dengan ekspresi biasa, menangkap pandangan ingin tahu dari si murid tingkat satu melalui sudut matanya
"Aku memiliki urusan darurat, jadi aku harus pergi ke toilet. Kau pergi ke kantin bersama Yongguk-Hyung saja" Kaki Jaewoo berlalu dengan cepat, hampir membuat si murid tingkat satu terjatuh karena apa yang menumpunya sedari tadi menghilang
"Choi Jae Woo" Telinga Yongguk tidak mendengar lanjutan dari gumaman kesal si murid tingkat satu, walaupun dia melihat bibir si murid tingkat satu masih bergerak
"Eung, selamat siang, Sunbaenim" Tubuh murid tingkat satu itu merendah untuk memberi salam hormat, lagi-lagi kehilangan keseimbangan hingga Yongguk mengambil dua langkah untuk memegangi tubuh adik kelasnya itu. Manik murid tingkat satu mengerjap bingung, entah bingung karena belum bisa memproses kejadian atau bingung dengan tangan Yongguk di bahunya
"Jangan memaksakan diri, kalau kau kesulitan melakukannya" Ujar Yongguk selagi menjauhkan tangan dari bahu murid tingkat satu itu, berdiri dalam jarak yang memudahkan dirinya meraih si murid tingkat satu kalau saja si junior kembali hilang keseimbangan
"Ini tidak sulit, aku sungguh bisa melakukannya" Walau tidak mengenal secara dekat, Yongguk bisa menyimpulkan bahwa murid tingkat satu itu orang yang keras kepala. Yongguk ingat perkataan Jaewoo yang menyuruh si murid tingkat satu pergi ke kantin bersamanya, tapi tidak tahu cara yang tidak terkesan lancang hingga mengganggu kenyamanan murid tersebut
"Namaku Kim Ye Hyun, satu kelas dengan Jaewoo" Rasanya, Yongguk pernah mendengar nama itu dalam cerita Jaewoo yang lalu, entah sebagai teman satu kelas seperti yang dikatakan Yehyun, juga teman beda klub yang bergabung dalam satu kelompok pada kompetisi mendatang
"Namaku Jin Long Guo" Yongguk melihat kerjapan dari manik di hadapannya, membuatnya sadar bahwa dia memperkenalkan diri dengan nama lahirnya yang asing bagi banyak Orang Korea
"Maafkan aku. Maksudku, Kim Yong Guk" Ralat Yongguk, masih juga menemukan ekspresi bingung dengan kerjapan lamban dari wajah Yehyun
"Longguo-Hyung" Telunjuk dan ibu jari Yehyun membentuk tanda bulat, memberi isyarat 'baik, aku mengerti' pada Yongguk. Ada lengkungan tipis pada wajah Yongguk, merasa dirinya kembali ke tempat dia tumbuh walau imbuhan pada bagian belakang mengingatkan dimana dirinya berada saat ini
"Longguo-Gege" Ekspresi bingung Yehyun menarik sudut bibir Yongguk hingga menjadi lebih tinggi, bermaksud menghargai usaha Yehyun daripada berpikir tentang betapa buruk kemampuan berbahasa asing yang dimiliki oleh Yehyun
"Panggil saja dengan 'Yongguk'" Walaupun Yongguk menyukai saat Yehyun memanggil dengan nama Tiongkok dan membuatnya merasa kembali ke tempat dia tumbuh, Yongguk tidak ingin memaksakan Yehyun yang tentu lebih terbiasa dengan nama Korea
"Aku sungguh bisa melakukannya, sungguh" Rona kemerahan menghiasi wajah Yehyun setelahnya, bukan karena pandangan intens Yongguk padanya, melainkan karena perutnya berbunyi dengan suara gaduh. Memang tidak seberapa memalukan daripada sewaktu dirinya mendapat cedera karena dia dan temannya bermain di tepi panggung ruang teater, tapi ini masih hal memalukan yang membuat Yehyun tidak berani mengangkat wajah dan berhadapan dengan sang senior
'Tap' Sentuhan pada bahunya membuat Yehyun tersentak dan mengarahkan pandangan pada Yongguk yang berada di sisinya, membantu dirinya melangkah dengan perlahan untuk tiba di kantin. Orang lain terlalu sibuk untuk memperhatikan 'penghias dinding tingkat tiga' berjalan dengan murid tingkat satu yang tidak populer
"Maaf, aku membuatmu merasa terkejut" Yongguk mengambil langkah dengan pelan, tidak ingin Yehyun merasa kepayahan saat mengikuti langkahnya
"Bukan masalah" Ujar Yehyun dengan ringan, memberikan senyum singkat yang dibalas Yongguk dengan teramat canggung. Tidak ada lagi yang membuka suara hingga mereka tiba di kantin, Yongguk membantu Yehyun duduk pada bangku yang paling dekat dengan pintu masuk kantin
"Apa yang ingin kau makan?" Pertanyaan Yongguk dibalas gestur tangan tanda menolak dari Yehyun, tidak ingin merepotkan Yongguk setelah senior tingkat tiga itu membantunya sampai di kantin
"Tidak perlu, aku juga harus melatih kakiku agar dia tidak mengeluh saat pertunjukan pekan depan" Yongguk ingat kalau kompetisi antar sekolah dimulai pada pekan depan, dan ingat bahwa Jaewoo mengatakan Yehyun sebagai anggota kelompok tampilnya
"Jadi, kau seharusnya tampil pada kompetisi mendatang?" Tanya Yongguk dengan perlahan, takut kalau ada perkataan yang membuat Yehyun tersinggung
"Bukan, aku akan tampil di kompetisi mendatang" Ekspresi yakin pada wajah Yehyun membuat Yongguk tidak ingin mendebat tentang kondisi kaki Yehyun yang dia pikir tidak membaik dalam tempo sesingkat itu
"Aku bisa melakukannya" Anggukan kepala Yehyun terlihat begitu meyakinkan, begitu juga dengan senyuman yang dia berikan. Yongguk tidak memiliki alasan untuk menghentikan Yehyun hanya karena merasa khawatir, selain karena mereka tidak dekat, Yongguk yakin bahwa Yehyun sungguhan bisa melakukan pertunjukan dengan baik
"Iya, aku tahu" Pandangan Yehyun hanya menemukan punggung Yongguk yang berjalan menjauh setelah mengatakan itu, mengernyit tidak mengerti sewaktu Yongguk mengambil nampan dan menu makan siang. Seingat Yehyun, Yongguk tidak berjalan ke arah kantin sebelumnya, jadi Yehyun tidak berpikir Yongguk mengambil menu makan siang untuk dirinya sendiri
"Makanlah dengan baik" Ujar Yongguk dengan bahasa mandar in, menghindari suasana canggung kalau saja Yehyun berpikir ucapannya terkesan sok akrab. Yehyun hanya mengangguk dengan senyum tipis seolah mengerti, dan Yongguk sungguh berharap Yehyun sungguh hanya berpura mengerti apa yang dia katakan.
Tangan Yongguk mengusap sisi belakang kepala dengan canggung, sudut bibirnya membentuk senyum canggung selagi tangannya bergerak sebagai pengganti ucapan 'sampai jumpa'. Balasan senyum dari Yehyun menjadi senyum lebar hingga pipinya terlihat tembam, tangannya juga membalas gerakan tangan Yongguk dengan melambai riang. Ada ucapan 'terima kasih' sewaktu Yongguk melangkah ke luar area kantin, menarik perhatian beberapa murid pada Yehyun namun berpaling dan kembali bersikap acuh kemudian.
Pekan berikutnya terasa datang begitu cepat, Yongguk hanya datang untuk melihat penampilan kelompok Jaewoo yang menjadi perwakilan mereka dari murid tingkat satu. Yongguk tidak tahu siapa Yehyun diantara kelompok Jaewoo, dia sungguh hanya mengenali Jaewoo dengan rambut terangnya pada kelompok itu, dan lagi tidak ada yang melakukan gerakan dengan salah tempo atau semacamnya. Jaewoo masih menceritakan nama Yehyun pada cerita latihan kelompoknya, jadi entah yang manapun si Yehyun, dia memang bisa melakukan bagiannya dengan baik.
.
Enam bulan dari saat Yehyun menjadi murid sekolah menengah atas, perayaan ulangtahun sekolah menghadirkan antusias bagi teman satu tingkatnya yang bosan dengan rutinitas harian membosankan (Yehyun ingin tahu, bagaimana keluhan mereka pada tahun berikutnya). Jaewoo mengatakan bahwa murid lain membicarakan dengan antusias sementara dia tidak mengetahui apapun, membuat ekspresi tidak mengerti di wajah Yehyun karena mengingat Jaewoo memiliki teman dari tingkat tiga. Yehyun membulatkan mulutnya sewaktu Jaewoo mengatakan bahwa Yongguk tidak sering berpatisipasi dalam kegiatan sekolah seperti ini, entah dia tidak senang dengan perhatian orang atau dia tidak diberi kesempatan untuk berpartisipasi. Kalau hanya ada dua kemungkinan seperti yang dipikirkan oleh Jaewoo, Yehyun lebih yakin pada kemungkinan kedua, karena Yehyun pikir tidak ada orang yang tidak senang menjadi perhatian apalagi saat dirinya mendapat pujian orang lain.
Lima hari sebelum perayaan ulangtahun sekolah, para siswi rajin membicarakan siapa saja yang mengisi perayaan sekolah dan hal apa yang ingin dilakukan para siswa dalam pertunjukan tersebut, lebih mudah untuk menemukan nama populer dari tingkat tiga dan tingkat dua. Telinga Yehyun mendengar celoteh para siswi pada jam kelas kosong, menemukan nama Kim Yong Guk hanya melintas diantara nama populer hingga senior itu segera terlupakan. Eung, Yehyun tidak ingat dia pernah mendengar nama Yongguk dalam klub yang berhubungan dengan musik, tidak menemukan namanya di daftar seniornya dalam Klub Musik, juga tidak ingat ada anggota Klub Vokal yang membanggakan atau setidaknya melontarkan nama Yongguk, entah dengan Klub Rap karena Yehyun tidak mengenal senior dari klub tersebut, tapi Yehyun pikir Yongguk tidak berada dalam Klub Dance. Entahlah, Yehyun tidak begitu dekat hingga bisa menyimpulkan seperti apa Yongguk sebenarnya.
Tangan Yehyun menepuk sisi bahunya yang pegal, setelah dia membersihkan kamar mandi yang menjadi bagian dari hukuman karena dia tidak membawa dua buku tugas. Yehyun tidur dengan larut untuk mengerjakan tugas itu semalam, membuat dirinya merasa berat untuk menyimpan buku dalam tas dan meninggalkan diatas meja begitu saja . . .
'Trak! Kriiit!' Tentu itu bukan suara seseorang yang memainkan permainan video dan menggunakan corong berisik Sekolah, jadi Yehyun menyimpulkan bahwa suara itu berasal dari ruang kelas yang memiliki arah sama dengan langkahnya
"Harusnya, para murid sudah menyelesaikan tugas piket mereka pada jam ini" Langkah Yehyun sangat lurus, namun berpikir untuk menoleh saat mendengar suara selain keberisikan peralatan sekolah yang beradu dengan lantai atau saling berbenturan
"Senior ini sedang bernyanyi" Pandangan Yehyun memandangi pintu kelas yang menjadi asal suara keributan yang didengarnya, memutuskan untuk berhenti dan mendengarkan nyanyian yang sesekali teredam oleh ribut peralatan sekolah yang tengah dirapihkan
"Dia sudah selesai?" Yehyun bertanya dengan menggumam, merasa tidak ada perbedaan sekalipun dia mengeraskan suara. Pandangan Yehyun tidak beralih dari pintu di hadapannya walau khawatir dianggap tidak sopan atau lancang oleh siapapun kakak kelas yang nanti membuka pintu kelas ini, maniknya melebar sementara mulutnya membulat karena menemukan Yongguk sebagai senior yang membuka pintu kelas. Yehyun berusaha menjinjit dan memanjangkan leher untuk menemukan orang lain, namun tidak mungkin orang lain dalam ruang belajar tersebut
"Wah, Hyung" Kening Yongguk mengernyit karena binar antusias pada mata Yehyun, tidak mengerti dengan kehadiran sang adik kelas yang terakhir kali dilihatnya saat membantunya berjalan ke kantin (Yongguk melihat penampilan kelompok Jaewoo dan Yehyun di kompetisi antar sekolah, tapi Yongguk sungguh tidak tahu yang mana Yehyun, jadi Yongguk menganggap pertemuan pertama dan terbarunya dengan Yehyun pada saat Jaewoo melarikan diri ke toilet dan meninggalkannya dengan Yehyun)
"Aku mendapat spoiler yang sangat bagus untuk perayaan ulangtahun sekolah nanti" Ujar Yehyun dengan penuh antusias, sementara ekspresi bingung Yongguk seperti mempertanyakan 'apa hubungan dirinya dengan perkataan Yehyun'
"Aku tidak sengaja melewati lorong ini untuk sekolah, dan mendengarmu bernyanyi. Kau memberi spoiler tentang lagu yang kau dan para senior lain tampilkan pada perayaan ulang tahun sekolah, dan aku pikir kau menyanyi dengan sangat bagus" Ucapan Yehyun menjawab pertanyaan tidak terlontar Yongguk dengan senyum lebar, tidak ada perubahan berarti pada wajah Yongguk karena lontaran perkataan Yehyun. Mungkin, dia sering mendapat pujian seperti itu hingga tidak lagi terpengaruh dengan mudah
"Entahlah, aku tidak yakin" Balasan singkat dari Yongguk membuat Yehyun merasa tersedak oleh ludahnya sendiri, dia mendecak dan menatap lurus pada Yongguk yang berada di hadapannya
"Kau hanya kekurangan rasa percaya diri, Hyung, tapi kau bisa melakukan ini dengan baik. Suaramu sangat natural, juga nada vokalmu sangat bagus" Yehyun ingat bagaimana Jaewoo memutar mata atau mendecak lidah dengan malas jika dia mulai mengomentari sesuatu seperti pemusik profesional, tapi Yongguk tidak terlihat mempermasalahkan celoteh dari Yehyun
"Aku pikir aku bisa melakukan pertunjukan kelompok, tapi aku tidak yakin aku bisa melakukan bagianku dengan baik. Aku tidak mengerti, kenapa Gunmin mengatakan padaku untuk mengganti posisinya" Nama 'Lee Gunmin' bukan nama populer memang, tapi sekolah mereka pernah mendapat posisi dua dalam kompetisi antar sekolah dengan Gunmin sebagai salah satu anggotanya. Gunmin menjadi Main Vocal dalam kelompok itu, walaupun orang lebih sering membicarakan posisi utama juga anggota lain dalam kelompok itu
"Pasti, karena Gunmin-Sunbaenim tahu, kalau Hyung bisa melakukannya dengan baik" Kata Yehyun, mengambil kesimpulan, dengan anggukan ringan untuk meyakinkan Yongguk
"Kau berpikir seperti itu? Aku tidak yakin, mungkin kelompok menjadi lebih baik kalau aku tidak bergabung" Lontar Yongguk yang dibalas Yehyun dengan senyum tipis, lagipula dia tidak memiliki hubungan dekat dengan Yongguk hingga bisa berdebat dengannya, apalagi sampai menegurnya
"Aku tahu, Hyung bisa melakukan dengan baik" Bukan kalimat yang panjang dan rumit, tapi Yongguk seperti membutuhkan waktu untuk memahami perkataan Yehyun. Jaewoo mengatakan bahwa Yongguk tidak mengikuti banyak kegiatan sekolah yang membuatnya mendapat sorotan dari murid lain, jadi mungkin ini kali pertama pula baginya untuk mendapat pujian atau mendengar seseorang mempercayai dia bisa tampil dengan baik
"Terima kasih, Yehyun-ssi" Panggilan Yongguk terkesan begitu canggung, tapi hubungan mereka memang tidak dekat hingga bisa memiliki panggilan khusus. Yehyun merasa dirinya bisa memanggil Yongguk dengan sebutan 'Hyung' atau 'Gege' karena Jaewoo –yang adalah salah satu teman dekatnya– memanggil Yongguk dengan cara seperti itu
"Sama-sama, Lung, Luong, Long . . . Loung . . . Longguo-Gege" Yehyun dengan sikap keras kepalanya yang membuat Yongguk tidak ingin mendebat, lagipula tidak banyak orang yang memanggilnya dengan sebutan seperti itu di Korea
"Kau bisa memanggil 'Yongguk-Hyung', jika kau merasa sulit" Ujar Yongguk, walau dia sudah yakin bagaimana respon Yehyun
"Ini tidak sulit, aku sungguh bisa melakukannya" Ada senyuman di wajah Yongguk yang membuat Yehyun mengerjap dengan lamban, tidak ingin mengerjap seandainya itu tidak mengakibatkan iritasi mata atau penyakit mata lainnya
"A . . . aku pulang duluan" Pamit Yehyun selagi menunduk, bisa menduga getaran ponselnya karena Kakaknya sudah menunggu di halaman depan sekolah. Tangannya meraih ponsel di saku pakaian untuk menerima panggilan, meminta maaf dengan malas karena sang Kakak menasehatinya sesaat dia baru menerima panggilan. Pandangan Yongguk yang mengarah pada punggungnya tidak dia rasakan, senyum sebagai tanda terima kasih karena kata positif yang dilontarkan Yehyun membuatnya mendapat sedikit percaya diri.
Hanya perasaan Yehyun atau sosok Yongguk lebih mudah ditemukan pada sepekan ini, dia terus mendengar Yongguk tengah melatih suara entah dia sendirian di gudang, berada di sisi perpustakaan, menggantikan tugas murid lain untuk piket kelas, atau memang latihan dengan kelompoknya. Kalau Yongguk memang sendiri, Yehyun akan mendekatinya dan membantu Yongguk untuk berlatih dengan memperbaiki bagian yang dia pikir kurang tepat. Yehyun mempertanyakan pada dirinya sendiri kemana dirinya selama enam bulan ini, hingga baru menyadari kehadiran Yongguk selama satu pekan terakhir, Yongguk yang mendengar gumaman itu hanya tersenyum kecil.
Yehyun tidak menampilkan apapun pada perayaan ulangtahun sekolah, lebih sibuk memperhatikan dan menunggu penampilan Yongguk. Pandangannya yang begitu antusias tidak dilihat oleh Jaewoo karena Jaewoo sendiri tengah mengagumi penampilan senior tingkat tiga tersebut, bertanya kenapa dia tidak pernah mendengar Yongguk bernyanyi selama beberapa tahun menjadi tetangganya. Tangan Yehyun terangkat untuk mengacungkan jempol dengan senyum terpasang di wajahnya, saat pandangan Yongguk menemukan dirinya diantara para murid yang memperhatikan. Senyum Yongguk mengembang, hanya fokus pada sosok akrabnya dalam sepekan diantara ratusan sosok asing dalam tiga tahunnya.
.~~~KKEUT~~~.
Harusnya, aku nyelesain fanfic lainnya dulu, tapi aku gemes banget sama Yongguk Yehyun di latihan 'If Its You' Team. Kadang nganggep Yongguk cocok jadi Uke soalnya kayak malu-malu ngegemesin gitu, tapi juga ngga rela Yehyun dijadiin Seme. Terserah yang baca deh, mau ditanggepin kayak apa, aku cuma menyalurkan ide doang, soalnya gemes sama dua trainee kelewat underrated ini. Ini dipublish tanpa baca ulang, jadi gitu deh. Aku tahu masih banyak kesalahan dan kekurangan, jadi silahkan review ^v^
Bonus :
Seseorang menyela diantara posisi Yongguk dengan Yehyun, si anak laki-laki keluarga Choi yang menjadi junior Yongguk juga teman satu kelas Yehyun dalam sembilan bulan terakhir. Tangan Jaewoo hendak meraih bahu Yehyun, sebelum Yongguk merangkul bahunya dan memindahkan posisinya hingga dia berada di sisi kiri Yongguk dan Yehyun. Yehyun hanya melontarkan tawa ringan saat dua orang itu berpandangan dengan pandangan tidak bersahabat, membuat dua orang tadi melihat ke arahnya . . .
"Yehyun. Katakan pada Kekasihmu untuk tidak cemburu berlebihan padaku, kita kan hanya teman satu kelas" Ujar Jaewoo dengan ekspresi sebal
"Kau pernah mengatakan, bahwa Yehyun ku ini manis" Yongguk membela dirinya sendiri, sebelum Yehyun membuka suara untuk mendukung Jaewoo
"Hanya satu kali, dia pernah mengatakannya. Kupikir, itu bukan hal yang perlu dipermasalahkan" Lerai Yehyun dengan senyum untuk meyakinkan Yongguk, membuat Yongguk mengalah namun tidak merubah posisinya yang membatasi interaksi Yehyun dengan Jaewoo
"Aku tidak tahu kapan kalian menyatakan perasaan, tapi kalian sungguh terlihat seperti pasangan saat kalian bertemu di waktu istirahat juga saat jalan bersisian di waktu pulang, seperti sekarang" Jaewoo bukan anak yang menyebalkan dan suka bertanya hal pribadi, tapi dia merasa ingin tahu tentang hubungan Yongguk dan Yehyun. Jaewoo mengerti bahwa Yehyun ingin membantu Yongguk agar merasa percaya diri untuk pertunjukan di perayaan ulangtahun sekolah, tapi dia tidak mengerti saat Yongguk dan Yehyun masih bersama setelah perayaan ulangtahun sekolah selesai
"Yongguk-Hyung menyatakan perasaan, saat aku mengajarinya untuk pertunjukan di pesta ulangtahun sekolah, sekitar tiga hari sebelum pesta ulangtahun" Kata Yehyun, yang membuat Jaewoo melebarkan manik kecilnya
"Sungguh? Kenapa aku tidak pernah mengetahuinya?" Tanya Jaewoo yang dibalas decakan Yehyun
"Aku dan Yongguk-Hyung hanya 'penghias dinding' di kelas kami masing-masing, tentu berita kami menjadi pasangan tidak seheboh berita Jaehwan-Hyung dengan Sewoon-Hyung atau Ahn Hyungseob dengan Park Woojin" Respon Yehyun yang mendapat gumaman membenarkan oleh Jaewoo, tapi si Choi mengangkat kepala dengan ekspresi tidak setuju
"Tetap saja. Harusnya, kau memberitahu dan membelikan sesuatu untukku sebagai perayaan" Protes Jaewoo yang dibalas ekspresi malas Yehyun, berpikir bahwa Jaewoo menyebalkan pada saat seperti ini
"Kalau begitu, ayo makan di kedai pinggir jalan" Bukan Yongguk tengah berbaik hati pada Jaewoo atau bermaksud melerai dua murid tingkat satu tersebut, dia hanya menemukan alasan untuk bertemu Yehyun dalam waktu yang lebih lama. Yehyun tidak masalah melewatkan satu bis hingga menunda waktu pulang selama dua puluh menit, tapi Yongguk tidak memiliki alasan untuk melakukan itu, jadi dia tersenyum senang saat dia berhasil menemukan alasan menunda kepulangan Yehyun hari ini
"Bukan ide yang buruk" Yehyun membalas dengan anggukan antusias, senyum di wajahnya memiliki alasan yang sama dengan senyuman di wajah Yongguk. Jaewoo teracuhkan oleh keduanya, hanya diam dan tidak mempermasalahkan tentang dirinya yang terlupakan oleh dua orang tersebut. Daun oranye dan cokelat tua meninggalkan pohon di musim gugur, tapi Jaewoo berpikir dua orang di hadapannya tengah berjalan diantara bunga musim semi yang memperindah jalanan. Dua 'penghias dinding' melewati jalanan berbunga, bukan hal yang buruk.
.Bonus End.
