Disclaimer:
Kurobasu © Fujimaki Tadatoshi
Pertemuan © AkaKuro815
Warning :
Maybe OOC, Typo's dan ALAY
Pairing:
Lihat saja sendiri kalau ada (?)
Don't like, don't read
"Hei, paman yang disana! Ayo bermain one-on-one denganku!"
Pria berkulit tan yang tengah duduk sendirian itu pun mengedarkan pandangannya ke seliling lapangan basket tempat dimana ia berada. Manik turquoise miliknya menangkap sesosok bocah laki-laki tengah berdiri di tangah lapangan dengan sebuah bola basket ditangannya. Ia lihat bocah tersebut berumur sekitar tujuh tahun dengan surai berwarna biru dan manik yang senada dengan rambutnya. Kalau dilihat kembali sangat mirip dengannya, namun yang membuatnya sedikit berbeda adalah kulitnya yang putih bersih tak seperti dirinya yang berkulit tan.
"Hei, paman tidak mendengarku ya? Ayo one-on-one denganku!"
Aomine tersadar dari lamunannya lalu menengok kekiri dan kekanan. "Eh? Aku?" tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
Anak itu mengangguk, "Uhm! Siapa lagi kalau bukan kau, Paman."
Aomine menautkan alisnya, "Bagaimana kau bisa seyakin itu untuk mengajakku bertanding basket satu lawan satu denganmu? Aku berada disini bukan berarti dapat bermain basket loh."
"Tapi aku tahu paman itu sangat pandai bermain basket." Ucap anak tersebut sambil menyengir lebar.
Aomine kembali menautkan alisnya sambil kemudian menghembuskan nafas dalam, "Maa, baiklah."— berdiri— "Tapi jangan menyesal karena kau telah menantangku, anak kecil."
"Uhm! Aku mengerti!" anak itu mengangguk senang.
.
Setelah bermain cukup lama akhirnya mereka berdua pun terkapar diatas lapangan dengan penuh peluh. Namun terlihat jelas ada rasa puas di wajah mereka masing-masing.
"Aku tidak menyangka kau cukup tangguh, anak kecil. Benar-benar seperti ketika aku masih seumuran denganmu." Ucap Aomine sambil mengatur nafasnya yang masih terengah.
"Tentu saja, karena kedua orang tuaku mencintai basket." Ucap anak bersurai biru itu riang.
Aomine bangkit dan merubah posisinya menjadi duduk. "Kalau begitu kapan-kapan kenalkan aku pada orang tuamu."
Anak itu mengikuti Aomine untuk merubah posisinya ke posisi duduk. "Uhm! Pasti."
Aomine mengacak-acak rambut anak tersebut sambil tesenyum. "Aku tak sabar menantikannya."
RnR
"Okaeri." Suara seorang wanita pun menyambut kepulangan seorang Aomine daiki.
"Tadaima! Satsuki."
Wanita bersurai merah muda itu pun tersenyum melihat sosok pria yang tidak lain adalah suaminya. "Ne, Dai-chan. Kau terlihat senang sekali, apakah ada sesuatu yang terjadi?"
"Kau memang sangat mengerti diriku ya, Satsuki."
Semburat merah pun menghiasi wajah cantik wanita tersebut. "Jadi apa yang membuatmu sangat senang seperti sekarang ini?"
Aomine menepuk kepala istrinya itu sambil tersenyum jahil. "Kau akan tahu nanti." Ucapnya seraya berjalan ke arah kamar mandi, "Aku lelah, ingin mandi dulu."
"Mou... Dai-chaaaaaan." Wanita bernama Satsuki itu menggembungkan pipinya jengkel.
RnR
Aomine yang tengah mengendarai mobil patrolinya tiba-tiba saja melihat sosok anak yang tempo hari selalu mengajaknya bemain one-on-one tengah berjalan sendirian dengan menggendong sebuah tas di punggungnya. "Akan berangkat sekolah, kah?"
Ia pun membuat mobil yang ia kendarai melaju ke arah anak tersebut dan berhenti tepat disebelahnya. "Yo!" sapanya ketika kaca mobilnya terbuka.
Sekian perdetik kemudian wajah anak itupun berubah dari kebingungan menjadi riang ketika mendapati Aomine tengah menyapanya. "Ohayou, Paman."
"Ohayou. Berangkat sekolah kah?"
"Uhm!" angguknya.
Aomine kemudian membuka pintu mobilnya dan menginsyaratkan anak tersebut untuk masuk. Mengerti maksud Aomine, anak itu pun segera menurut.
"Aku tidak menyangka tampang preman seperti paman bisa jadi seorang polisi." Ucap anak itu ketika diperjalan menuju sekolahnya.
Duk!
"Ittai yo." Ringis sang bocah ketika kepalan tangan Aomine mendarat diatas kepalanya.
"Jangan meledek hei kau anak kecil." Dengus Aomine.
Anak itu kini menggembungkan pipinya namun beberapa saat kemudian ia kembali tersenyum. "Ne, Wakatta."
Setelah itu, sepanjang perjalanan mereka pun mengobrol dengan suasana yang begitu hangat diiringi dengan tawa mereka yang terjadi sesekali.
"Yup! Sudah sampai, paman." Ucap anak itu seraya melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil. "Arigatou." Lanjutnya dengan nada riang seraya berlari menghampiri teman-temannya. Aomine hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Aomine-kun, kah?"
Mendengar namanya dipanggil pria berkulit tan itu pun mengalihkan pandangannya pada sumber suara tersebut. "Tetsuna?"
"Ah, jadi benar memang Aomine-kun, hisashiburi."
TBC
A/N:
Yosh! Chapter 1 selesai. Penasaran sama chapter berikutnya? Kalau begitu ripiu. XD /dor
Oh iya, beberapa chara bakal saya jadiin Fem! Ya, macem Kuroko yang nongol di ending chapter ini. owo
See you next chapter!
