Dendam, sakit hati, rasa penasaran, perasaan yang tidak kumengerti, semuanya telah kurasakan. Aku hanya ingin menjadi gadis biasa, yang mempunyai keluarga, sahabat, orang yang disukai/pacar, dan teman, tidak lebih. Tapi mengapa.. satu per satu semuanya tidak memperdulikanku dan seolah-olah lenyap.. dan juga selalu ada-ada saja hal-hal mistis yang silih-berganti datang kepadaku.. MENGAPA?
...~oOo~...
Chapter 1: Awal
...~oOo~...
Title: Why?
Vocaloid (c) not Mine
Genre: Horror/Angst (sedikit Humor)
Rated: di chapter ini masih rated T (chapter selanjutnya nanti akan rated M)
Summary: Aku hanya ingin menjadi gadis biasa, yang mempunyai keluarga, sahabat, orang yang disukai, dan teman-teman. Namun, mengapa.. selalu aneh saat aku naik ke kelas 3 SMP dan masuk ke kelas 3-2? Ada-ada saja hal-hal mistis yang selalu datang silih-berganti padaku? Ada apa ini? MENGAPA?
Warning: Gore, banyak adegan berbahaya, yang merasa gak suka darah, atau yang pembunuhan, mending gak usah baca.
Tapi untuk di chapter 1, belum terasa.. akan terasa di chapter berikutnya.
...~oOo~...
Aku Hatsune Miku, sebentar lagi akan naik ke kelas 3 SMP. Hanya murid SMP biasa yang selalu senang jika bersama keluarga, sahabat, orang yang disukai/pacar, dan teman-teman. Hanya itu saja.
"Miku!" seru seorang gadis menyapa Miku.
"Teto-chuaaaan!" Miku pun yang merasa disapa Teto, langsung lari dan memeluk gadis yang bernama Kasane Teto.
"Aduh, Miku.. jangan terlalu seperti itu! Jangan manja loh!" Teto yang gak suka dipeluk itu berusaha melepas pelukan Miku.
"Teto-chuan jahat ah, biarkan saja sahabatmu ini memelukmuuuu~" bukannya dilepas, Miku dengan manjanya malah mengencangkan pelukannya.
"Hmmph hmmph, lepaskan aku, Miku! Sesak nafas nih.." seru Teto yang cengap-cengap karena sesak nafas gara-gara dipeluk Miku.
"Ah, iya. Maaf deh." Miku pun langsung melepas pelukannya dengan innocent-nya.
"Uwaaaah! Gak kerasa ya Miku, bentar lagi kita naik ke kelas 3 SMP!" seru Teto dengan senyum sumringah.
"Aku takut.. kita pisah kelas.." ungkap Miku sambil memonyong-monyongkan bibirnya.
"Nggak mungkin! Aku yakin, kita masih sekelas kok! Tenang saja!" Teto pun mem-pukpuk pundaknya Miku.
"Puwaaaaah.. jadi tidak sabar dan berdebar-debar nih!" seru Miku.
...~oOo~...
Saat acara pengumuman kenaikan kelas dan pembagian raport..
"Mi.. Mi.. Miku!" sapa Teto, walau agak-agak gagap—entah berdebar-debar atau lagi apa.
"Eh? Teto-chuaaaaaaan! Tumben-tumbennya kamu telat! Bentar lagi pengumuman kenaikan kelas kita loh!" seru Miku sambil menarik tangan Teto.
"Tu-tu-tunggu sebentar Miku! A-aku.. a-ada suatu hal yang ingin aku sampaikan padamu.." ungkap Teto sambil gugup, dan mungkin berdebar-debar.
"Eh?"
...~oOo~...
"A-a-apa? Ja-jadi.. kau akan pindah? Keluar negeri?" kaget Miku.
"I-iya, jadi.. maafkan aku ya. Jika kita gak 1 sekolah dan sekelas lagi.." ungkap Teto yang hampir mau menangis.
"Te-Teto-chuan? Kau yakin?" tanya Miku yang masih sepertinya tidak percaya.
"Y-ya." angguk Teto.
"Keluar negeri itu.. kau kemana?" tanya Miku.
"Sepertinya.. ke Kanada. Aku juga kurang tau.." jawab Teto.
"Kalo itu memang orang tuamu yang menyuruh.. tidak apa-apa kok. Aku akan terima dengan ikhlas! Yang penting kau masih merasa senang disana, dan jangan lupakan aku, terus jangan lupa juga surat-suratan, atau kirim e-mail, atau sms-an, atau telponan ya!" seru Miku yang menahan tangis dengan senyum sumringahnya.
"Ukh.. ba-baiklah.. Miku! Hiksu.." Teto pun meneteskan airmatanya sambil memeluk Miku.
"Uwaaaah.. hiksu hiksu," Miku pun akhirnya meneteskan airmatanya juga, "Pokoknya, Teto harus masih inget sama aku ya! Gak boleh lupa! Nanti akan aku kirimi foto-fotoku biar kau inget terus dan tak lupa! Hiksu.." sambung Miku sambil menangis.
"Iya.. iya.. iyaaaaa! Hiksu hiksu.." akhirnya, mereka pun saling menangis dan berpelukan.
...~oOo~...
"Teto, untunglah kita lulus ya! Semoga kamu disana selalu bahagia! Dan jangan lupakan aku ya..!" seru Miku berusaha menghapus airmatanya.
"Hiksu, baiklah Miku. Aku tidak akan melupakanmu! Nah, ini nomor HP-ku.." setelah menghapus airmatanya, Teto pun langsung memberi nomor HP-nya pada Miku.
"Ya, ini nomor HP-ku juga.." Miku pun juga memberi nomor HP-nya pada Teto, "Ohya, kapan berangkatnya Teto?" tanya Miku.
"Sepertinya.. besok." jawab Teto.
"Eh? Besok? Apa tidak kecepetan?" heran Miku.
"Entahlah. Ayahku memang selalu seperti itu, memberitahunya setelah sebentar lagi akan dilakukan. Ya kira-kira begitu." ungkap Teto.
"Pokoknya, selamat jalan dan semoga sampai ditujuan ya, Teto!" Miku pun sekali lagi memeluk Teto.
"Hmm.. Ya." Teto pun membalas pelukan Miku.
...~oOo~...
From: Miku
To: Teto-chuan
Teto, selamat jalan ya! Semoga sampai ditujuan! Nanti beritahu aku ya.. Kanada itu seperti apa, hehe :'D
Setelah mengetik smsnya, Miku pun langsung mengeklik 'SEND' yang artinya kirim. Setelah beberapa menit, Teto pun membalas sms Miku, dan Miku pun membacanya.
From: Teto-chuan
To: Miku
Oke oke, tenang saja, nanti akan aku kasih tau kok.. hehe :D makasih ya doanya, Miku :'D
Aku janji tidak akan melupakanmu, oh my best friend :'D
"Ahahaha.. Teto Teto, masama deh kalo gitu! Hihi.." jawab Miku sambil tertawa kecil.
...~oOo~...
"Hoaaahm.. masih ngantuk. Ternyata liburan cepat sekali selesainya, padahal kemarin rasanya baru saja menerima raport.." oceh Miku sendiri sambil menguap karena memang masih ngantuk.
TAP TAP TAP
"Papan pengumuman dimana ya..?" Miku pun celingak-celinguk mencari papan pengumuman, "Nah, itu dia disana!" akhirnya Miku pun menemukan papan pengumumannya dan mendekati papan pengumuman.
"Diriku.. masuk kelas 3 apa ya..?" Miku pun melototi kelas 3 satu per satu, "Hatsune.. Hatsune.. Hatsune.. Nah, Hatsune Miku! Kelas 3-2!" akhirnya lagi, Miku pun menemukan namanya dan ternyata masuk kelas 3-2.
TAP TAP TAP
"Aku belom pernah masuk yang 2, biasanya sih 5.." oceh Miku lagi sendiri, sambil mencari kelas 3-2.
"Nah, ini dia kelas 3-2!" saat Miku membukanya.. dan..
CKLEK
Guru hanya menulis dipapan tulis dengan hanya diam tanpa menjelaskan sama sekali, sementara murid-muridnya hanya diam terpaku sambil menulis, tidak ada gerakan tengok kanan-kiri sama sekali. Miku pun menelan ludah saking sangat teramat kagetnya sambil heran dan kebingungan.
GLUK
A-a-apa-apaan kelas ini? Kenapa sehening ini? Ini.. tidak seperti.. kelas biasanya!
Miku yang kebingungan hanya swt seketika, dia bingung harus melakukan apa didepan pintu kelas 3-2, saking swt-nya.
Aduh.. apa yang harus kulakukan sekarang? Diem saja disini? A-a-atau masuk?
Miku yang masih kebingungan, tanpa pikir panjang lagi dan terpaksa, akhirnya memasuki kelas 3-2 itu.
TAP TAP TAP
Ukh.. ini kelas apa kuburan sih? Hening banget, setidaknya kalo diem, kan masih ada suara dikit..
Miku pun duduk dibangku yang belum ditempati, kira-kira nomor 4 dari depan atau nomor 2 dari belakang (jadi 1 baris, ada 5 meja), barisan kedua sebelah kanan (jadi barisan mejanya ada 4 barisan, yang dekat pintu sebelah kiri pojok).
Miku pun menanyai salah satu murid dikelas 3-2 itu, yang duduk didepannya.
PUK PUK
"Eto.. ini kenapa hening sekali?" tanya Miku ke yang duduk didepannya.
"3 – 2 = 1" jawab cowok itu yang duduk didepan Miku.
"Eh?"
...~oOo~...
TENG TENG
"Akhirnya istirahat juga.. aku benar-benar tidak nyaman dikelas itu!" gerutu Miku sambil ngomong-ngomong sendiri sambil berjalan menuju kantin.
"Kyaaa! Kyaaa! Mikuooo!" teriak gadis-gadis yang langsung mengerubungi seorang cowok bernama Hatsune Mikuo. (note: dific ini marga Hatsune-nya sama dengan Miku, tapi bukan saudara)
"Aku ada bekal nih! Makan sama-sama yuk, Mikuo?" ajak gadis pertama.
"Eeeeh? Enak saja kau! Mikuo harus menemaniku, tau!" bantah gadis kedua.
"Eh.. ah.. kalian, sudah dong.." Mikuo yang hanya swt sambil tersenyum namun terpaksa hanya kewalahan saja.
U-uwah.. di-dia keren sekali! Namanya Mikuo ya? A-aku ja-jadi deg-degan melihatnya..
Miku yang baru melihat Mikuo, langsung terpesona pada kekerenannya. Sampai-sampai jadi bengong ditempat dan senyam-senyum sendiri.
"E-eh? A-apa yang kulakukan disini? Uwaaaah! Aku kan harus makaaaaan!" kaget Miku dari khayalannya bersama Mikuo. Miku pun langsung menuju ke tempat bibi-bibi berjualan jajanan.
...~oOo~...
TIK TIK TIK
From: Miku
To: Teto-chuan
Teto-chuaaaaan! Apa kabar? Disini sudah malam loh! Bagaimana keadaanmu disana?
Ohya, aku mau cerita suatu hal looooh!
Dengan semangatnya, Miku pun mengirim smsnya pada Teto. 30 menit kemudian, Teto pun membalasnya.
TRING!
"Eh? Teto? Akhirnya dibalasnya! Ternyata lama sekali ya dia membalasnya.." gerutu Miku, walau sudah senang sih karena sudah ada balasannya.
From: Teto-chuan
To: Miku
Gomen baru balas, Miku. Soalnya disini memang lama sekali mengirim sms yang diluar negeri. Kalo disini sudah siang. Disini aku baik-baik saja. Disana? Wah.. Miku mau cerita apa nih?
Setelah membaca balasan sms Teto, Miku dengan cepatnya membalas sms Teto.
From: Miku
To: Teto-chuan
Gapapa gapapa kok, Teto-chuan! Hehe :D Wah.. udah siang ternyata! Aku juga disini baik-baik saja loh! Aku mau cerita.. aku ketemu cowok yang keren sekali! *blush*
20 menit kemudian.. Teto pun membalasnya lagi.
From: Teto-chuan
To: Miku
Syukurlah kalo begitu.
Uwah.. tumben-tumben sekali Miku melirik cowok, sukakah? :D
Miku yang membaca balasan Teto, malah tertawa kecil, dan Miku pun membalasnya lagi.
From: Miku
To: Teto-chuan
Sepertinya sih iya.. *^^* *blush*
Pokoknya Teto dukung saja ya! Ohya, karena sudah malam, aku tidur dulu ya! Oyasumi :)
Akhirnya Miku pun menutup HP-nya dan memulai berlayar dipulau kapuk.
...~oOo~...
"Ukh.. ke kelas ini lagi.. malas sekali untuk ke sekolah.." dengan tidak semangatnya, Miku berjalan letoy menuju kelasnya yang baru, 3-2.
CKLEK
Seperti biasa, kelas Miku sangat teramat sunyi dan hening. Guru yang seharusnya mengajar sambil menjelaskan, malah tidak menjelaskan sama sekali, hanya menulis saja dipapan tulis. Begitu pula murid-muridnya, hanya diam terpaku, dan selalu melihat ke arah buku atau menulis, tidak pernah ke papan tulis, maupun melihat teman sebangku kanan-kiri dan depan-belakang.
Miku pun berjalan menuju tempat duduknya, akan tetapi..
"Eeeeeehhh? Apa-apaan ini?" Miku yang kaget, sampai-sampai teriak ditengah keheningan dikelas 3-2. Ternyata.. Miku melihat darah dimeja depannya meja Miku.
"Sensei! Kemana orang ini? Kenapa mejanya penuh darah? Apa maksudnya ini?" Miku yang sangat teramat kaget, lepas kendali dan akhirnya bertanya-tanya dengan suara yang cukup besar pada Wali Kelasnya.
TEK TEK TEK
Miku yang melihat Wali Kelasnya sedang menulis sesuatu dipapan tulis, menaikkan alisnya.
"A-awal? Apa maksudnya?" Miku yang lagi-lagi kaget dengan tulisan Wali Kelasnya dipapan tulis, dibikin bingung lagi.
Miku pun melihat sekelilingnya, hening, sunyi, tidak ada suara siapa dan apapun.
"Ukh.." Miku yang geram, langsung meninggalkan kelasnya, 3-2.
BRAK
DRAP DRAP DRAP
A-apa-apaan ini.. apa maksud dari semua ini?
Kenapa mejanya penuh darah? Kenapa orang itu juga tidak masuk? Ada apa ini?
Ukh..
DRAP DRAP DRAP
Kamisama.. beritahu aku, ini pertanda apa? Ini pertanda apa?
Tu-tunggu dulu.. 3-2=1? Apa maksudnya itu? Apakah itu salah satu pertandanya? Tapi..
DRAP DRAP DRAP
A-aku.. benar-benar tidak mengerti.. apa memang disekolah ini ada kejanggalan? Kurasa, tidak pernah ada.. Ta-tapi mengapa.. me-mengapa..
DRAP DRAP DRAP
Miku yang sangat teramat kebingungan, hanya bisa berlari, berlari, dan berlari tanpa arah. Dan Miku pun.. berhenti disebuah padang rumput, yang sangat sunyi dan sepi, karena jarang sekali orang-orang ramai berada disana.
Ukh.. aku tidak mengerti semua ini..
Miku yang hanya melamun, tidak sengaja melihat gadis yang sepertinya berusia 12 tahun sedang terburu-buru menyeberang diseberang jalan dekat padang rumput dimana Miku berada.
"Terimakasih, tapi aku sedang terbur—" gadis itu yang sedang berbicara pada temannya yang ditrotoar, tapi karena terburu-buru menyebrang, tiba-tiba..
TIN TIN TIIIIIIN
"Eh?"
...~oOo~...
Ah, gawat! Gadis itu..
Dengan sigap dan cepat, Miku langsung berlari ke seberang dan menolong gadis itu yang hampir tertabrak truk, tiba-tiba..
CEKIIIIIIIIIIIIIIIT
BRUUUSSK JEDUK
"Puah, untunglah kau selam—" Miku yang merasa lega gadis itu selamat dipelukannya, ternyata..
"A-a-a-apa.. da-darah?" Miku pun melihat tangannya bercucuran darah, namun itu bukan darahnya Miku, akan tetapi..
"Kau baik-bai— ah? TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAK!" Miku yang tadi mengira gadis itu selamat, nyatanya.. tidak. Miku yang shock sekaligus kaget melihat darah gadis itu sangat banyak, langsung meninggalkan gadis itu ditrotoar. Miku benar-benar terkejut, dia tidak menyadari bahwa sebenarnya kepala gadis itu membentur ujung trotoar yang sangat keras, mengakibatkan kepala gadis itu sangat banyak mengeluarkan darah.
Lagi-lagi, Miku berlari, berlari, dan berlari. Dia tidak tau harus bergantung pada siapa. Dia panik, sampai-sampai terus berlari tanpa tujuan.
DRAP DRAP DRAP
Tadi itu.. tadi itu.. bu-bukan salahku! Be-benar.. itu bukan salahku!
Tujuanku hanya baik, hanya menolong gadis itu! Bukan menyakitinya.. bukan mencelakainya..
Kamisama.. sekarang, apa yang harus kulakukan?
Setelah merenung dan melamun ditaman yang sangat sunyi, akhirnya Miku pulang dengan sangat lunglai dan tidak bersemangat.
CKLEK
"Aku pulang.." dengan lemasnya, Miku sampai salah masuk jadi masuk ke dapur, seharusnya masuk kamarnya sendiri.
"Eh, Miku? Ada apa?" tanya Ibunya yang ternyata ada di dapur.
"Ah, ti-tidak.." Miku yang sadar salah masuk ruangan, akhirnya masuk ke kamarnya Miku sendiri.
Miku pun berbaring ditempat tidurnya saking lunglainya, dan selalu berpikir kejadian-kejadian yang terjadi tadi.
Ukh.. aku benar-benar tidak mengerti.. ada apa ini?
Maksud dari 3-2=1 itu juga.. apa?
Maksud dari "awal" yang Sensei maksud itu juga.. apa?
Kemana orang itu? Dan kenapa juga mejanya penuh darah?
Lalu.. gadis itu.. bukan aku yang salah.. bukan akuuuu!
Ukh.. kepalaku sakit sekali karena memikirkannya, pusing, lemas, dan rasanya capek sekali..
TRING!
Disaat Miku sedang kepikiran kejadian-kejadian tadi, tiba-tiba ada sms dari Teto.
From: Teto-chuan
To: Miku
Halo, Miku! Pasti disana sudah malam kan? Hari ini disekolah baruku sangat menyenangkan loh! Semoga kau dengan si dia sukses ya! :D
PIP
Maafkan aku, Teto. Sepertinya hari ini aku tidak bisa smsan dengamu.. kepalaku sangat pusing. Maafkan aku ya, Teto..
CKLEK
"Miku? Makan malamnya suda—" belum selesai Ibunya bicara, Ibunya memilih diam setelah membuka pintunya dan melihat Miku sudah terlelap tidur.
"Kau pasti capek sekali ya, nak." Ibunya pun meninggalkan kamar Miku.
...~oOo~...
TAP TAP TAP
"Malas sekali, kemarin saja aku sampai bolos sekolah. Gak tau deh harus ngomong apa nanti." gerutu Miku lagi-lagi dengan lunglainya.
CKLEK
TAP TAP TAP
Miku sekarang sudah terbiasa dengan kelasnya yang selalu sunyi dan hening itu. Dengan biasanya, Miku berjalan menuju tempat duduknya. Namun, bau darah yang terlalu lama dibiarkan itu terlalu tidak enak sampai-sampai Miku ingin pingsan dan jijik melihatnya.
"Ukh.. Tch.."
BRAK! (bunyi Miku memukul mejanya)
"Sensei! Kenapa darah dimeja didepanku tidak dibersihkan? Baunya benar-benar gak enak! Menjijikan rasanya!" oceh Miku dengan Wali Kelasnya, walaupun Wali Kelasnya tetap hanya diam dan terus menulis dipapan tulis.
"Ukh.. Sensei! Jawab ak—"
BRAAAAK!
"Sudah cukup! Aku akan berhenti dari penderitaan ini! Aku sudah tak tahan lagi!"
"Hah?" Miku pun menoleh ke seorang gadis dengan rambut panjang berwarna ke-merah-muda-an yang tiba-tiba berdiri.
TEK TEK TEK
Wali Kelasnya Miku pun langsung menulis sesuatu dipapan tulis.
"Pertahanan?" tanya Miku.
"Ukh.. bodoh amatlah, aku sudah tidak peduli lagi!"
"Dan.. Hatsune! Aku.. aku.. akan bersedia membantu dan melindungimu! Apapun yang terjadi.. tolong bertemanlah denganku!" seru gadis itu dengan lantangnya.
"Eh?"
TBC
Yak, di chapter 1 belum terasa rated M-nya, karena masih "Awal".
Gomen kalo bertebaran typo, dan hal-hal lain yang mengganjal mata para Readers.
Dibutuhkan review-nya untuk selalu semangat dengan kripik dan sambelnya dan juga menunjang untuk update..
Yosh! Untuk para Readers.. mohon..
R
E
V
I
E
W
Arigatou!
