That's The Reason I Love You

Uchiha Sasuke memang sangat terkenal di sekolahnya. Hampir seluruh siswi di sekolah menyukainya. Begitu pula dengan gadis Hyuga ini. Hyuga Hinata. Dia juga sama dengan gadis-gadis lainnya. Bedanya, gadis lain suka gaya Sasuke yang terbilang keren. Sedangkan Hinata menyukai Sasuke karena kenyataannya Sasuke itu baik. Dan itulah alasan Hinata mencintai Sauke.

"Ohayou, Hinata-chan!" sahut sahabat Hinata, Tenten.

"Ohayou, Tenten-chan.." jawab Hinata kepada Tenten.

"Bisakah dalam sehari saja kau tidak berkutat dengan buku mu?" Tanya Tenten. "Itu tidak penting." Lanjutnya.

"Tenten-chan? Inikan buku pelajaran.. Sudah seharusnya aku membacanya. Ini juga penting bagi pengetahuanmu.." jawab Hinata merasa tak setuju dengan ucapan Tenten.

"Setidaknya jangan setiap hari. Ada saatnya kau belajar, ada saatnya kau menatal pria." Kata Tenten sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Pria?" Tanya Hinata sambil menyerngitkan dahi. "Mereka lebih tidak penting. Manfaat kan waktu dengan sebaik-baiknya.." lanjutnya lalu kembali membaca buku Fisikanya.

"Suatu hari, saat kau jatuh cinta, kau akan berterimakasih padaku." Kata Tenten kemudian berlalu.

Tenten memang tidak tahu bahwa Hinata menyukai Sasuke. Hinata hanya menyimpan perasaannya sendiri. Saat ia sakit hati, ia akan menangis di toilet atau jika di rumah, ia akan mengurung di dalam kamar dan menghabiskan waktunya dengan menangis. Itulah mengapa ia lebih sering membaca buku agar menyibukkan dirinya yang ternyata sedang patah hati mengetahui Sasuke berpacaran dengan Sakura.

"Aku harus bagaimana? Dia hanya menganggapku sebagai teman biasa.." lirih Hinata.

Seperti biasa, selama jam pelajaran Hinata hanya diam mendengarkan. Saat di tanya, Hinata hanya menjawab seperlunya. Jika di panggil, Hinata hanya menjawab kemudian melanjutkan aktivitasnya.

Sebagai teman Hinata, tentu Tenten mulai lelah menghadapi Hinata yang makin hari tidak menunjukkan kemajuan. Semakin parah malah. Tetapi Tenten tidak menyerah begitu saja. Tanpa sepengetahuan Hinata, Tenten membuntuti Hinata kemana pun Hinata pergi. Tapi ia tidak mendapatkan apa yang ia cari.

"Tenten-chan kira aku bodoh tidak tahu bahwa ia membuntuti ku.. Huh.." kata Hinata lalu menghela nafas.

Seseorang mendengar helaannya.

"Siapa di sana?" Tanya orang tersebut dengan nada dingin dan datar.

'Sasuke-kun!' piker Hinata panik.

Hinata baru saja ingin mengambil langkah seribu, Sasuke memanggil namanya.

"Hinata? Kau kah itu?" Tanya Sasuke lagi.

"Emm…"

"Kenapa kau tidak menjawab saat ku tanya?"

"Emm.. E-eto.."

"Aku tidak dengar." Kata Sasuke lagi. Karena gugup, Hinata tidak menyadari bahwa suara Sasuke melembut. Begitu pula dengan tatapan Sasuke.

"A-aku hanya ingin me-me-mencari udara segar di sini.. Sa-sasuke-kun sendiri bi-bikin apa?" tanya Hinata.

"Ini tempat favoritku." Jawab Sasuke pelan tapi masih dapat di dengar Hinata. Mau tahu mereka di mana? Mereka berada di atap sekolah Konoha Special High School (KSHS).

"Apa yang terjadi pada mu?" tanya Sasuke setelah terdiam sesaat.

"Ti-tidak ada." Jawab Hinata tergagap –emang udah dari awal ya?-.

"Oh.."

Mereka tenggelam dalam kesunyian. Tidak ada yang ingin memulai percakapan. Mereka hanya duduk tenang dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Sampai akhirnya Hinata membuka suara.

"A-aku dengar kau pacaran dengan S-sakura-chan? Selamat ya.." ujar Hinata dengan tulus.

"Hn? Itu hanya gossip. Aku hanya bersahabat dengan Sakura. Sakura juga sudah punya pacar."

"Kalau boleh tahu, siapa?" tanya Hinata.

'Dia sudah tidak gagap. Baguslah.' Pikir Sasuke.

"Naruto. Namikaze Naruto." Jawab Sasuke. "Status mu sekarang ini apa?" tanya Sasuke.

Hinata tidak menjawab.

"Single?" terka Sasuke.

"Ya.. Begitulah.. A-apa kau juga?"

"Tentu. Aku tidak pernah berpikir untuk mempunyai pacar sekarang. Aku masih mengutamakan pelajaran."

Hinata hanya mengangguk mengiyakan mendengar penuturan kata Sasuke.

"Kau mau bolos pelajaran, atau ikut dengan ku?"

"A-aku ikut."

Mereka berjalan menuju kelas dalam diam. Kadang ad siswi yang berbisik-bisik mengapa Hinata bisa dekat sekali dengan Sasuke. Hinata yang mendengarnya hanya menunduk. Sasuke yang melihatnya hanya tersenyum. Senyum yang tipis tapi tulus.

Waktu pelajaran terakhir telah selesai. Hinata sedang sibuk memasukkan bukunya ke dalam tas sampai ia berhenti saat Sasuke datang.

"A-ada apa, Sa-sasuke-kun?" tanya Hinata gugup.

"Kau mau pulang bersama ku?" bukannya menjawab, Sasuke malah balik bertanya.

"Apa ti-tidak merepotkan?"

"Tentu saja tidak. Bukankah aku yang mengajakmu?"

"O-oh.. Baiklah.." jawab Hinata.

Mereka berjalan menuju basement beriringan. Tidak ada yang memulai percakapan. Sesampainya di depan mobil Sasuke, Sasuke membukakan pintu untuk Hinata. Hinata hanya tersipu malu karena diperlakukan seperti seorang putri. Sasuke memutari mobilnya dan masuk di tempat pengemudi. Selama perjalanan tidak ada yang berbicara. Hanya sebuah lagu dari Taylor Swift berjudul Crazier. Sasuke yang mendengarnya langsung tenggelam dalam pikirannya. 'Apa aku jatuh cinta padanya?' inner Sasuke.

You make me crazier, crazier, crazier
Crazier.. Crazier..

Tepat saat lagu tersebut berakhir, Hinata telah sampai di rumahnya. Rumah yang besar tapi tak cukup besar dari rumah Uchiha. Hinata membuka pintu untuk keluar. Sebelum menutup pintu, Hinata berterima kasih kepada Sasuke.

"Te-terima kasih Sasuke-kun karena te-telah mengantarkan ku pulang.." ucap Hinata tergagap.

"Hn." Jawab Sasuke kemudian kembali menjalankan mobilnya.

Hinata menatap mobil Sasuke yang telah jauh. Hinata hanya tersenyum. Dia berlari masuk ke rumahnya dan langsung menuju ke kamarnya setelah mengatakan 'tadaima' dan di jawab ibunya 'okaeri'.

"Huh.. Huh.."

Hinata mengunci pintu kamarnya dan langsung menjatuhkan dirinya di tempat tidur. Sungguh menyenangkan hari ini. Ia langsung menuju kamar mandi untuk menghilangkan penat. Setelah mandi, Hinata membaca novel yang baru ia beli kemarin. Merasa kantuk menyerangnya, Hinata menyimpan novelnya dan menarik selimut. Tidak lama kemudian dia telah berada di alam mimpi.

TBC

Berikan kritik dan saran..

Mind To Review?