Pair : Park Chanyeol x Oh Sehun
Rated : T-M
Romance
Warn!MPREG, no edit
"Harus aku katakan berapa kali. Jika dia datang ke rumahmu usir dia jangan biarkan dia masuk!"
"Dia hanya ingin berkunjung, itu saja. Lagi pula dia tamu, tak mungkin aku mengusirnyakan? Tidak sopan"
"Tidak sopan katamu? Sehun! Kau ini...hais, dimana kau taruh isi kepalamu? Dia jelas-jelas menceraikan mu disaat kau sedang mengandung dan kau masih berfikir tentang kesopanan untuknya? Kau jelas sudah gila"
Sehun, lelaki manis yang sedang diceramahi itu hanya bisa menatap sahabatnya –Kyungsoo-, ingin rasanya mengeluarkan suara namun apa yang dikatakan sahabatnya itu memukul telak kesadarannya.
"berapa lama dia disini?" ucap Kyungsoo sambil melipat tangannya tanda ia sedang kesal. Jelas ia kesal, sahabatnya dipermainkan dan pria itu masih berusaha mendekati sahabatnya. Ingatkan Kyungsoo untuk mencekik lehernya nanti.
"tidak lama kok, soo. Mungkin hanya lima belas menit. Ia hanya ingin melihat Willis, bagaimanapun juga Kris adalah ayahnya"
"kenapa jawabanmu seperti berharap ia akan berkunjung lama? Dan ya, aku tau si bajingan itu memang ayahnya. Aku kasihan pada Willis, kenapa dia harus memiliki ayah seperti itu"
"apanya yang mengharapkan? Sudahlah, Soo. Aku sedang tak ingin berdebat. Aku janji ini yang terakhir" Sehun menjulurkan tangannya dengan jari kelingking yang ia tegakan di depan Kyungsoo.
Kyungsoo membalas dengan menutkan juga kelingkingnya. "aku bukan bermaksud apa-apa. Aku hanya tak ingin temanku yang berharga ini kembali di permainkan"
Sehun mengulas senyum manisnya. Ia tahu bagaimana Kyungsoo. Sehun memeluk Kyungsoo dengan erat " aku mengerti, kau memang sahabat terbaikku."
"Ah iya Sehun bagaimana pekerjaan barumu? Ku dengar bos ditempatmu bekerja cukup galak" Kyungsoo melepaskan pelukannya dan duduk disofa.
"Seperti yang kau dengar, tapi menurutku dia tak sekejam dengan apa yang digambarkan orang-orang. Karena selama aku bekerja dia hanya memarahi pegawai yang memang salah. Bukankah itu wajar sebagai orang yang memberi mereka gaji?" Jawab Sehun sambil berlalu kedapur. "Kau ingin minum apa?"
"tak perlu, jika haus akan ku ambil sendiri nanti."
"oke baiklah. Aku akan ke kamar dulu sebentar untuk mengecek willis" Sehun berjalan ke kamarnya, membuka pintunya pelan takut mengganggu anaknya yang sedang tertidur. Setelah melihat keadaan anaknya yang masih tetidur pulas Sehun kembali ke ruang tamu dan duduk disebelah Kyungsoo yang sedang memainkan ponselnya.
"kemana bibi Han? Kenapa sepi sekali?" tanya Kyungsoo.
"bibi Han sedang libur hari ini. Karena ku fikir aku ada dirumah hari ini jadi kenapa tidak memberinya libur." Kyungsoo hanya mengangguk mendengar jawaban Sehun.
"Kau akan menginapkan Soo?"
"sepertinya begitu, lagi pula aku sangat merindukan Willis. Dan untuk berjaga-jaga jika si bajingan itu kembali maka aku dapat mengusirnya" jawab Kyungsoo santai. Sedangkan Sehun hanya memutar matanya malas.
.
.
Keesokan harinya.
"Kyungsoo bisakah kau menjaga Willis sampai bibi Han datang?" tanya Sehun
"kau tenang saja, aku akan menjaganya. Cepat sana berangkat, jika tidak kau akan di pecat oleh bos killermu itu"
"Baiklah aku berangkat." Sehun menghampiri anaknya yang baru berusia sebelas bulan. "eomma berangkat dulu Willis sayang. jangan nakal eoh, eomma akan segera kembali" Sehun mengecup pipi gempal anaknya. "sekali lagi maaf merepotkan mu Soo. Aku berangkat"
"jangan merasa begitu, aku senang menjaga Willis. Hati-hati dijalan Sehun-ah" Sehun mengangguk kemudian berjalan mengendarai mobilnya.
Sehun memacu mobilnya cukup cepat karena pagi ini ada rapat dan memang dia agak telat karena kerepotan akibat bibi Han yang biasa menjaga Willis ternyata baru akan sampai siang nanti. Jadi dia harus menyiapkan kebutuhan Willis sebelum dia pergi dan meninggalkannya dengan Kyungsoo, ah dia terlalu banyak merepotkan temannya yang satu itu. Kini Sehun memarkirkan mobilnya, kemudian berlari kecil memasuki kantornya.
"sepertinya anda telat Tuan Oh Sehun" sindir direkturnya saat Sehun memasuki ruang rapat.
"Mianhamnida Presdir" Sehun membungkuk meminta maaf.
"duduk dikursimu dan kita mulai rapat sekarang"
Mendengar perintah atasannya tersebut Sehun segera bergerak tak menunggu perintah dua kali. Sehun fokus pada rapat dan mencatat poin-poin penting dalam rapat karena memang pekerjaannya sebagai sekertaris menuntuntnya untuk melakukan hal tersebut. Sekitar satu jam rapat tersebut akhirnya selesai.
"oke rapat hari ini kita akhiri, kalian boleh kembali ke devisi masing-masing. Kecuali Oh Sehun, kau tetap disini"
Sehun menelan salivanya kasar. Gugup bukan main saat atasannya itu menyuruhnya untuk diam ditempat. Habis sudah nyawanya hari ini, batinnya.
"kau akan di pecat" bisik Baekhyun, dari devisi pemasaran yang memang tak menyukainya dari awal ia bekerja disini.
Semua orang sudah keluar ruangan kecuali Sehun dan Presdirnya –Park Chanyeol-.
"Oh Sehun. Apa yang mebuatmu telat? Kau tau bukan jika perkerjaanmu tidak main-main. Kau adalah seorang sekertaris, harusnya kau profesional"
Sehun meringis saat atasannya itu menekankan kata profesional.
"maaf atas keterlambatan saya hari ini presdir, saya tak akan mengulanginya lagi" Sehun membungkuk.
"aku tak memintamu untuk meminta maaf, aku menyuruhmu untuk menjelaskan kenapa kau telat hari ini" Chanyeol menatap langsung pada retina Sehun dan itu membuat Sehun merasa terintimidasi sekarang.
"sa-saya mengurusi keperluan anak saya pagi ini karena pengasuh yang biasanya menjaga anak saya baru akan datang siang ini presdir" jawab Sehun gugup. Baru kali ini ia bercerita pada orang yang ada dikantornya jika ia memiliki seorang buah hati. Sehun memang orang yang tertutup.
"dimana istrimu?" tanya Chanyeol.
Sehun sebetulnya ragu untuk menjawab, lagi pula ada apa dengan presdinya ini. Kenapa sepertinya dia sangat ingin tahu –terlihat dari ekspresi wajahnya-.
"saya...-ehm bercerai dengan suami saya"
Kening Chanyeol berkerut, suami katanya?.
"ah begini presdir sebenarnya saya...ah bagaimana mengatakannya" bisik Sehun diakhir kalimat. Sehun menjilat bibirnya yang kering, jemarinya juga sudah dimainkannya saking gugupnya.
"tak usah dilanjutkan. Ehm maksudku, aku mengerti. Kau..-ehm Mpreg?" tanya Chanyeol hati-hati.
Sehun mengatupkan bibirnya rapat. Tak menyangka jika atasannya bisa mengetahui istilah yang lumayan asing itu.
"aku anggap keterdiaman mu adalah jawaban ya" ucapan Chanyeol mampu menyadarkan Sehun kembali kekesadarannya.
"berapa umur anakmu?" tanya Chanyeol lagi.
"se-sebelas bulan presdir"
"kau meninggalkannya sendiri? bagaimana bisa? Kau bisa menelfon kantor dan izin"
"ah tidak perlu presdir. Anak saya di jaga kerabat saya dirumah." Ucap Sehun cepat.
"ayo kuantar" Chanyeol segera bangkit dari kursinya.
"ap-apa? T-tapi.." Sehun berdiri mematung di belakang atasannya itu.
"kau amat tau jika atasanmu ini tak suka memerintah dua kali Sehun. Ayo" Chanyeol berjalan keluar ruangan meninggalkan Sehun yang masih dalam keterkejutannya. Namun dengan cepat Sehun menyadarkan dirinya dan berlari mengejar atasnnya itu.
Bukan tanpa alasan Chanyeol bersikap seperti itu. Sebenarnya Chanyeol sudah tertarik dengan Sehun semenjak Sehun menaruh lamarannya di perusahaannya ini, bahkan saat itu Chanyeol hanya melihat fotonya saja. Dan benar saja, saat wawancara Sehun mampu membuatnya terpukau.
Sehun sangat cantik dan manis untuk ukuran seorang pria, tubuhnya tinggi dan indah. Chanyeol sempat meragukan orientasi sexualnya, karena sebelum mengenal Sehun Chanyeol yakin bahwa dirinya masih menyukai dada wanita. Namun semakin dirinya menyangkal perasaan itu justru semakin mendominasi. Sampai akhirnya Chanyeol menetapkan bahwa dirinya memang gay beberapa menit lalu. Dan itu hanya berlaku pada Sehun. Yang membuatnya yakin pada perasaannya dan bertekad memiliki Sehun adalah karena Sehun Mpreg. Berhubung rasa sukanya pada Sehun makin dalam dan kebetulan Sehun adalah Mpreg jadi dia yakin jika keluarganya nanti tak akan melarangnya selama dia dapat mengmiliki keturunan.
.
.
"presdir, ehm rumah bercat putih didepan sana adalah rumah saya" Sehun kini duduk di sebelah Chanyeol.
"jika sedang diluar jangan memanggil ku sekaku itu. Kau tau jelas siapa namaku kan Sehun-ah?" Chanyeol memulai terlebih dahulu bahasa informalnya.
"b-baik Chanyeol...-hyung" Sehun melirik Chanyeol, takut jika Chanyeol keberatan dengan panggilannya.
"Begitu lebih baik" Chanyeol tersenyum. Sehun menarik nafas lega.
Chanyeol menghentikan mobilnya di depan rumah Sehun. Keduanya keluar dari mobil yang tadi membawanya. Sehun melangkah terlebih dulu, kemudian mengetuk pintu dan membukannya.
"eoh Sehun, kau sudah pulang? Cepat sekali?" tanya Kyungsoo yang sedang bermain dengan Willis di karpet ruang tamu. "emm Sehun itu.."
"ah Kyungsoo, kenalkan ini bos di tempatku bekerja namanya Park Chanyeol. Dan Chanyeol hyung kenalkan ini sahabatku Do Kyungsoo" ucap Sehun memperkenalkan keduanya. Kyungsoo tersenyum canggung saat mereka berjabat tangan.
"Kyungsoo apa bibi han sudah datang?" tanya Sehun.
"bibi han tadi menghubungiku, katanya dia akan sedikit telat karena tertinggal bus"
"ah begitu," Sehun mengangguk.
"em Sehun sebenarnya aku ada urusan sebentar lagi, tadi aku berniat menghubungimu tapi ternyata kau sampai lebih cepat dari yang aku kira. Dan..ehmm aku akan pergi sekarang" Kyungsoo berjalan kebelakang dan mengambil tas yang memang sudah diletakkannya di sofa. Sebelum benar-benar pergi Kyungsoo menddekati Sehun dan berbisik "kau harus menjelaskan ini nanti" bisiknya.
"baiklah aku permisi dulu, bye Willis-ah" Kyungsoo berjalan keluar.
Suasana canggung melingkupi segala ruangan, Chanyeol masih berdiri karena sang pemilik rumah memang belum mempersilahkannya duduk. Chanyeol masih memliki kesopanan yang sangat tinggi.
"Eh silahkan duduk hyung" Sehun tersentak menyadari jika ia belum mempersilahkan tamunya duduk. Sehun menggendong Willis karena anak itu terus memandangnya dan Sehun tau apa yang anaknya inginkan. "hyung ingin minum apa?"
"tidak perlu repot-repot Sehun, air mineral sudah cukup" jawab Chanyeol dengan suara beratnya.
Sehun segera kedapurnya untuk mengambilkan air minum untuk Chanyeol, sebenarnya Sehun juga ingin menyembunyikan wajahnya yang memerah. Entah kenapa suara Chanyeol mampu membuat jantung Sehun berdetak tak semestinya. Sehun kembali tak lama kamuduan. Setelah meletakan minuman dan beberapa cemilan untuk Chanyeol, Sehun duduk tak jauh darinya sambil memangku Willis.
" itu anak yang kau ceritakan Sehun?" tanya Chanyeol sambil meminum air yang disuguhkan Sehun.
"Ya, namanya Willis" ucap Sehun tersenyum sambil memandang anaknya yang manis.
"sangat mirip dengan mu" ucap Chanyeol singkat.
"ah benarkah?" tanya Sehun. Chanyeol hanya mengangguk mengiyakan. "aku sangat bersyukur jika Willis mirip denganku"
"kenapa begitu?" alis Chanyeol terangkat sebelah karena terheran.
"karena aku tak ingin dia mirip dengan ayahnya" Chanyeol yang mendengar jawaban Sehun terkekeh geli. Jawaban Sehun sangat polos, Chanyeol jadi berfikir benarkah Sehun seorang ibu? Bukan teman dari bayi yang digendongannya bukan? Mereka terlihat sama-sama polos.
"pa...pa..pa.."
Kekehan Chanyeol terhenti seketika saat mendengar suara Willis. Sehun juga demikian. Willis sedang memberontak dipangkuan Sehun dan mengarahkan kedua tangannya seakan ingin di gendong kearah Chanyeol.
"Willis-ah dia bukan papa" Sehun tersenyum canggung. "maaf Chanyeol hyung, biasanya Willis tak seperti ini"
"tak apa, biarkan Willis bersamaku" Chanyeol mengambil alih tubuh kecil Willis ke pangkuannya. Willis menatapnya berbinar kemudian melompat kegiirangan dalam pangkuannya.
"pa..pa..maa" ucap Willis tak jelas.
"Willis-ah jangan nakal sayang~" Sehun berusaha menenangkan Willis.
"tak apa Sehun, Willis anak yang manis. Aku menyukainya" Chanyeol beralih menggendong Willis.
Sehun melihatnya dengan mata berkaca-kaca. Willis bahkan tidak sedekat ini dengan ayah kandungnya, dia akan menangis jika Kris menggendongnya. Dan sekarang Sehun melihat secara langsung bagaimana Willis berusaha mengucapka Papa dan bercanda hingga tawanya yang menggilitik mampu membuat Sehun amat bahagia itu menyapa pendengarannya. Dan itu semua terjadi karena seseorang yang bahkan baru kali ini Willis temui.
Apakah ini adalah saat yang tepat untuk Sehun membuka hati pada orang lain?
"Sehun, sepertinya akan menarik jika kita mencoba lebih dekat" ucap Chanyeol sambil bermain dikarpet bawah bersama Willis.
Sehun terdiam mencerna apa yang dikatakan Chanyeol. Membuat Chanyeol gemas dengan tingkahnya.
"aku tertarik padamu" ucap Chanyeol dengan senyum bodohnya dan itu membuat Sehun tersadar kembali ke alamnya.
Sehun membulatkan matanya yang sipit. "Ap-apa? Ma-maksud presdir apa?"
"aku sudah bilang jangan memanggilku seperti itu Sehun. Dan aku yakin kau tau persis apa masudku" Chanyeol tersenyum lebar dan kembali bermain dengan Willis meninggalkan Sehun yang masih dengan ekspresi terkejutnya.
.
.
TBC
HOHOHO aku balikk ~ dan ini FF percobaan aku buat comeback. Lama gak bikin FF jadi bikin aku tuh mentok gitu, bingung mau bikin apa. Dan aku minta saran apa ini harus dilanjut atau engga karena aku merasa ini gaje -_-
Nb: untuk karakter Willis disini aku gambarin seperti Sehun mini gitu. Kalian pasti tau fanart baby Sehun dari Cookie kan? Nah aku bayangin Willis tuh kaya gitu hehe
Nb nb : mungkin ini bakal 3-5 chapter aja. Dan mungkin akan ada adegan dewasanya nanti...mungkin...
Catatan terakhir buat anak-anak grup yang baca ini. Plis jangan minta bdsm :" dedek ga bisa bikinnya :"
Jangan lupa sarannya yaa ~ thank you ;)
Review
