Disclaimer: Semua karakter yang saya pinjam dalam fic ini merupakan milik Capcom juga milik si pembuat cerita RE dan DMC.

Latar dunia: DMC 4

Detail karakter:

- Dante, Lady, Trish, Nero (DMC4).
- Leon S. Kennedy, Chris Redfield, Ada Wong, Helena Harper, Piers Nivans, Jake Muller, Sherry Birkin (RE6).
- Albert Wesker,
Jill, Sheva, Josh (RE5).
-
Claire Redfield (RE: The Mercenaries 3D).

OCs (sekedar iklan): Alice, Iblis wanita.

Tema: Serius, juga humor.

Peringatan: M/M slash, M/F slash, F/F slash. Terdapat adegan kekerasan, darah, material dewasa. (Akan saya masukkan langsung ke rate M.)

A/n: Fic ini merupakan remake "Operasi Leon May Cry" (demi penggunaan EYD yang baik dan benar, juga penambahan karakter.) XD
Bagi yang sudah membaca fic terdahulu, silahkan menikmati kembali karena saya pasti menambahkan beberapa adegan sekaligus perjalanan cerita yang lebih seru XD

Okay, mari dimulai...


Prolog


"...hh..."

Suara desah nafas yang pelan, namun stabil, menggema mengisi ruangan.

Sesosok pria berkondisi telanjang bulat berada di kursi pengamatan, sementara layar-layar virtual berada di seputar area kursi... semuanya menunjukkan beberapa tabel dari keterangan arus darah, detak jantung, stabilitas reaksi serat-serat otot dan tulang, juga daya kerja otak.

"...hh..."

Pria itu kini membuka kedua kelopak mata.

Ruangan putih dan bersih berkhas laboratorium, segera mengisi bingkai pandangannya. Pencahayaan serba putih sedikit menyilaukan sehingga beberapa kali si pria memicingkan kedua matanya.

"...ha...h..."

Pria itu menoleh sejenak, melihat keadaan area yang luas dan sepi... nyaris tanpa kehidupan.

Untuk beberapa saat, si pria mencoba menggerakkan diri... seolah-olah mengecek performa koordinasi antara keselarasan otak dan tubuh. Kemudian berakhir mengangkat tangan kanannya, dan lagi-lagi mengecek performa.

Pengelihatan si pria sedikit berbayang, namun masih dapat memperhatikan keadaan tangannya.

"...apa... yang terjadi...?" Guman pria itu, sedikit terpatah karena tulang rahang lumayan kaku, seperti baru keluar dari fase Cryostasis. Meski begitu, si pria kini beranjak dari posisi menyandar dan beralih ke posisi duduk.

Setelah beberapa menit membiasakan diri, berlanjut melemaskan otot-otot dan tulang...

Pria itu mulai mengamati layar-layar virtual di dekatnya, dan menganalisa setiap pemaparan yang terdapat di layar, diteruskan membaca laporan-laporan kesehatan menyangkut tubuh.

"Empat... tahun?" Guman si pria seraya membuka semua data tentang keadaannya. "Pembersihan fuse Uroboros, sistem bertahan pada versi Tyrant— tahun 2009, magma..." kalimat itu terhenti saat kilas ingatan terbesit di kepala.

Helikopter, dua wanita dan satu—

( CHRIIIIIS! )

"Ugh..." erang pria itu seketika tangan kiri memegangi kepala. Kilas ingatan demi ingatan perlahan mengalir serupa slide film. Terus dan terus, sampai momen-momen pelik perasaan— kebencian mendalam yang terkhusus bagi dia.

Bahkan semua kalimat-kalimat dari mulut dia berulang kali terngiang di dalam kepala.

( Ini sudah selesai, Wesker! )

Pria itu memejam sejenak, dan menyunggingkan senyum tipis kala memfokuskan pandangan.

"Belum... sama sekali belum, Chris..." guman pria itu saat menapak turun dari kursi pengamatan sembari menyingkirkan layar-layar virtual yang mengganggu pandangannya.

Lalu pria itu berjalan menuju pintu.

"Aku... akan membalasmu..." guman pria itu kembali, bertepatan suara konfirmasi hasil scan dari panel di sebelah pintu.

[Albert Wesker, selamat datang di Arcadia.]

Suara komputer menggema seiring pintu baja terbuka. Udara steril langsung menghembus dari kisi-kisi atas di depan pintu, dengan kegunaan untuk membersihkan badan dan menyelaraskan kualitas oksigen di dalam dengan di luar ruangan.

Sedangkan yang tersebut: Albert Wesker, kini menatap ke lorong, dimana satu-per-satu lampu menyala ke sepanjang lorong.

"Akan lebih menyenangkan jika aku dapat menyambut... siapapun yang membuatku berdiri disini," ucapnya secara intonasi datar saat berjalan menyusuri lorong, sampai menemukan pintu kembali.

Begitu pintu baja terbuka...

"..." Wesker memicing pada ruangan berpencahayaan suram, dimana-mana terdapat tabung-tabung Cryogenic yang berisi tubuh-tubuh janggal para B.O.W.

Wesker lagi-lagi berjalan, dan sempat berhenti pada salah satu tabung yang berisi makhluk mirip khas Plaga. Tangan kanan membuka panel data, sebuah layar virtual langsung muncul memberikan keterangan data tentang si makhluk.

"Mutasi virus-C... J'avo," gumannya saat memandang makhluk menyedihkan di depannya.

Wesker menghela nafas panjang kala menyingkirkan layar virtual tersebut, dan melanjutkan eksplorasi, sampai melihat sebuah ruangan pengamatan spesial.

Kaca tebal ruangan itu memberikan gambaran ruangan yang gelap-gulita.

Begitu berhenti di depan komputer, Wesker segera membuka data. Sekali lagi layar virtual muncul, dan memberikan keterangan...

"Dua tahun, Uroboros... D? Virus-T statis, Plaga... satu persen degenerasi, namun 38 persen basis maksimal pada..." kalimatnya berhenti saat membaca siapa spesimen di dalam ruangan itu.

Kedua irisnya langsung berpendar merah penuh antusias.

Tanpa berkata banyak, Wesker segera menon-aktifkan kunci pintu baja.

Begitu pintu terbuka, penerangan pun menyala secara otomatis dan menampilkan pemandangan ruangan yang banyak terdapat selang-selang besar di lantai. Dan di pusat ruangan, terdapat sebuah tabung Cryogenic yang berdiam.

Wesker menetapkan langkah memasuki ruangan, dan menghampiri tabung tersebut, dimana di dalam tabung terdapat sesosok pria tertidur dalam fase Cryostasis.

Pria di dalamnya menunjukkan kondisi rambut yang kehilangan pigmen, kulit yang pucat, urat-urat hitam terlihat pada rahang, leher, dan sekujur tubuh. Tapi hal yang paling menarik disini adalah wajah itu.

Wesker tersenyum saat memperhatikan seksama seraya berjalan mengitari tabung. "Hm... seperti melihat Alexia Ashford generasi kedua. Ini menggelikan," komentarnya penuh apresiasi ketertarikan.

"Pertanyaannya, apa yang bisa kulakukan denganmu," ucapnya saat berhenti di depan tabung kembali.

Belum pengamatan Wesker mencapai lebih...

Tiba-tiba sebentuk sosok hologram muncul di dalam ruangan. Wesker pun menoleh ke...

[Alice, Tuan Wesker. Selamat datang kembali untuk anda. Aku adalah core komputer Arcadia, mengendalikan sistem keamanan, juga akan melayani apapun kebutuhan Anda,] kata sosok gadis kecil berambut panjang; berpakaian ala putri dongeng itu.

Wesker memicing, lalu menyahuti secara singkat, padat, dan jelas. "Sejauh aku menikmati sambutan hangat ini, pilihanku adalah pengertian: siapa dan kenapa."

[Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Tuan Wesker. Tentunya pemberian 'hadiah' tidak perlu dipertanyakan. 'Kami' mengabdi pada Anda, dan komando Anda adalah absolut. Sekarang bagaimana jika Anda menentukan apa yang bisa Anda lakukan dengan semua itu,] ucap Alice.

Tangan ramping gadis itu menunjuk pada permukaan baja di penghujung ruangan pengamatan spesial, dimana permukaan baja yang seharusnya se-solid permukaan tembok... kini saling berlipat ke samping bak tirai, menghadirkan sebuah lapisan kaca tebal.

Di balik kaca tersebut terpapar ratusan tabung-tabung Cryogenic, dimana masing-masing di dalamnya berisi seorang pria yang serupa sosok pria di dalam tabung Cryostasis yang berada di pusat ruangan pengamatan spesial ini.

"..." Wesker sempat mengerutkan kedua alis atas jawaban yang terkesan 'sok pintar' tadi, sekaligus atas pemberian 'berlebih' ini.

Meski begitu, bibirnya tetap menarik garis senyum tipis.

...

TBC


A/n: jadi... Wesker hidup setelah setting RE 5. Sekarang apa yang akan Wesker lakukan? *grins*