One Last Word
===OO===
One Last Word project
Story © Giselle Gionne
Resident Evil © Capcom
Genre: Angst / Hurt/Comfort
Rate: T
===OO===
Sejuta senyum ia tinggalkan, dan sejuta jarum ia terima. Kendati dirinya tetap bersisian bersama sang Raja, senyum itu tak pernah memudar.
Tak pernah terbayangkan bahwa ia akan pernah jatuh ke dalam perangkap perasaan yang dinamakan dengan cinta. Delapan belas tahun kehidupannya, barang satu kali saja ia tak pernah menyisipkan sebersit cinta.
Ia tak tahu, tipu daya apa yang telah lelaki itu torehkan kepadanya hingga ia terbuai dengan impian sang lelaki dan berniat untuk menopangnya hingga akhir, meskipun sedikit nada benci terkadang terselip di antara atasannya, ia tetap memanjakan lelaki itu dengan senyuman khas wanita muda yang cantik jelita.
Tak ayalnya, ia hanya seorang wanita biasa yang bertumpu pada cinta. Ia menginginkan kehadiran sang atasan di sisinya, bersama-sama membangun dunia baru yang mereka dambakan. Memuja diri sendiri sebagai sang Ratu, tawa ejekan meluncur dari bibir sang Raja, meskipun ia sembunyikan.
Aku hanya memperhatikan keduanya, tengah melangkah menjauhi daratan.
Sang wanita kembali tersenyum, memeluk perasaannya di dadanya, dan membiarkan mereka menghancurkan dirinya kelak.
.
.
.
"Aku mempunyai satu tugas terakhir untukmu."
Aku memperhatikan dirinya yang terbalut perhiasan mewah, tengah membanting tubuh dengan lutut ke atas tanah, memukul-mukul daratan dengan tenggorokan yang tercekat. Suara menyebalkan sang atasan yang begitu merobek relung hatinya, merengkuh jiwanya.
Sakit.
Bukan. Aku tidak merasakan adanya rasa sakit secara khusus mengenai ajalnya.
Sakit.
Ya. Aku merasakan bahwa, sesakit inilah lembar percintaannya yang pertama.
Tubuh moleknya hancur, tergantikan dengan kumpulan lintah berminyak hitam yang menjijikkan.
Sayup-sayup, aku mendengar intonasi suaranya yang lembut. 180 derajat jauh berbeda dengan ia yang dulu. Seorang wanita angkuh yang sombong.
"Albert, tugas terakhir itu..."
Terputus.
Aku memalingkan wajah dan mengepakkan sayap kecil ini ke langit bebas, berusaha untuk melihat roh sang wanita yang telah kembali ke langit.
"...Tugas terakhir yang aku persembahkan untuk dirimu yang selalu aku cintai."
Tangisan.
"Aku mencintaimu, Albert."
Dan, kutinggalkanlah bulu sayap ini di atas dek kapal, dan melesat tinggi hingga hilang ditelan langit malam.
