Hai semua, ini fic pertama dengan pairing favoritku… jadi, mohon dimaapin kalau fic ini jelek.,, maklum author baru. Buat para senpai, mohon bantuannya (sambil membungkuk hormat).
Sebelumnya, aku cuman mau ngingatin, kalau fic ini di copy write dari comic/novel 'That Guy Was Splendid"-nya GUIYEONI. So, kalau yang udah pernah baca comic/novelnya nggak papa kan dibaca lagi (hehehe…), tapi buat yang belum baca, baca aja fic ini. Coz, fic ini sama persis dengan comic/novelnya.
OK… sekarang kita mulai ceritanya….!!!
Author : SaSuk3-NiKie
Editor : Lifie M.
Disclaimer :
NARUTO © Masashi Kishimoto
THAT GUY WAS SPLENDID © GUIYEONI
Pairing : Sasuke U. x Sakura H.
Language : Indonesian
Warning : AU,STRAIGHT
-----------------------------------------------------------------
SWEET ACCIDENT
--------------------------------------------------------
Chapter 1 : Prologue
"Tu..tunggu aku Sakura...!!" teriak seorang cewek dengan suara yang terputus-putus.
"Kalau nggak mau kena hukuman, ayo cepat Ino!" jawab cewek yang tadi dipanggil Sakura. 'Harus lewat pintu depan.. Ah., Gawat.. Dikunci!' batin Sakura. Sepertinya dia bermaksud kabur, tapi tidak bisa. Dia mulai memikirkan cara lain. 'Sial, kalau begitu..' batinnya lagi.
"Gadis kejam, teganya kau meninggalkan teman sendiri, Sakura!" protes Ino ketika telah berhasil mengejar Sakura.
Sakura yang masih berlari dengan kecepatan penuh menoleh dan menjawab "Maaf, Ino. Akan kubayar kesalahanku ini nanti."
"Sekarang bukan saatnya bertengkar" sambungnya.
"Lalu, gimana caranya kita keluar?" tanya Ino. Suaranya meninggi, tanda ia mulai marah.
"Aku juga lagi mikir, nih. Geng Uchiha Sasuke sudah melihatku. Entah kenapa mereka bisa sampai di sekolah ini. Selain itu, tidak ada jalan lagi untuk keluar dari sini." jawab Sakura panjang lebar pada Ino yang kelihatannya sudah mulai panik. "Kalau begitu, nggak ada cara lain lagi. Kita harus lompat dinding." sambung Sakura.
"Apa? Nggak salah? Kamu gila ya..?" tanya Ino yg kaget mendengar jawaban Sakura.
"Mau gimana lagi? Terpaksa, nih.!"
"Kan bahaya pas lompat turunnya.?"
"Lebih baik daripada dihukum."
Dengan terpaksa Ino memanjat dinding yang mengelilingi sekolah mereka sambil mengeluh. "Ugh... Pertunjukan macam apa ini.!? Masa' seorang Ino harus memanjat dinding untuk kabur dari jam pelajaran tambahan, sekaligus sembunyi dari orang-orang yg ngejar kamu sih, Sakura.? Aku kan nggak tahu apa-apa tentang masalahmu sama orang-orang itu.?"
"Hehehe.. Maaf ya.. Kamu kan sahabatku, Ino.!" kata Sakura sambil garuk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Wuaaaa..!!" teriak Ino di seberang dinding.
Teriakan itu membuat Sakura kaget dan bertanya pada Ino yang ada di seberang. "Apa yang terjadi? Ino, ada apa.!?"
"Ah, ng-nggak apa-apa, Sakura." jawab Ino dari seberang.
"Yup.. Bagus.! Sekarang giliranku." kata Sakura yang sudah siap memanjat dinding.
Beberapa saat kemudian, Sakura yang telah berhasil memanjat dinding itu bermaksud untuk lompat turun, tapi dia tidak pernah menyangka bahwa itu adalah kesalahan terbesar yg pernah dia lakukan.
Lalu, adegan ini! Perbuatan paling ceroboh dalam hidupnya!
'CUUPP'
***
TBC
Gimana? Bingung yah??? Chapter lanjutannya bakal ngejelasin kok! Tapi, kalau yang udah pernah baca 'That Guy Was Splendid' pasti ngerti. hehehe...
Makasih yaw yang udah baca.
Ow ya.. Boleh munta review???
