Song For ...
By : bebe-chan ^_^
CHAPTER 1
" Aku dan lagumu"
Siapa sangka jika di dalam sebuah lagu memiliki kehidupan seseorang yang kita cintai , siapa yang percaya jika di dalam sebuah lagu tinggal seseorang yang kita cintai , setiap nadanya begitu indah mengalun membawa kita terbang ke dunianya.
(Soul Society Februari 2, 2017 )
Akupun salah satu orang yang telah terjebak mencintai sebuah nada yang tertinggal , nada lama tetapi memiliki rahasia yang mendalam
"Kuchiki!"
Aku melepaskan kan headsetku segera dan membuang jauh pikiran khayalan bersama lagu yang baru saja kumatikan
"maaf mengganggumu , paman ?"
" ah tidak apa-apa , apa yang bisa paman lakukan padamu "
Hari ini aku mendatang Paman Uruhara seorang pencipta lagu terkenal , beberapa lagu buatannya sering menjadi populer di kalangan remaja , sangat sulit bertemu dengannya aku harus memiliki janji sebelumnya dan melakukan beberapa pengisisan persyaratan diri . Tapi aku yakin paman bisa membantuku .
"paman ..ini !" aku memberikan selembar kertas padanya
"apa ini ...sebuah lagu ..hmmm tapi kenapa Cuma setengah ?" tanyanya , akupun menggeleng
"aku juga tak mengerti , aku hanya menemukan itu " aku mulai ragu
"hahahaha...jangan khawatir rukia ..aku akan mencobanya dulu ?"
Aku melihat paman berjalan menuju sebuah piano yang bagus dan sepertinya mahal , aku lalu mengambil tempat duduk sofa yang sudah di sediakan lumayan dekat dengan paman .
Nada mengalun indah dari tempat paman bermain , jantungku berdetak kencang sepertinya lagu ini ingin menunjukkan sesuatu padaku , sesuatu yang sangat ingin aku ketahui
Selalu...selalu ...selalu perasaan ini yang aku rasakan , aku ingin menangis setiap kali mendengar orang memainkkannya dan tak sadar aku benar-benar terlarut dalam sedih kuusap air mataku dengan kedua tanganku karena paman uruhara sudah selesai memainkannya
"kuchiki ?" Paman terdiam , aku melihatnya gemetaran setelah memainkan musik itu ya sama seperti oarang-orang lainnya yang memainkan lagu itu
"apa paman ?" aku mengerutkan dahiku , paman mendatangiku dan duduk di sofa juga bersamaku
"siapa yang membuatnya ? maksudku ..lagu ini benar-benar terluka ..aku hampir mau mati memainkannya karena terhanyut ..kuchiki ! jika lagu ini memliki kelanjutannya aku yakin semua orang akan .."
Paman sempat ragu untuk melanjutkan
"akan apa paman ?"
"MATI!"
Aku terkejut bukan main , itu tidak mungkin lagu sehangat itu tak mungkin sedih dan juga membunuh orang lain
"PAMAN ! ITU BUKAN LAGU YANG TERLUKA , NADANYA TIDAK SAMA DENGAN LAGU SEDIH LAINNYA ! PAMAN JANGAN MEMBUAL ! LAGI PULA SEBUAH LAGU TIDAK AKAN MEMBUAT ORANG MATI !" aku meninggikan suaraku , aku benar-benar tak percaya
"Rukia , sebaiknya kau tidak usah mencari tahu bagian selanjutnya !" Paman menghela nafas dalam
Aku merebut kertas itu kembali dengan paksa
"aku tidak mau , aku perlu ini untuk bertemu dengannya ! AKU TIDAK PERCAYA PADAMU ! KAU HANYA MEMBUAL KARENA LAGU INI SANGAT BAGUS SEHINGGA KAU TAKUT JIKA LAGU INI MENGALAHKAN SEMUA LAGUMU , IYA KAN !"
Aku sangat kecewa pada paman , tak kukira ia seperti itu , mana mungkin ada sebuah lagu yang bisa membunuh manusia , ini hanya lagu , hanya lagu
"Rukia ! kau tidak mengerti ! lagu itu bukan lagu manusia ..nada yang aneh suara yang bercampur-campur dan ..."
"HENTIKAN !"
Aku sangat kesal , paman menyebutnya bukan untuk manusia ..apa maksudnya ?. Aku lalu pergi meninggalkan paman sendirian , aku ..aku ..mulai mebenci dia dan orang-orang sebelumnya yang menyebut lagu ini benar-benar aneh .
Aku berlari dan terus berlari hebusan angin malam yang dingin menembus mantelku tetapi aku tak menghiraukan itu , pikiranku kacau aku mulai bingung dengan semuanya , aku tak peduli lagu itu dan semua orang yang mencelanya yang aku ingin adalah dia ...dia ..dia yang menciptakan lagu itu, aku ...
BRUUKKK !
Aku tersungkur jatuh di atas tumpukan salju di pinggir sungai yang mulai membeku , aku mengambil nafas panjang dan menangis sejadi-jadinya , aku tidak bisa menahan lebih lama lagi , keinginanku untuk bertemu dengannya sangatlah besar
"KENAPA ! KENAPA! KENAPA KAU MENINGGALKAN KU ! HIKS.."
Setelah puas berteriak kuat aku berusaha merogoh sakuku untuk mengambil sebuah recorder , lalu perlahan alunan musik itu berbunyi , membuatku berpikir tentang orang yang membuatnya , seakan-akan dia sekarang berada tepat di sampingku dan memelukku erat seperti sebelumnya
"sangat ..hangat..."
"ichigo "
be continued...
