Love Program
Chapter 1
Pair : NaruHina slight SasuHina
Genre : Romance, Family, Fantasy, School.
Rate : T
Disclaimer Naruto is Masashi Kishimoto.
Warning : Diusahakan tidak terlalu OOC :D
TEET TEEETTTT !
Bel sekolah sudah berbunyi, semua siswa SMA di Konoha High School. Semua siswa siswi mulai berkeliaran keluar sekolah.
"Hey Hinata ! kau akan menghadiri rapat OSIS hari ini ?" tanya Sasuke yang berada dibangku sebelahnya. Uchiha Sasuke, teman sekelas Hinata dia Keren, Cool, Pintar. Salah satu anggota Klub Judo dan Sekretaris OSIS. Paling populer di Sekolah.
"Maaf Sasuke-kun, aku harus bekerja dan sekarang aku harus pergi !" dengan terburu buru, Hinata mengemasi peralatan Sekolahnya.
"Lagi ?! apa pekerjaanmu begitu banyak ?" tanya Sasuke yang kebingungan, setiap ada Rapat OSIS selalu jarang datang.
"Kau boleh bertanya apapun padaku lain waktu ! Jaaa ... !" dengan langkah terburu buru HInata berlari keluar kelas.
"Apapun yang ku mau ?" sementara Sasuke hanya bingung dengan apa yang dikatakan Hinata barusan.
Tiba-tiba ...
"Kau mau tau caranya mengajaknya keluar ?"
"APA ?! kau mengagetkanku saja Sakura !" Sasuke memang punya perasaan pada Hinata, dia selalu mencoba mengajaknya berkencan tapi selalu gagal.
"Berhentilah memaksaku ! aku masih punya harga diri !" bentak Sasuke pada Sakura, lalu keluan pergi dengan cuek. Meskipun wajahnya sedikit bersemu merah. Hehh ! Dasar Pantat Ayam.
"Eehhh ? aku kan cuma mau bertanya, kenapa aku jadi di marahi ? Ehhmmm ... Yasudahlah ..." dengan perasaan yang bingung, Sakura pun akhirnya juga pergi.
Di Tempat Kerja
Pukul 8.40 malam.
Hinata sedang membersihkan lantai Restaurant, wajar saja karena hari sudah malam dan memang sudah waktunya tutup.
"Ini dia, Hinata-san." salah satu oekerja di Restaurant itu memberikan sebuah amplop, Gaji mingguan.
"Terimakasih untuk kerja kerasnya, ini gajimu untuk minggu ini."
"Wahhh terimakasih banyak !" dengan hati yang berbunga bunga Hinata menerima amplop itu.
'Dengan ini aku bisa membayar sewa.' pikirnya saat diperjalanan pulang.
'Aku juga akan membeli sepatu untuk Hanabi jika uangnya sisa, dan sisanya lagi akan kutabung.'
Dengan langkah pelan dan masih dengan berpikir, tiba tiba angin menjadi lebih kencang dan menerbangkan uang uang miliknya.
"Whaaa ! UANG KUUU !
Dengan berlari lari untuk mengejar uangnya, satu demi satu uangnya dapat berkumpul kembali. Dengan berlari melewati tempat pembuangan sampah dan akhirnya ...
"Yeeyyy ! ini yang terakhir !" akhirnya uangnya kembali didapatkan. Tapi tunggu dulu, ditempat pembuangan itu ada seorang laki laki. Entah dia tidur atau pingsan. Penasaran, akhirnya Hinata pun mendekati laki laki itu.
"Eehhh ? siapa itu ?" yang dilihatnya sekarang hanyalah laki laki yang tengah tidur. Berambut blode kuning, memakai jaket orange, memakai baju dalam hitam, memakai jeans. Dilehernya terdapat 'Charger' music.
'Dia tidak sadar.' Hinata mendekat, lalu berjongkok hanya untuk memastikan sesuatu.
'Apa dia mabuk ? kelihatannya dia seusiaku .. '
Dengan sedikit mengoyang goyangkan tubuhnya Hinata bertanya.
"Hey, apa kamu baik baik saja ?"
BRUKK !
Laki laki itu malah terjatuh, dari posinya yang tadi duduk sekarang malah terlentang di lantai.
"A-apa yang terjadi ?!" Hinata yang melihatnya pun langsung panik.
"Apa sebaiknya aku panggil Ambulan saja ?" bingung dengan apa yang akan dia lakukan pada laki laki didepannya itu.
'Eh ? tunggu .. apa itu ?' tanpa sengaja Hinata melihat tulisan, dileher sebelan kiri tepatnta di bawah telinga kiri. Terdapat tulisan 'P.00' . Penasaran, Hinata lalu menyentuhnya. Lalu Hinata membatun 'Bagian belakang telinga ini berwarna merah dan bercahaya.'
Tanpa sadar bukannya melepaskan jarinya, HInata malah menggesek gesekkan jarinya pada tulisan itu.
"Enghh ... "
Membuat laki laki itu membuka matanya, lalu segera bangun dan duduk.
"Ah !" Hinata yang kaget dengan apa yang dilakukan laki laki itu langsung menjaga jarak.
'Gawat, dia bangun.'
Laki laki itu hanya menatap Hinata tanpa ekspresi. Hinata pun hanya melihatnya saja. Lalu dia membatin 'WOW ! wajah yang cantik. Bermata biru, dan dia kurasa dia orang asing disini.'
Mereka saling tatap menatap.
Kruukkk~
Kruuukkkkk~
Mendengar suara itu Hinata hanya tersenyum memangdang laki laki itu, mungkin itu sebabnya tadi dia pingsan.
"Hahaha lihat kau lapar .. mungkin itu sebabnya kau pingsan tadi." Dengan tersenyum HInata mengatakan hal itu.
"Bentar ya, aku akan belikan makanan untukmu. Tunggulah disini." lalu HInata berdiri dan menuju tempatnya bekerja tadi, dengan harapan sang penjaga masih belum pulang, jadinya dia kan bisa memberikan makan untuk laki laki itu.
Dalam perjalannya tidak sengaja HInata menabrak segerumbulan orang yang kebetulan ada disana.
"Ouch .. !" pekik Hinata.
"Hey ! kalu jalan tuh pakai mata !" bentak salah satu orang yang ada disana.
"Maaf, aku tidak sengaja." Hinata hanya menunduk, tidak berani menatap pria di hadapannya.
"Wah wah .. gadis sekolah ya ? kau cantik dan lucu. Bagaimana kalu kita bermain malam ini ?"
'Apa masalah mereka ? apa mereka ..." Hinata hanya menerka nerka siapa sebenarnya mereka itu.
TAP !
Tiba tiba saja, laki laki yang temuinya tadi di tempat pembuangan sampah ada dihadapannya.
"Apa maumu hah ?! apa kau mau aku mengubah wajah cantikmu itu menjadi potongan potongan kecil ? hah ?" tanya pria didepannya.
"Kau menyakiti ... Masterku."
"Aku tidak akan memaafkanmu." itulah yang dikalatan laki laki itu. Majikan ? dia manganggap kalau Hinata itu 'Majikan'nya.
'Maji-kan ?' batin Hinata.
"Apa kau bilang ?!" teriak pria didepannya dengan memegang kerah jaket laki laki itu.
"Aku akan membuatmu menyesali perkataanmu !"
DUKK !
Pria itu memukul perut laki laki itu, tapi tidak berhasil karena pergelangan pria itu ditahan oleh laki laki itu.
"A-apa ?!"
Hanya dengan satu tangan laki laki itu membanting pria didepannya.
"Huuaaaa ... !"
BRUAKKK !
Pria itu terjatuh menindihi temannya dan jatuh diatas tempat sampah. Hinata yang melihat itu hanya terkejut, bagaimana bisa dia melakukan itu ? membanting hanya dengan menggunakan satu tangan. Begitulah pikirnya.
'Itu mengesankan.' hanya itu yang Hinata pikirkan sekarang.
"Apa kau baik baik saja Master ?" tanya laki laki yang menyelamatkannya tadi.
"Eehhh ?! Master ? aku ?"
"Ya." laki laki itu terus tersenyum sambil melihat HInata.
"Kau yang pertama kali kulihat waktu aku bangun, jadi karena itulah kau menjadi Masterku." jelas laki laki itu pada HInata, laki laki itu masih tetap tersenyum.
"Namaku Naruto, aku Android. Aku dibuat untuk membatu Masterku."
"Senang bertemu denganmu Master."
TBC
