Title : Fallin' in love with my wife.

Author : Lee Eun San

Main Cast : Tan donghae x Kim hyukjae ( mian author ganti marga mereka karena tuntutan cerita)

Genre : Comedy, Romance

Length : Chaptered

Genderswitch for uke

Chapter one…..

Hyukjae POV

Aku memandang jengah pada layar televisi dihadapanku. Setiap aku mengganti saluran selalu saja berita yang sama yang muncul dihadapanku.

"seorang actor terkenal Lee Donghae terlibat skandal dengan lawan mainya dalam drama terbaru yang mereka bintangi. mereka di kabarkan … bla,bal, bla,bla,,,, aku sudah benar-benar bosan melihatnya wara-wiri didepan wajahku. Yah walaupun tak secara langsung, tapi tetap saja aku bosan melihatnya. Apa sih sebenarnya yang mereka lihat dari namja berwajah bodoh seperti dia? Sudah tampangnya bodoh, playboy lagi hhaiisshhh…."

"haaaahh,, kenapa hari ini sangat membosankan!" aarrgghh….." teriakku kesal.

Sudah hampir seluruh saluran televisi aku jelajahi tapi mayoritas mereka menyiarkan berita yang sama. Akhirnya setelah merasa benar-benar muak dengan wajah namja ikan itu aku beranjak dari depan televisi dan memilih untuk tidur, dengan begitu kupastikan wajah menyebalkanya tak akan muncul lagi dihadapanku.

Other side.,,,,

"donghae-ssi, apa pendapat anda mengenai berita yang beredar belakangan ini…"

"donghae-ssi benarkah anda menjalin hubungan dengan nona Park Gyuri?"

"kalian pernah tertangkap kamera sedang makan malam bersama beberapa waktu yang lalu, apakah itu bukti kedekatan kalian…"

"donghae-ssi"

"donghae-ssi"

"donghae-ssi"

Seorang namja tampan sedang mencoba berlalu dari himpitan para wartawan yang entah sudah berapa lama mengikutinya. mereka semua menanyakan hal yang sama membuat namja itu mendengus sebal dalam batinnya namun masih berusaha mengumbar senyum tanpa sedikitpun memberikan keterangan sembari terus berusaha menerobos kumpulan manusia-manusia pengejar berita yang menghadangnya.

"Astaga mereka ini apa tidak merasa bosan dan lelah selalu menanyakan hal yang sama setiap kali bertemu denganku. Apa sih yang sebenarnya ada dalam otak mereka? Apa mereka tak mengerti apa yang di sebut PRIVASI! AARRGGHHHH…..aku bosan setiap hari terus mereka kejar!" batinya kesal.

Setelah berusaha cukup keras akhirnya namja yang dipanggil donghae tadi berhasil mencapai pintu keluar looby gedung tempat diadakanya acara malam ini dan segera saja dia menaiki mobi mewahnya yang sudah menanti di pelataran gedung dan langsung melesat meninggalkan para pengejar berita tersebut. Nampak sekali mereka kecewa karena tak mendapatkan konfirmasi dari sang empunya berita, namun inilah yang disebut tantangan. Semakin sulit diraih maka itulah daya tariknya.

"kenapa kau begitu ceroboh donghae-ya. Bukankah sudah aku bilang berkali-kali kalau mau keluar pakailah alat penyamaran. Kalau begini siapa yang repot,hhemm?" kata seorang namja lain dibalik kemudi mobil yang donghae naiki.

"ya!bisa tidak kau tak usah membahas masalah itu hyung. Kepalaku rasanya sudah mau meledak memikirkan masalah yang muncul belakangan ini." Semburnya kesal

"aishh,, aku begini, karena aku perduli padamu, arra! Kalau sampai berita ini makin menyebar maka masalahnya akan semakin runyam. Kau tahu kan fansmu diluar sana tidak menyukai kau berhubungan dengan Park Gyuri?" katanya dengan nada suara lebih lembut.

"arrseo, hyung. Aku kan memang tidak ada hubungan dengannya. Kemarin kami hanya tidak sengaja bertemu dan aku sedikit mengobrol denganya. Masa aku tidak berhak untuk menikmati hidupku. Apa-apa harus dipikirkan, apa-apa harus hati-hati aku bosan hyung. Aku ingin bebas seperti orang lain diluar sana." Katanya kesal

"aigo,, donghae-ya. Bukankah kau sudah tahu resiko inilah yang akan kau hadapi kalau kau memutuskan untuk terjun dalam dunia ini. Semua gerak-gerikmu akan selalu menjadi sorotan dan kebebasanmu akan selalu terabaikan, bukankah aku sudah mengatakan ini sejak awal? Apa kau sudah lupa,eoh? Jelasnya

Donghae terdiam Nampak meresapi perkataan namja yang dipangginya hyung itu. Semua hal yang dikatannya benar. Sekarang dirinya bukan lagi miliknya seutuhnya. Sekarang sebagian ah salah hampir seluruh hal yang ada padanya juga adalah milik mereka ,para pemujanya.

"arraseo,hyung tapi…"

"sudahlah, uljima ne. kau harus selalu bersabar menghadapi ini semua. Toh ini juga tak sepenuhnya buruk untukmu. Dengan begini popularitasmu akan semakin menanjak kan? Yah anggap saja promosi gratis, hhahhaaa" katanya setengah bercanda

"YAK! Kau fikir aku senang diberitakan dengan hal yang tidak layak seperti itu. Kalau mereka membahas prestasiku dalam dunia hiburan pasti aku dengan senang hati melayani wawancara mereka. Dan eoh,, apa katamu promosi gratis! Yak Jang Bong Gun kau sudah tidak waras,eoh! Semburnya lagi

"hhahhaa,, child out my fishy baby! Aku kan hanya bercanda. Santailah sedikit!"

"sudah menyetir saja yang benar. Aku ingin segera sampai rumah dan istirahat. Kita pulang ke rumahku saja jangan kerumah orang tuaku aku malas kesana, bisa-bisa mereka menginterogasiku sampai pagi." Kata donghae mengingatkan.

"siap boss! Let's goooo!"

Dan mobil itupun melaju kencang membelah jalanan kota seoul yang sepi akibat hujan yang mengguyur malam ini. Tidak biasanya hujan turun di musim panas seperti sekarang ini. Hujan biasanya mulai akan menyapa korea pada awal September mendekati musim gugur tapi hari ini pengecualian rupanya.

Terlihat sedikit gurat kelelahan diwajah tampannya. Lelah dengan jadwalnya,berita tentangnya dan satu lagi kekosongan dalam hatinya. Sudah lama sekali sudut hatinya itu tak menampakkan reaksi setelah sosok indah itu pergi. Yang tersisa kini hanya serpihan hati yang terkoyak yang membuatnya menutup diri seakan membungkus hatinya dengan lempengan besi agar tak ada lagi yang mampu merasuki. terisolasi, sendiri dan terlindungi.

Sesampainya dirumah dia segera melesat menuju kamarnya yang terletak di lantai dua rumah megah itu. Bangunan dua lantai dengan arsitektur minimalis modern dengan taman yang luas yang mengsiasi sudut halaman rumahnya. Jangan lupakan sebuah air tejun buatan yang terletak di halaman belakang rumahnya. Tak lupa deretan mobil-mobil mewah koleksinya yang berjajar rapi menjejali garasi rumahnya. Tak kurang lima mobil mewah plus tiga buah motor besar terparkir rapi di sana. Mulai dari sebuah land cruiser metallic yang terparkir paling ujung, dilanjutkan dengan audit tt coupe putih lalu lamborgini kuning menyala yang tampil mencolok di tengah lalu ferarri merah keluaran terbaru dan yang terakhir sebuah SUV keluaran Mercedes benz berwarna hitam yang mengakhiri deretan mobil di garasi. Oh, jangan lupakan juga tiga motor besar yang tak kalah mewahnya dari jejeran mobil-mobil itu. Sebuah motor Ducati 1000cc berwarna merah hadiah ulang tahun dari ayahnya yang baru saja di kirim beberapa hari yang lalu yang bahkan joknya saja belum sempat ia sentuh, lalu sebuah Kawasaki ninja sport warna hijau yang sering ia gunakan sekedar untuk jalan-jalan menguji nyalinya di jalanan dan yang terakhir sebuah Harley Davidson berpostur garang khas motor-motor keluaran amerika.

"hhhaahh,,, capeknya. Sebaiknya aku mandi lalu tidur" katanya saat memasuki kamarnya yang mewah. Merasa lebih segar setelah mandi, dia segera memakai piama tidur dan langsung melompat ke ranjang king sizenya kemudian terlelap beberapa menit kemudian.

Pagi datang membawa seberkas sinar terang benderang yang berusaha menyerang para manusia yang masih bertahan dalam benteng alam mimpinya untuk terbangun dan kembali bertarung dengan dunia nyata yang telah menunggunya. Seorang yeoja catik bersurai pirang nampak mulai terusik dengan sinar mentari yang dengan mudahnya menerobos masuk kamar indahnya lewat celah-celah bingkai jendela.

"eeuunnggkkkhhhh…. Apa ini sudah pagihhh" katanya dengan suara serak khas orang yang baru bangun.

"hhheemmmgghhh….. aku masih ngantuk….." katanya sambil berusaha meraih sebuah jam kecil diatas nakas disamping tempat tidurnya. Melihat jarum yang sudah menunjuk angka Sembilan membuatnya seketika membelalakan matanya dan terlonjak bangun dari tidurnya. Matanya yang semula sulit untuk terbuka kini berhasil membulat seketika. Panik itulah yang ia rasakan

"hhuuwwaa…..! bagaimana ini? Sudah sesiang ini! Aku pasti terlambat" katanya lalu meloncat turun dari ranjang ukuran queen zisenya kemudian melesat menuju kamar mandi. Merasa kalau ia akan semakin terlambat kalau harus mandi maka ia putuskan hanya cuci muka dan meyiakt gigi lalu menyambar sebuah celana jeans belel sebuah kaos oblong longgar dan sebuah blazer yang tergantung disampingnya. Tak lupa dia memakai sepatu sneaker hijau favoritnya dan Memoleskan sedikit bedak di wajahnya. Hhei walaupun tak mandi tapi ayolah bedak bukan hal yang anehkan? Setidaknya untuk menutupi sembab di wajahnya agar tak terlihat seperti orang yang belum mandi, yah,,, meskipun itulah kenyataanya. Disemprotkanya parfum ketubuh rampingnya sedikit banyak takut-takut muncul aroma yang tidak sedap lalu meguncir kuda rambut blondenya. Setelah merasa cukup dengan semua persiapan yeoja cantik itu segera meraih tas yang ada di atas meja dan berlari melesat keluar kamar. Mengunci pintu apartemntnya kemudian melesat lagi menuju lift dan menekan tombol basement. Sesampainya dibasement segera Ia mencari letak mobil kesayanganya yang hanya berjarak beberapa langkah dari pintu lift. Sebuah audi putih couple miliknya tampak menanti. segera setelahnya dia melesat ketujuanya.

Other side.

"kkrriiinnggg…..kkrrinnggg…. kkrriinngggg "

"yak! Ireona, palliwa!pemalas! Mau sampai kapan kau tidur, hah! Dasar ikan amis!" bentak yeoja paruh baya yang masih Nampak cantik dan eerrr….seksi.

"aaiisshhh…. Berisik…..!" kata donghae setengah sadar.

"YAK! Ikan bau, bangun kau atau omma bunuh semua koleksi ikan amismu itu!" bentak yeoja yang mengaku sebagai ibu dari donghae.

Merasa mengenali lengkingan suara khas dari seseorang yang ia tahu betul siapa, membuat nyalinya ciut juga. Pemilik suara ini tak pernah main-main dengan ucapanya. Kalau dia tidak segera bangun maka nasib naas akan menyapa ikan-ikan kesayangannya.

"ne,ne omma! Aku bangun, kenapa kau harus berteriak begitu,eoh? Tak bisakah kau membangunkanku secara "normal" saja" dengusnya pelan

"dengan teriak saja kau tidak bangun-bangun apalagi dengan cara normal? Mau sampai kapan aku menghabiskan waktuku untuk sekedar membangunkan anak malas sepertimu, hhahah.. untung kau anakku. Heran padahal aku tidak malas kenapa anakku sepertimu" katanya retorik

"ciiss,, menggelikan…" katanya pelan

"apa kau bilang?"

"opseo,omma. Oiya tumben omma pagi-pagi sudah mengunjungiku? Pasti ada hal penting sampai omma jauh-jauh datang.

"hhahh,, kau pintar juga rupanya. Hhmm,,,, baiklah aku tak akan basa-basi lagi denganmu. Putraku tersayang! Kuping ommamu yang cantik ini sudah kelewat lelah mendengar semua skandal yang kau buat akhir akhir ini. Tidak bisakah kau pilih satu saja yeoja untuk kau jadikan kekasihmu, hhah? Merepotkan!"

"yyaaiisshh,, omma… kukira ada apa. Sudah tak usah kau fikirkan berita-berita itu. Semuanya Cuma omongan tak berdasar." Katanya malas.

"abaikan kau bilang? Apa kau sudah tidak waras,eoh? Dan apa itu omongan tak berdasar? Putraku Tan donghae yang tampan,, tak mungkin ada asap kalau tidak ada api kan?" katanya kesal

"iisshh… omma percayalah aku tak ada apa-apa dengan mereka semua. Aku…"

"sudahlah, aku tidak mau dengar lagi alasanmu. Pokoknya omma hanya mau semua berita miring tentangmu segera hilang dari majalah, arraseo."

"Kau selalu jadi sasaran empuk pembicaraan teman-teman omma, kau tahu! Aku lelah harus membantumu menepis tumpukan skandalmu!" potongnya kesal.

"baiklah, omma. Nanti aku akan menyuruh Bong Gun hyung membereskanya." Jawabku lemah

"baiklah, omma beri kau waktu seminggu untuk membereskan semua kekacauan yang kau buat. Kalau dalam seminggu kau tidak berhasil menyingkirkan berita skandalmu dari headline majalah, maka omma akan gunakan cara omma untuk menyelesaikanya, deal?" tawarnya serius.

"eehh,, omma ada cara untuk membereskan semua skandal itu? Kenapa tidak bilang padaku sejak dulu,eoh. Tidak tahukah omma aku juga sudah bosan terus mereka buntuti." Katanya dengan wajah berbinar penuh harap

"tentu saja aku kan pandai!, omma punya satu jalan untuk membebaskanmu dari jeratan skandalmu yang kian hari bukanya makin berkurang malah makin menggunung itu." Jawabnya santai.

"eh.. jinjja omma? cepat katakan omma, aku penasaran?" katanya lalu mengubah posisi yang awalnya masih setia berbaring dan bergelung dengan selimut hangatnya menjadi duduk manis menghadap kearah ommanya penuh harap.

"kau mau tahu?" godanya

"yak, omma. Mau beri tahu tidak?" rajuknya

"eoh, anak omma manis sekali kalau sedang merajuk. Omma jadi gemas ingin mencubit pipimu, chagi" katanya sambil tersenyum senang karena berhasil menggoda dan membuat anak kesayanganya penasaran

"iisshh,, paliwayo omma!" katanya kesal.

"mudah saja. Menikahlah!" jawabnya enteng

"MWO? MENIKAH? Apa omma salah minum obat tadi pagi,eoh? Hhahh…." Katanya heran

PLETAK…

Yeoja itu mengepalak sayang kepala anaknya yang sudah berani mangatainya barusan.

"aigoooo… appoooooo omma…." Katanya sambil mengusap kepalanya yang terasa berdenyut

"salah sendiri berani mengataiku anak kurang ajar!" semburnya

"habis omma, ada-ada saja. Masa menyuruhku menikah? Apa omma tidak dengar yang baru saja aku katakana. Aku tidak ada hubungan apapun dengan yeoja-yeoja itu omma, Mana bisa aku menikah,eoh? Dengusnya pelan sambil mengelus kepalanya.

"itu masalah mudah, chagiya. Omma sudah ada calon yang tepat untukmu. Kau tenang saja. Cukup duduk manis dan serahkan semua urusan pada ommamu yang cantik dan baik ini" katanya bangga.

"hhiisshh baik dari mana? Ada juga omma ini pantasnya masuk dalam nominasi the most cruel mom in the world, pasti omma akan jadi pemenangnya." Sahutnya asal

PLETAK…..

Dan satu pukulan lagi sukses mendarat di kepalanya

"yak! Apo omma! Belum juga sembuh kau sudah memukulku lagi. Nati kalau aku jadi bodoh bagaimana?" katanya asal

"memang kapan kau pernah pintar,eoh? Terserah kau, semua keputusan ada di tanganmu. Selesaikan semua masalahmu dalam seminggu atau kita pakai cara omma. Appamu juga sudah setuju dengan rencana omma." Tegasnya memberikan sedikit tekanan pada anaknya.

"aigo,, kenapa appa juga ikut,,, kalau omma aku sanggup kalau appa?" batinya

"kenapa kau diam,eoh? Diam berarti kita deal kan?" katanya sambil mengulurkan tangannya kearah putranya yang terlihat sedikit ragu.

"YAK! Jawab omma, ikan!" katanya kesal

Cukup lama donghae hanya memandangi tangan putih ommanya namun pada akhirnya ia jabat juga tangan halus nan terawat itu.

"baiklah, sekarang kita deal ikanku sayang. Waktumu dimulai dari hari ini." Katanya sambil menyeringai

"Yak! Kenapa omma menyeringai seperti itu, eoh membuatku takut saja." Katanya polos.

"wajahku cantik begini, kau malah takut? Dasar aneh. Sudah omma mau pergi dulu. Seminggu kedepan omma akan menemani appmu ke Beijing untuk urusan pekerjaan tapi bukan berarti omma tidak mengawasimu. Sepulang omma dari china omma mau semua masalah sudah beres atau omma yang bertindak, arraseo?" katanya penuh penekanan.

"eung… omma!" jawabnya sambil menganguk patuh.

"baiklah omma rasa urusan omma sudah selesai denganmu, chagi. Omma harus segera pulang dan bersiap berangkat. Jaga dirimu selama omma pergi ne?" katanya lalu mengecup sayang pucuk kepala putranya.

"ne, omma tenang saja aku bisa jaga diri aku kan sudah bukan anak kecil lagi." Katanya sambil merengut dan memanyunkan bibirnya.

"ne,ne… baiklah kalau begitu. Omma pamit ne, pay,pay" katanya lalu melangkah keluar kamarnya.

Donghae yang masih mengantuk kembali lagi melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu oleh kedatangan "Ratu Iblis" tadi. Berhubung hari ini jadwalnya sedang longgar sampai nanti sore maka ia putuskan untuk menghabiskan waktu pagi sampai siang untuk istirahat. jarang sekali dia bisa tidur lama sejak beberapa saat ini.

"aku harus apa untuk membereskan semua masalah ini, hhahh…." Katannya lalu kembali terlelap.

…TBC…

JRENG,, JRENG, JRENG# PAKE BACK SOUND ALA-ALA SINETRON INDONESIA.

Hahahah.. I'm back! Akhirny aku nulis juga epep yang cast utamanya my lovely hubby..# sujud sukur.(lebay). Well meski ceritanya absurb as usual,, I wish all of you still wanna give me any coment, okay!

Sign

Lee Eun San

(EunhyukLegalWife)