Hallo minna...! Ketemu lagi dengan saya. Saya mencoba untuk mempublish fic original buatan saya. Sudah tahu kan kalau saya tidak menyukai banyak typos.
Enjoy it
Disclaimer : Masashi Kishimoto
"Berkumpul...!" Seru seorang berambut jingga yang di model jabrik dengan beberapa pierching menghiasi wajah tampannya.
"Siap...!" Sembilan orang langsung berbaris dengan rapi membentuk suatu formasi.
"Laporkan apa yang telah kalian lakukan" Kata Pein sembari menunjuk seseorang yang memakai topeng jingga bermotif spiral.
"Lapor...! Aku telah menggoda manusia sehingga mereka saling melaknati" Kata sosok bertopeng tersebut yang bernama Tobi.
"Bagus...! Tapi kau masih jauh dengan harapanku, bisa saja mereka berbaikan lagi" Kata Pein seraya menunjuk seseorang berambut putih cepak disampingnya.
Begitulah suasana ditengah samudera yang amat luas. Terdapat kerajaan jin yang tidak terlihat oleh mata manusia. Setiap hari mereka mengevaluasi apa yang telah mereka capai hari itu.
Setelah beberapa orang yang ditanya oleh Pein tidak memenuhi harapannya tibalah saatnya setan yang terakhir. Seorang wanita berambut biru dengan aksesoris bunga kertas sebagai pemanisnya.
"Kau yang terakhir hari ini. Kuharap kau dapat memenuhi harapanku" Kata Pein sambil menunjuk wanita.
"Aku telah menggoda manusia sehingga dia berbuat zina" Kata Konan dengan dengan percaya diri.
"Bagus...! Kawan-kawanku semua contohlah wanita ini" Kata Pein sambil meletakkan mahkota diatas kepala Konan.
"Duduklah disisiku, Konan" Kata Pein. Konan langsung duduk disamping Pein disertai tatapan takjub dari teman-temannya.
"Apakah kalian mau ?" Kata Pein menawarkan. Serentak delapan orang mengangguk dengan bebarengan.
"Baiklah, aku akan memberi maksimal dua orang dari kalian dengan mahkota ini" Kata Pein sambil memperlihatkan mahkota yang sangat indah. Tentu hal tersebut sangat menggiurkan bagi kedelapan setan tersebut.
"Siap...! Ketua" Seru semuanya dengan tegas. Pein tersenyum melihat kepatuhan anak buahnya.
"Baiklah. Aku mempunyai target seorang ahli ibadah dan juga ahli ilmu dia bernama Sasuke Uchiha" Pein mulai bercerita
"Dua orang yang sanggup untuk menggodanya berbuat zina akan kuberi mahkota ini" Kata Pein mengumumkan.
"Kami bisa...!" Seru seorang berambut merah dan cowok pirang dengan model ponytail dengan separuh muka tertutup oleh poni tersebut.
"Berangkatlah sekarang" Perintah Pein. Tanpa aba-aba lain lagi mereka terbang dan menghilang dari pandangan.
Saya rasa untuk membaca fic ini diperlukan energi yang ekstra. Saya sudah mencoba membaginya dengan adik saya tapi sepertinya dia tidak mengerti. Jadi para readers harap jangan turunkan konsentrasi ya. Apalagi dibagian latar belakangnya.
Sebagai manusia tidak ada yang sempurna bukan. Tapi itu bukan halangan untuk...
Reviewww...!
