Forbidden Love?
By : Hayato Arisato
Warning : AU (Alternate Universe), OOC, Character Death
Disclaimer : P3 dan P4 punya ATLUS, FFn ini punya saya
Chapter 1 : Prologue ~An Unacceptable Love~
Ini adalah sebuah kisah yang terjadi di sebuah kota yang bernama Iwatodai di sebuah negara yang dikenal sebagai Yasoinaba. Kisah tentang seorang wanita berambut biru pendek yang selalu memakai topi yang warnanya sama dengan rambutnya. Ia bernama Naoto. Ia selalu memakai pakaian laki-laki walau dia perempuan karena disuruh pamannya. Ia tinggal dengan pamannya karena, orang tuanya sudah meninggal dunia (semoga mereka beristirahat dengan tenang).
Ia mempunyai identitas lain, yaitu Blue Prince—Pangeran Biru. Blue Prince adalah seorang pahlawan yang menyelamatkan penduduk negara Yasoinaba dari kekejaman Raja Adachi Seta, raja kejam yang berkuasa di Yasoinaba. Ia memiliki banyak prajurit tangguh yang selalu patuh padanya. Walau begitu, Blue Prince selalu dapat mengalahkan mereka dengan keahliannya yang diajarkan oleh seseorang. Saat ia menjadi Blue Prince, ia memakai topeng, membawa pistol dan pedang untuk melawan para prajurit dan ia juga membawa grappling hook dengan magnet yang sangat kuat untuk melewati atap. Ia cukup jago akrobatik. Ia dijadikan buronan dengan hadiah 300 juta rupiah. Tak ada yang tahu wajah Blue Prince (Naoto) ini di balik topeng.
Dulu di saat pemerintahan Raja Johei Shirogane, kota Yasoinaba adalah kota yang damai dan tenteram karena kebijaksanaan Raja Shirogane. Tapi 13 tahun yang lalu, tentara keluarga Seta menyerang istana Shirogane, Paradies Palast di Yasoinaba dan membunuh semua anggota keluarga Shirogane dengan kejam. Hanya seorang putra dan dua orang putri keluarga Shirogane yang berhasil lolos. Masyarakat umum dibohongi, bahwa sang Adachi Seta dianggap sebagai pahlawan yang telah berhasil membunuh raja kejam Shirogane. Kalau kau mengatakan kebenarannya di masyarakat umum, kau pasti sudah berada di akhirat dalam waktu dekat.
Awan putih bergerak dengan santainya di langit, sementara matahari bersinar dengan terang. Panas matahari yang menyengat itu tidak dapat menghentikan aktivitas sehari-hari penduduk negara Yasoinaba.
Di sebuah menara yang berada di istana megah Darkastle, istana tempat berkuasanya Raja Seta, berdirilah sebuah pemuda berambut abu-abu berbentuk seperti mangkok yang biasa kau pakai untuk makan mie. Namanya Souji Seta. Dia adalah seorang pangeran dan ksatria yang hebat. Wajahnya terbilang cukup tampan. Tak heran, banyak wanita yang jatuh cinta padanya. Tapi, Souji tidak menggubris 'tembakan' para wanita itu. Ia hanya menolak dengan sopan. Padahal dulu, ia sempat pernah jatuh cinta pada ratu kerajaan Technos, sebuah kerajaan tetangga yang bernama Yukiko Amagi yang cantik dan elegan. Souji memakai baju yang bagus. Sebuah jubah kerajaan berwarna hitam dengan gambar sebuah naga biru. Ia membawa sebilah pedang di sarung pedangnya terikat di pinggangnya.
Angin berhembus dengan sejuk di sana seolah membelai tubuhmu dengan penuh kasih sayang. Souji menatap ke langit sambil menikmati belaian angin yang bertiup. Sementara itu, seorang pemuda berambut coklat yang agak acak-acakan datang menyapa Souji. Ia memakai blazer hitam yang dikancing dan sebuah pedang dalam sarungnya terikat di pinggangnya.
"Halo tuan muda Seta!" kata pemuda itu. Souji menoleh dan tersenyum hangat kepada best friend-nya itu.
"Yosuke, kau jangan memanggilku dengan kata-kata sok hormat begitu. Ada apa?" tanya Souji. Yosuke Hanamura tersenyum.
Yosuke adalah teman terbaik Souji dari kecil. Sampai-sampai mereka hampir selalu bersama tiap hari. Makanya ada perkataan ; di mana ada pangeran Souji pasti di situ ada Kolonel Hanamura. Yosuke adalah seorang kolonel muda yang kuat dan ceria. Ia pernah beberapa kali membendung pasukan musuh yang menyerang kerajaan itu karena menginginkan negara yang makmur dan kaya itu selain Technos dan Heavenell. Walau begitu, ia kurang sukses dalam percintaan.
"Hehehe... Kau dicariin raja Adachi, tuh?" kata Yosuke.
"Ada apa, sih?" kata Souji mengeluh dengan wajahnya masih tetap tenang.
"Entahlah. Masalah biasa kali." jawab Yosuke.
"Baiklah." Souji beranjak pergi turun dari menara ke arah istana untuk menghadap ayahnya, raja Adachi.
Di sebuah kamar tidur, sang gadis berambut biru masih tenggelam di dalam lautan bawah sadarnya. Padahal matahari sudah menunjukkan wajahnya. Seorang wanita berambut coklat bob dengan pakaian maid (wow!) memasuki kamar tidurnya dengan membawa pel.
"Naoto-kun!" kata wanita itu sambil menggoyangkan badan kecil wanita berambut biru itu. Berusaha membangungkannya.
"Uhh... Ada apa, Chie-san?" tanya Naoto dengan mudahnya bangun dari tidurnya, walau dengan mata mengantuk dan terus menguap.
"Sudah pagi, lho. Ayo bangun. Masa besok sudah 16 tahun masih bangun siang." kata Chie Satonaka.
"Oke, oke. Aku bangun..." Naoto segera beranjak ke kamar mandi. Setelah mandi, ia memakai kemeja hitam dan topi biru kesayangannya.
Ia bertanya pada Chie yang sedang membersihkan kamar itu. "Sarapan sudah siap?"
"Sudah. Yukari-san yang menyiapkannya." jawab Chie.
Naoto langsung turun ke bawah untuk sarapan. Rumah (yang lebih tepatnya sebuah mansion) keluarga Sanada. Rumah itu sangat besar dan mempunyai banyak ruangan. Saking luasnya, jika kau tidak pernah ke rumah ini sebelumnya, dijamin bakal tersesat. Di bawah, ia menemui seorang pria berambut putih yang merupakan pamannya yang bernama Akihiko Sanada.
"Pagi, Naoto!" kata Akihiko.
"Pagi, Akihiko-san! Sarapan udah siap?"
"Sudah. Tuh di meja."
Di meja sudah tersedia banyak makanan, seperti nasi goreng, mie goreng, ayam goreng, dan sebagainya yang kelihatannya enak.
Setelah sarapan, Naoto pergi beranjak ke kamarnya. Tiba-tiba langkahnya terhenti oleh suara panik seorang bocah berambut coklat susu.
"Naoto-san! Gawat!" kata Ken Amada.
"Ada apa, Ken-kun?" tanya Naoto kebingungan.
"Kanji-san tidak bayar pajak dan akan dihukum mati!" kata Ken.
Mendengar pernyataan itu, Naoto berlari dengan cepat ke kamarnya untuk mengambil sebuah pedang tipis yang ringan, pistol, topeng, dan grappling hook-nya lalu memakai jubah birunya. Setelah itu, melompat keluar dari jendela.
Di sebuah sudut kota, ada 3 orang pria dan penduduk-penduduk yang menonton. Pria pertama berambut silver panjang dan hanya memakai celana panjang saja. Pria kedua berambut biru pendek, berkacamata, dan memakai pakaian berwarna hijau. Pria ketiga berambut silver dan hanya memakai kaos hitam bergambar tengkorak.
"Sudah berapa kali kau tidak membayar pajakmu, Tatsumi?" kata sang pria berambut silver panjang menodongkan revolver-nya ke arah pemuda berambut silver.
"Menurut raja Adachi, orang yang tidak bayar pajak 2 tahun akan dihukum mati... Pengawal bawa dia!" kata sang pria berkacamata.
Chapter 1 End
Hahaha! Ketemu lagi dengan saya Hayato Arisato. Entah kenapa saya tahu-tahu menulis ide ini langsung. Karena ini masih Chapter 1, seperti biasa akan pendek. Ini fic AU pertama saya. Saya mohon Review-nya ya! Anonymous juga boleh lho.
Di sini mengambil setting di kerajaan jaman dahulu.
Next on Forbidden Love?
Chapter 2 : Love in First Sight
Regards, Hayato Arisato
