(A/N) Hai semua! Aku author newbie disini! Dan aku disini mau nge-posting fanfic atau lebih tepatnya song-fic pertamaku disini! Well, sebenernya sih, ini versi duanya. Ini versi yang udah diperbaruin. Anyway, enjoy the story!
Prolog (with Len Kagamine)
Senin. Hari dimana para murid harus kembali bangun pagi dan menimba ilmu di sekolah.
Pasti lumayan banyak orang yang marah, kesal, dan bahkan mengambek ketika menyadari bahwa mereka harus kembali melakukan rutinitas mereka lagi setelah libur selama 2 hari.
Memang begitu kenyataannya, tak terkecuali Kagamine Rin, seorang murid berambut pirang yang pada hari itu juga akan menjalani hari pertama di sekolah barunya. Kagamine Rin, murid pindahan Rusia yang kembali menimba ilmu di tanah kelahirannya, Jepang, setelah 6 tahun menimba ilmu di negara yang memiliki luas wilayah terbesar tersebut.
Sekarang, mari kita cek keadaan di ruang makan di sebuah rumah . . .
"Pagi, Rin!" sapa Kagamine Len sambil memasukkan sebuah pisang ke dalam tasnya yang berwarnya kuning. "Apakah kau deg-degan akan hari pertama di sekolah baru?"
"Hmm... Tidak juga sih, lagi pula... Aku kan Rin!" Rin menjawab pertanyaan Len sambil mengambil sebuah jeruk dari dalam kulkas. "Aku bisa dengan mudah berteman dengan siapa saja! Ahaha..."
Phantasm Archer presents...
.
Abstract Nonsense!
DISCLAIMER: Vocaloid is not mine! Vocaloid belongs to it's owner!
I only own the plot and story, although this story is based on Kagamine Rin's song, Abstract Nonsense!
WARNING! Bisa dibilang AU, High School AU lebih tepatnya. Kemungkinan ada typo(s)
Selamat membaca!
"Rinny! Lenny! Apakah kalian sudah siap untuk berangkat ke sekolah ?" Rin dan Len yang merasa dipanggil oleh suara merdu tersebut langsung menengok ke arah sumber suara.
"Miku-nee? Yaa begitulah... tetapi Rin makannya lambat sekali!" omel Len. "Cepatlah Rin! Awas saja sampai kulindas kau dengan road roller! Cih! Lama sekali..." omelan Len kali ini ditujukan kepada Rin yang sedang menjulurkan lidahnya pada Len.
"Ahhh... Sabar sajalah Lenny! Lagipula, kita masih harus menunggu Gumi kan?" perempuan berambut biru kehijauan itu menasihati Len.
"Please, jangan panggil aku 'Lenny'! Kesannya aku shota banget..." sebuah kalimat omelan pun kembali keluar dari mulut Len.
"Ahahahaha! Lenny! Hai Lenny! Apa kabar, Lenny? Ahahaha!" ejek Rin.
Len hanya bisa menghebuskan nafas dengan berat. Speechless kah dia? Sementara itu, Rin tersenyum penuh kemenangan.
Tak ada angin, tak ada hujan, secara tiba-tiba sebuah cone es krim beserta es krimnya tumpah mengenai rambut pirang Len.
"AHHHH! BAKAITO!" kali ini bukan omelan lagi yang keluar dari mulut Len, melainkan sebuah teriakkan yang ditujukan pada Kaito yang tersenyum tanpa merasa bersalah.
"Heheh... maaf Len-kun. Sepertinya aku sedang terlalu bahagia! Apakah kau tau kalau hari ini di toko es krim ada rasa es krim terbaru dengan harga didiskon 60 persen ?" tanya Kaito dengan bahagianya, menghiraukan tatapan kesal dari empunya rambut pirang yang barusan terkena tumpahan es krim.
"Enggak! Gak tau sama sekali. Cih!" jawab Len dengan sarkastis.
"Dan itu pemirsa, adalah apa yang kau dapatkan kalau mengomel terus." ejek Rin sekaligus bergaya layaknya seorang reporter.
"Hei, Hei! Kalian tidak berniat meninggalkanku, kan? Jangan begitu dong!" teriak Gumi yang tampak sedang menggenggam sebuah sandwich isi wortel di tangan kanannya. Rin yang sedang mengecek ulang isi tasnya dan Miku yang barusan berdiri langsung menengok ke arah Gumi yang pagi-pagi sudah berteriak dengan semangatnya.
"Ah, Gumi! Apakah kau sudah siap?" tanya Miku sambil berdiri dan menggendong tasnya.
"Ya, tentu saja! Ayo berangkat!" kata Gumi sambil mendorong Rin dan Miku keluar pintu.
"Ufff... Si Kaito buat masalah aja sih..." Len masih sibuk mengelap rambutnya yang terlihat seperti habis kehujanan.
"Maaf, Len-kun! Tak sengaja!" Kaito berjalan melewati Len, yang hanya direspon dengan death-glare Len.
"Hei Rin, Miku! Apakah Gumi sudah siap untuk berangkat?" tanya Len. Sayang sekali, kau sudah ditinggal mereka, Len. "Rin? Miku? Halo?" panggil Len.
"Len, tadi aku lihat Miku, Rin dan Gumi barusan saja berangkat. Mungkin lebih baik kau cepat menyusul?" tanya Kaito sambil mengeluarkan semua es krim dari freezer.
"ARGGHHHH! Sial! By the way, makasih!" Len cepat-cepat mengikat tali sepatunya dan kemudian menengok ke arah Kaito sejenak. "Bukan mau menginterupsi kegiatanmu atau apa. Tapi, apakah kau akan memakan semua es krim... Itu?" tanya Len sambil menunjuk tumpukkan es krim di atas meja makan.
"Tentu saja! Aku akan memecahkan rekor sedunia untuk memakan es krim terbanyak dalam sehari tanpa terkena penyakit demam ataupun flu! UOOOOHHH!" jawab Kaito dengan semangat sambil goyang gayung.
"Ehhh, rite!" balas Len yang acuh dan langsung berlari menuju jalannan.
Setelah sampai diperempatan jalan 2 blok dari rumahnya, Len berdiri di trotoar, menunggu lampu lalu lintas kendaraan menyala merah. Sambil menunggu, Len menyanyikan lagu Kagerou Days yang pernah dinyanyikan Miku. Dan sekali-sekali menengok ke arah lampu lalu lintas dan memperhatikan jalan raya didepannya.
"batto toota TORAKKU ga kimi o hikizutte nakisakebu
chi shibuki no iro, kimi no kaori to mazariatte musekaetta"
Tiba-tiba, seorang perempuan berambut pink muda menyebrang jalan itu tanpa melihat rambu lalu lintas. Di jalan yang sama, melajulah sebuah truk besar dengan kecepatan tinggi. Awalnya, Len tenang-tenang saja tanpa memedulikan perempuan dan truk itu.
'Kok scene ini serasa mirip dengan cerita dibalik lagu Kagerou Days ya?' pikir Len yang masih belum menyadari kejadian fatal yang akan terjadi di jalan itu.
Setelah menatap truk dan kemudian perempuan itu berulang kali, Len baru menyadari hal yang akan terjadi. Truk besar itu sudah semakin dekat dengan perempuan itu. Tanpa berpikir lebih panjang ia segera berlari ke arah perempuan itu, tanpa mendari kendaraan lain yang melintas dan meng-klaksoninya. Len pun langsung berdiri di depan perempuan itu.
Seketika, pengemudi truk itu kaget dan langsung mengerem truknya yang hampir menabrak kedua orang itu. Di belakangnya perempuan yang baru saja menelepon langsung bengong sambil jawdrop.
"Erh...Eh... Maaf.." sahut pengemudi truk itu dari dalam truknya sambil menampilkan senyum terpaksanya dan langsung kabur tanpa memedulikan kedua murid yang hampir ditabraknya tadi.
Len menghembuskan nafasnya dengan lega. Dan ia menengok ke perempuan berambut pink muda (yang masih bengong dan jawdrop) yang barusan ia selamatkan nyawanya.
"Ya ampun, ada orang bule nyasar muncul di sebelah gue!" teriak perempuan itu dengan panik. Len menatapnya dengan bingung."Ya ampun, orang bule beneran! Udah rambutnya basah karena kehujanan, natap gue dengan tatapan bingung gitu lagi... Heh! Ape lo?" teriak perempuan itu.
"Eh? Aku gak berasal dari barat kok?" kata len sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Ape lo natap-natap?!" kata perempuan itu dengan dingin.
"Haaaaah?!"
"Hoiiii! Awas aja, gua jago silat lho! Hiiiiat!" kata perempuan itu sambil memperagakan gerakan silatnya.
"Dihhhh... Apa deh. Memang aku, maksudnya gue apaan? Penjahat? Viking? Bajak laut? Hahh?!" jawab Len dengan nada kesal. 'Gak tau terima kasih banget sih, nih perempuan. Fiuh...'
"Heiiii! Jangan berantem dong... Masa baru kenalan sudah berantem? Huh, gak lucu!" sahut seorang perempuan berambut pirang panjang dan bergelombang. Len dan perempuan berambut pink muda itu menengok ke arah asal suara yang hendak menghampiri mereka.
"Haiii! Daku gak kenal kalian berdua. Tetapi, sebaiknya kalian jangan berantem ya. Soalnya kalian mengganggu lalu lintas!" kata perempuan berambut pirang bergelombang itu sambil menunjuk ke arah mobil-mobil pengemudinya sibuk mengklakson.
'Waduhhh... Gak lucu banget nih.' pikir perempuan beramput pink yang tadi berantem dengan Len.
"Sudahlah tidak perlu merasa bersalah begitu. Mari kita jalan ke jalan di seberang dan membicarakan masalahnya. Terlebih, sepertinya kita satu sekolah, hmm?" kata perempuan berambut pirang itu sambil mendorong dengan pelan Len dan perempuan berambut pink muda tersebut ke jalan di seberang. Dan mereka bertiga pun menyebrang jalan raya dengan dua orang diantara mereka hanya menatap mobil-mobil yang tadi mengklakson dengan malu.
"Namaku SeeU!" perempuan berambut pirang bergelombang tersebut memperkenalkan diri.
"Aku Kagamine Len!" Len ikut memperkenalkan diri.
"IA." kata perempuan berambut pink muda itu, singkat, padat, jelas.
"Jadi, apa masalah kalian hingga berantem di tengah jalan ?" tanya SeeU.
Menedengar pertanyaan tersebut, Len dan IA menjelaskan masalahnya secara berbarengan yang tentunya membuat SeeU bingung.
"Stop! Please, satu-satu jelasinnya."
IA dan Len pun mulai menjelaskan masalahnya-bergiliran sambil berjalan ke sekolah.
"Hahahaha jadi begitu ya? IA, sebernanya Len itu mencoba menyelamatkanmu dari truk itu. Baik sekali kau Len!" puji SeeU.
"A-aku melakukan itu karena itu hal yang benar untuk dilakukan lho! J-jangan pikir yang macam-macam." kata Len dengan muka merah setelah mendengar pujian dari SeeU
"Ohh... Ya ampun, ternyata aku salah paham ya? Hehe. Maaf deh kalau begitu. Dan sejak kalian bukan orang tak dikenal, aku akan menggunakan kata aku-kamu dan bukan gue-lo!" kata IA.
"Jadi gue-lo itu cuma untuk orang gak dikenal ya?" kata SeeU. IA mengangguk sementara Len hanya diam saja. Dan kemudian, mereka bertiga berjalan sambil diam.
Tetapi, tentu saja keheningan itu tak bertahan lama, karena-
"ADUHHHHHH! Ternyata... dari tadi... aku baru nyadar... bahwa..." Len berhenti bicara.
-lihat Len kembali membuat kegaduhan.
"Tasku ketinggalan di rumah!" lanjut Len sambil berlari balik ke rumah dengan rasa panik.
Ia cepat-cepat lari, namun, sayang sekali ia malah tersandung sebuah batu dan terjatuh ke genangan air.
"Gaaahhh! Hari sial!" teriak Len sambil melanjutkan perjalanannya kembali ke rumah.
Sampai di rumah, Len pun disapa oleh Meiko.
"Eh? Len-kun? Bukannya kau seharusnya sudah berada di sekolah?" tanya Meiko.
"Semacam... tetapi tasku tertinggal di ruang makan. Ufff! Gara-gara si Kaito tadi kan!" gerutu Len.
"Kau dalam masalah, Len-kun! Bel sekolah sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu, kau tau!" kata Meiko.
'Bakal telat nih!' pikir Len sambil bergegas keluar. Dan tentunya, tidak lupa membawa tasnya kali ini.
Sampai di sekolah, atau lebih tepatnya di depan pintu kelas...
"Fiuh... Padahal tadi udah berangkat pagi. Eeeehh, pake lupa bawa tas segala..." gerutu Len yang ngos-ngosan.
Bagaimana tidak? Ia barusan menjadi peserta lomba marathon versus kuda balap dadakan. Len membuka pintu kelas, menunggu suara guru yang memarahinya karena datang telat.
"Len! Sudah berapa kali kau telat? Kalau kau tidak sering telat, saya tidak akan memberikan hukuman. Tetapi kau sudah telat lebih dari 10 kali! Berdirilah di depan kelas, Len!" kata Kiyoteru-sensei.
Len pun terpaksa berdiri sambil menggerutu.
'Ah...! Sial! Udah ketumpahan es krim, ditinggalin Rin and the gang, berantem, tas ketinggalan, jatoh ke genangan air, telat, di suruh diri di depan kelas lagi... Duhhh... Sial!' pikir Len.
(A/N) Well, maaf kalau karakter vocaloidnya memiliki sikap yang kalian tidak suka. Soalnya vocaloid kan gak punya sikap, kecuali berdasarkan lagu. Dan disini yang sikapnya berdasarkan lagu hanya Rin. Jadi... aku buat-buat deh sikapnya. Dan, hohoho, aku buat Len di sini agak tsun!
Tsun! Tsun!
Thanks for reading! Please review! ^_^
