JOURNEY

Yunjae

Romance, Drama, Traveling, etc.

WARNING! Yaoi/boyxboy/Yunjae/DLDR/NO BASHING!

.

.

Prolog

.

Happy reading ^^

.

Noona, Eropa sudah memasuki musim dingin. Suhu disini sudah mencapai 5 derajat celcius. Aku yakin disana pun pasti dingin, jadi pastikan noona dan sekeluarga tetap hangat.

Noona, stasiun Roma Termini hari ini sangat ramai, sibuk seperti biasanya. Aku sudah memesan tiket Global Pass untuk perjalanan mengelilingi Eropa. Kereta EuRail yang kunaiki akan melewati Swiss, Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Ceko, Austria dan berakhir di Hongaria. Visa Schengen juga sudah di tanganku dan aku juga sudah menghubungi teman-temanku untuk menyediakan akomodasi nanti hehehe aku sudah siap memulai petualanganku.

Noona, tunggu aku di Budapest. Doakan aku agar perjalanan ini lancar. Sudah dulu ya, aku akan segera naik kereta. Sesuai janjiku aku akan mengirimi noona email supaya noona tidak cemas. Oh, jangan lupa salamku untuk hyeongnim dan juga Hyeona, sampaikan bahwa samchonnya merindukannya.

Your lovely dongsaeng, Kim Jaejoong.

Selesai mengirim e-mail untuk kakak perempuanku, aku mendengar pengumuman bahwa kereta yang kunaiki akan segera tiba, aku pun segera menggendong tas ranselku juga satu tas selempang yang kusilangkan di tubuhku.

Perjalanan keliling Eropa ini sudah ku rencanakan jauh-jauh hari begitu kakak perempuanku yang sekarang tinggal di Hongaria bersama suaminya yang seorang diplomat dan juga Hyeona anak perempuannya―keponakanku―mengundangku berkunjung kesana untuk merayakan ulang tahun Hyeona yang kelima.

Sebenarnya, aku yang saat ini tinggal di Roma untuk berkuliah disini bisa saja mengambil rute perjalanan pendek hanya dengan melalui satu negara yakni Austria sebelum kemudian sampai di Hongaria, namun karena aku sudah memimpikan ingin berpetualang mengelilingi daratan Eropa jadilah aku mengambil rute yang berputar-putar untuk sampai disana, tak apalah toh noonaku juga mau berbaik hati mengganti uang tiket yang harus kubayar untuk membeli Global Pass.

Kereta sudah berhenti, aku mengantri untuk pemeriksaan tiket dan juga paspor. Kaki dan tanganku seakan tak bisa berhenti bergerak, tentu saja aku sudah tidak sabar memulai perjalananku. Pemberhentian pertamaku adalah Swiss.

Memasuki kereta, karena cukup banyaknya penumpang tak sengaja aku menyenggol seorang pria dari gerbong sebelah yang hendak masuk ke gerbong tempatku. Aku melirik kearahnya, wajahnya asia sama sepertiku. Namun kemudian ia hanya berlalu melewatiku tak acuh lalu berjalan di depanku.

Aku menengok ke kiri dan ke kanan mencari nomor tempat dudukku, interior kereta ini terlihat sangat modern, tempat duduk semuanya menghadap ke satu arah, di kiri kanan terdapat masing-masing satu baris tempat duduk terdiri dari dua kursi dengan ukuran yang cukup besar dan di desain seperti kursi first class di pesawat, cukup luas dan lapang antar barisan kursi.

Saat kutemukan tempat dudukku, ternyata sudah ada seseorang yang sedang menaikkan barangnya ke atas tempat penyimpanan barang, ia lalu berbalik dan aku sedikit melebarkan mataku ketika pria di depanku ini ternyata pria yang tak sengaja bertabrakan denganku tadi.

"Kau juga duduk disini?" tanyanya dengan suara rendahnya yang datar tetapi entah kenapa terdengar merdu di telingaku. Aku hanya mengangguk dan melepaskan ranselku untuk kemudian kusimpan di tempat yang sama dengannya.

"Hmm... apa boleh aku duduk di sebelah jendela?" tanyaku ragu dan ia hanya menganggukkan kepalanya santai.

Oh syukurlah, aku paling suka duduk di samping jendela karena itu akan memudahkanku menikmati pemandangan di luar sana.

Aku pun duduk di sebelah pria yang sedang memainkan ponselnya itu. Pria itu tampan bahkan sangat tampan, ia memilki rahang yang tegas, mata yang tajam serupa rubah, bibirnya yang terbentuk unik dan kulitnya agak kecoklatan, membuatku yang seorang pria saja bahkan merasa terpesona dengannya, aku jadi iri melihatnya.

Tak sengaja aku melirik ke layar ponselnya dan aku tertegun ketika mendapati ponsel itu di setting dengan huruf hangeul, apa itu berarti ia orang Korea juga sama sepertiku?

Saat itulah pandangan kami bertemu, aku terhenyak saat mendapati mata rubah itu menatapku tajam hingga mampu membuat jantungku berdebar entah kenapa, tatapannya seolah menghipnotisku dan menenggelamkanku pada manik mata hitamnya yang kelam.

"Kenapa?" seketika suara rendahnya langsung membuat kesadaranku kembali.

Aku berdehem keras. "Ahh... ehmm... apa kau orang Korea juga?" tanyaku sambil mengigit bibir bawahku, ia hanya menatapku datar dan menganggukkan kepalanya.

Senyumku langsung cerah. "Benarkah? Aku juga dari Korea, namaku Kim Jaejoong. Boleh aku tahu siapa namamu?"tanyaku dengan bahasa Korea sambil mengulurkan tanganku padanya namun ia hanya menatap tanganku tanpa minat.

"Kau tidak tahu siapa aku?" aku menarik kembali tanganku begitu ia melontarkan pertanyaan dengan nada yang cukup dingin.

Aku menggeleng pelan.

Ia mendengus dan tidak menghiraukanku sambil memasang headset yang tersambung dengan ponselnya lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dan mulai memejamkan matanya. Benar-benar tidak mempedulikanku.

What the? Sombong sekali! Ia pikir ia siapa? Presiden Korea? Memangnya aku perlu tahu siapa dia? aku mencibir dengan kesal. Dasar manusia angkuh!

Tetapi aku tak sengaja melirik ke arah beanie yang di kenakan di kepalanya, pada topi rajut berwarna hitam itu terukir tiga huruf inisial yang di bordir dengan benang warna putih.

JYH

Apa itu inisial namanya? Ah, masa bodoh! Aku mengendikkan bahuku dan mengalihkan pandanganku ke luar jendela kereta yang sudah mulai bergerak cepat sambil menahan kekesalan dalam hatiku.

Noona, pria ini begitu menyebalkan. Aku harus tahan satu bangku dengannya, setidaknya hingga aku sudah sampai di Swiss. Moodku langsung drop gara-gara dia. Awal yang cukup buruk untuk Europe Tripku. Isshh... semoga dia tidak menyusahkanku!

.

.

Haruskah nama menjadi suatu pertanda perkenalan denganmu?

.

TBC

Next?