VOCALOID © Crypton Future Media, Yamaha Corporation, etc.
Warning AU, ficlet, beberapa typo—mungkin, dan beberapa hal yang harus diperhatikan.
a/n fict ini juga sempat di-publish di situs fictionpress dengan judul yang sama.
Good Time
by ladymxthyst
.
["—I'd always love spending my time with you. Because I love you,"]
Gadis bersurai pirang madu itu masih mengikutiku. Manik sewarna lazuardi siang itu masih setia menatapku. Gadis yang aku tahu bernama Kagami Lenka itu masih mengikutiku. Rambut panjangnya yang ia ikat ke belakang itu bergerak pelan mengikuti langkah kaki mungilnya.
Bukannya aku tidak suka dia berada di dekatku, tapi gadis ini suka sekali menggodaku.
"Rinto-kun suka ya, menghabiskan waktu sama Lenka?" tanya gadis bermarga Kagami itu seraya menyenggol sikutku saat ia sudah berhasl menyamakan langkahnya denganku. Duh, Lenka… kamu udah ngomong begitu lebih dari tiga kali.
Gadis yang tingginya hanya mencapai dadaku ini terus-terusan bertanya hal seperti itu. Awalnya, Lenka mendengar percakapanku dengan salah satu temanku. Waktu itu, aku dan teman sebayaku lagi ngobrol berdua di koridor sekolah. Saat itu, koridor sekolah sudah sepi—karena waktu itu sudah waktunya pulang sekolah—dan ternyata Lenka belum pulang dan mendengar pembicaraan kami. Istilah singkatnya, dia nguping pembicaraanku sama temanku.
Untungnya, Lenka tidak mendengar pembicaraanku saat aku mengaku kalau aku menyukainya. Lebih dari teman masa kecil, tentunya.
Aku hanya mengangguk—mengiyakan—pertanyaan Lenka. Kemudian berjalan mendahului gadis mungil itu. Kenapa juga dia harus nanya begitu sih?
Aku pikir, setelah menjawab pertanyaan dengan cara non-verbal, Lenka akan berhenti mengikutiku dan pulang ke rumahnya. Namun, gadis bersurai pirang madu itu malah berlari mendekatiku.
"Ehe... Lenka juga suka kok, menghabiskan waktu sama Rinto-kun," ujarnya sambil tersenyum sesaat setelah kami berdekatan kembali. Kurasakan jantung di balik tulang rusukku berdetak dua kali lebih cepat saat melihat senyuman Lenka yang lebih adiktif dari jeruk yang ku sukai. Lenka, kamu mau buat aku kena diabetes ya?
"Kenapa emangnya?" tanyaku memancing. Lenka yang mendengar pertanyaanku pun tersenyum lagi.
"Karena Lenka merasa, menghabiskan waktu sama Rinto-kun itu menyenangkan. Dan Lenka suka itu,"—dan jantungku kembali berdetak dua kali lebih cepat.
"Lenka… mau deh, jadi pacarnya Rinto-kun. Lenka suka Rinto-kun."
Apa? Aku tidak salah dengar?
Lenka sudah ada di depanku. Dirinya menunjukkan senyuman yang lebih lebar dari tadi. Kedua kelereng biru langit itu menyipit seiring melebarnya senyuman yang dibuatnya.
"Engga bisa gitu," jawabku. Sedetik kemudian, senyumannya memudar. Bahunya melemas.
"Engga bisa gitu. Rinto yang harusnya bilang begitu. Rinto... mau jadi pacarnya Lenka-chan. Soalnya, Rinto sayang sama Lenka," ucapku lalu tersenyum. Dan gadis Kagami itu kembali tersenyum. Bahkan lebih cerah dibandingkan yang tadi.
Lenka langsung memelukku. Membenamkan wajahnya di dadaku. Dan aku membalas pelukannya—lebih erat tentunya.
"Lenka juga sayang Rinto-kun,"
.
.
Fin.
