Disclaimer : Detective Conan dan Magic Kaito. Aoyama Gosho.

Pairing : KaitoXAoko

Category: Tragedy, Hurt/Comfort.

Rated : T.

Warning : karena manusia jauh dari kata sempurna, jadi masih banyak kesalahan dari fic ini (gomen nasai). Dan mungkin banyak typo-nya, hehe. Oh ia, kayanya nanti ceritanya ada 2 POV, Kaito POV, sama aoko POV. AU

Konichiwa minna-san… (?)

Bagaimana kabarnya? Semoga selalu baik dan ceria!

karena aku suka sama kelakuan kaito yang romantis and selalu berkorban buat orang yang disayanginya, jadi aku ga bakal ngerubah karakter kaito.

Dari pada aku tambah banyak bacot, lebih baik langsung aja. Selamat menikamati (?)

.

.

.

Chapter 1 : Akhirnya.

Kaito POV

4 februari 2002 06:46

" ohayou aoko!" sapaku pada teman semasa kecilku itu yang sedang duduk manis diatas bangkunya sambil menampilkan senyum terbaikku pagi itu.

" eh? Kenapa kau menatapku seperti itu? " katanya memperlihatkan wajahnya yang heran.

" e-emangnya tatapanku gimana? "

" tatapanmu…" aoko menggantungkan perkataannya lalu menundukkan wajahnya. Walaupun tak terlihat jelas, tapi ada rona merah diwajah cantik nan polos itu.

" e-emangnya kenapa?" kataku lalu duduk disampingnya. Kenapa? Inikan bangkuku.

" kenapa tatapanmu bersinar seperti itu?" katanya tanpa melihatku.

" wah? Benarkah? Ah… mungkin aku terlalu bersemangat hari ini. "

" hahahahaha… bukannya kamu selalu bersemangat setiap harinya?"

Eh? Andai saja aku bisa melihat tawa aoko seperti ini setiap harinya. Sampai… yah sampai aku menemukan pandora dan mengakui bahwa aku adalah kaito kid.

"eh kaito? Kenapa kamu terlihat sedih seperti itu?"

'Wah yang benar saja? Akukan baru mengatakan bahwa aku sangat bersemangat hari ini.' batinku

" wah? Yang benar saja?" kataku sambil menunjukkan poker face yang sempurna.

Kriing… kring… (bel (?))

SKIP TIME…

Dalam perjalan pulang, aku masih memikirkan rencana pencurian permata untuk malam ini dan juga ancama dari oraganisasi pembunuh ayahku. Pastinya malam ini aku tidak hanya menghadapi saguru, shinici, heiji, tapi juga organisasi pembunuh ayahku.

Aku menjatukan badanku keatas sofa empuk yang berada didepan gambar ayah tyang besar. ' ah ayah, seperti inikah bebanmu saat kau menjadi kid?' fikirku.

Dddrrrrtttt… ddddrrrrttttt… ponsel yang kutaruh didalam saku celanaku bergetar, hanya ada dua kemungkinan handphoneku ini bergetar. Kemungkinan pertama adalah ada pesan masuk, dan yang kedua adalah ada panggilan masuk. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengambil handphone yang tidak kusentuh dari tadi itu. Dan sebuah nama yang sering meneleponku itu tertera dilayar handphone putihku. Siapa lagi kalau bukan jii-chan.

" halo jii-chan."

" ha-halo tuan muda…" suara jii-chan terdengar bergetar tanda bahwa dia sedang ketakutan.

" ke-kenapa jii ?"

" a-ano tuan muda…"

"ada apa?"

"apakah tuan benar-benar yakin akan mencuri permata besar itu?"

"Ya, tentu. Kalau kaito kid mengincar sesuatu, dia pasti tidak akan melepaskannya kan?"

" tapi, malam ini shinichi, heiji, saguru, spider, snake, dan harry nezu akan berkumpul di tempat anda akan mencuri"

" ya, sebenarnya aku juga sedikit khawatir dengan kondisi sekarang ini. Tapi bagimana lagi? Aku akan tetap mengambilnya, walaupun nyawaku taruhannya."

" baiklah kalau begitu. Aku tunggu tuan muda ditempat biasa malam ini. semoga berhasil." Katanya lau menutup telepon.

'pertama, mereka pasti sudah memecahkan kode yang kutinggalkan dalam pesanku, yang kedua mereka pasti akan membongkar trikku nanti dan mencoba menangkapku. Selain itu ada harry nezu, jadi pasti trikku akan dengan mudah dibongkar olehnya. Lalu selain detective dan landak itu (harry nazu) ada snake, dan spider dari oraganisasi pembunuh ayahku, dan kurasa nyawaku juga tak aman. Tapi aku juga tidak amu melibatkan jii-chan terlalu jauh. Karna itu bisa membunuhnya. Dan tidak mungkin pula kalau aku minta tolong pada ibu dan menyamar sebagi phantom lady lagi. Ah, ayolah… aku tidak amau ada pertumpahan darah… ah, betul juga, selain nyawaku nyawa para detective dan landak itu juga bisa terancam. Aaahhhhh… apa aku harus membatalkan misi ini?. ayolah pasti ada cara.' Aku berfikir keras, tentang apa yang harus kulakukan malam nanti, tepat jam 2 malam.

Aku terdiam, tanpa berfikir lagi. Namun sebuah kata yang pernah diktakan ayahku toichi kuroba memberikanku ide, 'saat kau tidak yakin trik mana yang akan kamu pakai, alat terbaik adalah dengan memakai psikolog terbalik'.

"psikolog terbalik yah" kataku sambil tersenyum karena aku menemukan ide yang gila mungkin, tapi kalau trik-trikku ini berhasil, maka tidak akan ada nyawa yang akan melayang.

" okeh, sekarang aku harus mempersiapkan tirkku. Pertama, tali yang panjang, kedua balon udara, dan banyak kid palsu lalu bom asap, pistol kartuku, lalu… aku juga harus mempersiapkan topeng para detective itu, dan juga organisasi yang membunuh ayahku. Okeh, kurasa semua ini sudah cukup tinggal memberitahu jii." Aku menulis semua itu beserta trik-trik yang akan ku jalani malam ini. aku sangat senang, dan sedikit merinding membayangkan beapa mengerikannya malam ini. dan aku berjanji pada diriku sendiri, bahwa aku tidak akan membiarkan orang lain terluka. Sebisa mungkn aku akan melindungi orang-orang yang ada disana.

Aku mengambil handphone yang tadi ku letakkan diatas meja setelah jii-chan meneleponku. Lalu aku mulai mengirimkan pesan pada jii-chan yang berisi bahan-bahan yang kuperlukan.

Okeh, sekarang aku sudah merasa lega karena aku sudah bisa menyiapkan rencana yang bagus. 'ah ayah, apa kabarmu? Kalau malam ini aku terbunuh, aku pasti akan mencari ayah di duniamu itu. Dan walaupun permata besar yang aku curi nanti malam bukanlah pandora, ya bagaimana lagi?'

SKIP TIME…

5 februari 2002, 02:00

Malam ini aku menyamar menjadi inspektur nakamori. Aku tidak ingin polisi bodoh itu ikut campur dalam pencurian berdarah yang akan kulakukan malam ini, dan juga trik-trik sulap yang mengancam nyawa ini. aku tidak mau dia menjadi korban karena dia salah lankah. Okeh sebentar lagi waktu yang kutuliskan dalam surat pemberitahuankuitu akan tib 1. Aku menekan tombol yang akan membuat lampu-lampu yang senagaja kusiapkan untuk membuat tempat ini bermandikan cahaya menyilaukan kutekan. Dan seketika ruangan tempat permata terbesar itu dipajang kini dipenuhi dengan cahaya menyilaukan yang sengaja kubuat untuk mencuri permata itu.' Okeh, sekarang aku tinggal mengambilnya.' Fikirku. Okeh, beberapa detik kemudian bom yang kutaruh dipojok kiri ruangan akan meledak, kuharap trik ini akan menjauhkan para penoton dari bahahya.

9… 8… 7… 6… 5…

"wah, kid sudah mencuri permatanya!" seru seorang polisi yang berjaga disekitar permata itu saat cahaya menyilaukan yang tadi kubuat menghilang.

2… 1…

Dan … duaaarrr… bom pun meledak. Karena letak bom yang aman, dan daya ledaknya yang kecil itu berhasil membuat seluruh penonton yang berada disekitar situ kaget dan panik. Okeh keadaan ini akan kugunakan untuk menyuruh semua penonton keluar dari ruangan. Dan sebelum itu, aku tau para anggota organisasi itu pasti sudah menungguku diatas gedung untuk mengambil berlian besar ini. oleh karena itulah, aku telah menyiapakan boneka kid disana yang sedang duduk. Boneka ini akan muncul ketika aku menekan tombol yang sudah kusiapkan. Okeh sekarang aku harus menekan tombol itu agar boneka itu mengembang dan terlihar seperti kid. Dan aku tinggal bersiap untuk pertarungan analisis bersama detective hebat yang tlah berkumpl , aku harus mengevakuasi orang yang ada disini.

"semuanya! Harap tenang!" teriakku yang kini sedang menyamar menjadi inspektur nakamori.

Semua orang yang berada disana pun diam. " baiklah sekarang kalian evakuasi orang yang berada disini!" kataku sabil menunjuk tim D yang berada didepanku.

Serentak para polisi itu mengevakuasi orang yang berada disana.

" emm… kenapa kid melakukakn ini? tidak seperti biasanya… selain itu trik malam ini dan cara mencurinya tidak terlihat seperti biasanya yang selalu terlihat terang-terangan, lalu trik yang digunakannya ini berbanding terbalik dengan suran pemberitahuannya. Jangan-jangan…" detective SMA yang terkenal bernama shinichi kudo itu sedang berfikir keras masih merasa aneh dengan semua kejadian barusan.

"aku juga lupa memeriksa atap yangternyata berisi…"belum sempat harry nazu menyelesaikan perkataannya, beberapa suara tembakan yang berasal dari atas gedung.

Aku harus segera keatas. Tanpa berfikir lagi, aku langsung berlari menuju keatas gedung itu, namun sebelum itu, aku memberitahukan kepada para detective itu agar tidak mengikutiku, karena akan sangat berbahaya.

aku melepas penyamaraku sebagai inspektur nakamori, lalu melarang mereka mengikutiku. " kalian semua jangan mengikuti pendosa putih ini! aku akan menyelesaikan urusanku yang rumit ini sendiri! Lagi pula, diatas telah menunggu berbagai macam kekecewaan. " kataku sambil menunjukkan poker face terbaikku. Okeh, kuharap para detective nakal itu tidak mengikutiku.

Aku kembali berlari menuju keatas gedung. Okeh, aku akan menyelesaikannya malam ini. perlahan kubuka pintu yang akan menghubungkanku dengan atap. Saat ku buka, ternyata snake dan anak buahnya sudah tau kalau boneka yang sengaja kutaruh diatas gedung itu adalah boneka. Dan kini mereka sudah membidikku dengan senjata yang merak bawa. Okeh, ilusi kedua akan kutunjukkan. Aku menekan tombol yang akan menciptakan bayak kid didepanku dan diatas gedung ini yang pastinya sudah kusiapkan sejak awal. Aku mengambil permata yang sudah kucuri tadi lalu mengarahkannya kearah bulan, dan betapa terkejutnya aku saat melihat pandora ada didalam permata ini. akhirnya ketemu juga. Sekarang aku harus melanjutkan aksiku untuk menangkap penjahat itu.

Okeh, sekarang aku akan menyamar menjadi saguru hakuba dan berpura-pura akan menangkapnya.

" na-nani?" suara itu, itu suara snake yang kaget melihat banyak kid disekitarnya.

Tidak lama dari itu, aku mendengar banyak tembakan. Sudah kuduga, dalam sekejap kid-kid palsu itu pasti akan habis. Akupu menyiapkan diriku untuk memulai pertunjukan selanjutnya. Namun…

" kid! Sudah kuduga, ternyata mereka orang yang mengincar nyawamu?"

Aku menoleh setelah mendengar perkataan itu,

" ah, sudah kubilangkan? Jangan ikuti aku!" kataku kesal

"lalu bagaiana dengan penyamaranmu ini?" kali ini hakuba yang bicara.

Oh ia, aku kan sedang menyamar menjadi dia. #plak nepuk jidat.

'aduh bagaimana ini?' fikirku.

"okeh aku tidak akan melanjutkan penyamaranku" kataku santai lalu melepaskan penyamaranku.

" oh, ternyata ini dia yang asli" oh tidak! Sekarang snake membidik kearahku."wah-wah ternyata kita kedatangan tamu yang tak diundang" serunya lalu membidik heiji yang berada didepanku."saatnya mengucapkan selamat tidur" katanya dengan senyum yang benar-benar membuatku muak. Dan DOR… dia melepaskan tembakannya kearah heiji yang telah dibidiknya.

"TTTIIIIIDDDDAAAAKKKKKK!" aku yang telah berjanji untuk tidak membahayakan orang lain ini tidak akan mengingkarinya. Sebagai buktinya aku langsung berlari kearah heiji dan menghalangi peluru itu mengenai heiji, dan sebagai gantinya, aku harus menerima tembakan itu.

"KKIIIIIIIIDDD!" ya, mungkin itu adalah suara teriakan terakhir yang kudengarkan dari mulut meraka. Mereka secara serentak berteriak ketika peluru itu mengenai perutku. Aku hanya tersenyum mendengar teriakan mereka, dan akan bertemu ayah disurga.

Namun, sebelum semuanya berakhir, aku akan menyelesaikan pertunjukan berdarah ini. "jii-chan, sekarang!"kataku.

Ya, semua ini telah kufikirkan baik-baik, dan kau kira untuk apa aku menyiapkan boneka sebanyak itu? Itu semua hanya untuk menangkap organisasi itu. Dan pada setiap boneka telah kusiapkan tali yang kan diatur jii untuk menagkap mereka. Dan untuk apa aku berbicara menyuruh jii melakukan tugasnya dengan suara pelan? Tentu saja jii takan mendengarnya kan? Tapi, aku telah menyiapkan microfon kecil dibajuku yang tersambung dengan jii yang siap menerima perintah dariku. Dan kini, tugasku telah selesai. Pandora telah kudapatkan, dan tidak lama lagi organisasi pembunuh ayahku pasti akan ditangkap dan akupun bisa beristirahat dengan tenang. Yah walaupun aku tidak sempat meminta maaf pada aoko dan mengatakan persaanku padanya.

~o_0~

Bagaimana keadaan kid? Apakah dia akan tetap hidup? Dan aoko?

Kita lihat saja di chapter selanjutnya!

.

.

.

Ah… akhirnya ni fic beres juga. Bagaimana bagaimana? Bagus ga? Gaje kah? Kalau memang fic ini layak untuk dilanjutkan, yah akan saya lanjutkan. Tapi kalau tidak layak untuk dilanjutkan, yosh akan saya lanjutkan. Tapi serasa ada yang kurang. Apa yah? Oh iah, bagian yang romantisnya ga ada (?). kau tau kenapa? Karena bagian itu akan saya sajikan di chapter selanjutnya, ya itu juga kalo layak dilanjutkan, hehe. Dan mungkin akan saya lanjutkan aga lama soalnya saya mau fokus belajar untuk mengahadapi UN. Mohon do'a-nya yah! Biar UN-nya lancar.

Dan agar saya mampu membuat fic yang lebih baik lagi, jadi mohon REVIEW-NYA!

Dan seperti kebiasaan KID. Ehem-ehem (nyetel suara). "SEE YOU NEXT ILLUSION!"