Cinta bersemi dimalam Valentine _
Pairing : SasuNaru
Rate : T
Genre : Romance
Disclaimer : Masashi Kisimoto
Warning : Sho-ai, BOY X BOY, AU, Typo's,
cerita pasaran dll..
a/n : DIKHUSUSKAN UNTUK VALENTINE DAY
*horeeeee/plak ekhem, sebenernya aku udah
post ff buat acara ini, cuma aku merasa
kurang Fluffy aja, jadi kebetulan pas lagi
ngobrol2 sama temen, akhirnya aku dapet ide
juga.. yah walau pasaran, tapi ini 100% asli
ideku.. jadi maap nih sebelumnya kalau yang
ini pun kurang greget.. ini cuma drabble/?t
aja kok.. # HappyFluffy # HappyPuP
.
.
.
/ Tidak Suka? /
/ Jangan dibaca! /
.
.
.
~ DrakKnightSong ~
.
.
.
_ Happy Reading _
.
.
Jreng Jreng Jreng
Suara alunan gitar yang lembut dipadu suara
khas pemuda raven yang tengah terduduk
dipinggir jalan, beralaskan selembar koran,
mampu menarik perhatian para pejalan kaki
yang melewatinya. Pejalan kaki yang
mayoritas perempuan itu, sibuk menatap
penuh ketertarikan pada sosok rupawan
tersebut. Tidak jarang dari mereka pun yang
mencoba me-request lagu agar dinyanyikan
oleh sang pemuda.
"Wah~ pemuda itu datang lagi ya? Suaranya
bagus. Aku suka"
"Hu um. Kira-kira siapa ya namanya?"
"S-sasuke aku butuh hiburan lagi darimu"
seruan sesosok pemuda blonde bermantel
cokelat itu, membuat sebagian penikmat
musik sang raven menatapnya penuh tanya.
Siapa pemuda ini? Sok kenal sekali. Pikir
orang-orang disana, tidak suka.
"Kau belum juga bisa menyatakan
perasaanmu pada orang itu?" tanya Sasuke
menghentikan sejenak petikan jarinya pada
gitar kesayangannya.
Naruto mengangguk malu-malu seraya
menggaruk belakang kepalanya, "Hu um.
Tolong nyanyikan untukku lagu keberanian
ciptaanmu itu" pintanya yang langsung
dituruti oleh sang raven. Bibir cherrynya
mengulas senyum tipis, mendengar suara
merdu yang berasal dari sosok pemuda
tampan didepannya. Naruto tidak perduli
orang-orang akan menganggapnya
menjijikkan karena tidak bisa menahan
wajahnya agar tidak bersemu saat telinganya
menangkap nada-nada alunan petikan gitar
dari jari-jari kurus dan panjang itu. Yang saat
ini Naruto perdulikan adalah, menatap penuh
suka cita pemuda didepannya. Lalu merekam
segala hal yang dilakukan pemuda
didepannya agar tersimpan rapih didalam
memori otaknya. Naruto sangat menyukai
suara bariton khas itu saat bernyanyi. Entah
kenapa suara khasnya itu mampu
menenangkan hatinya dari segala gundah
didalam pikirannya.
"Hei, kenapa senyum-senyum seperti itu?"
tanya Sasuke yang ternyata sudah selesai
menyanyikan lagu ciptaannya. Bibir tipisnya
mengulas senyuman saat melihat wajah itu
bersemu karenanya.
"A-ah e-etto.. Urmm-"
"Hei, besok sudah hari valentine. Kenapa
belum juga berani menyatakan perasaanmu?"
"A-ah.. Itu aku merasa kurang percaya diri.
Sebab aku merasa terlalu tidak cocok
dengannya" jawab Naruto lirih, menundukkan
kepalanya. Bibir tipisnya melengkung
kebawah.
"Huh, apaan itu? Kau kan pria. Masa untuk
menyatakan perasaan saja tidak berani?"
Sasuke mendengus meremehkan seraya
menaruh gitarnya disamping dirinya.
"Aku juga kan manusia, teme! P-perasaan
tidak berani itu kan hal wajar" ujar Naruto
memanyunkan bibirnya, sebal.
Sasuke menggelengkan kepalanya, "Tetap saja
sebagai pria seharusnya kau itu bersikap
gentle" katanya, tersenyum menyebalkan.
"Seperti kau gentle saja" ucap Naruto balik,
menyeringai puas. Merasa pemuda raven itu
akan termakan omongannya sendiri.
"Aku tidak seperti kau, Dobe. Aku akan
menyatakan perasaanku padanya besok"
Degh!
"E-eh?" Apa tadi? S-sasuke akan menyatakan
perasaannya? T-tapi pada siapa?
Sasuke mengangguk yakin, manik onyxnya
sejenak menatap kosong gitar disampingnya.
Lalu menatap shappire didepannya, "Walau
aku tidak yakin dengan tindakanku. Tapi
kurasa untuk mencobanya tidak masalah"
Nyut~
Tanpa sadar Naruto meremat erat tas
selempangnya, bibirnya mengulas senyum
penuh paksaan. Ukh-astaga. Apa usahanya
yang selama ini ia lakukan untuk melakukan
pendekatan dengan sang raven sia-sia? Sial,
seharusnya sejak awal ia sadar diri. Sasuke
terlalu sempurna untuk ukuran pria gay
sepertinya.
"A-ah.. E-ermm-aduh! K-kenapa dari
ucapanmu itu terdengar tidak yakin seperti
itu? Ck, jangan katakan kau itu juga sama
sepertiku! Sama-sama pesimis dalam
pernyataan cinta. Ckckck, dasar teme" ledek
Naruto, menyebalkan. Oke Naruto tenang.
Tahan emosimu. Melihat Sasuke gembira
dengan pilihannya itu akan lebih baik
untukmu. Ya, ia tidak apa-apa. Oke, Naruto
baik-baik saja. Naruto kuat. Mungkin Sasuke
memang bukan takdirmu. Ya. T-tidak apa-
apa.
"Ck, enak saja. Aku be-hei Naruto? Kenapa
kau menangis?" Sasuke menatap heran
pemuda didepannya yang tiba-tiba
menguraikan air mata dari sepasang shappire
indah itu.
"H-huh? Siapa yang menangis?" tanya Naruto,
meraba pipinya. Dan Naruto sedikit terhenyak
kaget disaat sadar ternyata ia menangis.
Aduh, dasar Naruto bodoh! Ngapain musti
nangis sih, ah? Nanti kalau Sasuke berpikiran
yang macam-macam bagaimana? Ckck, apa
yang harus ia katakan.
"Naruto?"
"A-ah aku baru ingat aku belum
mempersiapkan hadiah yang akan aku kasih
ke orang y-yang aku cintai. Ne, Teme aku
duluan ya. Jaa" dan setelahnya tanpa perduli
sosok raven yang memanggil-manggil
namanya. Naruto terus berlari menjauhi area
taman konoha.
Sial. Sial. Siallll!
Kenapa juga ia harus menangis kaya tadi?
Bagaimana kalau setelah ini Sasuke tidak
mau bertemu dengannya karena sudah
bersikap aneh kaya tadi? Ha'ahhh, bagaimana
ini? Apa ia tidak usah mengatakan saja ya?
Mengatakan juga hanya akan membuatnya
mempermalukan diri sendiri dan dianggap jijik
oleh Sasuke. Tapi Naruto mencintainya.
Mencintai Sasuke sejak pertama bertemu
dengannya sebulan yang lalu.
"Sasuke" gumamnya, berjongkok dipinggir
jalan raya dekat sebuah toko. Digigitnya keras
bibir bawahnya menahan isak tangis yang
hampir lolos dari mulutnya. "Aishiteru"
bisiknya, mengusap air matanya kasar. Manik
shappirenya menatap kesamping kanannya,
dimana sebuah toko yang menyajikan
berbagai macam pernak pernik valentine
berada.
Dengan perlahan Naruto bangun dari acara
berjongkoknya, dan mulai memasuki toko
tersebut. Entah kenapa Naruto ingin membeli
sesuatu disana.
Ditelusurinya perlahan rak-rak yang berisi
berbagai macam jenis cokelat itu. Sampai
akhirnya Shappire indahnya terpaku menatap
salah satu cokelat berbentuk hati rasa kopi/?.
Naruto baru ingat pemuda raven itu sangat
menyukai kopi. Apa ia beli saja ya? Tapi jika
ia beli untuk apa? Ia tidak menyukai cokelat
itu.
"Ada yang bisa saya bantu, tuan?" sapa salah
satu pelayan disana ramah. Menyadarkan
Naruto dari lamunannya sejenak.
"A-ah.. Etto-" Naruto bingung harus
mengatakan apa. Tangan kanannya pun tanpa
sadar menggaruk belakang kepalanya.
Bingung.
"Ah rasa cokelat itu keluaran terbaru dari
kami. Dan kami sengaja membuatnya masih
polos tanpa hiasan, agar para pembeli bisa
menghiasnya sendiri. Entah itu merangkai
kata-kata atau menulis kekasihnya" jelas
sang pelayan tersenyum ramah, "Apa anda
berminat? Kami juga menyediakan pelayanan
menghiaskan cokelat dengan gratis"
"Ermm-baiklah aku pesan satu. Yang ini saja"
kata Naruto menunjuk salah satu cokelat
disana.
"Ingin dihiaskan dengan kata-kata atau nama
kekasih anda?"
"Etto-n-nama saja"
"Baik. Siapa namanya tuan?"
"S-sasuke. Sasuke Uchiha"
"Baik. Harap tunggu sebentar ya"
"U-um" angguk Naruto, mengggaruk pipinya
sungkan.
Setelah sang pelayan beranjak pergi
meninggalkannya sendirian. Naruto menghela
nafas pelan. Apa tidak apa-apa jika ia berikan
cokelat ini? Memang sih tradisi memberi
cokelat dijepang ini sudah dari jaman dulu.
Dan tidak hanya untuk menyatakan perasaan
saja. Sebagai bentuk persahabatan juga bisa.
Tapi.. Naruto tidak ingin Sasuke hanya
menganggapnya sebagai sahabat saja.
Melainkan sebagai kekasihnya. Naruto sangat
mencintai pemuda raven itu.
"Maaf tuan, ini pesanan anda" seruan sang
pelayan tadi, menyadarkan Naruto(lagi) dari
lamunannya. Tangan kecil sang pelayan
menyodorkan sebungkus cokelat pesanan
Naruto, serta secarik kertas kepadanya.
Naruto mengangkat sebelah halisnya bingung.
"Ah kertas ini ya. Saya hanya berpikir barang
kali anda ingin menyatakan perasaan anda
lewat secarik kertas ini?"
Naruto yang mengerti jika sang pelayan sedari
tadi 'sepertinya' memerhatikan dirinya.
Tersenyum malu, dan menerima suka cita
bungkusan serta kertas tersebut. "Ne,
arigatou" ucap Naruto, membungkuk sebentar.
Lalu berjalan menuju kasir untuk membayar
pesanannya.
Setelah selesai membayar, Naruto pun keluar
dari toko tersebut dan mulai menyusuri jalan
pulang. Ya sepertinya ia harus pulang dan
istirahat dirumah. Naruto merasa butuh
tenaga ekstra untuk mempersiapkan hatinya
dalam menghadapi hari esok yang sedikit
menyakitkan.
.
.
.
_ Keesokkan harinya. Hari Valentine _
"Hei Naruto bagaimana? Apa kau akan
menyatakan perasaanmu padanya hari ini?"
tanya Kiba antusias. Ditangan kanannya
sudah membawa sebungkus cokelat yang
telah dibelinya kemarin. "Aku hari ini akan
menyatakan perasaanku pada senpai Nara.
Yah, walau aku tau senpai Nara itu Straight,
aku rasa untuk mencobanya tidak masalah"
Perkataan itu..
Naruto berhenti sejenak dari acara jalannya,
dan menatap kosong sahabat puppynya.
"Aku.. Aku.. Hahh, aku merasa belum siap
untuk mendengar penolakan halus darinya"
lirihnya, menggigit bibir bawahnya.
"Hei ayolah sobat! Jangan seperti ini. Apa
salahnya mengungkap perasaanmu padanya?
Jujur saja aku pun sebenarnya tidak siap
untuk mendengar penolakan darinya, bahkan
siap tidak siap aku sudah mempersiapkan
diriku jika kemungkinan senpai Nara akan
menjauhiku. Yang terpenting bagiku saat ini
adalah.. Mengungkap perasaanku" jelas Kiba,
tersenyum miris. Membayangkan senpai yang
dicintainya sejak pandangan pertama di
kampusnya akan menjauhinya dan
memandang jijik dirinya yang gay ini.
"Kiba" lirih Naruto, menatap sendu sang
sahabat. Bagaimana pun juga Naruto cukup
tahu seberapa besarnya perasaan cinta Kiba
pada senpai Nara-nya itu. Bahkan
menurutnya perjuangan kiba dalam
pendekatan dengan sang Nara patut diacungi
jempol. Sebab sahabatnya ini sudah
mencintai senpai Nara-nya itu selama tiga
tahun. Dan baru kali ini sahabatnya berani
mengungkapkan perasaannya. Apa Naruto
tega membiarkan hanya sahabatnya saja
yang dirundung patah hati? Err-bukan
maksud Naruto untuk menyumpahi Kiba
ditolak sang Nara. Hanya saja seperti yang
dikatakan Kiba barusan. Nara Shikamaru
straight. Dan pasti kalian sendiri sudah bisa
menebak apa yang akan terjadi setelahnya.
Syukur-syukur sih Naruto berdo'a semoga
saja senpai Nara-nya itu berpikiran terbuka,
dalam artian senpainya itu tidak akan
menjauhi sahabatnya hanya karena orientasi
seksnya yang menyimpang. Walau dijepang
gay itu bukan hal tabu lagi. Tetap saja
sebagai pria normal seperti Nara Shikamaru
dan ekhem-Sasuke, akan merasa syok karena
dicintai oleh sesama jenisnya.
"U-umm. Baiklah! Yosh! Aku juga akan
berjuang kali ini!" seru Naruto mengepalkan
tinjunya ke udara. Yosh! Naruto juga akan
mempersiapkan hatinya mulai sekarang untuk
menyatakan perasaannya pada pemuda raven
itu.
"Hahaha begitu dong. Ayo kita sama-sama
berjuang, Naruto!"
"Hm! Ganbatte ne, ttebayou!" dengan diiringi
pekikkan senang, kedua pemuda berbeda
warna rambut itu pun melanjutkan acara
berjalannya yang sempat tertunda tadi. Tanpa
tahu sesosok pemuda mendengarkan semua
pembicaraan mereka dengan perasaan
berkecamuk.
.
.
.
Jreng Jreng Jreng
"Kyaa Sasuke-kun! Suaramu bagus seperti
biasanya"
"Iya! Kenapa tidak mencoba mendatangi salah
satu agensi rekaman. Aku yakin sekali mereka
akan menerimamu"
"Um! Suaramu bagus. Sangat khas sekali.
Lalu, kamu pun jago main gitar serta biola.
Fansmu pun cukup banyak"
Berbagai macam ucapan serta dorongan
positif untuknya, hanya ditanggapi anggukkan
pelan serta senyuman tipis darinya. Sampai
akhirnya sesosok pemuda blonde
menghampirinya dengan senyuman lima jari.
Seperti biasa.
"Ne Sasuke aku-"
"Untuk apa kau datang kemari? Bukankah kau
akan menyatakan perasaanmu padanya?"
"E-eh?" Naruto mengerjap-ngerjapkan
matanya bingung. Mendapati perlakuan dingin
dari Sasuke. Ada apa dengannya? Kenapa
Sasuke jadi bersikap menyebalkan seperti ini?
"Kau ingin menyatakan perasaanmu padanya
kan? Bagaimana mungkin kau akan
menyatakan perasaanmu padanya, jika tiap
hari kau datang kesini" lanjut Sasuke,
menatap dingin manik Shappire didepannya.
Setelahnya ia pun bangun dari acara
duduknya dan bersiap untuk beranjak pergi.
Heuh, entah kenapa Sasuke sangat tidak
bermood untuk berbaik hati pada pemuda
blonde didepannya.
Tap Tap Tap
Tanpa perduli orang-orang yang menatapnya
bingung, serta pemuda blonde yang
termenung diam ditempatnya. Sasuke beranjak
meninggalkan tempat itu. Sepertinya untuk
hari ini ia sudah cukup baginya menghibur
orang-orang. Ia ingin segera pulang ke rumah
dan beristirahat.
Srett
"S-sasuke!" seru Naruto setelah berhasil
mengambil alih dirinya yang tadi sempat
melamun. Manik shappirenya langsung terasa
pening begitu sadar begitu banyak orang hari
ini yang hilir mudik dijalan. Oh astaga!
Kenapa juga orang-orang memadati taman
konoha? Sial! Sasukenya sudah menghilang.
Ditelan banyaknya orang-orang yang berjalan
memadati taman.
Dengan terseok-seok Naruto mencoba mencari
sosok pemuda raven berambut pantat ayam
dari banyaknya kepala/? yang menjulang
ditaman tersebut. Sial! Jika begini sih ia akan
keburu ditinggal pergi oleh si teme!
"Ya silahkan dicoba menu cake terbaru dari
Orochimaru-sama. Cake yang bisa membuat
kalian para pemuda-pemudi lebih
bersemangat dalam menjalani hari valentine
penuh dengan cinta ini" sebuah seruan
kencang dari pengeras suara yang mampu
menyaingi bisingnya suara orang-orang.
Membuat Naruto mempunyai pikiran gila
untuk melakukan hal ternekad baginya. Masa
bodo ah! Yang terpenting baginya si Teme itu
harus mengetahui perasaannya hari ini.
"Aku pinjam sebentar" dengan seenaknya
Naruto merebut microfon/? ditangan pelayan
bername tag-Kabuto itu.
"Hei!"
NGINGGGGG
Suara nyaring dari alat pengeras suara,
membuat pengunjung taman konoha yang
berada tepat didekat Soundsistem/? langsung
merasakan tuli sesaat. Tidak jarang dari
beberapa pengunjung disana yang menatap
nyalang Naruto. Namun bukan Naruto
namanya jika hanya dengan tatapan seperti
itu saja membuatnya gentar.
"SASUKE TEME PANTAT AYAM! AKU
PERINGATKAN PADAMU UNTUK BERHENTI
SIALAN!" teriak Naruto sewot, membuat
beberapa pengunjung disana yang
mendengarnya tertawa. Merasa lucu dengan
nama panggilan yang diberikan pemuda
blonde itu pada temannya. Berbeda dengan
pengunjung disana yang tertawa geli, Sasuke
yang hampir saja mencapai pintu keluar
taman. Tidak henti-hentinya mengumpati
tingkah konyol pemuda blonde itu. Ingin
bersikap tidak peduli. Sasuke langsung
menegang seketika disaat mendengar
penuturan lanjutan dari pemuda Namikaze
itu.
"ORANG YANG AKU CINTAI ITU KAMU! BUKAN
ORANG LAIN! SEJAK PERTEMUAN PERTAMA
KITA SEBULAN YANG LALU.. DITAMAN INI..
AKU SUDAH MENYUKAIMU. KAU INI BODOH
ATAU TIDAK PEKA HAH? AKU.. A-AKU
SELAMA INI SELALU DATANG MENEMUIMU
SETIAP HARI DAN MEMINTA UNTUK
DINYANYIKAN LAGU ITU KARENA AKU.. K-
KARENA AKU MENYUKAIMU PADA
PANDANGAN PERTAMA BODOH! SASUKE
TEME PANTAT AYAM AKU YAKIN KAU
MENDENGAR SUARAKU INI!" dengan nafas
terengah-engah, Naruto menatap lurus manik
onyx didepan sana yang balik menatapnya.
Wajahnya langsung merona malu ketika sadar
dirinya sukses membuat seluruh orang
ditaman itu menatap dirinya.
GYAAAA!
ASTAGA!
A-apa yang aku lakukan?
Pikir Naruto baru sadar dengan tingkah
konyolnya. Seketika Naruto langsung
menutupi wajah memerahnya dengan kedua
tangannya.
"Waw, itu pengungkapan cinta yang
menakjupkan, bro!" gumam Kabuto, berdecak
kagum.
PLOK PLOK PLOK
Kiba yang kebetulan memang sedang ada
disana dan mendengar pengungkapan cinta
sahabat idiotnya. Reflek langsung bertepuk
tangan. Diikuti semua pengunjung disana.
Tidak sedikit dari mereka yang bersuit-suit-ri
a, merasa kagum dengan tingkah berani
pemuda blonde itu.
"CARAMU BOLEH JUGA, BLONDE!" teriak salah
pemuda diiringi suitan semangat.
"Ck, si idiot itu" gumam Sasuke emosi.
Dengan langkah cepat Sasuke berjalan
menghampiri pemuda blonde yang masih
anteng berdiri diatas podium promosian cake
milik chef ular.
"S-sasuke" gumam Naruto menunduk takut
dan malu disaat bersamaan. Aduh, dilihat dari
wajahnya sepertinya pemuda raven itu marah
besar padanya. Bagaimana ini? ringis Naruto
ingin berlari kencang meninggalkan
kekacauan yang sudah dibuatnya.
" A-i-ini.."
GREP
Baru saja Naruto hendak putar balik dan
kabur, kerah baju mantelnya sudah dicekal
terlebih dahulu oleh Kabuto dan menarik sang
blonde untuk mendekati sosok raven yang
berjalan menghampirinya.
"Lebih baik kau urus terlebih dahulu
masalahmu itu, nak" katanya menyebalkan,
membuat Naruto meringis ngeri
membayangkan seberapa marahnya Sasuke
pada dirinya karena sudah membuatnya malu.
"Dobe" desis Sasuke sangat rendah. Dan
sesampai dihadapan sang blonde, tanpa
perduli semua pasang mata tengah
memperhatikannya. Sasuke pun mengangkat
tangannya, membuat Naruto secara reflek
memejamkan matanya. Takut.
GREP
"Baka" gumam Sasuke didekat telinga Naruto
yang tengah berada didalam pelukannya.
"Harusnya aku yang mengatakan hal itu
bukan kau" lanjutnya mempererat pelukannya
pada tubuh yang sedikit lebih pendek darinya
itu.
Hening
Suasana sekitar langsung hening seketika
melihat dua orang pemuda tengah berpelukan
mesra. Namun itu hanya sesaat sampai
akhirnya salah satu dari mereka bertepuk
tangan heboh diikuti yang lainnya. Merasa
senang karena mereka baru saja menyaksikan
sepasang manusia yang baru jadian secara
live.
"Selamat blonde!" teriak pemuda tadi,
bertepuk tangan heboh.
"Wah~ kalian serasi sekali yah" komentar
salah satu gadis yang sibuk mengambil
gambar kedua pemuda didepannya, semangat.
"A-uhm.. S-sasuke.." bisik Naruto
menenggelamkan kepalanya didada bidang
sang raven.
"Kau sukses membuatku malu dan terlihat
seperti pria pecundang. Kau tahu?" dengus
Sasuke melepaskan pelukannya, lalu
ditangkupnya wajah memerah itu
menggunakan kedua tangannya.
CHUP!
Dikecupnya lembut sepasang bibir cherry itu
penuh kasih. Lalu dikecupnya juga kening
Naruto lama, "Kau tahu sejak pertama
bertemu denganmu pun aku sudah jatuh hati
padamu, Dobe. Kupikir kau benar-benar akan
menyatakan perasaanmu pada orang lain.
Makanya tadi aku begitu marah dan merasa
putus asa, ketika tanpa sengaja mendengar
percakapan antara kamu dengan sahabat
puppy mu tadi pagi" ucapnya pelan, menatap
intens manik shappire indah didepannya, "I
love you, dobe. Happy valentine day"
lanjutnya sebelum menyatukan kedua belah
bibir mereka. Menyampaikan hasrat kasih
sayangnya pada sang blonde.
"UWOOOOO" pekik para gadis heboh, menutup
mulut mereka tidak percaya. OMG! Pasangan
didepan mata mereka sungguh romantis.
Sepertinya menjadikan pasangan yaoi
didepannya sebagai OTP mereka, akan
menjadi fanbase paling besar di jepang. Yeah,
hidup SasuNaru!
"Sudah kutentukan mulai sekarang akan
menjadi fojushi! Hei kalian berdua,
beritahukan kami nama kalian!"
"Kyaa, aku juga menyetujuimu Ino! Aku pun
akan menjadikan mereka sebagai OTP
kesayanganku!
"Selamat untuk kalian!"
"A-a-etto.." Naruto menunduk malu, seraya
mencengkram erat tangan Sasuke yang tengah
menggenggamnya. Astaga! Naruto sama
sekali tidak menyangka akan memiliki fans
dadakan seperti ini.
"Maaf ya nona-nona. Tapi kami tidak ada
waktu untuk menjawab semua pertanyaan
kalian" setelah mengatakan itu, dengan cepat
Sasuke menarik tangan Naruto untuk menjauhi
area taman serta menghindari ratusan wanita
yang haus akan info dari mereka.
"T-teme" gumam Naruto mengikuti Sasuke
yang tengah berlari menjauhi taman.
"Sttt, diamlah. Malam ini kita akan habiskan
malam valentine ini dengan merayakannya.
Kau siap kan, Dobe?" tanya Sasuke
mengedipkan sebelah matanya. Sukses
mengundang semburat merah dipipi chubby
sang blonde.
"Baka" umpat Naruto sebal, walau begitu bibir
tipisnya mengukir senyuman senang yang
terukir cantik disana.
"Kyaaa pemuda itu membawa lari uke unyu
kita"
"Ya sudah ayo kita kejar!"
Kiba yang menyaksikan sahabat blondenya
tengah dibawa lari oleh Sasuke, hanya tertawa
geli. "Astaga, dasar si Naruto itu" gumamnya,
menghapus titik air matanya yang keluar. Efek
terlalu geli melihat tingkah konyol
sahabatnya.
"Senang ya melihat sahabatmu serta pacar
barunya tengah dikejar ratusan fans
menyeramkan seperti itu?" tanya Shikamaru,
berdiri disamping Kiba yang langsung
menghentikan acara tawanya.
SREKK SREKK
Diacaknya penuh kasih rambut cokelat kekasih
puppynya itu, "Ayo lebih baik kita pun
merayakan hari jadian kita" lanjutnya,
menggenggam erat tangan Kiba.
"U-um" angguk Kiba, menunduk malu.
Berjalan santai mengikuti sang pacar yang
entah membawanya kemana.
Terima kasih Tuhan engkau sudah menjawab
semua do'a kami. batin Naruto dan Kiba
bersamaan.
.
.
.
_ EnD _
Gyahahaha
Horayyyy sukses besarrrr
Happy Valentine day buat kalian semua *civok
satu2
anoo, apa ff ini udah bisa membuat kalian
sedikit ber'kyaa-ria'?
oke deh, jangan lupa riviewnya ya!
