Happy Birthday

.

.

.

Disclaimer : semua hanya punya tuhan, termasuk storylinenya.

.

.

.

Pair : bangdae (lagi)

.

.

.

.

.

Happy birthday to our Busan Boy a.k.a Jung Daehyun. Thanks for being born to this monochrome world and coloring BABYz life!

.

.

.

Happy reading, readers!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Di balkon apartemen dengan gaya minimalis miliknya itu, Yongguk duduk di sebelah Daehyun yg sedang mengembangkan senyum terbaiknya.

"Daehyun, kenapa kau menelponku dan langsung kesini?" Kening Yongguk sedikit berkerut, bingung.

"Aku menunggu, hyung." Ucap Daehyun, memeluk army teddy bear kesayangannya.

Yongguk tidak mengerti, sampai ia bosan, dan akhirnya mengeluarkan ponselnya. Niatnya hanya untuk menghilangkan rasa bosan dengan sekedar membuka account twitternya, tetapi... Yongguk tersadar akan satu hal saat ia melihat tanggal dan jam yg tertera di homescreen ponselnya.

June, 28th 2014. 23.52

'Astaga! Daehyun, bagaimana bisa aku lupa hari kelahiranmu?! Bodoh!' Batinnya berargumen.

"Erm. Daehyun." Tangan Yongguk memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaketnya, lalu menepuk kecil bahu Daehyun.

"Ya, hyung?" Senyum Daehyun masih terukir indah di bibirnya.

"Kau sangat menyayangi Teddy itu?" Matanya terfokus kepada boneka beruang berbalut seragam tentara itu.

"Ya, tentu. Teddy is my everything, like Tigger of yours." Kali ini senyum Daehyun yg sangat manis menyapa pandangan Yongguk.

Yongguk penasaran, mengapa hatinya selalu berdebar, mengapa ada rasa hangat yg menjalar ke dadanya, dan mengapa rona merah samar menghiasi pipinya saat Daehyun tersenyum ke arahnya. Mereka sudah berteman sejak kecil. Dan entah kenapa Yongguk selalu saja terpesona tiap kali sahabatnya itu tersenyum kepadanya.

Yongguk tenggelam dalam pikirannya sendiri, sampai tidak sadar Daehyun mulai mengeluarkan pemantik api dari tas punggungnya, lalu menyalakan 22 lilin kecil di atas kue tiramisu yg ia bawa itu.

"Lima." Yongguk tersadar dari lamunannya saat Daehyun menghitung dengan suara yg sangat penuh dengan kebahagiaan.

"Empat." Daehyun menutup matanya, dengan senyum yg sedari tadi masih terukir indah di bibir tebalnya.

"Tiga." Yongguk memperhatikan wajah Daehyun, terlihat damai.

"Dua." Yongguk bangkit dari duduknya, menghampiri Daehyun, dan mendekatkan wajahnya ke wajah sahabatnya itu.

"Satu."

Yongguk mempertemukan bibir keduanya, sebuah ciuman singkat, hanya saja dipenuhi oleh rasa hangat dan kasih sayang.

"Selamat ulang tahun, Daehyun." Daehyun membuka matanya, terkejut.

"H-hyung..."

"Aku mencintaimu, aku tahu ini mungkin hanyalah omong kosong tapi.. Aku sangat mencintaimu." Dan Yongguk memalingkan wajahnya, menghindari kontak mata dengan sahabatnya itu.

Daehyun tersenyum, lalu memegang dagu Yongguk dan menariknya lembut, membuat wajah Yongguk tepat berada di depan wajahnya.

"Tuhan sangat baik. Mengabulkan semua permintaanku di saat yg tepat. Kau tahu, aku sengaja datang kesini karena harapanku tahun ini adalah kau, hyung." Daehyun tersenyum lagi.

"Dan sebenarnya aku sangat mengharapkan ciuman tadi, hehe." Lanjutnya.

Yongguk bahkan tidak bisa berkata-kata. Tapi dia hanya tersenyum.

"Terima kasih sudah mengabulkan harapanku, hyung. Teruslah menjadi harapanku selamanya."

"Dan satu hal yg perlu kau tahu hyung, kau lebih berharga daripada Teddy." Dan keduanya tertawa kecil.

"Happy Birthday, Dae."

Dan sekali lagi, mereka menyatukan bibir mereka di bawah langit malam dengan taburan bintang, dan juga di hadapan Teddy.