Hi! I'm a newbie author! This is my first fanfic.
This story based by Kamichama Karin ©Koge Donbo*
Under Cherry blossom tree © Hatsu Chibi
Di Pagi hari awal bulan ini, Aku terbangun karena suara anak laki-laki lantai bawah, U-uh, sangat berisik sekali. Aku pun bersiap-siap untuk hari pertama pergi ke sekolah. Setelah bersiap-siap aku turun ke tempat asal suara anak laki-laki yang memanggilku, Kazune.
"Karin, ayo cepat! Aku dan Himeka sudah siap berangkat! Kau lama sekali! Kau tahu, aku sudah menunggu 15 menit! Kenapa anak perempuan tidak bisa lebih cepat, selalu saja lamban!" Kata Kazune dingin
"Kau,Kau,Kau, Aku punya nama tahu! Namaku Karin. K-A-R-I-N!" Balasku dengan kesal.
"Dasar anak perempuan memang menyusahkan!" Kata Kazune sambil bersiap pergi.
"Sudahlah, kalian berdua cepat kita berangkat ke Sekolah, nanti kita tidak sempat lihat papan pengumumannya," Kata Himeka dengan lembut.
Kami pun berangkat ke SMP Sakuragaoka, salah satu SMP yang terkenal, Aku pun masih tidak percaya bisa diterima disekolah itu. Disinilah dimulai kehidupan SMP ku. Saat ini aku hanya mengenal Kazune dan Himeka saja. Mereka sangat baik mengizinkan aku tinggal di Rumah mereka. Kazune dan Himeka adalah sepupu, Karena orangtuaku sudah tidak ada jadi aku menganggap mereka seperti keluargaku sendiri. Maka dari itu aku harus semangat!
Saat di pintu gerbang sekolah...
"Karin, Ayo kita lihat kelas kita! Kazune juga ikut!" Kata Himeka dengan cerianya.
"I,iya, Ayo, Kazune!" Ajakku pada Kazune.
"Kalian duluan saja! Aku ada urusan sebentar," Kata Kazune sambil pergi meninggalkan kami berdua.
U-uh, Kazune selalu saja bersikap dingin kepadaku. Aku penasaran apakah ada yang suka dengan orang sedingin itu?
"Hey,Kau! Berani sekali kau mengajak Kujyou melihat daftar kelas?" Tanya gadis berambut hijau emerald itu.
"Kujyou? Maksudmu Kazune?" Balasku dengan polosnya
"Uwaaa! Kenapa kau memanggil Kujyou dengan nama depannya?! Siapa Kau?" Tanya gadis berambut coklat yang datang bersama gadis berambut hijau.
"Um, aku Karin. Kalian siapa?"tanyaku
"Kami adalah Kazune's. Kami penggemarnya Kujyo! Jadi, Karin , kau jangan dekat-dekat Kujyou lagi!" Kata para Kazune's sambil meninggalkan kami berdua.
Hah? Penggemar Kazune? Cowok sedingin itu? Dan kenapa dengan kelompok aneh itu? Baru sehari aku di sekolah ini sudah bertemu dengan kelompok aneh seperti itu.
"Karin, Kau tidak apa-apa?" Tanya Himeka.
"Iya tidak apa-apa, Himeka, Mereka yang barusan itu siapa kelihatannya kenal dengan Kazune" Tanyaku kepada Himeka.
"Mereka itu dari SD yang sama dengan Kazune dan aku," Jawab Himeka
"Oh,"jawabku sambil berjalan bersama Himeka.
Sepanjang perjalanan aku berpikir, sepertinya aku hanya satu-satunya murid pindahan disini. Saat aku berjalan, aku menatap sebuah pohon sakura yang belum mekar. Pohon Sakura itu terlihat sangat tua dan rapuh tapi sepertinya akan indah sekali jika sudah mekar.
"Ada apa, Karin?" Tanya Himeka membuyarkan bayanganku.
"Tidak apa-apa, hanya saja pohonnya terlihat sangat indah tetapi kenapa bentuk pohon itu atasnya seperti hati?" Tanyaku sambil menerawang menatap lagi Pohon tua
"Kau menyadarinya ya, Karin? Iya, Karena Pohon ini mempunyai legenda karena sejak dulu pohon ini telah ada sebelum sekolah ini dibangun dan katanya kita akan bertemu jodoh dipohon sakura saat bunganya mekar," Cerita Himeka sambil ke papan pengumuman.
"Uwaaa, Romantis sekali,"Jawabku terkagum.
Kami pun tiba di papan pengumuman dan ternyata kami bertiga sekelas di kelas 1-A. Saatku melihat nama-nama di kelas 1-A, aku melihat nama 2 anak murid pindahan ,ah, syukurlah aku bukan satu-satunya murid pindahan. TENG! TENG! TENG!
"Uwaa, kita telat Himeka!" jawabku sambil menoleh ke Himeka, tapi, lho kemana dia, jangan-jangan dia sudah duluan. Ya sudahlah, aku berlari di koridor menuju ke Aula penerimaan Murid Baru dan di belokan koridor, BRUKK!
"KYAA! Aw," teriakku sambil terjatuh karena ditabrak seseorang.
"Waa, barang-barangku?!"Panik anak laki-laki berambut hitam bermata keemasan sambil membereskan bukunya.
"Hey, Sudah Nabrak malah mengkhawatirkan barangmu itu! Setidaknya minta maaf ,dong!" "bentakku kepadanya.
"Maafkan aku, ya, aku murid pindahan, Namaku Jin-" Kata anak itu, tapi sebelum dia menyelesaikan namanya tiba-tiba dia langsung kabur sambil menarik tanganku.
"KYAA! Hey, kau, aku mau dibawa kemana?" tanyaku sambil berlari
"Sudah ikut saja! Nanti kita bisa terkejar nih!" jawabnya tergesa-gesa. Aku menoleh ke belakang, ternyata…
Thanks for reading it! Review Please
