Master

Shingeki no Kyojin Milik Hajime Isayama

Pair : Riren yang lain nyusul

Rate: T untuk sementara bisa berubah jadi M klo udah waktunya(?)

Warning! OOC, Typo, Yaoi, Shounen-ai, comedy yang ntah ngena ato ga, dll


1. Pertemuan

(Manusia Kucing PoV)

Aku adalah manusia kucing. Aku ditinggal oleh orangtuaku begitu saja. Meninggalkanku didunia luar yang luas tanpa aku tahu dunia luar itu seperti apa. Orangtuaku meninggalkanku ketika merasa aku sudah cukup dewasa dan siap untuk dunia luar. Tapi nyatanya aku tidak siap, sejak beberapa minggu yang lalu mereka meninggalkanku aku tidak lebih dari seekor kucing liar dan gelandangan yang luntang lantung tanpa tujuan.

Bertahan didunia yang sebagian besar dihuni oleh manusia itu sangat sulit. Terutama ketika mereka mengetahui bila aku adalah manusia kucing yang sangat langka didunia ini. Ya… hidup di dunia ini sangat sulit apalagi kamu harus bertahan hidup dan berlindung dari manusia yang menginginkanmu.

Aku berlari sekencang-kencangnya dari kejaran manusia-manusia itu. Meski aku berlari sejauh apapun manusia-manusia itu begitu bernafsu untuk menangkapku. Entah apa yang mereka inginkan dariku.

"Kitty… kemarilah aku tidak akan menyakitimu." Ucap seorang Pria tua yang berhasil menyalipku dan mendekatiku dengan wajah memerah terlihat mengerikan tidak sesuai dengan ucapannya. Begitu dia didekatku akupun mencakarnya dengan cakarku yang tajam untuk mempertahankan diri. Aku pun mundur beberapa langkah ketika menyadari aku sudah terkepung. Aku pun mendekati aliran sungai yang tepat berada dibelakangku.

"Grrrrrr!" Geramku berusaha untuk mengancamku tapi apalah dayaku aku hanya makhluk yang terancam dan berada di ujung tanduk.

"Kemarilah sayang…" Ucap seorang Pria sambil membawa sebuah rantai di tangannya dan beberapa Pria lainnya membawa penjerat.

"Grrrrr!" Aku merasa benar-benar terancam sekarang dan terus mundur kearah aliran sungai yang deras. Aku terus mundur untuk menghindari manusia-manusia itu.

Byuuurrr! Aku terjatuh kedalam aliran sungai dan mulai terbawa arus yang deras tersebut. Aku meronta-ronta dalam air bagaimanapun aku benci air. Aku sangat tidak menyukainya tapi jika harus memilih berakhir di tangan pria-pria seram itu atau harus masuk ke dalam air. Aku akan memilih masuk kedalam air daripada berakhir ditangan pria-pria manusia tersebut.

Aku terus meronta dalam air melawan ketakutanku dan berusaha untuk mengambil udara yang terus aku gapai. Tubuhku terus terbawa arus aku terus bertahan agar tetap hidup dan terus meronta dalam air untuk terus hidup. Aku belum mau mati sekarang.


(Author PoV)

Dikolong sebuah jembatan menyambung 2 jalan yang terpisah oleh aliran sungai yang deras. Terlihat seorang pria berambut hitam sedang berkelahi dengan seorang pria berambut coklat. Sedangkan pria berambut pirang terdiam memperhatikan perkelahian tersebut dan tidak memiliki maksud untuk menghentikan perkelahian tersebut.

Bugh!

"Bocah apa kamu masih belum puas? Sudah jelas hasilnya bukan? Kamu tidak akan bisa mengalahkanku Jean!" Ucap Pria berambut hitam pada pria berambut coklat yang bernama Jean.

"Aku belum menyerah!" Ucap Jean kembali menyerang Pria yang berambut hitam yang tingginya tidak sampai tingginya(?) tersebut.

"Aku suka semangatmu itu Bocah!" Ucap Pria berambut hitam tersebut sambil menghindar dari serangan Jean dan melancarkan serangan balik yang telak mengenai perutnya. Jean pun terpelanting nyaris tercebur kesungai beberapa jengkal lagi.

"Levi!" Panggil Pria pirang pada pria berambut hitam. Pria berambut pirang tersebut entah sejak kapan berada di pinggir sungai sedang menolong seorang anak kecil berumur sekitar 10 tahun yang sepertinya terseret arus Sungai. Levi diikuti Jean pun membantu anak tersebut dan segera membawa anak kecil tersebut kepinggir sungai. Lalu memberi pertolongan pertama pada anak tersebut.

"Uhuk…uhuk" Anak tersebut terbatuk mengeluarkan air yang mengisi paru-parunya.

"Erwin… bukankah ini…" Ucap Levi sambil mengelus rambut coklat dan kuping kucing anak kecil tersebut. Anak kecil itu pun membuka matanya memperlihatkan mata hijaunya yang indah membuat ketiga pria yang menyelamatkannya terpana dibuatnya. Indah itulah yang terintas dipikiran mereka bersamaan.

"Ya… Manusia Kucing… Makhluk langka yang hampir punah." Ucap Pria berambut pirang yang bernama Erwin tersebut. Sambil memperhatikan telinga kucing dan ekor panjang yang basah kuyup seperti pakaian sederhana anak kecil tersebut.

"Hiks… hiks…" Tubuh anak tersebut gemetar hebat dan terus menangis seakan mengalami sesuatu yang sangat buruk dalam hidupnya.

Levi menghela napas panjang dan mendapati dirinya melepaskan pakaian hangatnya yang sekarang sudah berada diatas tubuh kecil anak tersebut. Levi tidak menyangka tubuhnya bergerak lebih cepat dari pada akalnya. Erwin dan Jean terkesima mendapati Levi yang dingin terlihat perhatian.

"Tenanglah! Sekarang semuanya akan baik-baik saja." Ucap Levi yang duduk didekat anak itu lalu mengelus kepala anak tersebut lembut. Perlahan anak kecil itu pun tertidur diikuti dengkuran halus khas kucing yang merasa nyaman di dekat Levi yang terus mengelus kepalanya lembut.

"Baiklah! Sepertinya asrama kita mempunyai anggota baru. Aku sebagai ketua asrama survey corp tidak keberatan." Ucap Erwin sambil meempar senyum penuh arti pada Jean dan diikuti oeh anggukan setuju Jean.

Levi hanya terdiam lalu membopong anak kecil tersebut dan pergi dari tempat tersebut.

"Kita lanjutkan latihannya besok!" Ucap Levi sambil sedikit melirik pada Jean, lalu kembali melangkah membawa anak kecil yang dibopongnya. Erwin dan Jean mengikuti Levi dari belakang.

"Siap!" Ucap Jean tegas layaknya seorang prajurit.

"Sepertinya kita akan segera melihat sesuatu yang menarik." Ucap Erwin dengan suara yang pelan namun Jean dapat mendengarnya.

T

B

C