Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

My Sweet Love Story © Yui Mitsuki

Rate : T

Genre : Romance / Humor –garing-

Pairing : Naruto U. / Hinata H.

Warning : AU, TYPO(s), OOC maybe, OC, ABAL, DESKRIP DIKIT, ALUR GAK TENTU DLL

Summary : Dulu Hinata berjanji bahwa suatu saat dia akan bertemu dengan Naruto lagi. Dan setelah 3 tahun lamanya, akhirnya mereka bertemu di ruang musik saat Naruto mau mengambil baju basket nya. Dan disinilah cerita cinta sesungguhnya akan dimulai.

~oOo~

My Sweet Love Story

By : Yui Mitsuki

~oOo~

The Beginning

"Dengan ini saya menyatakan bahwa... siswa-siswi Konoha High School lulus 100%!"

"YEEEEEEEYYY!"

Di lapangan sekolah inilah, murid-murid Konoha High School berteriak sepuasnya. Akhirnya setelah mati-matian berusaha, jerih payah mereka terbayar sudah. Mereka sangat puas mendengar pernyataan kepala sekolah bahwa mereka dinyatakan lulus 100%. Dan kini, saatnya untuk mereka berpisah dengan teman-teman.

"Ah, akhirnya kita semua lulus ya. Aku senang sekali! Betul begitu, Hinata-chan?" tanya anak laki-laki dengan cengiran khas nya sambil memegang ijazahnya.

"Be.. Benar, Na.. Naruto-kun.." jawab anak perempuan itu sambil menunduk. Naruto heran mendengar jawaban Hinata yang datar saja.

"Ada apa, Hinata-chan? Kenapa jawabanmu seperti itu? Kamu sedih ya kalau kita lulus?" tanya Naruto heran.

"Bu.. Bukan masalah itu, tapi.." jawab Hinata lalu menghela nafasnya sejenak. Naruto penasaran.

"Aku.. Aku sedih karena.. Aku akan berpisah dengan Naruto-kun.." lanjut Hinata dengan nada sedih. Naruto kaget mendengarnya. Naruto baru ingat bahwa setelah upacara kelulusan, Hinata akan pindah ke luar negeri, tepatnya di Paris, France.

"Ah, iya. Aku lupa kalau kamu akan pindah ke Paris.." balas Naruto dengan nada sedih juga. "Tapi.. Untuk sekarang kamu tidak boleh bersedih. Kita rayakan dulu kelulusan kita, bagaimana?" kata Naruto dengan cengiran khasnya. Hinata kaget mendengar perkataan Naruto.

"Na.. Naruto-kun.. Kamu.." tanya Hinata dengan tatapan tidak percaya.

"Hm.. Bagaimana kalau kita ke Ichiraku untuk merayaka kelulusan kita?" tawar Naruto.

"Ba.. Baiklah.." jawab Hinata sambil tersenyum. Naruto segera merangkul Hinata lalu pergi ke Ichiraku.

.

"Paman! Aku pesan ramen ekstra besar 1!" seru Naruto dengan suara keras.

"Kau tidak perlu menjerit seperti itu, Naruto.." sebal seorang pria yang keluar dari sebuah ruangan. Naruto hanya tertawa mendengar jawaban paman itu.

"Oh iya, Hinata-chan mau pesan apa?" tanya Naruto pada gadis berambut indigo pendek disampingnya.

"Ah, aku sama dengan apa yang dipesan Naruto-kun.." jawab Hinata agak kaget.

"Paman, ramen ekstra besar nya tambah 1 lagi ya!" seru Naruto lagi. Paman itu mengangguk lalu segera membuatkan pesanan mereka. Sementara mereka menunggu, mereka mengobrol sejenak.

"Um, Hinata-chan.." panggil Naruto pelan.

"Ya?" jawab Hinata singkat.

"Kapan kamu berangkat ke Paris?" tanya Naruto pelan. Hinata kaget mendengar pertanyaan Naruto.

"Jam 2 siang ini.. Memang kenapa, Naruto-kun?" jawab Hinata lalu kembali bertanya.

"Apa tidak bisa kalau kamu tidak pindah dari sini?" tanya Naruto dengan nada sedih.

"Maaf, aku memang harus pergi.." jawab Hinata sedih. Naruto terdiam sejenak.

"Ini pesanan kalian! Selamat menikmati!" kata Ayame yang tiba-tiba datang lalu meletakkan 2 mangkuk besar berisi ramen.

"Terima kasih, Ayame-san.." jawab Hinata sambil tersenyum. Ayame membalas senyuman Hinata lalu pergi. Mereka mulai memakan ramen tersebut dengan suasana sunyi.

~oOo~

Jam 2 siang akhirnya tiba. Sekarang Hinata beserta keluarganya sudah ada di bandara Narita. Di bandara itu pula, Naruto dan kawan-kawan datang untuk mengucapkan salam perpisahan.

"Hinata-chan, kenapa kamu harus pindah sih? Apa tidak bisa keberangkatanmu ditunda sehari sja? Huweeee.." kata Sakura dan Ino sambil menangis.

"Maaf, Sakura-chan, Ino-chan. Aku harus pergi sekarang. Kalian jangan menangis dong.." jawab Hinata sambil tersenyum dan menenangkan 2 sahabatnya.

"Tapi kami gak mau Hinata-chan pergi.." balas Sakura dan Ino masih menangis.

"Maafkan aku. Tapi aku harus pergi.." jawab Hinata sambil memeluk 2 sahabatnya.

"Hinata, sekarang waktunya kita berangkat.." kata Neji menghampiri Hinata. Hinata mengangguk lalu menenangkan Sakura dan Ino agar tidak menangis lagi.

"Nah, Ino-chan, Sakura-chan, aku pergi dulu ya.." kata Hinata sambil tersenyum. Sakura dan Ino masih saja menangis, membuat Hinata makin bingung.

"Sudahlah, Sakura. Hinata harus pergi sekarang.." kata Sasuke sambil menenangkan Sakura.

"Ino, jangan menangis lagi ya.." kata Sai sambil menenangkan Ino.

"Pesawat tujuan Paris akan segera berangkat. Mohon untuk para penumpang agar segera menaiki pesawat.." kata petugas dari speaker bandara.

"Aku pergi dulu ya, teman-teman.." kata Hinata sambil tersenyum. Teman-temannya mengangguk, kecuali Naruto. Dia terlihat diam saja. Hinata pun mendekati Naruto.

"Naruto-kun.. Aku pergi dulu ya. Jaga dirimu baik-baik.." kata Hinata sambil tersenyum. Naruto menunduk dan tak lama kemudian ia memeluk Hinata sambil menangis.

"Hinata-chan.. Janji ya kamu akan kembali.." kata Naruto terisak dan masih memeluk erat Hinata.

"Aku janji.. Aku akan kembali kesini untuk Naruto-kun.." jawab Hinata sambil tersenyum. Setelah itu Hinata segera melepaskan pelukan Naruto lalu segera pergi.

"Hinata-chan, tunggu dulu!" kata Naruto. Hinata menghentikan langkahnya lalu menghadap Naruto.

"Ambil ini.." kata Naruto sambil memberikan sebuah boneka bergambar dirinya. Hinata kaget melihat pemberian Naruto.

"Aku sudah punya boneka bergambar dirimu, jadi kalau kamu rindu padaku, kamu peluk saja boneka itu. Dan kalau aku rindu padamu, aku akan memeluk boneka ini.." lanjut Naruto sambil menunjukkan boneka bergambar Hinata. Hinata terkejut mendengarnya dan PLUK, dia memeluk Naruto erat sambil menangis.

"Hik, te.. terima kasih, Na.. Naruto-kun.." kata Hinata sambil menangis. Teman-teman serta keluarga Hinata tersenyum melihat Naruto dan Hinata.

"Nah, Hinata-chan cepat pergilah. Keluargamu sudah menunggumu.." kata Naruto sambil tersenyum.

"I.. Iya.." jawab Hinata masih terisak. Lalu Hinata beserta keluarganya akhirnya menaiki pesawat dan pergi dari Jepang.

~oOo~

3 Years Later..

Konoha Senior School, Koridor, 01.00 PM..

"Gawat, gue lupa kalau baju gue ketinggalan di ruang musik!" kesal seorang pemuda bertubuh tinggi, berambut jabrik kuning, bermata sapphire dan berkulit tan yang sedang berlari melintasi koridor. Pemuda itu tampak terburu-buru karena dari tadi dia melihat jam tangannya.

"Huh, udah jam segini. Si baka teme itu pasti udah ngomel-ngomel deh!" sebal pemuda itu masih berlari menuju ruang musik. Setelah berlari selama 8 menit, akhirnya ia menemukan ruang musik yang terletak di dekat lorong menuju kantin. Ta pa menunggu lama lagi, dia langsung memasuki ruangan itu.

"Halo, apa ada orang disini?" tanya pemuda itu sambil melangkahkan kakinya dan memicingkan mata. Di ruang itu gelap, sepi dan sunyi. Yang ada hanya beberapa alat music, sound system, speaker dan sebagainya. Naruto, nama pemuda itu kembali melangkahkan kakinya dan akhirnya ia melihat seorang gadis sedang menyanyi sambil memainkan sebuah gitar.

Setiap waktu.. memikirkanmu..

Ku katakan.. pada bayangmu..

Sampai kapanku harus..

Menunggumu jatuh cinta..

Rindu ini.. terus menganggu..

Ku tak sabar.. ingin bertemu..

Berapa lama lagi..

Menantikan kata cinta..

Andaikan dia tahu..

Apa yang kurasa..

Resah tak menentu..

Membalas cintamu..

Andaikan dia rasa..

Hati yang mencinta..

Ku yakini..

Kau belahan jiwa..

"Suaranya bagus sekali.." kata Naruto terkagum-kagum mendengar suara gadis itu. Mendengar ada suara seseorang, gadis itu kaget dan berhenti menyanyi serta berhenti memainkan gitarnya.

"Loh, kenapa berhenti menyanyi? Nyanyi lagi dong, suaramu bagus loh.." pinta Naruto pada gadis itu.

'Su.. Suara ini.. Apa benar di.. dia..' batin gadis itu kaget. Wajah gadis itu memerah.

"Hei, kau baik-baik saja?" tanya Naruto sambil mendekati gadis itu. Gadis itu makin gugup dan wajahnya makin memerah.

"Na.. Naruto-kun..?" panggil gadis itu dengan nada gugup.

"Hah? Darimana kau tau namaku?" tanya Naruto kaget.

"A.. Apa benar kamu.. Na.. Naruto-kun..?" tanya gadis itu memastikan.

"Iya, aku Naruto. Kau siapa? Oh, apa jangan-jangan kau.." jawab Naruto lalu berpikir sejenak. Dan dia agak kaget setelah mengingat semuanya.

"Jangan-jangan kamu.. Hinata-chan? Apa kamu Hinata-chan?" tanya Naruto kaget. Gadis itu makin kaget dan segera pergi dari Naruto.

"Hei tunggu!" seru Naruto lalu segera mengejar gadis misterius itu, namun tak berhasil.

"Larinya cepat sekali.. Tapi, apa benar dia Hinata-chan?" tanya Naruto masih bingung. Dan akhirnya ia ingat sesuatu.

"U.. Uwaa, gue lupa! Baju basket!" kata Naruto lalu segera kembali ke ruang musik untuk mencari baju basketnya.

~oOo~

To Be Continued..

~oOo~

a/n :

Halo semuanya, perkenalkan aku Yui Mitsuki ^^

Ini fic pertamaku di FNI, bagaimana menurut kalian? ^^

Gomen kalo ceritanya masih gak jelas ._.v

Yaudah deh, mungkin itu aja yang ingin kusampaikan. Sekian dari author's note ini dan berikan Review beserta Concrit untuk fic ini ya! ^^

Sign and Smile

Yui Mitsuki ^^