AMAZING FATE

Chanbaek

Slight Krisbaek, Hunhan, Kaisoo

GS!

.

.

Baekhyun telah terjerat kedalam manik kelam yang mampu menyita seluruh indra miliknya. Pria itu terlarang untuk Baekhyun. namun, siapa yang menyangka takdir yang dituliskan Tuhan?

.

.

Desclaimer : Semua tercipta dari imajinasi absurb. Namun, tokoh tetap milik yang memiliki. Jika ada cerita, tokoh, setting, dll yang sama itu suatu kebetulan.

.

.

MARI SALING MENGHARGAI SATU SAMA LAIN!

.

Selamat membaca^^

.

"B, Yifan mencarimu," ku dongakkan kepalaku untuk memastikan ucapan Luhan—teman satu kelas di beberapa mata kuliah, seperti filsafat seni, dan estetika seni, sekaligus sahabat baikku. Ia merupakan mahasiswa seni tari, sangat berbeda dengan ku yang mengambil jurusan seni dan desain. Namun, perbedaan itu tak membuat kami merasa berbeda. Asal kalian tau juga, Luhan bukanlah gadis dengan standart kecantikan rata-rata. Ia sangat cantik, pancaran kedua manik indahnya mampu menarik perhatian siapapun juga, dia cukup supel dan enerjik. Rambut kecoklatan dan ikal gantung menghias hingga pundak. Jujur saja, terkadang aku berteriak iri akan kecantikannya.

Melihat Yifan telah berdiri di ambang pintu kelas, membuat langkah kaki ku dengan cepat melangkah ke arahnya, "Ada apa, Fan?" tanpa menjawab pertanyaanku, Yifan menarik pergelangan kananku dengan lembut. Ku kernyitkan alisku dengan keterdiaman Yifan kali ini. Sungguh aku tak mengerti apa yang terjadi dengan Yifan, tak biasanya ia menghampiriku ketika jam kampusku sedang berlangsung.

"Aku ingin membicarakan suatu hal denganmu, Baek."

"Bicaralah, Fan."

Raut wajah Yifan terlihat gusar. Sebenarnya apa yang ingin ia sampaikan?

"Baek, aku tau jika saat ini kau sangat sibuk dengan kegiatanmu." Hanya anggukan yang dapat aku berikan, jantungku berdetak keras, pikiran-pikiran negative mulai menyergapku, "Bukankah lebih baik kita hentikan hubungan kita?"

Aku terdiam

Dengan susah payah aku mencoba mengeluarkan suara tanpa ada gagap yang berarti, tapi apa daya jika suaraku terlalu getir, "A..apa?"

"Aku ingin hubungan kita berakhir, Baek."

"T..tapi mengapa?"

Tangan hangat Yifan yang semula mampu menghantarkan kenyamanan kepadaku saat ini hanya dapat menambah luka berusaha mengenggam tangan kananku kembali, "Aku hanya ingin kau fokus pada kegiatanmu, Baek. aku tak ingin kau terganggu karena diriku."

"Ha ha ha." Tawa miris mengalun dari bibirku, "Sial, katakan saja jika kau bosan denganku." Ku tepis tangan yang masih setia menggenggam tangan kananku

"Jika kita berjodoh, kita akan bersatu, Baek."

Bagus sekali, ketika aku sangat menyayanginya bahkan mencintainya dengan seenak jidatnya ia mengakhiri hubungan ini, "Terserah apa katamulah." Kakiku melangkah untuk meninggalkan Yifan, tanpa aba-aba pula airmataku menetes dengan deras. Sungguh menyakitkan.

Helaan napas kasar ku hembuskan. Dengan mata sembam dan memerah, mau tak mau aku tetap mengikuti pelajaran. Meskipun di setiap detik aku merasakan tatapan tanda tanya, prihatin, kasihan, dan tatapan apapun itu tertuju padaku.

"Sial sekali, pemilihan waktu yang tepat membuat orang patah hati." Batinku merutuk penuh amarah. Namun, lagi-lagi hanya helaan napas kasar yang mampu ku keluarkan.

-o0o-o0o-o0o-

Keheningan malam menyergap waktuku dalam sekejap. Tak terpungkiri, saat ini aku hanya termenung dan menangis. Apa yang bisa ku lakukan jika tidak meratap dan menangis? Anggap saja aku bodoh atau terlalu alay, tapi jika aku memang mencintainya apakah aku salah jika merasa kehilangan orang yang sangat ku cintai? Tidak, kan?

"Hhhh."

Dengan malas, ku raih ponselku yang terus menerus bergetar.

Luhan

Online

Kau tak apa, B?

Ku desahkan kembali napasku sebelum jemariku mulai membalas pop up Luhan,

Baekhyun

Online

Aku tak apa, L :)

Jawaban Luhan terlampau cepat membalas pesanku

Luhan

Online

Kau tak perlu membohongiku, B. Kau ingin bercerita kepadaku di chat atau besok saat kita bertemu?

Baekhyun

Online

Di chat saja. Tak lucu jika aku menangis sesenggukan di kelas seperti tadi.

Kaki-kakiku mulai beranjak dari meja belajar menuju ke tempat tidur yang tersedia di kamarku. Ku dongakkan kepalaku untuk melihat langit-langit kamar yang ku hias dengan lukisan langit malam dan rembulan yang bersinar. Menenangkan dan membuatku nyaman. Meskipun tak terlihat sempurna karena tenggelam oleh cahaya lampu utama

Getaran ponsel ku rasakan, aku sangat yakin jika itu pesan dari Luhan

Luhan

Online

Baiklah. Ceritalah B.

Baekhyun

Online

Yifan memutuskanku :3

Luhan

Online

Shit, Why?

Baekhyun

Online

Karena kegiatanku, dia ingin fokusku tak terpecah.

Luhan

Online

The hell, alasan apa itu?

Baekhyun

Online

Haha, alasan yang keren dan sangat memuaskan, bukan? :3

Kata dia kalau jodoh pasti bertemu kok.

Luhan

Online

Tonggosnya itu yang jodoh.

Membaca balasan Luhan mampu membuatku tersenyum kecil di tengah airmata yang terus mengalir dipipiku. Aku bersyukur memiliki sahabat seperti dia.

Baekhyun

Online

Aku mencintai dia, L. Aku tak menyangka jika dia akan mengakhiri hubungan ini segampang itu

Luhan

Online

Tenanglah, B. Tak usah menangis. Toh jika kau menangis bahkan sampai pasokan airmatamu mengering apakah dapat merubah keadaan? Apakah dengan kau menangisi dia, dia akan kembali padamu? Lebih parahnya apa dia juga menangisi keputusannya?

Aku tertohok dengan kalimat balasan Luhan. Denyutan nyeri di dadaku semakin menjadi.

Baekhyun

Online

Kau benar. Aku menangisi dia memang tak berguna. Tapi rasa sakit ini nyata, L. Rasa sesak ini juga sangat nyata.

Luhan

Online

Teman-temanku dance sangat tampan-tampan. Apakah kau mau aku mengenalkan mereka padamu dan melupakan si tonggos?

Baekhyun

Online

Sial! Jangan katakan kau saat ini bersama Sehun.

Luhan

Online

Tebakan yang benar~

Sungguh, aku sangat iri dengan Luhan. Selama ini Luhan selalu menceritakan padaku jika ia dan Sehun selalu satu team dalam kontes dance. Beruntungnya pula jika pair dance, mereka selalu melakukan bersama. Luhan juga menceritakan padaku, jika Sehun selalu memprioritaskan dirinya melebihi apapun. Bahkan aku pernah mendengar jika Sehun rela kehujanan dan kedinginan demi menghampiri Luhan untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan memberi kejutan serta hadiah yang 'wauw'

Baekhyun

Online

Berlatih untuk kontes lagi?

Luhan

Online

Bukan, B. Kami merayakan kemenangan kami bersama teman yang lain

Sssttt

Kami sedang clubbing

Baekhyun

Online

Clubbing?

Ahhh, aku ingin ikut. Mengapa kau tak mengajakku sih, L?! :/

Luhan

Online

Kau ingin ikut? Seorang Byun Baekhyun yang anti dengan dunia malam ingin ikut clubbing? Wauw!

Baekhyun

Online

Tak usah alay, L

Luhan

Online

Hehe, sebodoh amat. :p

Baiklah, bersiaplah, B. Kami akan menjemputmu.

Baekhyun

Online

Kami?!

Kau akan menjemputku bersama Sehun?

Luhan

Online

Pertanyaan mu konyol.

Bersama siapa lagi kalau bukan Sehun?

Setelah putus cinta otakmu sangat lemot, B.. Hhh

Baekhyun

Online

Owwhhhh, akhirnya aku bertemu dengan pria tampan~

Luhan

Online

Sial, B. Sehun milikku

Baekhyun

Online

Berbagilah, L. Jangan pelit

Luhan

Online

Sialan. Kau kira Sehun itu sembako.

Sudahlah cepat bersiap-siap. Berdandanlah yang cantik. Pakailah dress yang sexy dan high-heels.

Tunjukan pesona mu, Byun. LOL

Baekhyun

Online

Cerewet

-o0o-o0o-o0o-

Luhan

Online

B, aku udah di depan gedung apartemenmu

Setelah membaca pesan dari Luhan, dengan langkah pasti aku keluar dari apartemen dan menghampiri Luhan. Terlihat jelas di depan gedung apartemen mobil hitam yang ku yakini sangat mahal terpakir rapi di pinggir jalan. Belum sempat aku berpikir apakah itu mobil yang digunakan Luhan, pintu mobil itu terbuka dan menampilkan gadis cantik bergaun tanpa lengan berwarna merah darah melekat di tubuh ramping dan sexy nya bersanding dengan seorang lelaki tampan dengan pakaian kasual yang mampu memanjakan mata. Lelaki itu berahang tegas dengan raut wajah yang sangat tenang.

Sialan, mereka sangat serasi!

Benar-benar seperti dewa dewi

Dengan cepat, langkah kakiku menghampiri pasangan serasi itu

"Astaga, B. Kau sangat wauw." Mendengar ucapan Luhan membuat kedua mataku memutar malas

"Tak usah berlebihan jika dirimu melebihi kecantikanku, Lu." Ku lirikkan mataku kearah Sehun yang sedang mengamati interaksiku dengan Luhan. Ku senggol pelan lengan Luhan. Semula Luhan mengernyit tak mengerti dengan maksud senggolan tanganku, tapi tak perlu waktu lama Luhan memahaminya

"Ini sahabat baikku, Byun Baekhyun." Aku mencoba tersenyum ramah kearah Sehun. Aku harap senyum ku tak aneh.

"Oh Sehun, kekasih Luhan." Sehun tersenyum tampan.

Pantas saja Luhan cinta mati ke lelaki ini. Dia benar-benar tampan. Tanpa sadar, aku berdecak kagum

"Aku akan masuk ke dalam mobil terlebih dahulu." Pamit Sehun ketika mendapat lirikan dari Luhan. Setelah Sehun berjalan memutari mobil dan memasuki mobil, tangan halus nan lentik milik Luhan memegang lenganku, "Are you okay, B?"

Tatapan sendu terpancarkan dari kedua manik Luhan, "Aku baik-baik saja, Lu. Bukankah kau mengajakku berburu lelaki tampan?"

Mendengar penuturanku membuat Luhan berdecak, "Sial, jika aku lelaki. Aku pasti akan langsung memacarimu, Byun."

"Lebih baik aku menjadi kekasih Sehun daripada menjadi kekasihmu, Lu. Sungguh."

Mendengar celetukkanku membuat Luhan mengerucutkan bibir mungil berpoles warna merah, "Sehun hanya tertarik denganku, B."

"Kita lihat nanti, Lu. Apakah Sehun kuat dengan pesonaku?"

Plak

Geplakan tangan lentik Luhan mengenai lenganku yang tak berbaut kain, "Aw."

"Sehun milikku, B."

Nada posesif telah keluar dari bibir Luhan, mau tak mau aku terkikik mendengarkannya, "Well, baiklah nona Luhan. Sehun hanyalah milikmu." Ku dekatkan wajahku ke telinga kiri Luhan. "Jagalah dia baik-baik. Jika tidak, mungkin aku akan membawanya pulang."

"B!" seru Luhan

Aku terbahak, dengan cepat ku masukkan tubuhku ke dalam mobil untuk menghindari pukulan Luhan yang menyakitkan. Sungguh, menggoda Luhan merupakan kesenangan tersendiri.

-o0o-o0o-o0o-

Dentuman alunan musik keras menghantar setiap langkah kakiku. Bau asap rokok menebar di setiap penjuru tempat hingar bingar ini. Tak sedikit wanita dan pria yang sedang bercumbu di remang-remang sempit ruangan ini. Ku edarkan pandanganku untuk melihat kondisi diskotik ini. Seluruh wanita—yang sedang berlalu lalang atau sedang menegak minuman di kursi bar atau sedang menghentakkan tubuh sexy mereka di lantai dansa—menggunakan pakaian yang sangat amat minim. Bahkan tak jarang jika pakaian mereka hanya menutupi payudara dan selangkangannya saja.

"Jangan terlalu kaget seperti itu, B." Suara lembut Luhan menyadarkan keterkejutanku. Dengan kaku, ku anggukan kepalaku untuk mengiyakan ucapan Luhan

"Apa aku akan baik-baik saja, Lu?"

Luhan menatapku, "Apa sebaiknya kita pulang, B?"

Dengan cepat ku gelengkan kepalaku, tak mungkin jika aku merepotkan Luhan lebih banyak lagi kan?

"Tidak. Tidak usah, aku akan menyesuaikan diri."

"Jangan jauh-jauh dariku, B."

Ku anggukan kepalaku untuk meyakinkan Luhan. Tanpa basa basi, Luhan menyeretku ke dance floor.

"Bersenang-senanglah, B. Menarilah sepuasmu disini."

"Kau tak menari dengan Sehun?"

Luhan menggeleng, "Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu sendirian?"

"Tenanglah, tak mungkin ada yang akan menggodaku disini. Menarilah bersama Sehun, aku tak ingin menjadi perusak kesenangan kalian."

Luhan menggeleng, "Tidak."

"Jika kau terus disampingku, kita disangka pasangan lesbi, Lu. Pergilah." Gerutuku

"Sialan sekali kau Byun." Luhan menepuk dahiku dengan cukup keras, "Baiklah jika ada apa-apa cepat hubungi aku."

"Baik, nyonya."

Tak perlu waktu lama, Luhan telah berada dipelukan Sehun dan menggoyangkan tubuh berirama. Sial, mereka benar-benar panas. Ku singkirkan tubuhku dari kerumunan orang yang sedang menghentakkan tubuh dan menggoyangkan kepala mengikuti irama lagu yang memekakkan telinga

Ku ketukkan kakiku pelan untuk mengikuti irama yang semakin lama semakin ku nikmati. Bibirku tersungging senyum kecil ketika melihat Luhan dan Sehun menari dengan gerakan yang semakin sensual.

"Astaga, mataku sudah tak polos lagi." Gumamku ketika melihat punggung Luhan menempel didada bidang Sehun, pinggul Luhan bergoyang kekanan dan kekiri. Kedua lengan Luhan terangkat dan memegang kepala Sehun yang saat ini sedang tenggelam diceruk leher Luhan.

"Aku tak kuat! Mereka terlalu panas." Gumamku sekali lagi

Ku edarkan pandanganku untuk melihat panggung yang tersedia di diskotik itu. Entah keberuntungan atau imajinasi saja ketika kedua netraku bersitubruk dengan seorang lelaki tampan dengan kaos putih menempel indah di tubuh tegap dan panasnya dengan lincah ia memainkan irama-irama yang lebih menghentak.

Holly-shit

Dia menyeringai!

Tanpa aba-aba yang pasti, tubuhku dengan cepat membeku. Gelayar panas dan dingin mulai bercampur aduk mengontrol tubuhku. Netraku masih tetap melekat menatap sosok panas yang sedang ikut bergoyang di atas panggung itu.

"Big Boss. Tak ada wanita yang tak bertekuk lutut dihadapannya." Suara khas pria menceletuk di samping kananku. Tubuhku cukup tersentak kaget karena tak ku pungkiri jika seluruh indraku tengah memperhatikan lelaki yang berada di panggung itu.

"Huh?"

Lelaki yang berada disampingku terkekeh melihat responku, "Lelaki yang berada di panggung itu Big boss." Mendengar penjabaran itu membuat mulutku membulat

"Big boss? Nama asli?" mendengar pertanyaanku membuat lelaki yang berdiri disampingku terkekeh. Ia menggeleng, "Nama panggilan, cantik."

"Mengapa?" tanyaku dengan spontan

"Hidup penuh rahasia itu menyenangkan, cantik." Mendengar penuturan lelaki itu mampu membuat kepalaku mengangguk berulang kali

Dengan senyum yang entah mengapa terlihat seakan menggoda, pria itu mulai membuka mulut yang ku akui sexy, "Kim Jongin."

Aku mengangguk ringan mendengar nama yang ia lontarkan, "Nama asli?"

Mendengar pertanyaanku membuat laki-laki itu kembali terkekeh, "Tentu. Namamu?"

"Byun Baekhyun."

Kim Jongin—lelaki yang berdiri disampingku—tersenyum, "Nama yang indah. Aku baru pertama kali melihatmu. Apakah kau baru?" Ku anggukan kepalaku untuk menjawab pertanyaannya

"Kau juga baru pertama kali melihat pesona seorang Big Boss bukan?" Lagi-lagi hanya anggukan kepala yang ku berikan

"Sayang sekali, wanita secantik dirimu harus merasakan patah hati." Ku kernyitkan dahiku ketika mendengar penuturannya. Sakit hati? Dia cenayang atau apa? Atau jangan-jangan dia teman Yifan dan pura-pura untuk mendekatiku, agar Yifan bisa mengetahui jika aku pergi ke diskotik hanya untuk melupakan dia

Astaga, Byun! Pikiranmu terlalu alay

"Mengapa aku harus patah hati?" mau tak mau aku harus menanyakan maksudnya bukan?

Jongin tersenyum, "Big boss telah memiliki kekasih." Mendengar jawaban dari Jongin hampir saja membuatku menyemburkan tawa. Astaga ku kira dia mengetahui masalahku dengan Yifan. Eh, ternyata—

Tapi, mendengar kenyataan jika 'Big boss' itu memiliki kekasih membuat ku berdecak, "Tak mengherankan jika pria setampan dia memiliki kekasih."

"Bagaimana jika kita berdansa bersama?"

Belum sempat ku terima ajakan Jongin, tubuhku terhuyung ke belakang. Untung saja, aku tak terjerembab di lantai

Itu Luhan!

"Dasar hitam. Kau berani menggoda sahabatku, heh?"

Ku tatap Luhan dengan heran, "Dia penjahat kelamin, B. jangan dekati pria itu." ucap Luhan penuh peringatan

"Diam kau, rusa. Kau merusak reputasiku. Aku bukan penjahat kelamin!" Mendengar tuduhan Luhan membuat Jongin berdecak sebal

Aku melihat kekasih Luhan mendekat dan menepuk pundak Jongin, "Kau salah sasaran, bung."

"Aku hanya mengajak Baekhyun berdansa. Apa yang salah dengan itu, heh?"

Luhan mendelik mendengar pertanyaan Jongin. Sungguh, saat ini aku hanya mampu terdiam, karena hanya aku yang tak mengerti apa yang mereka katakan, "Kau bertanya apa yang salah? Cih, kau pikir aku tak tau otak kotor mu itu, hitam?" ujar Luhan

"Aku hanya menyelamatkan temanmu, rusa." Jongin menunjuk lelaki yang masih setia memainkan irama menghentak di panggung, "Dari predator di atas panggung itu."

Aku semakin tak paham!

TBC?

0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Note:

Okay, semoga ada yang berminat^^ ditunggu respon kalian ya. terimakasih^^