Disclamair : Naruto never be mine it only belong to Masashi Kishimoto (That is Obvious) :D

Cerita ini terinspirasi dari sebuah drama Korea, namun dengan alur yang berbeda.

Kesamaan tokoh dan cerita dengan Fanfic lain sungguh tidak disengaja, untuknya pengarang mohon maaf sebelumnya.

For reader please enjoy my fic ...


Naru P.O.V.

Malam yang gelap menimbulkan suasana yang sepi dan mencekam, tapi bagiku keadaan ini cukup menenangkan. Kutatap laut yang hitam dan berkilau terkena sinar rembulan mencoba menenangkan hatiku yang gelisah. Ketenangan laut dimalam hari terasa menarikku mendekat membuatku melangkah ke tengah laut semakin jauh.

Kurasakan air laut yang dingin mengenai tubuhku, tapi air tersebut tidak dapat memadamkan api amarah yang membakar hatiku. Ombak laut yang menghantam tubuhku pun tak bisa menyapu dukaku dan meluruhkan laraku. Bahkan angin laut yang sepoi-sepoi tak mampu membawa rasa sedihku bersamanya.

'Tidak ada yang bisa kupercaya' batinku.

"Bagaimana bisa mereka melakukan hal ini padaku! Keluargaku, kekasihku, sahabatku, mereka semua menghianatiku...menghianatiku..." kataku lirih dan semakin masuk ke dalam kelamnya laut.

Semakin lama aku semakin masuk ke dalam laut yang dingin dan kelam, merasakan ketengan abadi yang akan segera menjemputku.

"Hey! Nona yang di sana!" Sayup-sayup kudengar seseorang memanggil, tapi tak kuhiraukan dan aku melanjutkan perjalananku.

"Hey! Hentikan..." kudengar panggilan itu lagi dan aku tidak peduli.

Tiba-tiba kurasakan tangan kekar melingkari pinggangku dengan mantap dan menarik tubuhku keluar dari laut yang menjadi sumber ketenanganku. Aku mulai panik dan mulai berteriak "Lepaskan aku!" tapi tangan kuat itu tetap tak bergeming sampai kami tiba di tepi.

Dia menjatuhkanku di pasir putih yang hangat dan menatapku dengan mata sekelam malam yang dingin. Membuatku terdiam dan kebingungan.

"Apa yang coba kau lakukan dobe!?" Katanya kasar sambil terus memelototiku dengan tajam.

Kupandang mata penyelamatku dengan tatapan kosong "Aku... tidak... tahu..." jawaban itu yang keluar dari mulutku. Kemudian kurasakan kepalaku berputar dan tiba-tiba pandanganku menggelap, menyisakan kegelapan pekat dan ketenangan untukku.

End Naru P.O.V.

Sasuke P.O.V.

Jalan-jalan pada malam hari di pantai pribadi ini memang menyegarkan, menghilangkan sejenak rasa penatku setelah seharian sibuk bekerja di kantor yang dipenuhi orang payah. Gelapnya malam dan air yang tampak kemilau terkena sinar rembulan memberikan rasa tenang tersendiri bagiku. Kulangkahkan kakiku semakin jauh ke arah pantai yang luas.

Beberapa saat setelah berjalan ke arah pantai aku melihat gerakan mencurigakan dari arah laut dan aku bergerak mendekatinya. Kulihat seseorang dengan helaian rambut kuning keemasan bagai sinar matahari berjalan ke arah kedalaman laut.

'Apakah dia manusia atau makhluk jejadian' Batinku mengacau. 'Apa yang dilakukannya di pantai pribadi milik keluargaku ini? Apa dia ingin bunuh diri?' Pertanyaan demi pertanyaan melintas dalam kepalaku. 'Sial! Apapun alasan makhluk itu aku tetap tak bisa membiarkannya berada di area pribadi keluargaku' batinku lagi dan aku segera mengambil tindakan pencegahan.

"Hey! Nona yang di sana!" aku berteriak memanggil makhluk itu, tapi dia seperti tidak mendengarku dan berjalan semakin jauh ke dalam laut.

"Hey! Hentikan..." Aku berteriak lagi dan mulai berlari untuk menyusulnya.

Kuraih pinggang makhluk itu yang sekarang kuyakini adalah manusia, seorang gadis pula, dan menyeretnya ke tepi pantai untuk kuinterogasi.

"Lepaskan!" dia berteriak dengan panik dan mencoba melepaskan diri dariku, tapi kueratkan peganganku agar dia tak berkutik dan kujatuhkan dia di pasir begitu sampai di tepi pantai.

"Apa yang coba kau lakukan dobe!?" Kataku kasar dan mengeluarkan tatapan mematikan andalanku.

Wanita itu membalas tatapanku dengan tatapan bingung "Aku... tidak... tahu..." jawabnya pelan. Mata gadis itu tampak biru sewarna dengan langit di pagi hari, tapi mata itu tidak memancarkan kecerahan langit pagi. Kulitnya berwarna coklat yang eksotis dan dia tampak mempesona sehingga aku tidak dapat mengalihkan tatapanku darinya.

Tiba-tiba wanita itu jatuh terlentang menutup matanya, aku cukup kaget dengan kejadian yang begitu cepat. Kuperiksa keadaannya dan kutemukan dia hanya pingsan.

"Ini sungguh kerepotan yang menyenangkan" Kataku lirih sambil menggendong tubuh gadis itu yang ternyata seringan bulu.

End Sasuke P.O.V.

Normal P.O.V.

Lelaki bersurai raven itu menggendong gadis itu dengan hati-hati ke arah villa yang terletak tak jauh dari pantai pribadi tersebut.

Memasuki villa yang cukup untuk menampung 5 keluarga tersebut, Sasuke meletakkan beban pada tangannya di atas sofa yang diletakkan di ruang keluarga yang cukup luas. Sofa itu cukup besar hingga mampu menampung tubuh mungil gadis itu.

Sasuke bergegas ke dapur untuk mengambil kotak P3K dan berharap dapat menemukan sesuatu untuk membangunkan gadis penyusup itu.

"Ini sepertinya mampu membuat gadis itu tersadar seketika" Kata Sasuke sambil mengangkat botol kecil yang berisi cairan mencurigakan berwarna bening dan menunjukkan senyum yang membuat bulu kuduk meremang seketika.

Sasuke segera membawa botol kecil itu ke arah ruang keluarga. Dia kemudian mengangkat kepala gadis temuannya ke atas pangkuan dan kemudian membuka botol itu dan mulai mendekatkan botol itu ke hidung gadis itu.

Naru langsung membuka matanya begitu botol itu mendekati hidungnya dan dengan refleks langsung menggosok hidungnya untuk menghilangkan bau yang menguar dari botol kecil di depan hidungnya. Botol kecil itu langsung dijauhkan oleh Sasuke begitu melihat gadis dipangkuannya membuka mata.

"Kau sudah sadar?"

Bersambung...


Akhirnya chapter pertama dari fic kedua jadi juga...

Please Give me some advices, opinions, and suggestions to improve my writing...

Segala saran, kritik, dan pendapat akan diterima dengan baik dan akan dipertimbangkan sebagai kelanjutan fic ini.

Atas Segala kekurangan dalam penyajian, bahasa, kekakuan cerita dan lain sebagainya mohon dimaafkan.

Nb : If you have a request for my next story or for this story, PM me.

Thanks For Reading

with love and regard

:)