Naruto © MK
Story By Himawaarii Nara
Pairing : Tenten - Neji Hyuuga
Warning : EyD kacau, ooc , dsb
No Flame!
RnR~
Happy Reading and enjoy
•••
Tentenmemaikan senjatannya, melempar ke sana dan kemari, menancap tepat sasaran, lalu mengambilnya kembali dari tempat ia menancapkan nya, berulang kali ia ulangi
" bukan kah melelahkan? "
Suara itu selalu mendengung di tempat latihan Tim nya itu, Tenten sadar, itu bukan ilusi atau semacamnya, hanya saja, itu suara orang yang telah pergi jauh
2 Bulan sudah sejak perang dunia shinobi ke 4 usai, namuan selalu ada luka tersendiri di hati gadis itu, lubang itu masih menganga lebar
" Jangan terlalu memaksa "
Suara itu selalu mengulang, namun Tenten masih diam seribu bahasa, hanya udara yang menggoyang dedaunan disana
" Berbicaralah , Oi "
Neji menlangkah, tubuhnya yang tak nyata itu dilewati beberapa daun yang berterbangan, masih dengan kegiatan yang sama, Tenten melempar ke 6 senjatanya secara bersamaan
" kau mengatakan akan disini, tapi apa yang kau lakukan? kau pergi? "
" Itulah resiko seorang Ninja bukan kah begitu? "
Tenten seakan tercekat, itu bukan jawaban, baginya itu bukan jawabbagiku itu hanya alasan , karna ia gugur
" Memang benar, tapi bagiku itu hanya kebohongan "
" Takdir dan kebohongan adalah hal yang berbeda "
Tenten mendengus kesal, lalu berjalan melwati Neji, lalu melempar lagi 6 buah kunai nya, kearah pepohonan yang sudah ia beri tanda, semua tepat sasaran
" Pembohong "
Neji mengambil nafas , ia yakin itu tidak berpengaruh untuk dirinya sekarang
" Seperti angin yang berhembus, ucapaan mu hanya ku biarkan menguap di udara "
Tenten mengambil kunai yang sudah ia tancapkan dan beberapa senjata yang ia lempar tadi
" Kau mengatakan bahwa takdir dapat di ubah jika kau berusaha, tapi? itu berarti kau pasrah pada takdir mu, kau masihlah Neji pada saat melawan Naruto "
" Takdir kematian tidaklah bisa di tolak "
" Kenapa? Lalu seperti apa itu takdir? "
Senyum Neji mereka sesaat lalu kembali seperti semula, angin bermain lagi dan lagi, Tenten berjalan ke depan wajah Neji
" Takdir apa pun itu, kau harusnya berusaha "
Neji terpaku, lengan nya berusaha menggapai pucuk kepala Tenten, walau ia tahu itu mustahil
" Ada banyaj pengorbanan di dunia ini, termasuk aku "
Tenten mengerti dan akan selalu mengerti
Tangan Neji menembus raga gadis itu
sesaat waktu seakan terhenti, Tenten maupun Neji menikmati sensasi yang kini tak perna lagi mereka rasakan
" Kau bagai mimpi bagi ku "
" Lebih dari itu "
Neji memberikan jawaban sesiangkat yang ia mampu, kalau bagi Tenten Neji adalah mimpi, bagi Neji, Tenten adalah pengharapan, harapan baginya
" Selalu .. kau adalah pengharapan "
Kembali seperti semula, seperti biasanya, Neji menghilang bagai tersapu oleh angin, dan lenyap dari pandangan Tenten
" Selalu.. kau adalah mimpi "
Tenten terbangun dari 'tidur' siangnya, Hal seperti tadi sering terjadi setiap gadis itu tertidur di tempat latihan mereka
" Pembohong "
Tenten menggenggam erat dadanya yang kini begitu menyesakan hingga ia terisak berkali - kali
" Pem..bohong "
Tenten sesegukan, ia tak mengerti mengapa takdir Neji yang ini tak dapat di ubah, Tenten tak mengerti, dan tak mau
mengerti..
Tapi ia harus mengerti
Tenten harus selalu mengerti...
The End
Baiklah fanfic ini sangat amat absurd ya wkwkwkw, maafkan aku, tapi mohon jangan flam, aku hanya kangen sama neji hwaaa:")
Baiklah untuk Fanfic ku berjudul Time Traveling mungkin akan ku publish besok, kalau tidak ada halangan jadi mohon doanyaaaa yippiyyy~
• 24 September 2015 , Jambi •
Masih kota berasap:")
Salam Hangat
Himawaarii Nara
