Little Secret

Summary : huang zitao bertemu namja aneh dirumah sakit lalu tiba-tiba namja itu meminta tao agar menemuinya setiap hari .. kristao / sulay dan beberapa member exo .

Genre : friendship, familly and little hurt *apa ini genre ?

Pairing : Kristao/Taoris (main) and other EXO couples.

Warning : semua karakter di fic ini OCC, cerita berantakan, story kependekan/kepanjangan (tidak disengaja) alur lambat alias bertele-tele, bahasa membingungkan *karna putchan yg nulis juga bingung maklum perbendaharaan bahasa mandarin dan korea yg terbatas

NB: disini semua uke couple official berubah genre jadi yeoja

Apabila reader merasa pernah mendengar cerita ini, mohon dimaklumi cerita ini sebenarnya adaptasi dari cerita yang sebenarnya lumayan terkenal di zaman 2000-2006 tapi alur dan story'a saiia rubah bahkan melenceng jauh jadi saiia bukan plagiat yooo~~

000ooo000

"Tao eomma, Kai bekelahi dengan sehunie .. hiks .. eomma hiks ..kai menunjuk-nunjuk sehunie hiks .. dengan pisau hiks.. " Tao menoleh memandang si kecil luhan yang terisak, matanya yang lucu dan menggemaskan membelalak kepada tao, tanpa bertanya tao mendekati luhan menggandeng tangan kecil luhan lalu berlari keruang makan.

Di depan ruang makan terlihat kerumunan anak-anak ketakutan memandang ke ruang makan tengah disamping itu tampak beberapa anak yeoja menangis gemetaran, melihat kedatangan tao mereka berhamburan memeluk tubuh tao dan mengaduh melaporkan perbuatan kai , tao membelai rambut anak-anak itu mencoba menenangkan, dengan perlahan tao memasuki ruang makan tengah.

Kai berdiri disamping meja makan memegang pisau sambil meneriaki sehun sembari menangis sekaligus, baju lusuhnya basah kuyup oleh keringat dan airmata dan rambutnya acak-acakan , diseberang meja makan sehun terlihat pucat pasi. melihat tao datang sehun bernafas lega tapi sedetik kemudian langsung tergeletak pingsan dilengan kiri sehun terdapat bercak darah segar mengalir

"omona ~~~ sehunie ! " suara keras park chanyeol dibelakang tao membuat tao terpelanjat , park chanyeol mengangkat tubuh sehun dan membawanya keluar ruangan sambil berteriak "onew-hyung tolong keluarkan mobil sekarang"

Anak-anak yang lain mengikuti park chanyeol dari belakang, tinggal tao dan kai berdua diruang makan, tao menatap kai lembut tapi dibalas tatapan tajam dan kasar oleh kai, beberapa saat adu pandang dengan tao, teriakan kai berubah menjadi isak tangis pilu.. tao melangkah mendekati kai

"andwae … jangan dekati aku, atau aku bunuh !" teriak kai

"kai-i changy … "bujuk tao

"andwae … pergi !"

"ani … eomma tidak akan pergi"

Tao melangkah berusaha mendekat, kai mengayunkan pisaunya kesegala penjuru arah tapi dengan cekatan tao menangkis tangan kai dan dengan cepat menerjang tubuhnya , memeluk tubuh rapuh kai kecil dengan sangat erat, kai meronta-ronta pisaunya telah terjatuh,sekarang kedua tangan kai sibuk mencakar baju tao membabi buta tapi tao bersikeras memeluk kai

Lima menit kemudian kai mulai tenang menerima pelukan tao dan kembali terisak, sejam kemudian nafas kai mulai mengalir teratur tangannya yang sibuk mencakar sekarang sibuk memainkan ujung baju tao, kepala kai terkulai manja didada tao tidak ada percakapan antara tao dan kai, tao mengecup surai hitam kai penuh rasa sayang, kai mulai memejamkan mata tertidur pulas dipelukan tao.

Setelah yakin kai tertidur dengan lelap tao menggendong tubuh kecil kai kekamarnya melewati kamar anak-anak yang lain karna tao yakin anak-anaknya yang lain pasti ketakutan dengan hadirnya kai. Setelah merebahkan tubuh kai dikasur, tao berjalan menuju kamar sebelah.

terlihat yeoja manis ber-lesung pipi atau panggil saja lay sedang menenangkan anak-anak yang lain, tao menepuk pundak lay dengan lembut

"jiejie … tolong jaga kai sebentar nde … tao mau menyusul chan-ge kerumah sakit .. " lay mengangguk masih dengan raut wajah yang cemas, melihat raut wajah lay.. tao tersenyum memeluk jiejie-nya itu sejenak kemudian beranjak pergi kerumah sakit.

TAO POV

Namaku huang zitao, biasa dipanggil tao , zitao atau baby panda mungkin karna bentuk mataku yang seperti panda makanya orang-orang terdekatku lebih senang memanggilku panda hhahahaha entahlah menurutku itu sangat konyol. Aku bekerja diyayasan Exokids heaven , eomma dan appa angkatku merupakan pendiri yayasan ini.

Yayasan exokids heaven ini bergerak dibidang pendidikan dan pelayanan sosial bagi anak-anak kurang beruntung, yayasan ini terdapat beberapa sekolah dari tk sampai senior high school dan beberapa panti asuhan,

Aku dan chanyeol ge adalah pengurus panti dengan mengajar tk- sekolah dasar, sedangkan lay jie dan onew oppa mengurus perkembangan junior high school-senior high school .. kenapa aku memanggil chanyeol dengan gege sedangkan onew dengan sebutan oppa ? itu karna aku sebenarnya berkebangsaan cina , tapi aku tinggal dikorea sejak diadopsi oleh eomma dan appa-ku yang sekarang.

"chan-ge … " seruku ketika melihat sesosok tubuh yang sudah sangat aku kenal itu, chanyeol menyambut kedatanganku dengan senyum lima jarinya yang khas

"bagaimana keadaan sehunie?"

"hmmm … sehunie sekarang sudah baik, sebenarnya ada apa ? kenapa kai bekelahi dengan sehun ?" desah chanyeol

"dari penuturan anak-anak yang lain , kai cemburu karna luhan terlalu dekat dengan sehun .. kai benar-benar sensitive dan cepat marah kalo menyangkut luhan, gege taukan masa lalu kai sebelum tinggal dipanti, mungkin karna trauma ditinggal kyungsoo membuat kai sedikit protective dan takut kehilangan luhanie .. tao bingung ge , bagaimana dengan kai dimasa depan ?"

Chanyeol tersenyum "kita masuk dulu" katanya sambil menggandeng tangan ku

"sehunie sudah sadar tadi dan langsung memanggil namamu baby panda lalu tertidur lagi .. sepertinya anak-anak panti benar-benar menganggapmu eomma kandung mereka" puji chanyeol , seketika aku merasakan wajahku mulai memerah karna malu

Aku duduk disamping tempat tidur sehun, memandang wajah kecil sehun benar-benar tenang damai, penuh guratan-guratan khas anak-anak yang lugu, polos, manja dan kadang nakal

'Sehunie pasti jadi namja yang baik dan hebat kelak' batinku.

TAO POV END

NORMAL POV

Bosan memandang wajah sehun, tao melangkahkan kakinya keluar ruangan inap mencari udara segar mungkin bisa menghilangkan penat diotaknya sejenak.

Tao duduk dibangku taman rumah sakit memandang sekitar taman, lalu tatapannya tertuju pada sosok yeoja cantik dibawah pohon, tak lama kemudian sang yeoja menatap tao dan mendekati tao .

"tao … huang zitao ?" tanyanya antusias

"ne .. ?" tao memiringkan wajahnya seperti berpikir

"aigoooo~ tao-i .. apakabar ? sedang apa kau disini ? apa kau sakit baby ?" sergap si yeoja beruntun,

merasa tidak mendapat respon dari tao dan melihat gurat wajah tao yang kebingungan si yeoja melebarkan senyumnya "victoria … teman kuliah lay dulu .. apa kau melupanku tao ?

tao menepuk kepalanya lalu tersenyum lebar "vic-jie ? aigoooo jiejie benar-benar berubah, yeoppo , jeongmal yeoppo " puji tao sembari berdiri dan memeluk victoria.

Victoria teman dekat lay , karna victoria sering bermain dan menginap dirumah lay maka tao mejadi akrab, bukan hanya karna itu dulu sebelum lulus kuliah victoria sering membantu acara sosial diyayasan Exokids heaven.

"tao-i .. sedang apa kau dirumah sakit ? apa kau sakit ? atau lay ? eomma-appa bagaimana kabarnya ?" Tanya victoria terdengar nada khawatir

"sabar jiejie .. tao dan lay-jie tidak sakit, eomma dan appa juga sehat" jawab tao menarik nafas sejenak.

"anak asuh tao yang dirawat disini … tapi keadaannya sudah baik" lanjut tao sembari tersenyum, mendengar jawaban tao victoria mendesah lega sedetik kemudian tersenyum lebar.

Hampir setengah jam tao dan victoria berbincang-bincang, merasa sudah cukup lama mengenang masa lalu, victoria melirik jam tangannya dan bergumam "hmmm … tao, mau kah kau menemaniku masuk keruang rawat anak pimpinan diperusahaanku?"

"apa tidak papa jie ? tao kan tidak kenal pimpinan jiejie itu .. apa tao tidak mengganggu?" Tanya tao "tentu tidak tao baby, kajja … " ujar victoria tanpa menunggu jawaban tao

Tao mengikuti victoria masuk kesalah satu ruang rawat vip rumah sakit . Ruang inap itu lebih menyerupai kamar hotel bintang lima, disamping pintu ada kamar mandi kecil, disalah satu sisi kamar ada sofa yang besar dan nyaman dan mereka bisa memandang jalanan kota seoul dari jendela dan balkon didepan.

Ditengah ruangan ada kasur besar dan mewah terlihat namja tampan , berkulit putih pucat, rambut hitam cepak , wajahnya tirus dan memakai selang infus ditangan dan mengenakan baju pasien berwarna biru, disamping tubuh rapuh itu tampak seorang namja paruh baya. Mereka berdua menoleh saat tao dan victoria masuk, tao tersenyum canggung

"ni hao ,, tuan wu" victoria melihat arah pandang tuan wu dan si namja disamping tuan wu

"ahhh … perkenalkan ini huang zitao, sahabat saya " ujat victoria mengerti maksud tatapan dua namja didepannya

"Ni hao .. " sapa tao, tuan wu tersenyum dan menganggukkan kepalanya

Lalu tatapan tao beralih ke namja disamping tuan wu, merasa canggung victoria berusaha mencairkan suasana dengan menyapa namja dikasur itu

" krissie … ini teman noona , hmmm .. tao ini wu yifan atau bisa kau panggil kris"

Kris tidak menjawab, kris malah menatap tajam tao dengan mata elangnya, tao yang ditatap dengan intens merasa seolah-olah di interogasi, tao mengernyitkan dahinya heran, suasana canggung semakin terasa, tuan wu dan victoria terdiam menatap kris.

"Ni hao .. " ujar kris

Akhirnya dalam sekejap suasana canggung menjadi cair, tao melihat tuan wu dan victoria menghembuskan nafas lega, raut wajah mereka berangsur-angsur tenang seakan-akan telah menyaksikan sesuatu yang sangat mengacu andrenalin, lalu mereka tersenyum puas pada tao 'aneh, ada apa sebenarnya' batin tao

30 menit kemudian victoria berpamitan pulang, tao bernafas lega mengikuti langkah victoria keluar ruangan, kris masih menatap tajam tao membuat punggung tao serasa ditusuk-tusuk, tao menggelengkan kepala lalu bergumam "namja yang aneh"

000ooo000

Tao sedang membantu luhan dan xiumin mengerjakan tugas rumahnya, ketika onew masuk keruang tengah panti

"Tao-i .. ada tamu untukmu " ujar onew "tuang wu-yunho" lanjutnya

Tao tertegun sejenak berfikir lalu tersenyum dan mengangguk kearah onew, tao bergegas keruang tamu setelah membantu luhan dan xiumin merapihkan buku-bukunya

"Annyeong .." sapa tao

"ohh .. Annyeong .. " balas tuan wu terkejut dengan kedatangan tao, sepertinya tuan wu sedang melamun tadi.

"mianhae menunggu lama" tao ramah menunjukkan senyum tulusnya

"akhh … Tao-i kau menggunakan bahasa mandarin saat pertama bertemu , hhahahaha tidak ku sanggka pertemuan kedua kau menggunakan bahasa korea, hmmm .. menarik" ucap tuan wu riang, sedangkan tao hanya tertunduk entah apa yang difikirkan

"mianhae .. saya terbiasa menggunakan bahasa korea walaupun terkadang menggunakan bahasa mandarin"

"ne,ne gwencana tao-ah .. apakah aku mengganggumu ? sepertinya kau sedang sibuk ? Tanya tuan wu

"gwencana .. tapi kalo boleh saya tau, ada apa tuan wu kemari ? ada yang bisa saya bantu ?

Tuan wu menghela nafas, terdiam sebentar lalu mengangguk dan mulai berbicara

"tao-ah , kau masih ingat anak ku kris ?

Tao memandang tuan wu heran "tentu" jawab tao singkat

"kris mengidap penyakit kanker otak"

"jinjayo .. ?" tao tercengang,mendengar namja luar biasa tampan yang kemarin tidak sengaja ditemuinya mengidap penyakit kanker berbahaya

Tuan wu tersenyum tipis "kris seharusnya dioperasi dua minggu lagi tapi itu dengan catatan bila darah rendahnya berhasil diatasi"

Tao mendengarkan cerita tuan wu dengan cermat entah apa yang difikirkan namja panda itu sebenarnya

"sejujurnya saya datang kemari karna ingin meminta bantuan" tuan wu menghembuskan nafasnya sejenak, sedangkan tao masih mendengarkan ucapan tuan wu tanpa ingn menginterupsi

"sejak pertemuan tempo hari, kris selalu merajuk dan meminta bertemu lagi dengan mu zitao"

"hanya itu saja "Tanya tao

"ya begitulah, tapi maksud kris bertemu bukanlah pertemuan sekali dua kali saja tao, kris meminta agar dia bisa bertemu denganmu setiap hari.. walaupun mungkin hanya untuk beberapa menit"

Tao terdiam heran lalu berujar "setiap hari ? tapi .. waeyo ?

"entahlah ,, kris itu memang susah ditebak apa maunya, sejak eommanya meninggal karna penyakit yang sama dengan kris .. dia jadi pemurung dan labil"

Tao menghela nafas, tao tidak tega menolak permintaan namja malang didepannya ini .. ditinggal istrinya dan sekarang anak semata wayangnya harus menderita penyakit yang sama dengan mendiang istrinya.

"baiklah , saya akan berusaha agar setiap sore setelah selesai bekerja, berkunjung kerumah sakit untuk menemui kris"

"gomawo … gomawo tao-i " tuan wu tersenyum lebar, terlihat raut wajahnya lega

Aku mengangguk pelan dan membalas senyum tuan wu.

000ooo000

Suara berkelontangan dari sepatu tao terdengar nyaring dilorong rumah sakit yang sepi sore ini, langkah tao terhenti didepan pintu kamar inap no 12, tao mengetuk pintunya pelan

"masuk !" jawab suara dari dalam ruangan

Sebelum membuka pintu dan melangkah masuk , tao menghembuskan nafasnya berdoa semoga semua berjalan lancar lalu membuka pintu perlahan.

Benar-benar mengherankan, bukan karna pendingin ruangan yang membuat tubuh tao terdiam beku melainkan tatapan tajam dari namja yang tengah terbaring dikasur didepannya, tao mendongakkan kepalanya sedikit demi sedikit membalas tatapan kris, melangkah mendekati tempat tidur dan mencoba tersenyum ramah

"Ni hao .. " sapa tao

"NI hao .. " jawab kris

tao tertegun karna kris menjawab sapaan tao lebih cepat dari perkiraannya, senyum tao mengembang, tapi kris tidak membalas senyum justru menambah intensitas tatapan menjadi menyeramkan. Tao mengalihkan pandangan dari tatapan tajam kris dengan melihat sekeliling kamar berusaha melepaskan diri dari tatapan elang namja didepannya sampai akhirnya tao memberanikan diri memulai percakapan

"yifan-ssi, huang zitao imnida .. apa yifan-sii masih ingat ?"

Kris diam menatap tao

"waeyo ?" tanya tao sambil tersenyum

Kris masih terdiam dan menatap

Senyum tao memudar

Kris menatap

Tao merasa konyol

Kris masih menatap

Oke … enough ! tao benar-benar merasa konyol , idiot dan bodoh,

Tao menarik nafas "tao datang karna tuan wu bilang, wufan-sii ingin bertemu, tapi kalo begini tao benar-benar bingung harus apa ,, atau wufan-ssi mau tao pulang ? hmmm .. baiklah tao pulang ne "

Kris masih diam dan menatap, tao merasa kesal lalu melangkah pergi menuju pintu kamar

"gege pikir kau tidak jadi datang baby tao.."

Tao memutar badan dengan cepat, setengah kaget mendengar kris besuara dan astaga apa itu bahasa yang digunakan kris 'GEGE-BABY' tao mengeryitkan dahinya, oke mungkin untuk sebutan 'gege' tao tidak keberatan tapi untuk 'baby' tao agak canggung karna bagaimanapaun mereka baru bertemu bahkan belum pernah terlibat percakapan.

"tentu tao datang .. kenapa wufan-ssi berfikir, tao tidak akan datang?" tao berusaha sopan dengan menyebut kris dengan embel-embel ssi

"gege tidak suka gaya bahasamu"

"waeyo ? ada yang salah dengan gaya bahasa tao ?

"kau memanggil gege dengan embel-embel ssi bukan karna menghormati gege , tapi hanya simpatik karna gege pesakitan" ujarnya , dan mereka saling bertatapan

"mianhae .." kata tao mengalah dan menundukkan wajah

"duduk !" perintah kris

Tao menurut dan menggeser kursi disamping kasur kris, canggung terasa menyusupi ruangan itu (lagi)

"hmmm … bisa gege katakana kenapa gegeingin menemui tao ?" yah akhirnya tao mengalah meyebut kris dengan sebutan gege.

"gege perlu melihat baby tao setiap hari"

"waeyo?"

"rahasia" jawab kris singkat dan dingin

"kenapa rahasia?" Tanya tao penasaran

"bukan urusan tao"

"kalau gege mau bertemu tao setiap hari setidaknya beri tao alasan supaya tao mengerti ge"

"apa itu penting?" kris balik bertanya

"penting!"jawab tao tegas

Kris diam, lalu akhirnya memalingkan wajahnya dari tao, pandangannya beralih pada layar tv yang tidak menyala "gege belum bisa jelaskan sekarang tao baby" ujur kris lirih

Tao tersenyum pasrah "gwencana ge, tao tidak akan memaksa"

Kris menatap tao lagi dan untuk pertama kalinya sejak bertemu dengan tao, kris tersenyum. Tersenyum dengan tulus, setelah itu mereka berbincang-bincang dan udara kamar yang dingin perlahan menjadi hangat…

TBC

Dengan segenap kerendahan hati putchan memohon Yang sudah terlanjur baca ataupun yang tidak sengaja baca tolong tinggalkan jejak di review ne … *wink

*deep bow