Disclaimer : Naruto milik Kishimoto sensei seorang :)

Warning : gore and any bad words.. 15+ only !

Read and enjoy ;) don't like? don't read~


"War of Guild"

Rated : M / T+

Indonesian Fanfic

Naruto, Sakura, Sasuke

.

.

Sakura Hiashi, umur 25 tahun.. Ia terlahir dengan normal dan diberkahi akal pintar dari keturunan Clan Hiashi, tidak salah lagi dari Ayahnya yang bernama Kogawa Hiashi. Ayahnya adalah pemimpin pasukan intelejensi Guild Godankugo selama 10 tahun. Sementara, Sakura sudah 5 tahun menjadi anggota Guild Godankugo dan terdaftar sebagai Team 3 dengan Naruto dan Sasuke.

Godankugo adalah Guild yang sangat terkenal kepintarannya dalam melawan musuh dan berstrategi yang belom bisa dipecahkan oleh Guild lainnya. Syarat untuk menjadi anggota Guild ini adalah harus berakal pintar, sudah lulus ujian Akademi Guild dan harus berasal dari Negara Godan.

Godan adalah sebuah negara yang terpencil dan berukuran lumayan kecil serta menjadi sorotan negara lain untuk memusnahkan negara ini dan mengambil wilayah kekuasaannya. Namun hal itu tidak mudah, selain Guild-nya yang terkenal pintar, Godan mempunyai sekutu 2 negara besar, yaitu : Negara Jogu dan Negara Souha persekutuan tersebut sudah terjalin selama 15 tahun.

Negara Souha dan Jogu mempunyai 1 Guild masing-masing. Negara Souha dengan Guild yang bernama Sodokugo dan Negara Jogu dengan guild yang bernama Joguyama. Sodokugo terkenal dengan kecepatannya, karena Guild tersebut mempunyai Jurus yang bernama 'Sodokugo no Hayai Jutsu' yang artinya 'Teknik Cepat Sodokugo' sedangkan Guild Joguyama terkenal dengan teknik pengintai nya.

Guild Godankugo sendiri juga mempunyai teknik khasnya yaitu teknik Ilusi atau sering disebut Genjutsu . Teknik ini digunakan dengan cara menyebutkan mantra dengan posisi tangan tertentu sesuai teknik Genjutsu yang ingin di gunakan, karena Teknik Genjutsu sangat banyak tipenya dan salah satu tipe yang digunakan Sakura adalah Clonazami, yaitu teknik Genjutsu untuk melipat gandakan benda atau makhluk hidup di depannya.

Sekarang yang terjadi adalah.. Perang Guild yang berhubungan dengan seluruh negara dari belahan timur maupun barat. orang orang dari wilayah barat itu memang bermusuhan sejak lama dan ingin memusnahkan wilayah timur dimana negara Gudon, Souha dan Jugo disini. Apa yang terjadi sehingga seluruh negara yang ada di dunia ini mengikuti perang yang murka demi kepentingan wilayah barat tersebut?

.

.

Chapter 1 :

Impossible

.

"Naruto... Sasuke.." tanya Sakura

"hm?" tanya Naruto.

Naruto Seikamura, pemuda berumur 26 tahun yang terlahir dengan normal, berambut jabrik dan pirang ini adalah keturunan dari Clan Seikamura yang diturunkan oleh kedua orang tuanya dari Clan yang sama. Seikamura terkenal dengan tenaga atau 'Chakra' yang sangat besar, tetapi ia tidak memiliki teknik Genjutsu. Naruto sudah menjadi anggota Guild selama 7 tahun. Ia menpunyai kepribadian tenang, hangat dan berjiwa kepemimpinan.

"Naruto... Sasuke..bagaimana dengan tawaran Souha? apakah kalian menyetujuinya?" tanya Sakura lagi

"Aku tidak begitu meyakinkannya, lagian tawaran itu setelah di pikir-pikir tidak akan menguntungkan negara kita.." Jelas Sasuke.

Sasuke Kenshi, pemuda berumur 25 tahun dari keturunan Clan Kenshi dari ayahnya. Dari namanya, Clan Kenshi adalah Clan berteknik pedang atau sering disebut 'Swordsmen' dan tidak lupa Sasuke mempunyai Teknik Genjutsu juga, Susano'o Kenshi. Susano'o Kenshi adalah kekuatan Genjutsu yang mempunyai pertahanan yang sangat kuat dan tipe Genjutsu tersebut berwujud patung dan memegang pedang sehingga tipe ini bisa digunakan untuk bertahan maupun menyerang. Ia berkepribadian dingin dan perhitungan.

"Aku juga berpikir begitu..tapi wilayah barat sudah menuju ke wilayah timur.. kita harus menyetujuinya. Jika tidak... hhhh kita mau minta bantuan apalagi? negara kita itu sangat kecil, wilayahnya terbatas!" jelas Sakura.

"ok! guys... kita bisa bicarakan hal ini dengan pemimpin Guild kita... bagaimana?" Usul Naruto dengan tenang.

"aku setuju" ucap Sasuke.

"baiklah, ayo cepat!" ucap Sakura dengan buru buru.

.

.

Di gedung utama Guild Gudankugo..

"Sumimasen.. Sayuro-sama, kami.. team 3 mendapat tawaran dari negri Souha." Ucap Sakura sambil memberi tawaran yang berupa gulungan kertas.

"hmm.. souka.." ucap Ketua Guild. Sayuro Kendo.

"bagaimana tuan? apa tuan menyetujuinya?" tanya Sasuke

"Jalankan saja.. Aku sudah diberitahukan oleh Kakashi, ia juga ada disana memantau negri Souha. Pergilah, jangan khawatir.." Kakashi adalah salah satu anggota kepercayaan ketua Guild. Selain itu, Kakashi juga merupakan anggota senior dari mereka bertiga dan selalu membantu mereka menyelesaikan misi tingakat rendah maupun tertinggi.

mereka pun mebelalakan mata mereka.. 'Kakashi-senpai ada disana?...' batin Sakura.

"Hai! Sayuro-sama!" ucap mereka bertiga.

.

.

Setelah berunding dengan ketua Guild, akhirnya Sayuro Kendo menerima tawarannya dan menyuruh mereka pergi ke negri Souha untuk memberitahu ketua Guild disana. Team 1 dan Team 4 yang di yakini sangat sukses dalam menjalankan misi, mereka juga di undang untuk mengawal Team 3 jika terjadi sesuatu.

TAP

TAP

TAP

Bunyi suara langkahan kaki yang sedang berlari..

"Sebenarnya.. apa yang dipikirkan ketua Guild?

"hmm.. aku juga tidak mengerti Sasuke, sekarang kita juga harus memikirkan strategi untuk berjaga - jaga jika terjadi sesuatu. Demi Tuhan.. aku tidak yakin dengan tawaran ini." jelas Sakura

"Sakura, Sasuke, Kiba, Shikamaru.."

"hm?" jawab mereka berempat dengan nada bertanya.

"Aku sudah memikirkan strateginya.." ucap Naruto tenang.

Sesaat mereka berunding, anggota lain dari Team 1 dan 4 menunggu di atas pohon sambil memantau jika ada terjadi sesuatu.

.

.

"mengerti?"

"Hai !" mereka berempat jawab serentak.

"Ayo kita mulai.. "

Mereka pun langsung melanjutkan perjalanan mereka yang masih seperempat perjalanan menuju negri Souha dan hari sudah menunjukkan malam hari. Naruto mengawali perjalanan di depan dan Shikamaru mengawali di belakang.

"Minna.. disana ada danau.. kemungkinan kita akan menginap disini, bagaimana?" ucap Naruto.

"baik! " ucap mereka serentak.

Mereka pun menuju tepi danau dan membuat tenda yang sudah dibawa dari markas. Setelah mereka membuat tempat istirahat, kini mereka membuat api unggun di tengah tengah dari beberapa tenda yang mereka buat.

"Sakura.. bisa kau ambilkan air?"

"Bisa" jawab Sakura dan langsung mengambil kantung air besar dan mengisinya dengan air di Danau.

"Minna.. kalian masih ingat dengan strateginya?" Tanya Naruto dan dijawab dengan anggukan teman temannya.

"Kemungkinan kita akan berangkat jam 3 pagi, dan besok kita akan sampai tepat waktu di Souha jam 6 malam." lanjut Naruto dan dijawab dengan anggukan lagi. Disamping itu Sakura langsung menuangkan air yang di ambil di danau tadi dan langsung dituangkan kedalam panci yang sudah dipanaskan.

"Ingat! disana kita harus berhati - hati, jangan bertindak mencurigakan. Souha adalah negara yang paling ketat di dunia. Walaupun Souha adalah sekutu, jika kalian ceroboh... tetap saja ada hukumannya. Berbicaralah yang sopan dan ramah disana, nanti sesampai disana kita langsung menyewa penginapan terdekat dengan Guild Sodokugo. mengerti?"

"Hai! wakatta!"

"Yasudah, sekarang kita tidur.. jika ada yang mau minum, ambil saja di panci itu yang sudah diisi air dengan Sakura.. Hai oyasumi minna." ucap Naruto dan semuanya menuju tenda Team masing - masing.

"hwaahh ngantuknya.." ucap Naruto sambil membuka kaosnya dan bertelanjang dada. Ya memang di dalam tenda sangatlah panas. Ia melihat Sasuke dan Sakura sudah tertidur lelap dan mereka tertidur dia pinggir pinggir tenda, hal ini membuat Naruto harus rela tidur di tengah, mengambil selimutnya, "Ganbatte ne besok minna.." ucap Naruto pelan sambil melihat ke atas tenda dan mulai tidur..

.

.

Jam 2.30 Pagi...

"hwaaahhhh.. sudah jam setengah 3.." ucap Naruto smabil mematikan alarmnya. Ia melihat Sasuke dan Sakura masih tertidur lelap. "Sakura... Sasuke.. sudah jam 3, bangun.." Panggil Naruto lemas dan pelan.. "hhh bangun.. kumohon bangun.." panggilan kedua tetap tidak bisa membangunkan mereka, dan..

"BANGUUUUUUUN DASAR MALAS!" cara inilah yang sangat ampuh digunakan, bukan hanya Sasuke dan Sakura.. Team yang lainnya juga terbangun dengan kagetnya.

"hwaaahhh.. Narutooo hmmm... jam berapa ini?" ucap Sasuke lemas.

"Jam setengah 3, cepat bangun dan mandi sana! aku belakangan.."

"hh.. baiklah.." Sasuke langsung menurutinya dan keluar dari tenda sambil membawa peralatan mandinya. Di tenda tersisa Sakura dan Naruto, mereka masih duduk didalam tenda dan belum bertenaga..

"haaahhmmmm.. aku masih ngantuk.." Reflek, Sakura bersandar di bahu Naruto yang masih bertelanjang dada. Tentu ini membuat Naruto berdebar jantungnya. Tetapi ia ingat tidak akan menaruh kasih sayang kepada siapapun karna emang peraturan Guild. Naruto mendiamkan posisi Sakura yang seperti itu dan sambil membuka tirai denda sedikit dan terlihat kayu yang sudah terbakar bekas api unggun tadi malam.

.

.

"DINGGIIIIN! HWAA DINGGIING!" Teriak Sasuke yang lagi berendam di danau dan sudah 'bertelanjang bulat' disana, hal ini memang biasa dilakukan oleh anggota Guild manapun. Teriak Sasuke tadi membuat semua orang kaget dan ingin mengetahui apa yang terjadi.

"hh.. Sasuke... kau seperti berenang di kutub saja hanaha..." ejek Kiba melihat Sasuke bergeliat kedinginan di danau. Hal ini juga membuat semua orang tertawa..

.

.

Jam 3 Pagi..

Terlihat persiapan yang dilakukan para anggota yang mengikuti perjalanan ke negri Souha. Setelah barang barang mereka sudah siap kini waktunya mereka melanjutkan perjalanan..

"Minna prepare yourself!" ucap Sakura di tengah tengah perjalanan. Ia langsung mengeluarkan pedangnya dan mengubahnya menjadi banyak terkena pengaruh Genjutsu miliknya. Ia pun berniat menguji teman - temannya agar menghindari pedang yang ia lemparkan kepada mereka.

"Wow Sakura-chan kau terlalu bersemangat ya.. tapi sayang ujianmu itu masih terlalu lambat bagiku." Remeh Naruto.

"Terima kasih atas pujianmu tuan.. SEIKAMURA! apa kau bisa dengan ini? haha" Sakura lagi lagi melemparkan pedang gandanya tersebut.

"hwaa..."

SLASSH..

"hmm.. menakjubkan" Ucap Naruto terlihat memegang luka goresan pedang dari Sakura tersebut. Jangan lupa, Naruto mempunyai jurus medis yang sangat hebat. Lukanya kini sudah pulih dan tidak terlihat lagi adanya goresan benda tajam.

"Sakura gitu haha jujur saja.. aku ingin bertanding denganmu Naruto" jelas Sakura.

Sementara yang lain baik baik saja termasuk Sasuke, mereka sudah terbiasa jika ada serangan mendadak seperti tadi. Kini mereka mulai mempercepat laju larinya agar sampai ke negri Souha tepat waktu.

"Minna lihat apa yang ada di depan... Yosh! 100 meter lagi!" Semangat Kiba.

TAP

TAP

TAP

Langkah demi langkah mereka lakukan dan akhirnya mereka sampai di perbatasan negri Souha. Mereka pun kini masih berlari di tengah keramaian penduduk perkotaan Souha. Penduduk - penduduk tersebut melihatnya dengan tatapan jengkel. Sementara mereka masih menghiraukan penduduk setempat.

"Minna! tunggu sebentar.." ucap Sakura bingung melihat keadaan Guild Sodokugo yang memang terlihat berbeda sebelumnya, sepi, gelap, dan gedung gedungnya sebagian hancur.

"Ba-bagaimana ini bisa terjadi?" Ucap Naruto shock.

"hmm.. aku juga mencium aroma yang asing disini.. tidak seperti biasanya." ujar Kiba.

"BYAKUGAN!..." jurus andalan clan Hyuuga. Hyuuga Neji juga sempat shock melihat keadaan Guild tidak berpenghuni. "A-apa yang sebenarnya yang terjadi?" lanjut Neji keget.

"A-aku juga merasakan yang sama seperi Neji nii-san, Guild ini sangat sepi." ujar Hinata

"Oke mari kita telusuri bersama Guild ini, heh? kau kenapa Sasuke?" ucap Naruto bingung melihat Sasuke yang sedang menunduk putus asa.

"Aku berpikir kalau..Guild ini... sudah ...dimusnah-.." perkataan Sasuke di potong oleh Naruto.

"Tidak mungkin...! ayo Minna kita telusuri.."

.

.

Sesampainya di salah satu gedung utama Guild Sodokugo, Sakura terkesiap kaget.. Ia melihat salah satu kerabatnya, Ino. Kerabatnya yang tinggal di negri Souha.. telah tergelatak tak bernyawa dan berlumuran darah.

"I-i-i... INOOOOOOOOOOO! hiks.. hikss.. Tidak mungkin!" Histeris Sakura dan langsung mengahampirinya dan memastikan bahwa itu Ino atau tidak.. dan ternyata memang benar dia adalah Ino, Ino Yamanaka kerabatnya dari kecil.

"Sa-sakura-chan.." ucap gagap seorang wanita dari belakang gedung. Ia adalah Shizune-senpai yang sedang berjalan agak pincang dan keadaanya sangat tidak baik. Shizune tiba - tiba terjatuh dan terlihat punggungnya sudah tertembus Kunai.

"hahh? Shi-shizune -senpai... Senpai!" Sakura kini menghampiri senpai nya yang berbaring lemah di tanah. "Naruto! cepaat! hiks hiks..." Naruto bergegas menghampiri Shizune dan segera mengobati lukanya. Mustahil.. di pisau itu ternyata mengandung racun berbahaya dan harus ditangani oleh beberapa medis spesialis racun untuk menghilangkan racunnya.

"Sakura.. ini.. mustahil" ucap Naruto panik.

"Lakukan apa yang kau bisa cepaat! kita harus mengetahui informasi yang ada disini.. cepat Naruto!" ucap Sakura yang tidak bisa dibilang panik lagi.. Sangat Panik!

"i-iya.." Naruto berusaha sekuat tenaga, tetapi sia sia.. Shizune senpai sudah tidak bernyawa lagi.

"Shi-zu-ne-sen-pai..." Shock Sakura dengan matanya yang lebar dan melotot tidak percaya melihat pemandangan buruk ini, bisa dibilang neraka..

"..." tidak ada perkataan lagi dari Sakura, ia sekarang tergeletak pingsan.

"Sakuraaaaa! minnaa Sakura pingsan!" panik Naruto langsung merangkul Sakura di atas pahanya dan mengobatinya...

.

.

"Sakura.. bangunlah.." ucap Sasuke mencoba membangunkan Sakura.

"...Na-naruto.." Sakura akhirnya terbangun dan melihat naruto yang sedang mengobatinya.

"Sakuraaa! kau tidak apa?" khawatir Sasuke.

"hmm.." Ia menjawabnya dengan anggukan pelan dan "hah?! Shi-Shizune-senpa.. Inooi!" panik Sakura dan segera menghampiri mereka berdua yang sudah ditata oleh Hinata berbaring bersebelahan.. Sakura kini menahan sakit di hatinya dan mencoba menahan emosi sambil memejamkan matanya erat, menutup mukanya dengan telapak tangan dan kepala menunduk.."Kusoo.. Negara apaa iniiii!" teriak Sakura tidak terlalu kencang namun terdengar oleh semua teman - temannya.

"hhhhhh... minna..." ucap Sakura tegar dan mulai berdiri lalu melanjutkan "ayo.. kita telusuri Guild ini lagi." pinta Sakura dan segera melepaskan hadapannya kepada kedua mayat yang berarti baginya dan meninggalkannya begitu saja.

"minna.. ayo" ucap Sasuke tegas.

Dengan santai, mereka berjalan sambil menelusuri gedung gedung yang sudah mulai retak dan tidak ada satu pun penghuni di sini.. sepi dan langit sudah mulai gelap. Akhirnya Kiba menghidupkan lampu darurat yang di bawa dari rumahnya dan segera mencari tempat teduh, karena diluar sudah diguyur hujan. Setelah mereka berteduh, akhirnya mereka menggelar tenda tendanya lagi disana dan sebagian tidur di matras yang tersedia disana.

.

.

Pukul 5 pagi di Guild Sodokugo..

Mentari menyinari Guild yang sudah tidak berpenghuni ini dan gedung gedung yang sudah hancur. Sakura terlihat menatap gedung gedung sendirian di depan pintu tempat mereka berteduh tadi. Kiba orang kedua yang terbangun setelah Sakura kini menghampirinya.

"Ohayou Sakura.." sapa Kiba

"Ohayou mou ne Kiba" jawabnya

"Kau sempet tidur tadi malam?"

"Rasanya tidak, aku mencoba menghilangkan ingatanku tentang mereka berdua tapi.. tidak bisa."

"aku tahu.. ini sulit, ada saatnya kau bisa melupakan mereka.. hmm, kau mau minum Sakura?" tawar Kiba sambil mengambil minumannya di kantung celananya.

"oh makasih.." Sakura mengambil minumannya.

"Sakura kau ingin mengetahui misteri pembunuhan temanmu tadi kan?"

"huuuuh Iya.." jawab Sakura dengan nada pelan dan kepalanya menunduk.

"ayo bersiaplah, aku akan menemanimu membongkar misteri ini.."

"benarkah? hanya berdua? bagaimana kalau mereka panik mencari kita? lagian kita tidak cukup kuat kalau nanti pelakunya itu sangat kuat dan mempunyai banyak pasukan."

"percayalah.. aku sudah merencanakannya kemarin, Naruto dan Sasuke juga ikut."

"oh jadi bukan kita doang? baiklah aku mau."

Mereka pun bersiap membawa peralatan persenjataan, obat dan baju pelindung. Sementara yang lain, mereka dititipkan pesan dari Kiba yang ditaruh di atas tasnya Shikamaru, karena Kiba percaya Shikamaru bisa menjaga rahasia ini dan melindungi tempat markas sementara disini. Naruto, Sasuke, Kiba dan Sakura kini lengkap berpakaian ala tentara Guild Godankugo, masing masing memegang pistol genggam.

"Naruto, Kiba kawali bagian belakang." Ujar Sasuke

"Hai!" jawab mereka serentak.

"tunggu sebentar.." ucap Sakura dan langsung berjongkok mengambil benda mencurigakan, kalung pemberian Senpai Kakashi.

"Sasuke... lihat ini.. ini kan punya.."

"Kakashi-senpai.. dia berada di sini! tapi untuk apa dia disini?"

"Minna.. aku mencium aroma Kakashi-senpai.." ujar Kiba.

"dimana?!" jawab mereka berdua serentak.

"ikuti aku!"

TAP

TAP

TAP

"Disana.. aku akan menjaga pintu masuk ini bersama Naruto, kalian masuk saja." ujar Kiba yang menyuruh Sakura dan Sasuke untuk memasuki gedung tua. Ia dan Naruto menjaga pintu masuk gedung tersebut.

"Baiklah" jawab Sasuke dan Sakura dengan anggukan yakin.

.

.

"Kakashi-senpai! dimana kau?" teriak mereka berdua di tengah ruangan gedung dimana menurut Kiba disinilah senpai-nya berada.

"Ohayou, lama tidak berjumpa kawan.." sapa tuan rumah gedung ini dengan 4 pengawalnya dan bersekutu dengan pasukan wilayah Barat yang dikenal adalah musuh besar di dalam perang ini..

"Ka-Kashi.. Senpai..."

.

.

Impossible...


Keep / Delete?

huuuhh akhirnya kesampean punya fic Action yang satu ini.. Minna mohon bantuan kritik dan sarannya ya guna membuat fic ini lebih greget! ^^ untuk yang ngeflame / judge harus menggunakan account ya? tidak apa kalau mau nge flame.. lagian ini juga pertama kalinya aku bikin fic Action.

Review Please! ^^ sangat di butuhkan~