~THE WIND BRING ME TO MY LOVE~
Disclaimer: Naruto ©Masashi-sensei *plak*
Pair: SasufemNaru
Rated: T
Genre: romance, supernatural
Warning: OOC, typo bertebaran, no yaoi, dll
DONT LIKE DONT READ
.
.
Happy reading minna-san
.
Wuuuussshh
Angin kencang menerpa salah satu sekolah elit Konoha High School membuat dedaunan di pohon sekitar sekolah melambai-lambai dengan lembut, tapi beda halnya dengan Naruto yang nampaknya kesal karena angin tersebut membuat ia harus berkali-kali menyapu ulang kelasnya.
"Aaaaarrrggggghh, Kakashi-sensei sialan! Bagaimana bisa aku membersihkan kelas ini kalau angin sialan ini terus membuat hasil kerjaku bertebaran kemana-mana. Kusssoooo." Racauan kesal Naruto sepertinya terengar sampai se-gedung KHS, padahal sekarang sudah lewat waktu pulang sekolah tapi ia masih saja ada di sekolah itu. Salahkan saja kecerobohannya yang lupa mengerjakan tugas dari guru killer –baginya- itu, yaaahhh~ dan inilah hukuman baginya karena hanya ia sendiri yang belum mengerjakan tugasnya itu.
"Haaahhh~ sudahlah lebih baik aku cepat-cepat menyelesaikan tugasku(baca: hukuman) dan pulang, sepertinya hari sudah mulai gelap dan aku tak mau berurusan dengan hantu. Hiiii~" ucapnya dengan lirih seolah benar-benar takut akan kemunculan hantu, karena konon katanya di sekolah ini angker dan banyak hantunya. Naruto terus menyapu tanpa menghiraukan hawa yang sjak tadi membua bulu romanya berdiri, entah ia dapat keberanian dari mana Naruto beucap dengan lantang tanpa gentar (?)
"SIAPA DISANA?!"
Greeekk
Pintu kelas yang ditempati oleh Naruto itu terbuka –mungkin- menjawab semua pertanyaan yang sejak tadi berkecamuk dalam pikirannya. Tepat dihadapanya, disamping pintu kelas yang tebuka lebar itu terlihat sesosok bayangan hitam yang terlihat begitu mengerikan dimata Naruto. Sambil bersusah payah menelan air liurnya ia bertanya dengan takut-takut pada 'sosok' dihadapannya.
Glek
"S-siapa kau?" pertanyaannya tak dijawab oleh sang empunya dan itu makin membuat nalarnya merinding, seluruh anggota tubihnya terasa kaku bahkan sapu digenggamannya sudahjatuh sejak tadi. Matanya menatap bayangan dihadapannya dengan takut-takut padahal dalam hati ia sudah mengucapkan sebuah 'mantra' yangmungkin saja dapat membantunya terbangun dari mimpi yang baginya menyeramkan ini seperti ' Aku tidak akan makan ramen lagi, aku akan makan sayuran, aku akan menjadi anak baik. Jadi tolong aku kami-sama' itulah sepenggal *plak* kata-kata yang diucapkan Naruto dalam hatinya dan berharap doanya itu terkabul.
Tapi sayang, saat ini dewi fortuna tak berpihak padanya. Bayangan hitam itu sekarang sudah ada tiga langkah kaki didepannya dan entah bagaimana bisa secepat itu ada di hadapannya, sekarang ia sudah bisa melihat 'sosok' dihadapannya. Sosok dihadapannya sedikit dmi sedikit mulai terlihat tubuhnya yang disinari langit senja, ia dapat melihat postur tubuh dihadapannya dengan -sangat- jelas dan tanpa sadar wajahnya sudah memerah dengan cepat (?)
"A-a-a...S-sebenarnya s-siapa kau?!"
"Pffftttt...dasar polos dan penakut."
Telinga Naruto berdiri (?) tatkala mendengar kata yang menghinanya tapi nyata *plak* dari orang itu. Didepannya saat ini telah berdiri seorang laki-laki tampan yang seumurannya, mata onixnya yang tajam, kulit pucat, wajah datar dan tanpa ekspresi serta rambut hitam yang melawan gravitasi seperti coretpantatcoretayamcoret, hanya satu kata yang cocok untuk laki-laki dihadapannya...tampan.
Eh?!
Tampan?
.1%
.20%
.40%
.70%
Complete
'WHAT THE HELL?! TAMPAN?! AKU SUDAH GILA!'
Tak memperdulakan gadis pirang dihadapannya, laki-laki itu berjalan dengan tampang datar lalu duduk dimeja guru. Nama laki-laki itu adalah Uchiha Sasuke atau bisa juga disebut dngan Sasuke. Dia bukanlah manusia, bukan. Tapi, dia adalah sesosok arwah mati suri (baca: koma) yang tak bisa kembali ke tubuh aslinya 'sementara' waktu. Gadis yang bernama Uzumaki Naruto itu menatap Sasuke yang masih asyik duduk di atas meja guru, merasa diperhatikan sejak tadi dan entah karena jengah atau apa ia menolehkan wajahnya dan melahat Naruto menatap dirinya dengan lekat dan mata yang berbinar.
,
'Tunggu, berbinar?'
"Kenapa kau menatapku?" sahutan dingin nan datar dari Sasuke dan hanya dibalas dengan cengiran rubah dari sang empunya, tentu saja hal itu tak ayal membuat wajah porselen Sasuke merona. Menyadari wajahnya yang memanas Sasuke memalingkan wajahnya ke arah jendela yang –kebetulan- ada di samping kanannya berusaha menutupi rona kemerahan yang ada di pipi putih miliknya. Naruto yang tadi sempat melihat sedikit rona dipipi Sasuke terkikik geli, tapi sedetik kemudian ia sadar bahwa pertanyaannya sejak tadi belum ada yang dijawab oleh sang empunya.
"Ne, eerrr k-kau itu sebenarnya siapa?"
Pertanyaan dari gadis itu hanya dijawab dengan hembusan angin...
Wwuuuussshh
Twitch
"Heh brngsek kenapa sejak tadi kau tidak menjawab pertanyaanku?!" Naruto menunjuk –dengan tidak sopannya- pada sang arwah, iris shappire-nya menatap sebal pada Sasuke yang masih nampak tak terganggu dengan kebisingan yang Naruto lakukan . ia –Sasuke- menatap gadis dihadapannya dengan bosan yang terus bertanya dengan pertanyaan yang sama terus menerus, cih dilihat juga pasti semua orang tau bahwa ia ini adalah arwah, hanya orang bodoh saja yang masih bertanya "siapa kau?" dan tak tau ia ini siapa. Naruto berjalan kehadapan Sasuke lalu melipat tangannya di depan dada, helai pirangnya melambai-lambai dengan lembut saat angin berhembus pelan. Dengan kekesalan yang membuncah ia kembali mengulangi pertanyaan yang sama –lagi-.
"Ck, kutanya sekali lagi padamu yang keempat kalinya."
"Siapa kau?"
Mata onix itu bergulir dengan bosan (?) dan kembali menatap gadis dihadapannya dengan datar lalu sambil berdecak lidah ia tersenyum mengejek pada gadis itu.
"Dilihat juga kau pasti tau, dan hanya orang bodoh sepertimulah yang tak tau aku ini siapa. DO-BE" masih dengan senyum atau seringai mengejeknya dan penekanan pada kata terakhir, ia kemudian turun dari meja itu dan beralih ke bangku yang ada dibelakangnya. Merasa kesal dengan perkataannya , ia kemudian mengepalkan tangannya dengan erat sambil tetap menahan gejolak amarah yang sepetinya sudah tak dapat ditahan lagi
"A-apa kau bilang?! Do-dobe?! Dasar teme pantat ayam brengsek kalau aku tau, mana mungkin aku bertanya padamu?" teriak (baca: bentak)nya pada orang yang ada dihadapannya yang malah dengan santainya mengangkat kedua kakinya ke atas meja, tanpa peduli wajah Naruto yang merah menahan amarah. Tak mau diambil pusing lagi, Naruto berjalan sambil membawa alat yang tadi ia pakai untuk membersihkan kelasnya ke arah lemari yang memang khusus untuk menyimpan alat-alat kebersihan, sambil mengelap peluh ia berjalan kearah salah satu kursi miliknya dan menyambar tas selempang yang sejak tadi sudah teronggok tak berdaya(?). poor you tas *plak*
.
Naruto langsung melenggang pergi tanpa menoleh sedikitpun ke Sasuke seolah-olah ia tak melihat siapapun disana, tatapan yang biasanya datar itu menyiratkan kebingingan yang mendalam (?) dan entah kenapa ia merasa tak rela dengan sikap Naruto yang berbeda dengan sebelumnya
.
.
.
Tap
Tap
Tap
Langkah kaki seorang gadis itu berhenti, tangannya terkepal erat dan giginya bergemeletuk menahan amarah –lagi-. Dengan tetap menahan emosinya ia membalikkan badan, lampu-lampu sekitar jalan yang dilewati Naruto yang bersinar malam hari itu memudahkannya untuk melihat siapa gerangan yang sejak tadi mengikutinya. Dan...
Bingo!
Dahinya berkedut kesal melihat orang yang sama sejak tadi sore, amarahnya kembali meluap tatkala melihat Sasuke. Iris shappire-nya bertumbukkan dengan pemilik onix dihadapannya, sejenak ia terjerat dalam pesona onix indah tersebut tapi ia langsung sadar bahwa tujuannya menoleh (?) adalah untuk bertanya lalu memarahinya khukhukhu.
"Sebenarnya, kenapa kau me-"
"Uchiha Sasuke."
Twitch
'padahal aku belum selesai bicar- eh?! Tunggu, apa maksudnya dengan Uchiha Sasuke?'
Sasuke yang melihat wajah bingung saat mendengar perkataannya membuatnya menghela nafas dan sadar bahwa gadis dihadapannya ini benar-benar BODOH, tentunya dalam artian banyak.
"Ck, bodoh"
"Itu namaku"
Belum sempat ia protes, Sasuke sudah kembali melanjutkan kata-katanya dan sekarang ia tau maksud dari perkataan pria dihadapannya ini. Dengan senyum bahagia ia menjabat tangan putih dingin yang seharusnya tak bisa disentuh itu dan menambah senyuman itu menjadi cengiran lebar khas-nya.
"Hehehe, kalau begitu salam kenal juga. Aku...Uzumaki Naruto."
Dan untuk pertama kalinya Sasuke tersenyum –sangat- tulus walaupun tak terlihat oleh Naruto, bersamaan dengan henbusan angin malam yang menjadi bukti perkenalan dan awal dari kisah percintaan mereka
TBC OR OWARI
Ini fic keduaku maaf kalau manna-san tidak suka dengan fic ini, saya hanya author baru jadi mohon dimaklumkan ya kalau tidak bagus XDv
.
.
.
.
RnR
Please?
