Naruto : Masashi Kishimoto
Rate : T
Summary : Naruto dan kawan-kawan melaksanakan shalat subuh berjama'ah dan Naruto yang menjadi imamnya. Apa yang akan terjadi ?
.
.
05 : 01 WIB
Sebuah mushola, terdapat dua makhluk berambut jabrik yang berbeda warna, mereka berumur 18 tahun.
''Hei Kiba, H. Sarutobi kemana ? Kok belum datang ?'' tanya pemuda berambut warna kuning yang memiliki tanda lahir seperti kumis kucing kepada pemuda berambut warna coklat yang memiliki tato segitiga terbalik warna merah dipipinya.
''Entahlah Naruto, mungkin sebentar lagi pak Haji akan datang.'' kata Kiba yang ada didepan Naruto.
Kiba adalah mantan preman yang sudah bertobat. Dulunya, Kiba preman yang disegani oleh para penduduk Konoha. Tapi setelah dua bulan ia menjadi preman, ia langsung bertaubat karena dimimpikan hari kiamat yang membuatnya merinding.
Naruto dulunya adalah pemuda yang cerdas. Tapi ketika SMP kelas IX, ia dihianati Hinata yang membuat otak Naruto sengklek dan radak goblok.
''Assalamualaikum.'' kata seorang kakek tua bangkotan yang baru masuk kedalam mushola yang ternyata H. Sarutobi.
''Wa alaikum salam.''jawab Naruto dan Kiba bersamaan.
Sarutobi dulunya adalah seorang penggali kuburan dan seorang pengubur jenazah. Ia pernah main disinetron Tukang Kubur Naik Haji. Dan alhamdulillah, dua tahun ia main sinetron, ia naik Haji, beberapa tahun setelah itu ia naik Haji untuk kedua kalinya, dan ia naik Haji sampai keempat kalinya.
''Alhamdulillah. Kalian sudah sampai disini. Nah saya ada kabar untuk hari ini, yang menjadi imam shalat subuh kali ini... adalah Naruto.''kata Sarutobi yang membuat Naruto terkejut.
''Ah! Pak Haji, sudah bertahun-tahun pak Haji jadi imam, biarlah pak Haji saja yang menjadi imam.'' tolak Naruto karena ada sesuatu alasan yang konyol.
''Tidak, tidak, tidak. Ini hajat, tak mungkinkan kau menolak hajat ?''tanya Sarutobi. Sedangkan Naruto hanya nyengir gak jelas.
''Ti-tidak.'' kata Naruto ragu.
''Baiklah, saya akan memanggil jama'ah yang lain.'' Sarutobi keluar mushola untuk memanggil para jamaah yang masih berada diluar.
''Mati aku.'' kata Naruto sambil menepuk dahinya.
''Kau kenapa Naruto ?'' tanya Kiba yang melihat Naruto seperti kehilangan semangat masa tuanya...eh..maksudnya masa mudanya.
''Gawat Kiba.''
''Gawat apanya Naruto ?''
''Gawat !''
''Iya, apanya yang gawat ?''
''Aku...hiks...aku gak bisa doa Qunut.'' kata Naruto.
''Halah, itu masalah kecil. Ada dua cara membacanya, the long one, and the short one.''
''Benarkah ?'' tanya Naruto memastikan.
''He em. Kau mau tau ?'' tanya Kiba mendapat anggukan dari Naruto.
''Iya. Yang panjang coba.''
''Qunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttt.'' kata Kiba memberi contoh salah yang sangaaaaaaaaat panjang.
''Wih ! Panjangnya.''protes Naruto.
''Yang pendek coba.'' kata Naruto.
''Qunut.''
''Eh ? Itu saja ?'' tanya Naruto memastikan karena yang satu ini sangat simpel.
''Yap.'' kata Kiba sambil mengangguk.
''Jika begini..aku akan menjadi imam yang terbaik. Hahaha''
Masuklah beberapa orang yang ternyata para jama'ah Shalat ( Lee, Sasuke, Sarutobi, Neji, Shino).
Setelah mereka berbaris... Sarutobi, Kiba dan Sasuke dibarisan depan. Lee, Neji, dan Shino dibarisan belakang.
''Nah ! Itu apa itu ? Itu apa itu ?'' kaata Naruto menunjuk kearah kaki Sasuke yang sedikit mundur kebelakang. ''Itulah yang harus kita perhatikan dalam baris berba...''
''...ris.''kata Naruto, Sasuke dan Kiba.
''Maju sedikit lagi ya.'' kata Naruto yang segera dilakukan oleh Sasuke dengan wajah datarnya.
Puk
''Ak.''
Naruto menepuk perut Kiba dengan sedikit keras yang membuat suara kesakitan keluar dari mulut Kiba.
''Apa ini ? Melenggot-lenggot mau sembahyang.'' kata Naruto yang melihat Kiba bergoyang goyang pelan.
''Ah ! Mohon maaf lah pak Haji. Disini sepertinya agak longgar, harus dirapatin. Yah, nanti saya beserta lori-lori nya ikut masuk.''
Setelah Sarutobi merapatkan barisannya, Naruto langsung menempati barisan paling depan.
''Kiba, Qamat Kiba. Qamat, Qamat.'' perintah Naruto yang dilaksanakan oleh Kiba.
''Allahu akbar...allahu akbar...allah..''
''Eehh!'' kata Naruto yang menghentikan takbir Kiba.
''Kau shalat apa itu ?'' tanya Naruto sedangkan Kiba hanya memasang wajah bodohnya.
''Itulah, sembahyang setahun sekali. Kau tak tau membedakan yang mana Adzan, mana Qamat, dan mana Takbir. Itu tadi Takbir, bahlul.''kata pak Haji.
''I wrong, wrong ?'' tanya Kiba sambil menunjuk wajahnya sendiri.
''Wrong ! Verry verry wrong.'' kata Sarutobi. ''Nih Qamat. Allahu akbar Allahu akbar.. Ashadu ala ilaahaillallah.. Asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah...''
Skip
''Sami'Allaahuliman hamidah.'' kata Naruto setelah rukuk pada rakaat kedua.
Naruto mengangkat kedua tangannya seperti orang berdoa lalu diikuti oleh semua jama'ah. Naruto menarik nafas dalam-dalam dan dengan PD nya ia mengatakan...
''Qunut.''
Semua heran dengan perkataan Naruto kecuali Kiba.
''Subahanalla.'' kata pak Haji yang menandakan bahwa yang di ucapkan oleh Naruto salah.
''Alhamdulillah.'' kata Naruto lagi.
Lee dan Neji saling pandang karena heran dengan Naruto, Sasuke menaikkan sebelah alisnya, Shino hanya diam dengan wajah memerah menahan tawa. Sedangkan Sarutobi hanya melirik kearah Naruto.
'Aduh, gimana ini ? Apa aku baca saja assalam antassalam ?' batin Naruto panik.
''Assalamu 'alaikum.'' kata Naruto lagi-lagi membuat semua bingung.
'Ini shalat Subuh...atau shalat mayat ?' batin Kiba melirik kearah Naruto yang ada didepannya.
Shino menahan tawa mati-matian dengan kesengklekan otak Naruto.
''Subahanallah.'' kata Sarutobi lagi.
''Hadeh ! Gawat.' batin Naruto panik. 'Apa aku pilih yang panjang ya ? Ah ! Sudahlah.' batin Naruto.
''Qunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttt.'' kata Naruto membacakan kata Qunut lebih panjang dari yang sebelumnya.
''Subahanallah.'' kata pak Haji agak keras.
''Allahu akbar.'' kata Naruto dengan wajah ingin menangis dan suara yang bergetar.
Semua jama'ah sujud, sedangkan Naruto hanya kebingungan kenapa mereka sujud.
'Eh ? Sudah sudut ?' batin Naruto juga ikut sujud.
'Waduh ! Jika begini ceritanya bisa gawat ini. Akh. Lebih baik aku kabur sajalah.' batin Naruto dan segera mengendap-endap untuk kabur dari mushola tersebut.
Setelah para jama'ah menunggu terlalu lama imam memberi perintah untuk duduk diantara dua sujud, Kiba memutuskan untuk mendongak untuk melihat apa yang Naruto lakukan. Tapi Kiba tidak menemukan siapapun didepannya.
''Pak Haji, hei pak Haji.'' kata Kiba menepuk punggung tangan Sarutobi.
Sarutobi menoleh kearah Kiba untuk menuntut penjelasan.
''Imam lari.'' kata Kiba membuat Sarutobi terkejut.
''Hemm?'' tanya Sarutobi lagi.
''Pak imam lari.'' kata Kiba lagi.
Sarutobi bangun dari sujudnya dan menoleh kekana kekiri seperti orang ling-lung.
Hah~ yah, dan shalat Subuh kali ini diakhiri dengan Naruto yang lari kucar kacir dan Shino tertawa ngakak.
.
.
Hai minna, jumpa lagi dengan author Duwi Bagus Utomo~~...maksudnya dengan Lio-kun11. Gimana fic yang satu ini ? Pasti jelek amat dan garing abis kan ? Hahaha. Saya mendapat ide dari sebuah film pendek yang sangat lucu bagi author, dan itu sangat cocok untuk dibuat dalam fic yang bergenre humor. Yah, karena yang mbuat belum mahir dalam merangkai kata, jadi jelek. Baiklah, jumpa lagi di fic author yang lain. Jaa naa
