My Pure Namja

Author : Kimyhoney

Cast : Yewook, dan lainnya.

Ganre : Romance, Humor asal

Rate : T

Warning : BL, banyak typo. Gaje,dll.

Summary : Kim Yesung adalah namja yang sangat dingin. Kedatangan Ryeowook merubah segalanya.

*selamat membaca semoga kalian suka*

*Y&W*

Seorang namja tampan yang juga dikenal dengan nama Jongwoon atau Yesung, bermarga Kim. Anak seorang direktur dari sebuah Rumah Sakit ternama di Seoul. Yesung saat ini sedang menjalani kuliahnya di Universitas yang sangatlah terkenal, tentu saja dia mengambil jurusan yang sama dengan kedua orang tuanya yaitu kedokteran. Namun dibalik wajah tampannya Yesung mempunyai sifat yang dingin dan tertutup, tidak banyak teman yang ia miliki. Karena Yesung lebih suka menyendiri, sehingga terkesan sebagai namja yang sombong.

Kreekk

"Eomma pulang~~" suara wanita paruh baya terdengar nyaring setelah pintu rumah mewah itu terbuka.

"Yesungie~ kemarilah, lihat eomma membawa teman untukmu." teriak sang eomma lagi. Menggandeng seorang namja mungil disampingnya yang terlihatan sedikit kesulitan berjalan.

"Siapa dia eomma?" tanya Yesung dingin sambil menuruni tangga, menyambut kedatangan sang eomma, Leeteuk.

"Kenalkan dirimu sayang." perintah Leeteuk pada Ryeowook. Bahkan eomma Yesung sudah memanggilnya 'sayang'.

"Tan Ryeo-wook." Ryeowook mengulurkan tangannya setelah membungkukkan badannya kepada Yesung, bermaksud mengajak namja didepannya untuk berjabat tangan. Namun, Yesung mengacuhkannya begitu saja, dan berlalu meninggalkan Ryeowook dan eommanya menuju dapur untuk mengambil minuman.

"Jangan kau ambil hati ya sayang, dia memang begitu. Kau bisa memanggilnya hyung." nasehat Leeteuk pada Ryeowook.

"Dia bukan dongsaengku, dia pasien eomma?" tanya Yesung sinis. Yesung sudah hafal jika eommanya sering membawa namja atau yeoja dari rumah sakit untuk tinggal dirumah menemaninya mengingat ia anak tunggal. Tetapi sampai sejauh ini tidak ada yang bertahan tinggal dirumahnya, tidak tahan dengan kelakuan Yesung mungkin.

"Ne, dia datang dari China, ingin mencari keluarganya. Lima hari yang lalu appamu tidak sengaja menabrak namja manis ini, jadi sebagai pertanggung jawaban maka appamu menyuruh Wookie tinggal disini, kau senangkan Yesungie?" tanya sang eomma dengan mata berbinar.

"Tidak." jawab Yesung singkat, sambil melangkahkan kaki menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua.

"Jangan kau hiraukan dia ne, dia memang begitu, ayo eomma tunjukkan kamarmu. Anggaplah rumah sendiri." Leeteuk menarik pelan tangan Ryeowook menuntunya ke kamar yang akan ditempati Ryeowook.

"Ne eomma, kamsahamnida" ucap Ryeowook pelan.

"Tidak usah sungkan Ryeowookie, nah ini kamarmu, istirahatlah! Besok saja kita mencari informasi tentang eommamu. Arraso!" Leeteuk memerintah. "Mandilah dulu, eomma akan siapkan makan malam." lagi-lagi Leeteuk memerintah.

"Ne eomma." jawab Ryeowook pendek.

*Y&W*

Leeteuk meninggalkan Ryeowook, kemudian berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk keluarganya tanpa dibantu oleh seorang maid.

"Yesungieee! Ryeowookie! Makan malam sudah siap!" teriak Leeteuk nyaring dari ruang makan.

Yesung kembali turun dari lantai dua, memenuhi panggilan eommanya untuk makan malam.

"Duduklah! Appa tidak bisa ikut makan malam karena masih berada di luar kota, kita makan malam bertiga dengan saja." jelas Leeteuk yang hanya ditanggapi anggukan oleh Yesung.

Kreek

Suara pintu terbuka berasal dari kamar yang berada disebelah ruang makan. Kamar yang digunakan Ryeowook sekarang. Ryeowook berjalan mendekati meja makan dengan sedikit menunduk serta cara berjalan yang sedikit berbeda dengan orang normal lainya. Ya Ryeowook berbeda, karena di memiliki cacat pada kaki kananya, karena kecelakaan yang dialaminya ketika kecil oleh karena itu dia berjalan dengan sedikit pincang.

"Kau sudah mandi Wookie?" tanya leeteuk saat mendapati Ryeowook masih menggunakan baju yang sama ketika ia membawanya tadi.

"Sudah eomma." jawab Ryeowook sambil mendudukkan dirinya di kursi.

"Mengapa tidak mengganti bajumu? Bukankah bajumu itu sudah kau gunakan dari tadi pagi eoh?" ingat Leeteuk. Dia ingat betul, sebelum makan siang dia menjemput Ryeowook dikamar inapnya untuk diajak pulang, namun karena ada urusan mendadak akhirnya mereka baru sampai rumah menjelang senja. "Kulitmu bisa gatal-gatal sayang."

"Maaf eomma, bajuku..eng ini masih bersih eomma" jawab Ryeowook sambil menundukkan kepalanya. Sungguh sebenarnya Ryeowook ingin mengganti bajunya, tapi bajunya tidak lebih bagus dari yang dia pakai sekarang.

"Baju lusuh begitu." sindir Yesung tanpa memandang namja mungil didepannya.

"Yesungie, lebih baik kau ambil bajumu yang tidak kamu pakai lagi dan berikan pada Ryeowook. Besok eomma belikan baju untukmu. Kajja kita makan sekarang." perintah Leeteuk tanpa ada bantahan dari keduanya.

Setelah acara makan malam selesai, Leeteuk menyuruh Ryeowook duduk di ruang keluarga menunggu Yesung mengambilkan baju untuk Ryeowook.

Bugh

Yesung melemparkan beberapa baju yang ia bawa disamping Ryeowook.

"Pakailah!"perintah Yesung dengan nada dinginnya. Ryeowook memandang Leeteuk sejenak.

"Gantilah bajumu sayang! Setelah itu kembalilah kemari. " katanya kepada Ryeowook dengan sangat halus.

Yesung mendudukkan dirinya disamping Leeteuk, tangan mungilnya tidak lepas dari hanhphone, entah apa yang dilakukannya dengan handphone tersebut.

"Ubahlah sikap dinginmu itu sayang." Leeteuk mengusap rambut hitam anaknya dengan pelan.

"Hemm." hanya itu jawaban yang dikeluarkan Yesung.

Ryeowook kembali duduk diruang keluarga Kim bersama Leeteuk dan Yesung, menggunakan baju yang diberikan oleh Yesung. Piyama dengan motif kotak-kotak biru nampak kebesaran ditubuh Ryeowook.

"Bajunya kebesaran ya? Yesungie, antarkanlah Ryeowook membeli baju besok ne." perintah Leeteuk pada anak satu-satunya tersebut.

"Kenapa bukan eomma saja?" jawabnya malas.

"Eomma harus bekerja sayang, eomma tidak bisa meninggalkan pasien eomma begitu saja. Arraso."

"Ne, baiklah."

"Nah Ryeowookie, ini ada handphone milik eomma yang tidak terpakai gunakanlah!" Leeteuk menyodorkan benda berbentuk kotak berwarna putih ke hadapan Ryeowook, namun Ryeowook hanya diam saja dan mengamati benda itu, antara bingung mau menerima atau menolaknya.

"Kenapa? Kamu tidak punya handphonekan? Apa handphonenya jelek sayang?" tanya Leeteuk bertubi-tubi saat Ryeowook hanya memandangi handphone yang dipegangnya tanpa menyentuhnya.

"A-aku tidak bisa menggunakan benda seperti itu." lirih Ryeowook.

"Bwahahahahahahaa. . ."

Yesung tertawa dengan keras saat mendengar jawaban polos Ryeowook bahwa dirinya tidak bisa menggunakan handphone. Tentu saja hal ini membuat Leeteuk kaget, bisa dihitung dengan jari Yesung tertawa sekencang ini. Leeteuk yakin jika kedatangan Ryeowook bisa merubah sikap dinginnya kepada orang lain, dan ini sudah terbukti. Ryeowook semakin menundukkan kepalanya karena malu.

"Kau ini dari Planet Saturnus ya?" tanya yesung masih dengan tawanya. "Apa ditempat asalmu tidak ada handphone? Oh eomma, gomawo ne sudah membawanya kesini, dia kampungan sekali dan sangat lucu tentunya . . . hahahaha." Yesung terus saja tertawa.

"Sudah hentikan tawamu Yesungie, lihatlah Ryeowook hampir menangis." perintah Leeteuk saat melihat mata Ryeowook sudah memerah. "Lebih baik kau ajari Wookie menggunakannya handphone!" lanjutnya lagi kemudian beranjak meninggalkan Yesung dan Ryeowook.

"Eomma istirahat dulu ne, Yesungie jangan buat Wookie menangis!" pesan Leeteuk sebelum hilang dibalik pintu kamarnya.

Yesung mendudukkan dirinya disamping Ryeowook, membuat namja mungil itu sedikit kaget karena pergerakan Yesung yang tiba-tiba.

"Sini aku beritahu cara menggunakan handphone anak desa." Yesung meraih handphone putih yang tergeletak diatas meja. Mulutnya mulai komat-kamit menerangkan cara membuka handphone, menelphon dan SMS pada namja yang duduk disampingnya itu.

"Coba kamu praktekkan apa yang hyung ajarkan tadi! SMS ke nomer hyung coba!" perintah Yesung tetap dengan nada dinginnya.

"Eh?" bingung Ryeowook, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Yesung menjelasnya begitu cepat, dan jangan lupakan detak jantung Ryeowook yang berdegup tidak karuan saat Yesung berada begitu dekat dengannya.

"Apa selain anak desa, kau juga bodoh?" tanya Yesung tajam, ketika Ryeowook hanya bengong saja. "Cobalah sebisamu!" perintah Yesung.

Dengan gemetar Ryeowook mengambil handphone dari tangan Yesung, matanya tidak berani menatap namja yang berada disampingnya, jantungnya terus berdegup kencang, bahkan Ryeowook yakin saat ini mukanya pasti sudah memerah.

Yesung menyunggingkan senyum melihat sikap Ryeowook kepadanya. "Tidak usah takut, hyung tidak akan menggigitmu kok." ucap Yesung sambil menoleh kesamping. "Eh, kamu sakit? Kenapa mukamu merah begitu?" reflek Yesung memegang kening Ryeowook, membuat muka Ryeowook seperti tomat matang. "Atau jangan-jangan kau menyukai hyung ne?" tanyanya lagi dengan percanya diri.

Blushh

Yesung begitu senang mengerjai Ryeowook, wajahnya sangat lucu apalagi dengan warna yang merah merona membuat sikap dingin Yesung menguap entah kemana.

"A-aku harus mengetikkan apa disini hyung?" tanya Ryeowook gugup sekaligus bingung, berpikir apa yang akan ditulisnya untuk percobaannya mengirim SMS kepada Yesung.

"Kau tulis saja 'sarangheyo Yesung hyung' mudahkan?" tawar Yesung.

Blushh

"Bwahahahahaha.." tawa Yesung kembali terdengar setelah berhasil menggoda Ryeowook.

Setelah lebih dari dua jam Yesung membantu Ryeowook menggunakan handphone, ah bukan menggoda Ryeowook lebih tepatnya. Yesung mengantarkan Ryeowook ke kamarnya untuk istirahat, ehhmm sungguh jauh dari sikap dinginnya kan?

"Besok hyung akan mengantarmu membeli beberapa baju bocah." ucap Yesung sambil mengacak rambut hitam Ryeowook.

"Hyung tidak malu berjalan denganku, aku-kan pincang." tanya Ryeowook ragu.

"Tentu saja tidak bocah, mengapa mesti malu, tidurlah, jaljayo."

"Jaljayo hyung, gomawo untuk hari ini." Ryeowook tersenyum dengan manisnya didepan Yesung.

"Hnn" hanya itu jawaban yang Yesung berikan untuk Ryeowook.

'Hemm mungkin aku mulai tertarik dengannya' batin Yesung sambil meninggalkan kamar Ryeowook yang sudah tertutup menuju lantai 2, kamarnya.

Ryeowook memegangi dada kirinya, jantungnya masih berdegup sangat keras walaupun sudah tidak bersama Yesung lagi. "apa aku menyukai Yesung hyung?" tanyanya pada dirinya sendiri sebelum terlelap.

*Y&W*

"Kenapa kamu lambat sekali eoh" gerutu Yesung pada namja mungil yang kini telah berada disampingnya.

"Mianhe hyung, uang yang diberikan eomma untuk membeli baju ketinggalan, jadi aku mengambilnya dulu." jelas Ryeowook.

"Oh ternyata kau juga seorang pelupa eoh?" ejek Yesung.

"Iya hyung hehehe." cengir Ryeowook menampakkan giginya membaut Yesung gemas melihatnya.

"Kajja kita berangkat." Yesung menarik tangan Ryeowook untuk masuk kedalam mobil.

"Nanti setelah beli baju, kamu ikut hyung ke kampus sebentar." ajak Yesung.

"Apa boleh hyung?"tanya Ryeowook ragu.

"Boleh."jawab Yesung kembali dengan muka dinginnya.

Akhirnya Ryeowook dan Yesung selesai membeli beberapa baju, bahkan Ryeowook sudah berganti dengan baju yang Yesung pilihkan untuknya. Yesung memilihkan Ryeowook celana jeans abu-abu muda dengan atasan sweter ungu muda pula. "Hemm sungguh manis." Batin Yesung.

Yesung segera melajukan mobilnya menuju kampus, hari ini ia ada janji dengan dosen untuk konsultasi tugasnya. Yesung keluar dari mobil begitu selesai memarkirkan mobilnya ditempat parkir khusus mahasiswa.

Yesung mengajak Ryeowook ke kafetaria di dekat tempat parkir. "Tunggulah hyung disini ne, pakailah uang ini kalau Wookie mau jajan." Yesung menyerahkan beberapa lembar uang untuk Ryeowook.

"Hyung tinggal dulu, jangan kemana-mana!. Belajarlah menggunakan handphonemu selagi menunggu hyung!" titahnya sebelum berlalu meninggilkan Ryeowook.

"Ne hyung, gomawo." jawab Ryeowook sambil tersenyum menatap kepergian Yesung.

Ryeowook mengeluarkan handphone dari saku celananya, mempelajari cara menggunakan aplikasi lainnya selain SMS dan telphon. Lebih dari 30 menit telah berlalu, membuat namja mungil yang tengah menunggu Yesung lapar dan haus. Ryeowook beranjak dari tempat duduknya untuk memesan minuman dan camilan, namun selagi Ryeowook berjalan beberapa langkah, seorang yeoja dengan sengaja menabrak dirinya dan menumpahkan sup panas ketubuh Ryeowook. Membuat Ryeowook meringis kesakitan menahan panas.

"Kalau jalan yang benar dong!" teriak yeoja tersebut marah. Padahal dia yang sengaja menabrakkan diri.

"Mianhe." ucap Ryeowook sambil menundukkan kepala.

"Huh dasar pincang, pantas saja tidak bisa berjalan dengan benar!" teriak yeoja itu lagi.

Seorang namja menghampiri mereka. "Kamu kenapa Yuri-ah?" sapanya kepada sang yeoja.

"Dia menabrakku dan menumpahkan supku oppa." adunya kepada namja tadi yang bernama Minho. "Dia tidak mau minta maaf padaku oppa." adunya lagi.

"Mwo!" Ryeowook menatap yeoja bernama Yuri tersebut tidak percaya.

"Lihat oppa, dia malah memelototiku, apa oppa tahu siapa dia? Aku baru melihatnya sekarang." ujar Yuri sambil bergelayut manja dilengan Minho.

Brugh.

Minho mendorong tubuh Ryeowook begitu keras hingga namja mungil itu tersungkur kebelakang.

"Akh.." pekik Ryeowook. "Apa yang kalian lakukan? Aku kan sudah meminta maaf padanya." terang Ryeowook.

"Akh . ."

Ryeowook kembali merintih kesakitan saat Minho menendang kaki kananya. "Cepat berlutut dan minta maaf pada Yuri!" perintah Minho.

Ryeowook menggelengkan kepalanya, Ryeowook merasa dirinya tidak bersalah, mengapa harus minta maaf? Seharusnya Yurilah yang meminta maaf padanya karena dengan sengaja menabraknya. Lagipula dia juga sudah minta maaf tadi.

Ryeowook memejamkan matanya menahan sakit, air matanya mulai turun membasahi pipinya saat kaki Minho menendangnya kembali.

"YA! Apa yang kalian lakukan?" suara baritone Yesung terdengar begitu keras dan cukup mengentikan Minho dan Yuri menyiksa Ryeowook.

"Kami hanya mengajarinya sopan santun oppa." jawab Yuri dengan santainya.

"Harusnya kalianlah yang diajari sopan santun." ketus Yesung.

Yesung segera meraih tubuh Ryeowook dan mendekapnya. "Hyung. ." lirih Ryeowook membuat Yuri dan Minho kaget, ternyata namja yang mereka bully mengenal Yesung.

"Tahan sebentar ne, nanti minta eomma untuk mengobati lukanya." Yesung semakin mendekap erat Ryeowook. "Minho! Apa appa-mu mengetahui kelakuanmu dikampus?" tanya Yesung dengan tatapan dingin dan tajamnya.

"Hyung, maafkan aku, aku tidak tahu kalau hyung mengenal namja itu, jangan bilang appa ne?" pinta Minho dengan wajah penuh harap.

"Masalahnya bukan karena aku mengenalnya atau tidak, tapi kelakuanmu itu! Sudah saatnya appa-mu tahu semua ini!" bentak Yesung. Minho adalah anak dari Choi Siwon, sahabat Kangin, appa-nya Yesung.

"Jangan hyung, baiklah aku berjanji akan merubah sikapku hyung, aku mohon hyung." mohon Minho kembali.

"Baiklah hyung beri kamu satu kesempatan lagi."

Yesung meninggalkan tempat ini sambil mengdendong Ryeowook bridal. Melajukan mobilnya cepat menuju rumahnya setelah memastikan eommanya berada dirumah, karena seingat Yesung, eommanya sudah pergi ke Rumah Sakit pagi-pagi sekali.

"Eomma!" panggil Yesung begitu masuk kerumahnya. Membawa tubuh Ryeowook dalam gendongannya.

Leeteuk segera mengikuti Yesung menuju kamar Ryeowook, meninggalkan Heechul yang tengah bertamu di rumahnya.

Merasa penasaran akhirnya Heechul mengikuti juga Leeteuk dan Yesung, namun langkahnya terhenti saat kakinya menginjak sesuatu. Heechul memungutnya dan melihat apa yang telah diinjaknya. Ternyata sebuah gelang perak dengan tulisan 'ryeong' ditengahnya, sejenak Heechul tertegun, ingatannya kembali kemasa lalunya. Tentang anak dan suaminya dimasa lalu. Heechul ingin menanyakan siapa pemilik gelang itu, apakah namja yang tadi digendong oleh Yesung.

Yesung merebahkan tubuh Ryeowook di tempat tidur, melepas baju Ryeowook yang tersiram sup, menggantikan dengan yang segeramemeriksa keadaan Ryeowook, Yesung membantu eommmanya mengoleskan salep untuk luka bakar ditubuh Ryeowook yang terkena tumpahan sup.

"Hyung.." panggil Ryeowook lagi.

"Eomma, periksalah kaki Ryeowook! Tadi Minho menendangnya." perintah Yesung pada eomma-nya agar segera memeriksa kondisi kaki Ryeowook. "Tenang ne."

Yesung hanya bisa meneguk ludahnya saat sang eomma melepaskan celana jeans Ryeowook meninggalkan celana dalamnya saja untuk memeriksa kaki Ryeowook apa ada memar atau luka yang lainnya.

"Untunglah cuma memar saja," kata Leeteuk seraya mengoleskan obat untuk menghilangkan memar kemudian meminumkan obat pada Ryeowook.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Heechul menawarkan bantuan.

"Tidak perlu Chulie, kami sudah selesai memeriksanya." tolak Leeteuk atas tawaran Heechul seraya menyelimuti tubuh Ryeowook hingga sebatas dada.

"Apakah aku bisa bicara dengan dia?" Heechul mengarahkan jari telunjuknya ke arah Ryeowook.

"Tentu saja boleh, memangnya apa yang ingin kau tanyakan pada Ryeowook hemm? Kau mengenalnya? Dia berasal dari Cina." ungkap Leeteuk

Penyataan Leeteuk membuat Heechul sedikit yakin kalau Ryeowook adalah bagian masa lalunya yang terpisah.

"Apakah ini punyamu?" tanya Heechul kepada Ryeowook dengan nada yang begitu lembut.

"Ne, Ahjuma itu punyaku, kata appa itu hadiah dari eomma untukku ketika aku lahir."jawab Ryeowook pelan.

"Lalu dimana mereka sekarang?" Heechul bertanya dengan sangat hati-hati.

"Appa sudah meninggal ahjuma, kalau eomma.. aku sedang mencarinya sekarang." ujar Ryeowook.

"Apa kau mempunyai foto eommamu?"

"Ada ahjuma, Yesung hyung bisa minta tolong ambilkan agenda yang ada diatas nakas?" pinta Ryeowook pada Yesung, tenaganya seperti sudah hilang hanya untuk sekedar mengambil agenda, karena efek obat penahan rasa sakit yang diberikan oleh Leeteuk. Yesung mengambil agenda tersebut lalu menyerahkannya pada Heechul.

"Apa benar foto didalam agenda itu anda Ahjuma?" tanya Ryeowook pelan, bahkan nyaris berbisik. Ryeowook tidak yakin Heechul adalah orang yang sama dengan gambar yang ada difotonya. Bukankah foto itu sudah sangat lama.

Heechul menjatuhkan agenda yang ia pegang setelah dengan jelas melihat foto yang ada didalamnya, kemudian menyingkap baju untuk memastikan Ryeowook memiliki tanda lahir dipundaknya.

"Ryeong-ah..anak eomma" gumam Heechul sambil menarik Ryeowook dalam pelukannya. Airmatanya tidak terbendung lagi, anak yang selama ini ia cari sudah berada didekapannya sekarang.

"Yesungie.. kita tinggalkan mereka berdua" Leeteuk menarik tangan Yesung untuk keluar dari kamar Ryeowook.

*Y&W*

"Chulie.. bagaimana?" tanya Leeteuk saat Heechul keluar dari kamar Ryeowook.

"Dia sudah tidur eonni, akhirnya aku menemukannya eon." jawab Heechul dengan perasaan lega.

"Syukurlah, jadi Ryeowook tidak perlu susah-payah mencari eommanya." ujar Leeteuk.

"Aku pulang dulu eon, aku titip dia ne. Yesungie.. tolong jaga Ryeowook ne." pamit Heechul

"Ne imo, aku pasti akan menjaganya."

Yesung kembali merebahkan dirinya disofa setelah mengantar Heechul sampai pintu gerbang rumahnya.

"Ternyata 'anak desa' itu anaknya Heechul imo, sungguh tidak disangka." ucap Yesung pelan.

"Begitulah hidup Yesungie, oh ya eomma mau kembali ke Rumah Sakit, kamu jaga Ryeowookie ya." pesan Leeteuk.

Yesung bangkit dari tempat duduknya, melangkah menuju kamar Ryeowook setelah sebelumnya mengambil laptopnya. Ia ingin berada disamping Ryeowook sambil mengerjakan tugasnya.

Yesung menatap Ryeowook yang masih terlelap 'sungguh manis sekali' batinya. Yesung mendudukkan dirinya dilantai, menyandarkan punggungnya pada tempat tidur Ryeowook kemudian mulai membuka laptopnya dan berkutat dengan setumpuk tugas dari dosennya.

Dua jam sudah Yesung berkutat dengan laptopnya, sejenak melirik kearah namja manis yang tengah berbaring di tempat tidur. "Hemm nyenyak sekali tidurmu, hyung jadi ingin tidur juga." Yesung meletakkan laptopnya lalu mereganggkan ototnya yang sudah tersa pegal.

Segera mematikan laptonya kemudian naik keatas tempat tidur Ryeowook dan membaringkan tubuhnya disamping Ryeowook. Memeluk erat Ryeowook seperti layaknya memeluk guling.

Leeteuk hanya menggelengkan kepalanya melihat putranya Yesung tengah tidur dengan memeluk Ryeowook. Yesung bisa berubah begitu cepat hanya karena namja bernama Ryeowook tersebut. Seingat Leeteuk Yesung belum pernah membawa temannya ke rumah, hanya Kyuhyun sepupunya Yesung betah dengannya, bahkan Kyuhyun mampu menjahili Yesung. Leeteuk menutup kembali kamar Ryeowook,membiarkan mereka berdua tidur.

"Hyung.." panggil Ryeowook pelan saat menyadari Yesung tertidur disampingnya dan memeluk tubuhnya. Namun yang dipanggil tidak bergeming.

"Hyung.." ulang Ryeowook lagi.

"Hnn, waeyo Wookie? Kau menganggu tidur hyung." jawab Yesung masih dengan mata terpejam.

"Bisakah hyung melepas pelukkan hyung? Wookie ingin pipis hyung."kata Ryeowook. "Hyung. ."

"Aish, menganggu saja." Yesung melepaskan pelukannya pada Ryeowook, lalu berbalik memunggungi Ryeowook.

Ryeowook segera menyibakkan selimutnya, namun. .

"Kyaaaa..." Ryeowook berteriak kencang, Yesung yang berada disampingnya langsung bangun terduduk.

"YA! Mengapa kau berteriak?" bentak Yesung.

"Kenapa Wookie hanya pakai celana dalam saja? Huweee apa yang hyung lakukan huweee" tangis Ryeowook, tangannya memukul tubuh Yesung yang berada disampingnya.

"Wookie! Hentikan, sakit tahu? Lagipula hyung tidak tertarik denganmu 'kecil' begitu?" kata Yesung sambil memandangi selangkanan Ryeowook. "Apa kau tidak ingat kalau eomma yang melepaskan celanamu? Ck dasar pelupa." gerutu Yesung sambil menahan pukulan Ryeowook. Benarkah tidak tertarik dengan Ryeowook, Yesungie?

"Eh?" Ryeowook menghentikan pukulannya pada Yesung.

"Eomma yang melepas celanamu tadi, untuk mengobati luka memar dikakimu itu."ucap Yesung dengan sedikit berteriak. "Katanya tadi mau pipis, cepat sana nanti ngompol, atau mau hyung antar?." Yesung mengingatkan.

Merasa diingatkan Ryeowook segera turun dari ranjang dengan sedikit tertatih, rasa sakit dikakinya masih terasa walaupun tidak sesakit tadi siang. Yesung tersenyum geli memandangi Ryeowook yang hanya menggunakan baju atasan saja menampakkan pahanya yang mulus. Baru saja Ryeowook protes mengapa dia hanya memakai celana dalam saja ketika tidur, tetapi sekarang Ryeowook cuek saja berjalan hanya dengan pakaian seperti itu.

Kreekk..

Pintu kamar mandi terbuka, Ryeowook muncul dari dalam dengan tertatih-tatih. Yesung memandangi Ryeowook sejenak.

"Apa kakimu masih sakit?" tanya Yesung.

"Masih nyeri hyung." keluhnya.

"Duduklah sini, hyung oleskan obatnya lagi." Yesung menepuk kasur bermaksud agar Ryeowook duduk disampingnya.

"Apa kakimu cacat dari lahir Wookie?" tanyanya sambil megoleskan salep dikaki Ryeowook yang memar.

"Wookie cacat setelah kecelakaanketika Wookie masih kecil hyung, masih sering terasa nyeri sampai sekarang, apalagi tadi setelah ditendang Minho." terangnya.

"Kau tahu? Minho itu anak eommamu?" tanya Yesung, yang hanya dijawab gelengan kepala oleh Ryeowook.

"Eomma belum bercerita banyak kepadaku hyung, eomma berjanji akan membawaku pulang ke rumahnya. Tapi aku takut hyung, kalau keluarga baruku tidak menerimaku."ujarnya dengan raut muka sedih.

Yesung menghentikan mengoles obat setelah dirasa cukup, kemudian menggenggam tangan Ryeowook. "Aku rasa Siwon samchon akan menerimamu dengan baik, bahkan dia akan menghajar Minho jika tahu apa yang dilakukannya padamu." jelas Yesung panjang.

"Tapi tetap saja Wookie takut hyung." adunya kini Ryeowook menyandarkan kepalanya di pundak Yesung.

"Bagaimana kalau kau tinggal dengan hyung saja? Kau sukakan?"

"Apa boleh hyung?" tanya Ryeowook sambil mengerjapkan matanya.

"Tentu saja boleh, ais kenapa kau begitu menggemaskan sih." Yesung mencubit pipi Ryeowook gemas.

"Hyung.. appo." kata Ryeowook sambil mengusap pipinya.

Chup

Yesung mengecup pipi Ryeowook yang tadi di cubitnya. "Biar tidak sakit lagi." kata Yesung membuat Ryeowook merona.

"Hyung.. kau membuatku malu." Ryeowook tersipu sambil menundukkan kepalanya.

"Kenapa mesti malu, kau sukakan?" goda Yesung.

"Hyung, berhenti menggodaku." rengek Ryeowook.

"Kajja, kita makan malam dulu." ajak Yesung,. "Ne, jangan lupa celana panjangnya dipakai." Yesung menyodorkan celana panjang kepada Ryeowook. "Apa perlu hyung pakaikan hemm?" goda Yesung lagi.

"Aniya, Wookie bisa pakai sendiri." jawab Ryeowook setengah berteriak.

"Naiklah, hyung akan mengendongmu sampai meja makan, hyung tak tega melihatmu berjalan dengan menahan sakit begitu." Yesung berjongkok didepan Ryeowook begitu melihat Ryeowook selesai memakai celananya.

"Tapi hyung.." jawab Ryeowook ragu.

"Aish cepatlah."

Ryeowook akhirnya menuruti kemauan Yesung untuk menggendongnya menuju ruang makan. Di ruang makan telah menunggu Kangin dan Leeteuk. "Hyung, turunkan aku, aku malu sama appa dan eomma." pinta Ryeowook.

"Hnn." jawab Yesung pendek.

Ryeowook segera duduk begitu Yesung menurunkan dirinya, menunduk malu tanpa berani menatap kedua mata orang tua Yesung.

"Bagaimana kakimu Wook-ah?" tanya Kangin kemudian. "Yesungie tidak menjahilimukan?" tanya Kangin lagi.

"Sudah lebih baik appa, hyung juga baik sama Wookie." jawabnya pelan.

"Appa, bagaimana kalau Wookie jadi menantu appa?" tanya Yesung tibi-tiba pada appanya.

"Kalau appa sih setuju saja, tapi apa Ryeowook mau menjadi isrti dari namja aneh sepertimu?" tanya Kangin balik. Sedang yang sedang dibicarakan hanya menunduk malu.

"Ya appa aku tidak aneh." tegas Yesung. "Aku akan memintanya pada Heechul imo besok."

"Mwo?!" kaget Leeteuk dan Kangin bersamaan.

"Secepat itukah Yesungie?" tanya Leeteuk.

"Ternyata Yesungie sudah tidak sabar." sambung Kangin.

"Ne, kalau tidak cepat nanti diambil orang lain." jawab Yesung sambil melirik Ryeowook yang masih merona menahan malu.

Acara makan malam keluarga Kim terasa lebih hangat dari biasanya, godaan-godaan Yesung pada Ryeowook menambah suasana semakin menyenangkan. Bahkan Kangin dan Leeteuk ikut menggoda mereka berdua.

"Anneyong" sapa yeoja dari pintu depan. Yeoja yang sudah sangat dikenal oleh keluarga Kim.

"Oh kalian, masuklah dulu, apa kalian sudah makan malam?" tanya Leeteuk pada sang tamu. Heechul beserta seluruh keluarganya.

"Kami sudah makan noona." jawab Siwon suami dari Heechul.

"Eonni, bisa kami bertemu dengan Ryeowookie? Ada yang ingin kami katakan padanya." kata Heechul.

"Ne, boleh. Dia sedang makan, tunggulah sebentar ne. Aku panggilkan." Leeteuk pergi meninggalkan keluarga Choi di ruang tamu mereka untuk memanggil Ryeowook.

Lima menit kemudian Leeteuk muncul diikuti Kangin dibelakangnya sambil merangkul namja mungil disebelahnya.

"Siwon-ah, kenapa lama sekali tidak berkunjung eoh?" Kangin memeluk sahabatnya setelah mendudukkan Ryeowook di kursi.

"Aku sibuk hyung, tapi bukankah kau juga sibuk eoh?" Siwon membalikkan pertanyaan Kangin tadi.

"Ah ne, duduklah!" perintahnya pada Siwon.

"Ryeowook-ah, ini appa-mu sekarang, Choi Siwon namanya. Berilah salam padanya." kata Heechul lembut sambil mengusap kepala Ryeowook.

"Anneyong appa." ucap Ryeowook sambil membungkukkan badannya.

Siwon segera merengkuh Ryeowook kedalam pelukannya. "Oh ternyata appa punya anak semanis ini, betapa senangnya."

"Nah Ryeowookie, kenalan dulu sama adik-adikmu. Itu Minho, kau sudah mengenalnya bukan?" tanya Siwon.

"Ne, tadi siang kami sudah bertemu."jawab Ryeowook pelan.

Minho adalah anak Siwon dengan Kibum, setelah istrinya meninggal ia menikah dengan Heechul. Heechul sendiri terpaksa meninggalkan Hangeng karena paksaan dari orang tuanya yang tidak merestui hubungn mereka, dan mengancamnya akan membunuh suami dan anaknya jika menolak keinginan orang tuanya.

"Yang itu Taemin dan Minki." Siwon melanjutkan mengenalkan anaknya kepada Ryeowook. Taemin dan Minki adalah anak hasil pernikahannya Siwon dengan Heechul. Taemin masih berusia 13 tahun sedangkan Minki baru menginjak 7 tahun.

"Nah Minho, minta maaflah pada Ryeowook. Appa tak menyangka jika jagoan appa suka berbuat seenaknya dikampus." perintah Siwon pada Minho.

Dengan segera Minho memeluk namja mungil yang berstatus sebagai kakanya sekarang, meminta maaf atas perlakuannya tadi siang.

"Apa kalian akan berpelukan terus sampai nanti? Apa kalian tidak haus?" intrupsi namja berkepala besar alias Yesung yang muncul dengan membawa nampan berisikan beberapa gelas minuman.

"Tentu saja tidak Yesungie." jawab Heechul.

"Jadi imo mau menjemput Wookie?" tanya Yesung penasaran. "Wookie untukku saja ya imo, jangan dibawa pulang." lanjut Yesung sambil menggenggam erat tangan Ryeowook.

"Aigoo.. kau menyukai anak imo ternyata. Siwonie bagaimana apa kau setuju?" Heechul meminta pendapatnya pada Siwon.

"Apa ini berarti lamaran?" ujar Siwon. "Bagaimana Wookie, kau mau tinggal disini?" kini Siwon bertanya pada Ryeowook.

"Ne appa aku mau." jawabnya sangat pelan, wajahnya sudah dipastikan sangat merah.

"Aigo Yesungie, apa yang sudah kau lakukan hingga Ryeowook jatuh cinta padamu?" giliran Kangin bertanya pada Yesung. Yang Kangin dengar dari Leeteuk dua hari yang lalu Yesung menolak kedatangan namja mungil dirumahnya. Sekarang dia malah memintanya langsung pada orang tua Ryeowook.

"Aku hanya mengeluarkan kharismaku saja appa, dan Wookie langsung jatuh cinta padaku." kata Yesung dengan percaya diri tingkat dewa, membuat Ryeowook semakin malu dibuatnya.

Suasana semakin akrab, Ryeowook sudah terlihat begitu akrab dengan adik-adiknya terlihat mereka tertawa bersama diruang tamu meninggalkan pada orang tua yang masih asyik bercengkrama di ruang tamu.

"Eommaa..aku tidak mau pulang~, aku ingin bersama Wookie hyung." rengek si bungsu Minki.

"Minki-ya, ini sudah malam, Wookie hyung harus istirahat. Besok Minki boleh main kesini lagi." ucap Heechul menenangkan Minki.

"Benar eomma? Kenapa Wookie hyung tidak tinggal bersama kita saja?" tanya Minki.

"Ne, nanti kalau Minki libur sekolah kita ajak Wookie hyung menginap ne."

"Wookie hyung, mau ya menginap di rumah Minki?" tanya Minki sambil bergelayut manja pada Ryeowook.

"Ne, hyung janji." jawab Ryeowook sambil mengelus rambut adiknya.

"Baiklah kami pamit pulang dulu eonni, sayang eomma pulang dulu ya, eomma besok kemari lagi."

Heechul mengecup kening Ryeowook bergantian dengan Siwon, kemudian pamit kepada Kangin karena malam sudah larut.

"Apa sekarang kau senang Wookie?" tanya Kangin dengan senyuman penuh wibawanya.

"Ne appa, Wookie sangat senang, sekarang Wookie punya keluarga bahkan dua kelurga sekaligus, aku sangat bahagia appa. Hiks." tangis Ryeowook.

"Sudah jangan menangis, kami juga ingin menangis." Leeteuk memeluk Ryeowook ikut menangis bahagia.

*Y&W*

Beberapa minggu telah berlalu, Ryeowook masih tinggal bersama keluarga Kim, walaupun kadang Ryeowook juga menginap di rumah eomma-nya. Entahlah mengapa Ryeowook lebih memilih tinggal di kediaman keluarga Kim, pastinya namja yang bernama Yesung adalah penyebabnya.

Tiga hari lagi, merupakan hari yang dinantikan, di hari itu dua keluarga akan bersatu, dimana Ryeowook akan resmi menjadi milik Yesung. Hari yang selalu dinantikan oleh sepasang kekasih Yesung dan Ryeowook.

"Hyung, kau serius ingin menikah denganku?" tanya Ryeowook, masih ada keraguan padanya karena kekurangan fisik yang dimilikinya.

"Kenapa kau meragukan itu chagiya?" tanya Yesung balik, sudah bosan dengan Ryeowook yang selalu menanyakan pertanyaan yang sama.

Yesung melirik Ryeowook sejenak yang dari tadi menunduk setelah bertanya pada Yesung. "Kalau kau mau menanyakan apakah hyung tidak keberatan menikah namja pincang? Jawabannya tidak! Apapun kekurangan yang kamu miliki hyung tidak peduli, yang penting kau mencintai hyung, apa kau tidak mencintai hyung Ryeowookie?" kembali Yesung memasang muka dinginnya.

"Hyung..mianhe, bukan bermaksud meragukanmu, aku sungguh sangat mencintaimu. Hyung jangan ragukan itu." Ryeowook meraih kedua tangan Yesung dan menempelkan di kedua pipinya.

"Hyung, mianhe" kata Ryeowook lagi, setelah Yesung hanya diam saja. "Hiks, hyungie maafkan aku, aku tidak akan menanyakan itu lagi pada hyung, aku percaya hyung mencintaiku apa adanya, hyung hiks, bicaralah! Jangan diam saja, hiks."

Chup

Yesung mengucup lembut bibir Ryeowook agar menghentikan tangisnya. Ryeowook tahu sifat dingin Yesung, tapi Ryeowook juga tahu kalau Yesung tidak akan pernah bersikap dingin pada Ryeowook apalagi mendiamkannya.

"Hyung.. apa yang kau lakukan? Jangan menggodaku?" lenguh Ryeowook.

"Kau tergoda hemm?" goda Yesung "Mau melanjutkan ke tahap selanjutnya eoh?" lagi-lagi Yesung menggoda namjachingunya. Begitu sukanya Yesung menggoda Ryeowook.

Plakk

Ryeowook memukul keras lengan Yesung karena menggodannya. "Hyung menyebalkan." keluhnya.

"Hyung tahu itu." jawabnya masih dengan menatap wajah Ryeowook yang memancarkan semburat merah. "Aish mengapa kau begitu menggemaskan, hyung sudah tidak sabar ingin melakukan 'itu' denganmu. Hyung tidak bisa membayangkan bagaimana warna wajahmu kelak ketika kita melakukan malam pertama chagiya" kata Yesung sambil mencubit kedua pipi Ryeowook yang sekarang terlihat chuby.

"Hyung, appo." rajuk Ryeowook, "Kenapa hyung dan yang lainya begitu suka mencubit pipiku, pipiku bukan bakpao." Ryeowook mecibir, memanyunkan bibirnya kedepan. "Kanapa hyung suka sekali menggodaku~~" rengeknya.

"Hahahahahaha..Ryeowookie hyung sungguh sangat-sangat mencintaimu karena sifatmu ini."tawa Yesung menggelegar memenuhi ruang tengah dimana saat ini mereka berada.

"Kenapa malah menertawakan aku sekarang? Aku memang anak desa yang masih polos hyung?" jawab Ryeowook tidak nyambung.

Yesung semakin keras tertawa bahkan sampai mengeluarkan airmatanya akibat sifat Ryeowook yang kelewat polos itu. Membuat Ryeowook ngambek karenanya.

"Hyung jahat, aku membencimu hyung, akan aku adukan eomma." Ryeowook beranjak dari duduknya untuk mencari eomma Kim, eomma dari Yesung.

Srett

Bugh

Yesung menarik Ryeowook saat namja mungil itu akan beranjak meninggalkannya, mendudukkan Ryeowook dalam pangkuannya. "Kau mau kemana baby, hyung tidak akan membiarkanmu mengadu pada eomma."

"ughhh, hyung." erang Ryeowook saat Yesung mengulum telinganya. "Le-pas-kan." berontak Ryeowook, namun tenaga Yesung tidak bisa dilawannya. Sehingga ia hanya pasrah dengan perlakuan Yesung terhadapnya.

Yesung mulai menjelajahai leher putih yang ada dihadapannya, membuat si pemilik leher menikmatinya dengan desahan-desahan yang keluar dari mulutnya.

"Hyung~~" desah Ryeowook untuk kesekian kalinya, membuat Yesung semakin gencar melakukan serangan terhadap Ryeowook. Tangan mungil Yesung kini menyusup kedalam kaos Ryeowook, mengusap lembut dada namja penyuka jerapah tersebut.

"Hyung~ apa yang akau kau lakukan, ughhh?" protes Ryeowook.

Duagh

"Yesungie! Apa yang kau lakukan?" pekik eomma Kim, setelah memukul kepala Yesung dengan saputala yang dibawanya.

"Eomma, appo~~" rintih Yesung sambil mengusap kepalanya.

Eomma Kim menarik Ryeowook dari pangkuan Yesung. "Untuk sementara eomma akan menyuruh Ryeowookie tinggal dirumah eomma-nya sampai hari pernikahan kalian. Eomma tidak akan membiarka Wookie 'jebol' sebelum menikah." dumel Leeteuk.

Sementara Ryeowook hanya tersenyum menyaksikan eomma Kim mengomeli Yesung, bisa dipastikan Yesung akan protes besar-besaran pada eomma-nya jika Ryeowook di ungsikan ke rumah orang tua kandungnya.

"Eomma, jangan pisah aku dengan Ryeowook." protes Yesung tidak terima dengan keputusan eomma.

"Apa kau bilang? Kalau kau tidak begitu mesum padanya eomma tidak akan melakukan itu, apa yang akan dikatakan Heechul kalau tahu anaknya sudah tidak perawan lagi." jelas Leeteuk.

"Eomma, dia bukan yeoja, eomma jangan bilang pada Heechul imo ne." rengek Yesung, ternyata dia takut juga kalau Heechul tahu, dan Heechul bisa membatalkan pernikahannya.

"Kekekeke, ternyata kau takut juga, antarlah Wookie ke rumah Heechul, karena Heechul akan mengajaknya mempersiapkan pernikahannya denganmu." perintah Leeteuk kemudian. Leeteuk tertawa ternyata anaknya yang dikenal sangat dingin itu begitu takut berpisah dengan kekasihnya yang sangat manis dan polos itu.

"Chagiya, aku akan sangat menrindukanmu, berpisah tiga hari denganmu pasti rasanya seperti berpisah satu abad lamanya." keluh Yesung sambil mendekap tubuh Ryeowook dan menciumi pipinya.

"YA! Yesungie, cepat antarkan Wookie, jangan malah mendekapnya." teriak Leeteuk mengingatkan Yesung.

"Ne eomma." teriak Yesung. "Wookie~ bagaimana kalau hyung rindu denganmu?"

Ryeowook tersenyum mendengar pertanyaan kekasihnya itu. "Hyung-kan bisa datang ke rumah, mengapa mesti pusing begitu?" jawab Ryeowook santai.

"Aigoo, mengapa aku bisa lupa, tapi kita akan menikah Wookie, konon pasangan yang akan menikah harus dipingit dulu, tidak boleh bertemu sebelum mereka resmi jadi suami istri." terang Yesung.

"Eh? Benarkah?" tanya Ryeowook penasaran. "Kenapa harus seperti itu?"

"Aish, kau benar-benar dari Planet Saturnus ya?" Yesung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, rasanya malas sekali memberikan penjelasan yang menurut Yesung tidak penting kepada Ryeowook. "Atau jangan-jangan kamu juga tidak tahu cara melakukan malam pertama?" selidik Yesung kemudian.

"Tidak" jawab Ryeowook dengan polosnya.

Doengg

Yesung memijit pelan pelipisnya, bagaimana bisa namja yang akan dia nikahi tidak tahu caranya melakukan malam pertama.

"Kajja, hyung antar ke rumahmu sekarang, nanti tanyakanlah pada eomma-mu tentang malam pertama, arraso!" perintah Yesung sebelum Ryeowook menanyakan cara melakukan malam pertama padanya, dan lain sebagainya yang bisa membuatnya pusing.

"Eomma, kami pergi dulu!" pamit Yesung pada eommanya.

*Y&W*

"Eomma, aku pulang" teriak Ryeowook begitu membuka pintu depan rumah keluarga Choi yang tidak kalah mewah dengan rumah Yesung.

"Ah kalian sudah sampai, baguslah. Yesungie, terima kasih sudah mengantarkan Ryeowookie, kau mau minum apa hemm?" tawar Heechul pada calon menantunya.

"Terserah eomma saya." jawab Yesung, kini ia memanggil Heechul dan Siwon dengan sebutan appa dan eomma.

"Eomma kenapa sepi sekali? Dimana dongsaengdul-ku?" tanya Ryeowook setelah tidak menemukan satupun adiknya berada dirumah.

"Mereka masih sekolah sayang, nanti kita jemput mereka sekalian mengambil baju pengantinmu sayang." ujar Heechul.

"Eomma, . ada yang ingin aku katakan." Yesung memandang Heechul penuh harap.

"Ada apa Yesungie? Katakanlah!" perintah heechul.

"Bisakah eomma mengajarkan Ryeowookie tentang malam pertama? Anak eomma yang satu ini benar-benar dari Planet Saturnus, polosnya tidak kira-kira." pinta Yesung pada Heechul supaya Heechul mau mengajarkan beberapa jurus tentang malam pertama,

"Uhuk. . uhuk." Heechul terbatuk mendengar pernyataan Yesung. "Benarkah itu Yesungie, benar begitu Ryeowookie?" Heechul memandang Yesung sejenak kemudian beralih memandang Ryeowook yang sudah terdunduk menahan malu.

"Benar, aku memang tidak tahu apapun, aku memang bodoh sampai tidak tahu hal-hal semacam itu." desahnya.

Heechul menarik Ryeowook dalam pelukannya. "Aigo. .beruntungnya kau Yesungi mendapatkan Ryeowook yang masih begitu polos." Heechul mengambil nafas sebentar "Kau tidak usah khawatir, nanti eomma akan menjelaskan semua bagaimana cara melayani suami dengan baik." kata Heechul seraya mengusap surai putra sulungnya.

"Gomawo eomma, kalau begitu aku pamit pulang eomma. Wookie sayang, hyung pulang dulu ne, sampai ketemu tiga hari lagi. Hyung sudah tidak sabar menanti hari pernikahan kita sayang." Yesung memeluk erat kekasihnya seperti mau berpisah dalam waktu yang sangat lama.

"Ne hyung, Wookie juga sudah tidak sabar, Wookie pasti akan merindukan hyung." Ryeowook membalas pelukan Yesung dengan tidak kalah eratnya, bahkan Heechul sampai terharu menyaksikan dua sejoli yang sedang berpelukkan tersebut.

"Hyung akan lebih merindukanmu sayang."

Chup

Yesung mengecup bibir Ryeowook sekilas, tidak peduli pada Heechul yang masih berdiri disamping mereka.

"Ehem, bisakah kalian menghentikan adegan drama kalian?" intrupsi Heechul.

Yesung hanya nyengir mendengar peringatan dari Heechul. "Mianhe eomma, hyung pulang dulu ya sayang, jaga kesehatan jangan sampai sakit, byeee." Yesung melepaskan pelukannya kemudian mengecup kening Ryeowook dan membungkuk pada Heechul sebelum meninggalkan kediaman keluarga Choi.

*Y&W*

Janji suci untuk selalu bersama dalam keadaan suka dan duka telah mereka ucapkan di depan Pendeta dan tamu undangan yang menghadiri pernikahan mereka. Kini Yesung dan Ryeowook resmi menjadi pasangan suami istri.

Yesung duduk bersandar di kepala ranjang menunggu Ryeowook yang masih berada diluar kamar karena Heechul memanggilnya. Yesung tersenyum sendiri saat ingit perkataan Heechul tadi bahwa Ryeowook sudah siap untuk malam pertama. "Memang Heechul eomma mertua yang sangat pengertian." inner Yesung.

Krekk

Pintu kamar Yewook terbuka menampakkan namja mungil yang telah berganti pakaian dengan menggunakan pakaian tidur. Yesung tersenyum menyambut kedatangan sang istri, memandang takjub istri mungilnya yang menggenakan stelan piyama bermotif kura-kura.

"Hyung, jangan memandangiku seperti itu?" pinta Ryeowook.

"Kenapa eoh? Apakah salah memandangi istri sendiri eoh?" goda Yesung sambil mengerlingkan matanya.

Ryeowook bejalan mendekati tempat tidurnya sambil mengerucutkan bibirnya. "Hyung. ." renggeknya.

"Hyung." panggil Ryeowook.

"Hnn, waeyo baby."

"Hyung, aku sudah siap." kata Ryeowook,

Yesung menghentikan aktifitasnya menulis SMS, memandang Ryeowook dengan sedikit cengo "Eh"

"Tutup matamu hyung, jangan dibuka sebelum aku suruh, ingat jangan dibuka." perintah Ryeowook untuk suaminya.

Lima menit kemudian Ryeowook menyuruh Yesung untuk membuka matanya berlahan, dan menoleh kesamping tempat dimana istrinya berbaring.

"MWO?" kaget Yesung.

Yesung kaget mendapati istrinya yang berbaring tanpa selembar kain yang menutupi tubuhnya. Yesung tidak percaya apa yang dilihatnya, menelan ludahnya saat melihat bagian selangkang istrinya.

"Wookiee.." desah Yesung.

"Hyung, kata eomma ketika melakukan malam pertama harus telanjang," jelas Ryeowook saat Yesung hanya diam saja tidak memberikan komentar. "Aku sudah siap hyung."

"Oh, thank you Heechul eomma, kau sungguh-sungguh hebat. Apa saja yang kau ajarkan pada Ryeowookie-ku?" gumam Yesung sebelum menyergap tubuh telanjang Ryeowook dengan ciuman bertubi-tubi dan menandainya dengan kissmark dimana-mana.

"Hyungiiieeeeeeeeeeeeee. . ." teriak Ryeowook saat Yesung memasukinya.

Sementara diluar kamar Yewook "Eomma, Wookie hyung kenapa berteriak? Apakah Yesung hyung menyakitinya?" tanya dongsaeng bungsu Ryeowook begitu mendengar teriakan Ryeowook.

"Tidak Minki, Yesung hyung tidak mungkin menyakiti hyungmu, mungkin mereka hanyasedang bermain." jelas Heechul.

"Kalau begitu bolehkah Minki ikut bermain bersama mereka eomma?"

"Anniya Minki, permainan yang mereka mainkan adalah permainan khusus orang dewasa.".

"Tapi Minki pengen lihat eomma, seperti apa mereka permainan orang dewasa itu." renggek Minki. Heechul dibuat pusing oleh pertanyaan-pertanyaan Minki tentang apa yang dilakukan oleh hyung-nya. Sungguh Heechul tidak mengira akan begini jadinya, kalau tahu begini Heechul akan mengusir pengantin baru tersebut.

"Aish, mereka benar-benar berisik." Batin Heechul sambil menutup kedua telinga Minki.

*Y&W*

Epilog

Suara tangisan bayi terdengar dari ruang bersalin di sebuah Rumah Sakit milik keluarga Kim. Cucu pertama keluarga Kim telah lahir, cucu laki-laki yang sangat tampan sepeti appa-nya Yesung. Benar, yang melahirkan adalah Ryeowook istri dari Yesung.

"Wookie baby, kau hebat bisa melahirkan anak yang begitu tampan. Saranghe" ucap Yesung sambil mengecup kening Ryeowook bertubi-tubi.

"Hyung, aku sungguh bahagia,." desah Ryeowook disela rasa lelahnya setelah melahirkan.

"Aku lebih bahagia chagiya." Yesung menggenggam erat tangan Ryeowook, memberitahunya kalau dia begitu bangga memiliki istri seperti Ryeowook.

"Hyung, akhirnya aku berhasil melahirkan anakmu hyung, aku ingin mempunyai banyak darimu hyung." ujar Ryeowook sumringah.

"Akan hyung kabulkan sayang." bisik Yesung ditelinga Ryeowook.

END

Anneyong..

Akhirnya aku dapat menyelesaikan FF oneshootku ini, FF ini rencananya akan aku update pas Yewook aniv kemarin tapi saya tidak bisa menyelesaikannya. Dan mianhe jika ceritanya ga jelas begini, dan tentu saja masih banya typo bertebaran. Mohon reviewnya ya, supaya makin semangat menulis FF. Gomawoooo...