Title :Together We Can
Author : Park Min Chan
Cast : Lee DongHae ( Super Junior )
Super Junior Members
Park Hyemi ( Other Cast )
Kim Jiyoon ( OC )
Kim Yongjoon ( OC )
Genre : Romance ( Maybe )
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Summary : "Oh boyband itu." / "Kau pasti lelah kan sayang, kau juga harus tidur. Namanya Hyemi, Park Hyemi" / "Apa kau tidak punya televisi dirumah? Dia salah satu anggota boyband terkenal! Super Junior!" / "Cepat duduk dan makan bersamaku, aku tidak suka makan sendirian" .
Chapter 1
Hyemi's House
Hyemi POV
"Kau harus mau karena appa tidak punya pilihan lain."
"Tapi mengapa harus di rumah teman appa? Aku sudah besar aku kan bisa menyewa rumah sendiri appa."
"Apa katamu? Appa tidak akan membiarkanmu tinggal sendiri karena appa belum tentu bisa menghubungi dan mengawasimu satu hari penuh karena kita yang berbeda kota dan itu akan menghancurkanmu. Lagipula kau kan sudah kenal dengan Hyojoon Ahjussi? Dia baik kan? Lagipula dia tidak keberatan jika kau tinggal dirumahnya Hyemi-ah."
"Aku tetap saja tidak enak appa. Jebal appa. Aku tinggal sendiri saja."
"Aniya. Hanya kau satu-satunya hartaku sekarang Hyemi-ah, jadi turuti aku karena aku menyanyangi dan selalu ingin agar kau mendapatkan yang terbaik."
Aku memang ingin melanjutkan pendidikanku ke universitas impianku tapi mengapa aku jadi harus tinggal di rumah Hyojoon ahjussi? Dia teman baik appa ku dari masa sekolahnya dulu dan sampai sekarang adalah partner kerjanya, aku mengenalnya dengan baik dan juga istrinya. Appa ku terlalu sibuk dengan pekerjaan nya tapi ia benar-benar menyanyangiku karena setelah eomma ku meninggal hanya akulah yang ia miliki di hidupnya, ia selalu mengkhawatirkanku maka dari itu ia menitipkan aku pada Hyojoon ahjussi dan istrinya karena universitasku yang jauh dari rumah kami dan tempat kerjanya.
11.30 KST
"Kau sudah siap Hyemi-ah?"
"Ne appa, sebentar lagi. Tunggu saja di mobil."
Aku dan appa akan berangkat kerumah Hyojoon ahjussi siang itu juga karena appa sedang tidak ada pekerjaan dikantornya dan kamipun disambut dengan baik oleh Hyojoon ahjussi dan juga istrinya. Aku langsung diajak nya ke kamarku yang sudah dipersiapkan nya terlebih dahulu dan ia mengatakan bahwa kamarku bersebelahan dengan kamar anaknya, aku sudah lupa dengan anaknya karena waktu bertemu kami masih berumur 6 tahun.
"Apa kau masih mengingat Donghae-ssi?"
"Aku lupa ahjumma, itu sudah lama sekali."
"Tentu saja. Tapi tidak apa, aku akan mempertemukannya lagi jika ia sedang tidak sibuk"
"Memangnya ia bekerja apa sekarang?"
"Dia member Super Junior Hyemi-ah"
"Oh boyband itu."
Badanku terasa segar dan lebih ringan setelah mandi, barang-barangku sudah dirapihkan ke lemari yang telah disiapkan oleh istri Hyojoon ajhussi, ia memang sangat baik bahkan terlalu baik.
"Ayo kita makan malam bersama Hyemi-ah, semua sudah siap dibawah"
"Aigo, aku tidak membantu ahjumma menyiapkan semuanya"
"Ah, tidak apa-apa. Kau tamu disini jadi tidak usah banyak bekerja"
"Ahjumma baik sekali padaku"
"Aku sudah lama ingin punya anak perempuan tapi Tuhan memberikanku Donghae tapi aku mensyukurinya. Jadi jika bertemu dengan anak perempuan seperti kau aku akan sangat menyanyanginya apalagi kita kan sudah lama kenal Hyemi-ah"
Aku, appa ku, Hyojoon ahjussi dan istrinya makan bersama dan Hyojoon ahjussi memang tidak berubah dari yang kukenal dulu, masih dengan sifatnya yang lucu dan sangat cerewet tapi membuat orang tidak bosan padanya. Ia juga tidak berhenti-berhentinya mengingatkan aku tentang Donghae, anaknya, aku memang sudah lupa jadi ia berusaha membuatku ingat dan lama-lama kau jadi penasaran bagaimana Donghae yang sekarang? Apalagi ia sudah menjadi artis boyband terkenal
"Kau belum mau tidur Hyemi-ah?"
"Belum ahjumma, aku memang susah tidur. Tidak apa-apa kah jika aku menonton sebentar?"
"Oh, tentu saja sayang. Ahjumma tidur duluan ya, selamat malam"'
"Baik ahjumma, selamat malam"
Aku masih berada di ruang depan dan ada televisi besar dihadapanku yang masih membuatku betah berada disini, sebenarnya aku lapar dan ingin memasak tapi aku yakin bahan-bahan yang aku perlukan belum tentu ada disini. Jadi kuputuskan untuk menahan laparku ini
Donghae POV
Lelah sekali hari ini, take vocal, pemotretan, dan interview, badanku serasa ingin hancur. Tapi aku rindu rumah, aku rindu eomma, aku sempatkan pulang kerumah walaupun besok pagi harus kembali ke dorm lagi. Rumah sudah gelap dan mobil sudah di garasi semua, untungnya aku punya kunci dan masih bisa masuk kedalam.
Jantungku hampir copot karena melihat seorang wanita yang sedang tidur di sofa ruang televisi kami, rambut dikuncir tinggi keatas, baju kaos dan celana pendek. Aku berusaha mengingat dan berpikir bisa-bisa nya ada wanita dirumah ini, tapi sejak kapan aku punya noona? Aku masih menatap wajah wanita itu dengan tatapan yang berpikir dengan keras, tiba-tiba aku teringat seorang anak perempuan yang sangat suka menguncir rambutnya tinggi dan menggunakan celana pendek, tapi siapa. Aku tidak ingat, aku lupa
"Y-ya. Kau siapa? Mengapa tidur disini? Mengapa tidak tidur didalam?"
Aku mencoba menggucangkan badannya.
Ia masih diam dan terlelap sepertinya, ternyata wajah wanita ini cantik bahkan saat ia tidur, hidungnya mancung, kulitnya yang putih. GLEK. Apa-apaan aku ini. Kuputuskan aku pergi kekamar eomma dan membangunkkannya, ia kaget dan senang karena aku pulang dan ia tertawa saat aku bercerita bahwa ada wanita yang sedang tidur di ruang tv dibawah
"Hyemi-ah~ Bangun, mari tidur dikamarmu saja"
Hyemi? Aku seperti mengingat sesuatu, tapi apa. Aku benar-benar lupa
"Ah, m-mianhae ahjumma. Aku ketiduran disini ya, maafkan aku"
"Ah, aniya. Tidak apa-apa. Ayo kekamarmu"
Eomma mengantar wanita yang bernama Hyemi itu kekamarnya yang berada disamping kamarku, aku banyak bertanya tapi hanya dijawab dengan senyuman oleh eomma
"Dia itu siapa eomma? Mengapa dia ada disini? Apa dia tinggal disini?"
"Eomma~~ jawab aku"
"Kau pasti lelah kan sayang, kau juga harus tidur. Namanya Hyemi, Park Hyemi"
Eomma membuka kemeja ku yang masih terpakai dengan rapi dibadanku
"Tapi eomma harus menceritakkannya besok padaku, ne?"
Eomma mengangguk, aku langsung mencium pipinya dan masuk kekamarku
Donghae POV
Aku tidak bisa tidur karena masih memikirkan siapa wanita yang tidur disebelah kamarku sekarang.
Aku sudah bangun sejak jam tiga tadi dan sekarang beranjak menuju dapur karena ingin minum dan lagi-lagi jantungku hampir copot karena melihat seorang wanita sedang asik memasak di dapur kesayangan eomma ku, dan lagi-lagi dengan celana pendek dan menampilkan kaki yang mulus itu
"Siapa kau? Mengapa kau ada disini?"
"Ah, maafkan aku. Apakah kau Donghae-ssi?"
"Tentu saja. Kau siapa?"
"Hyemi imnida. Bangapta oppa"
Dia menundukkan kepalanya sebentar padaku
"Ne"
Aku meninggalkan nya dan kembali ke kamarku lagi, aku penasaran ia sedang memasak apa karena harum nya benar-benar menggodaku.
"Kau benar-benar lupa siapa itu Hyemi?"
Eomma berkali-kali menanyakan pertanyaan yang sama saat aku bertanya siapa itu Hyemi.
Aku ingin kembali ke dorm tapi aku tidak diperbolehkan oleh eomma karena harus sarapan dulu.
Hyemi POV
03.30 KST
Aku sudah bangun dari dini hari tadi, dan aku sudah minta ijin oleh ajhumma untuk menyiapkan sarapan. Aku merasa janggal jika tidak masak sehari pun, aku benar-benar menyukai masak. Mungkin keturunan dari eomma ku. Eomma ku adalah koki terhandal di dunia, masakan nya selalu enak. Appa dan aku tidak bisa lupa oleh masakan-masakan eomma ku yang sangat lezat itu.
Aku menyiapkan roti panggang dan susu. Karena ini masih pagi jadi aku hanya menyiapkan makanan seperlunya saja. Sebenarnya aku sedang menyiapkan beberapa bumbu untuk makan siang nanti.
Setelah siap semua aku beranjak ke meja makan untuk menyajikannya.
"Bisa aku bantu?"
"Ah, ahjumma. Aku bisa. Tidak apa-apa."
"Ah, harum sekali. Kau masak apa, Hyemi-ah?"
"Aku hanya sedang menyiapkan bumbu untuk makan siang nanti ahjumma"
"Kau ingin masak apa? Kau jangan repot-repot Hyemi-ah"
"Aniya ahjumma. Aku merasa aneh jika tidak masak. Aku sudah biasa jadi tidak apa."
Semua memandang aku dan makanan yang kubawa ke meja makan. Aku melihat kearah Donghae, dia memandangku dan juga piring yang kubawa. Aku tidak sanggup melihat wajah nya lama-lama, dia terlihat sangar sekali.
"Jadi kau hanya membuat ini?"
Ha? Apa maksudnya? Dia benar-benar sombong.
"Ya! Apa yang kau maksud Donghae-ah?"
Ahjumma membentak anaknya itu. Memang menyebalkan sekali anaknya yang satu itu.
"Tadi aku mencium di dapur harum sekali. Jadi kupikir masak apa, ternyata hanya roti."
"Jaga mulutmu."
"Tidak apa-apa ahjumma. Maaf, aku tadi sedang memasak bumbu untuk nanti siang."
"Oh begitu"
Ini hari pertama aku datang ke kampus, aku sedang menunggu Jiyoon. Dia teman dekatku di kampus ini dan karena kami bekerja satu tempat juga. Aku bekerja sambilan di toko roti, untuk membantu uang kuliah dan mengisi waktu luangku juga. Dan bisa menambah wawasan tentang makanan tentu saja.
"Bagaimana tentang rumah barumu Hyemi-ah?"
"Biasa saja. Istri Hyojoon ahjussi memang baik dari aku mengenalnya dulu"
"Mmm. Bagaimana tentang anaknya?"
Terlintas di pikiranku tentang Donghae yang sombong itu.
"Dia sombong."
"Namanya siapa? Apakah dia tampan?"
"Donghae. Lumayanlah dibandingkan dengan muka bos kita yang sok tampan itu"
Jiyoon menjitak kepalaku.
"Ya! Sakit!"
"Ah tunggu. Kau bilang siapa tadi? Donghae? Lee Donghae bukan?"
"Ne. Waeyo? Kau heboh sekali mendengar nama itu"
"Apa kau tidak punya televisi dirumah? Dia salah satu anggota boyband terkenal! Super Junior!"
"Oh itu. Ny. Lee sudah pernah bilang padaku juga bahwa anaknya itu salah satu member boyband terkenal itu. Lagipula aku tidak terlalu peduli dengan mereka, aku tidak sempat duduk didepan televisi menonton mereka semua. Mereka tampan tapi belum tentu baik."
"Ya! Kau ini. Donghae bagaimana? Apa dia baik?"
"Dia sombong."
"Waeyo?"
"Tadi pagi aku sedang memanaskan bumbu untuk makan siang dan wanginya harum sekali tapi saat sarapan aku hanya menyajikan roti. Dan ia berpikir aku ini tidak bisa memasak, dan hanya mampu memasak roti saja"
"Hahahah hanya karena itu. Tunjukkan bahwa masakanmu itu enak."
"Tentu saja aku akan menunjukkannya"
Donghae's House
11.30 KST
Kuliah memang melelahkan tapi memasak tidak. Pulang dari kampus aku langsung pulang dan ingin melanjutkan masakan ku. Rumah tampak sepi sekali tapi ada mobil di garasi, dan aku yakin itu bukan mobil HyoJoon ahjussi ataupun appa ku.
"Rumah dikunci tapi mengapa lama sekali dibukanya. Sebenarnya ada siapa didalam"
Sudah berkali-kali aku memencet bel tapi tidak ada yang membuka. Dan sampai akhirnya yang membuka adalah anak dari Hyojoon ahjussi, Donghae. Lagi-lagi aku bertemu dengannya. Terpaksa aku harus bersikap ramah padanya.
"Annyeong"
Dengan senyum yang kupaksakan aku menyapanya dan sial. Dia tidak membalas sapaan dan senyumku dan langsung masuk kedalam lagi.
Benar-benar menyebalkan. Aku tidak peduli lagi dengannya dan langsung pergi kekamarku mengganti pakaian, menguncir rambutku tinggi keatas. Dan langsung memakai celemek dan menyiapkan makan siang dengan bumbu yang sudah kusiapkan pagi tadi.
"Kau mau kemana?"
Dia berbicara padaku? Aku tidak peduli dan melanjutkan jalanku menuju dapur. Aku masih sakit hati karena tadi.
Aku memasak sop dan udang tepung. Sebenarnya itu adalah menu kesukaanku, apalagi karena eommaku sangat suka memasakkan itu untukku. Kuharap keluarga ini suka masakanku.
Semuanya sudah siap dan saat ingin kuantarkan ke meja makan jantungku hampir lepas dan untung saja sop yang berada di tanganku tidak terjatuh. Donghae sedang duduk di meja makan dan memandangku dengan tatapan yang tidak kuketahui artinya. Dan aku juga tidak tahu sejak kapan ia berada disana dan memandangiku yang sedang masak.
"Y-ya! Kau sejak kapan ada disitu? Mengejutkan saja!"
"Sejak kau tidak menjawab pertanyaanku"
Apa? Sejak aku tidak menjawab pertanyaannya? Berarti ia sudah duduk disitu dari awal aku mulai memasak. Ia benar-benar menyebalkan.
"Dasar tidak sopan"
"Siapa suruh kau tidak menjawab pertanyaanku tadi"
"Sekarang sudah tahu bagaimana tidak enaknya diacuhkan?"
"Mwo? Maksudmu?"
"Pikir saja sendiri"
"Ah. Cepat beritahu aku"
Dia bangun dari duduknya dan sekarang sudah berada disampingku yang sedang merapihkan meja makan dan sibuk bertanya apa yang kumaksudkan tadi.
"Cepat beritahu aku"
"Ahjumma mana?"
"Dia sedang di toko kami. Sebentar lagi pulang"
"Baiklah. Jika kau mau makan duluan silahkan. Aku ada urusan harus pergi lagi"
"Kemana?"
"Bukan urusanmu kan?"
"Kau tidak sopan. Aku lebih tua darimu."
"Ne ne. Mianhae"
Donghae POV
Dia benar-benar membuatku penasaran. Pembawaannya yang tenang saat memasak itu membius ku. Aku tidak habis pikir yeoja seumurnya pintar memasak dan mengolah bumbu sebanyak itu. Sekarang ia berada dikamarnya, apa boleh aku mencoba masakannya? Harumnya benar-benar membuatku tertarik.
"Apa aku boleh mencoba masakanmu ini?"
Aku teriak dari bawah sekeras mungkin agar terdengar olehnya.
"Ne!"
Ia teriak lebih keras dariku dan mengijinkanku. Kuambil mangkok dan mencoba sedikit dari kuah sop yang dibuatnya itu. Dan ternyata memang enak, sangat enak. Tidak terlalu asin dan tidak hambar juga, daging ayamnya terpotong sangat rapi dan sayuran nya juga. Ia membuatku kagum sekarang.
"Baiklah, aku pergi dulu."
"Ya! Mau kemana? Mari makan bersamaku."
"Mwo?"
"Cepatlah"
Hyemi POV
Ia mengajakku makan bersama? Ia tidak terlalu menyebalkan juga. Kuambilkan nasi dan air minum untuknya, ia benar-benar menyukai masakanku walaupun ia tidak mengatakannya tapi terlihat sekali dari senyumnya saat meminum kuah sop itu. Udang tepung juga tidak dilewatinya. Aku sampai lupa untuk membuat nasi ku sendiri.
"Ya~ mengapa kau tidak makan?"
"Aku belum lapar. Apa masakanku enak?"
"Tidak seburuk yang kukira"
"Huh. Apa maksudnya"
Ia menjawab sambil mengangguk dengan yakinnya. Aku seperti sedang mengikuti lomba menjadi chef dan ia jurinya.
"Kau sangat suka udang?"
"Ne. aku suka seafood."
Aku hanya mengangguk. Aku senang ia menyukai makananku.
"Kau mau kemana? Biar kuantar, aku juga ingin kembali ke dorm."
"Aniya. Tidak usah. Aku bisa naik bus"
"Kau ini keras kepala sekali. Dasar menyebalkan."
"Apa? Kau pikir kau tidak menyebalkan?"
"Tentu saja tidak"
"Annyeong!"
Suara Ny. Lee mengejutkan kami yang sedang berada di ruang makan. Donghae cuek dan tetap melanjutkan makan siangnya.
"Apa kalian sedang makan siang? Ya! Hyemi-ah, mengapa kau tidak makan juga?"
Kadang Ny. Lee cerewet tapi mengingatkan ku pada eomma ku yang lebih cerewet jika aku belum makan.
"Aku belum lapar ahjumma. Ahjumma mari makan"
"Ne ne. semua ini kau yang memasak Hyemi-ah?"
"Ne ahjumma. Tunggu sebentar aku ambilkan mangkok nya"
"Ah.. Ini enak sekali Hyemi-ah. Kau benar-benar pintar masak ya seperti apa yang dikatakan appa mu."
"Eomma cerewet sekali. Makan saja, jika tidak akan kuhabiskan semua."
Donghae menegur eomma nya dengan mulut yang masih penuh dengan udang tepung dan membuatku tertawa kecil.
"Ya! Kau makan banyak sekali Donghae-ah!"
"Dia saja tidak marah eomma. Sudahlah"
"Donghae sangat menyukai makananmu Hyemi-ah"
Ny. Lee menggodaku.
16.30 KST
Aku duduk di dapur toko roti tempatku bekerja sambil tersenyum sendiri. Dan alasanku tersenyum itu adalah namja yang bernama Donghae. Ternyata ia memang tampan, tapi jika tidak sedang menyebalkan. Dan wajahnya yang tenang itu membuatku nyaman memandangnya lama-lama. Aigo! Apa yang kupikirkan!
"Ya! Mengapa tersenyum sendiri?"
"Ya! Jiyoon-ah! Kau mengejutkanku saja."
"Dia sedang jatuh cinta!"
Yongjoon menimpali dan ikut menggodaku juga. Tunggu! Apa katanya? Aku jatuh cinta?
"Yongjoon-ah! Mengapa kau bisa mengatakan bahwa aku sedang jatuh cinta? Atas dasar apa?"
"Kau sedang melamun dan tersenyum sendiri. Itu tandanya."
"Kau ini seperti tidak pernah jatuh cinta saja."
Jiyoon menjitak kepalaku. Kata-kata Yongjoon membuat otakku berpikir keras.
"Jatuh cinta? Tidak penting! Sudah, aku mau bekerja!"
"Kau sering membuatku terdiam dan tersenyum sendiri karena tingkahmu, Hyemi. Apa aku juga jatuh cinta padamu?"
Author's POV
Yongjoon menyukai Hyemi dari awal bertemu sampai bekerja di toko yang sama. tingkahnya yang cuek membuat Yongjoon tertarik, dan keterampilannya dalam memasak nya juga membuat Yongjoon kagum.
Author POV End
21.30 KST
"Kau yakin tidak ingin kuantar pulang?"
"Ne. Waeyo? Kau mengkhawatirkanku? Aku sudah 19 tahun Yongjoon-ah"
"Kau seorang yeoja dan sekarang sudah malam"
"Aku bisa karate. Tenang saja hahaha."
"Kau ini."
"Aku tahu kau mengkhawatirkanku, tapi aku bisa pulang sendiri. Terima kasih Yongjoon-ah."
Yongjoon benar-benar cerewet hari ini, tidak seperti biasanya. Tapi aku senang dia memperhatikanku seperti itu.
04.30 KST
"Sudah memasak lagi?"
"A-ah. Ne. ahjumma sudah bangun"
"Ne. Jangan repot Hyemi-ah. Kau tamu dirumahku"
"Aku bukan tamu ahjumma. Aku menumpang disini, lagipula hanya sekedar memasak saja tidak merepotkanku"
"Ah. Kau keras kepala juga ya. Tapi gomawo Hyemi-ah"
Ahjumma mengatakanku keras kepala tapi sambil memelukku jadi tidak terlalu kumasukkan kedalam hati kata-katanya.
"Aku memang seperti ini eomma. Ne cheonmaneyo ahjumma. Donghae-ssi dimana?"
"Ada dikamarnya. Ia pulang jam 12 malam."
"Mwo? Apa dia selalu pulang semalam itu?"
"Aniya. Bahkan ia jarang pulang."
"Aneh sekali"
"Baiklah ahjumma bangunkan ia dulu"
Pagi ini aku menyiapkan omelette dan susu. Karena dirumah hanya ada aku, Donghae dan Ny. Lee, aku tidak terlalu repot membuatnya.
"Kau menyiapkan apa hari ini?"
Donghae mengejutkan ku lagi, dia duduk di meja makan dengan kedua tangannya yang diletakkan dibahwah dagunya dan bertingkah seperti anak kecil, tapi itu membuatku tersenyum sendiri.
"Aku menyiapkan omelette dan susu saja. Kan hanya untuk sarapan"
"Tapi aku mau yang lain"
"Kau mau apa? Nanti akan kubuatkan untuk makan siang"
"Kimchi? Ah, bagaimana kalo ramen? Tapi kimchi juga boleh"
"Jadi kau mau yang mana?"
"Kimchi saja. Tapi buatanmu sendiri ya."
"Baiklah. Siang nanti kau akan pulang?"
"Ne. aku akan menunggumu."
10.30 KST
Donghae's House
Sawi putih sudah, perasan air lemon sudah, bawang putih, gula pasir, cabai bubuk, garam, sudah. Ne! kecap ikan dan ebi udang juga sudah. Tinggal membuat saja.
Garam sudah kutaburkan pada setiap sawi dan kubiarkan agar meresap dan merata, agar benar-benar merata memang harus menunggu. Semua bumbu kumasukkan dan kucampur dengan sawi putih yang sudah merata dengan garam tadi. Dan kuletakkan di kulkas sambil agar semua bumbu yang kusiapkan merata dengan baik di setiap sawi dan tinggal menunggu Donghae pulang. Sebenarnya jika diletakkan selama satu hari rasanya akan lebih enak. Aku juga sudah menyiapkan jus strawberry agar dibawa ke dorm nya.
"Annyeong!"
Aku hampir terjatuh karena kaget mendengar suara Donghae yang datang dan mengejutkanku. Tapi aku langsung menyambutnya.
"Aku datang tepat waktu kan? Ini sudah waktunya makan siang."
"Ne. Letakkanlah tasmu dulu."
"Ne. Mana kimchi ku?"
Dia benar-benar tidak sabar dan langsung pergi ke dapur. Aku seperti tidak mengenalnya, karena saat pertama kali bertemu dengannya aku tidak melihat senyumannya yang seramah itu.
"Dimana kau meletakkannya? Aku sudah lapar Hyemi-ah"
"Ne ne"
Dia sudah duduk manis di meja makan dan siap menikmati kimchi yang khusus kubuatkan untuknya.
"Ini dia! Silahkan!"
"Ah! Terima kasih. Mari makan!"
'Ia benar-benar seperti anak kecil yang baru kali merasakan kimchi'
"Ya? Kau tidak makan?"
"Aku belum lapar."
"Ini sudah jam makan siang dan kau belum lapar? Aneh sekali."
"Tapi aku memang belum lapar"
"Cepat duduk dan makan bersamaku, aku tidak suka makan sendirian"
"Ini sudah kutemani kan?"
"Kau juga ikut makan bersamaku. Ya, coba kau rasakan ini? Enak sekali"
Ia menyelipkan sawi putih diantara sumpit nya dan mengarahkannya padaku. Ia mau menyuapiku! Ya Tuhan, mengapa aku grogi seperti ini. Apa-apaan ini.
"Cepat buka mulutmu"
"N-ne"
Aku menerima suapannya dan tersenyum padanya. Ia tersenyum lagi padaku dan bertanya apakah enak atau tidak dan dengan lembut aku mengangguk. Ia langsung melanjutkan makan siangnya.
"Kau benar-benar pintar memasak. Ini enak Hyemi-ah."
"Apa benar?"
"Ne. Aku tidak bohong. Terima kasih"
Lagi-lagi ia tersenyum padaku dengan tulus. Jantungku berdebar dengan kuat lagi. Aku memandangnya lagi, lebih lama. Ia tampan jika sedang tertawa.
Donghae POV
Aku menemani yeoja ini memasak untuk makan malam dirumah kami. Hari ini jadwal kami kosong, pemotretan diundur karena ada masalah dengan photographer nya dan aku senang. Aku tidak terlalu lelah untuk hari ini. Ia memakai celemek, mengikat rambutnya tinggi dan dengan cekatan memotong-motong daging yang akan dibuatnya steak, aku hanya bisa memandang punggungnya. Ia akan membuat steak untuk makan malam. Ia benar-benar membuatku kagum.
"Kau kuliah dimana?"
"Kyunghee University"
"Oh, sama dengan temanku berarti"
"Mwo?"
"Ah, aniya. Tapi kata eomma kau sering pulang malam? Apa kau mengambil jam kuliah yang malam?"
"Aniya. Aku bekerja"
"Mwo? Bekerja? Dimana?"
"Sebuah toko roti"
"Mengapa kau bekerja? Appa mu kan sudah termasuk orang sukses"
"Lalu? Aku ingin mengisi waktu luang dan belajar lebih dalam tentang masak walaupun hanya tentang membuat roti."
"Eomma mu dimana? Mengapa ia tidak ikut kesini?"
Ia terdiam. Ia tidak menjawabku. Apa dia tidak mendengarku? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?
"Hyemi-ah?"
"Ne"
Dia menjawab dengan lemas dan berbeda sekali. Aku berdiri dan menghampirinya. Dan ternyata ia menangis! Aku diam disampingnya dan tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku salah menanyakan sesuatu sepertinya.
"Hyemi-ah. Kau kenapa? Apa aku salah bicara tadi?"
"Aniya. Aku tidak apa-apa"
"Ada hal yang aku tidak tahu ne?"
"Eomma ku sudah tidak ada. Apa ahjumma tidak memberitahumu?"
"Omo.. Molla. Mianhae Hyemi-ah, aku benar-benar tidak tahu."
Kulihat ia memaksakan senyuman nya setelah aku minta maaf atas kelancanganku tadi. Aku masih berada disampingnya. Wajahnya datar, airmata masih ada di pipinya yang putih mulus itu. Jantungku berdebar kencang sekali. Apa ini. Aku seperti dibius saat melihat wajahnya.
"Jangan menangis"
Tanpa kusadari tanganku menyekat airmata yang turun dari matanya yang berwarna hitam itu. Ia diam. Wajahnya kaget.
"Jangan menangis lagi. Maafkan aku"
"Kau tidak salah"
"Tidak seharusnya aku bertanya tentang eomma mu."
"Gwaenchana"
19.00 KST
"Kau belum kembali ke dorm mu Donghae-ah?"
"Ah eomma sudah pulang. Aku ingin makan malam dirumah"
"Ah, kau menyukai makanan yang dibuat Hyemi. Eomma benar kan?"
Aku diam. Lidahku kelut dan tidak bisa menjawab. Aku baru menyadari bahwa aku jadi sering pulang kerumah semenjak Hyemi datang kerumahku. Dan karena makanannya yang memang enak itu.
"Aku rindu eomma. Apa aku tidak boleh datang kerumahku sendiri?"
"Ah bukan begitu sayang. Tapi tidak seperti biasanya"
"This is it! Steak ala Hyemi!"
Yeoja ini mengejutkanku dengan membawa hasil masakannya.
"Hyemi-ah… Kau benar-benar baik sekali, apa kau tidak lelah harus memasak terus?"
"Aku suka memasak. Jadi aku tidak lelah ahjumma."
"Tapi kau kuliah dan bekerja juga. Tentu saja kau lelah."
Kalimat itu tiba-tiba keluar dari mulutku karena aku bisa membayangkan betapa lelahnya harus kuliah sambil kerja.
"Tidak juga. Jika kita menyukai dan mencintai pekerjaan, seberat apapun, selelah apapun pasti akan menyenangkan. Dan usahakan selalu tersenyum setiap hari. Itu membuat perasaan lebih baik"
Nilai plus dariku untuknya. Ia bisa mengambil perhatianku dan membuatku memandangnya diam-diam. Wajahnya yang tenang, dan kalimatnya tadi benar-benar keluar dengan manis dari mulutnya. Wajah yang tampak sedih di dapur tadi sudah tidak tampak lagi.
"Aku bangga padamu Hyemi-ah"
"Terima kasih ahjumma. Kajja ! kita makan malam"
At Bread Love
"Kau kuliah sore Hyemi-ah?"
"Ne. Wae Yongjoon-ah?"
"Mau kuantar?"
"Ah aniya. Aku bisa naik taxi"
"Denganku saja."
"Aku tidak apa-apa."
"Hanya untuk ini Hyemi-ah. Mohon"
"Baiklah."
15.30 KST
Hyemi POV
Aku masih bingung dengan Yongjoon. Mengapa ia keras sekali ingin mengantarku ke kampus. Tapi tidak apalah, aku sudah terlalu sering menolak ajakannya untuk pergi bersama. Setelah meja dan laci roti kubersihkan, aku mengganti bajuku dan siap untuk ke kampus.
"Kau sudah siap?"
"Ne. Kajja"
Kyunghee University
"Ya! Kau lama sekali. Aku sudah lama menunggumu disini"
"Mian Jiyoon-ah. Hanya aku dan Yongjoon yang menjaga toko jadi agak sibuk. Kau sudah ingin pulang?"
"Ne, aku akan langsung ke toko. Fighting Hyemi-ah"
"Ne Jiyoon-ah"
Dosen ku tidak masuk hari ini dan kami hanya mengerjakan tugas yang diberikan. Membosankan sekali. Aku benci jika belajar tidak ada guru. Mereka seperti makan gaji buta saja.
18.00 KST
Masak apa ya malam ini. Ah, daging sapi iris saja. Pasti enak.
"Ya~ Hyemi-ah. Sedang apa?"
"Ah, aku sedang ingin masak untuk makan malam ahjumma. Ajhumma duduk saja, aku yang akan memasak semuanya. Tenang saja"
"Ah, kau baik sekali Hyemi."
"Ahjumma kan pasti lelah setelah pergi dari pagi, jadi biarkan saja aku yang memasak"
"Ne. terima kasih sayang"
Aku melihat sekeliling rumah. Sepi. Tidak ada siapa-siapa lagi selain aku dan ahjumma. Kemana Donghae itu? Apa ia tidak pulang malam ini?
"Dimana Donghae-ssi?"
"Ah itu.. Dia di dorm nya sekarang, jadwalnya penuh hari ini. Waeyo Hyemi-ah?"
"Aniya ahjumma."
"Selamat makan ahjumma! Silahkan langsung dimakan saja"
"Ne ne. Wah harum sekali. Seharusnya Donghae ada disini, ini pasti lezat"
Tiba-tiba aku teringat lagi padanya. Apa ia sesibuk itu sehingga tidak bisa pulang malam ini? Biasanya jika aku sedang memasak didapur ada yang sibuk bertanya apa yang akan kumasak, bumbu yang kumasukkan apa saja, menanyakan semua hal yang ia tidak tahu. Tapi tadi sunyi sekali didapur, tidak ada yang cerewet bertanya padaku. Tidak ada yang duduk manis di meja makan menunggu masakanku siap.
Ya! Apa yang kau pikirkan Hyemi!
"Apa kau rindu pada Donghae?"
GLEK. Lidahku kelu. Mengapa ahjumma bertanya itu
"Ah, aniya ahjumma."
"Antarkan saja makanan ini ke dorm super junior"
"Mwo?"
"Ne. Tidak apa-apa."
"Ah, tidak usah ahjumma"
"Mmm. Aku juga rindu pada Donghae anakku. Padahal baru sehari saja ia tidak pulang secara rutin lagi tapi aku sangat merindukannya. Ia benar-benar sosok yang mudah dirindukan Hyemi-ah"
"Dia juga pasti rindu rumah dan rindu pada ahjumma. Tapi jadwal dan karir nya juga harus dipikirkan kan ahjumma."
"Ne. Itu impiannya dari dulu. Jadi ahjumma mendukungnya secara penuh"
"Begitu ya"
"Ne. Kajja kita lanjutkan makan malamnya!"
TBC –
Silahkan yang mau review, ditungguya. Ga dilarang kok ^^
Tunggu chapter selanjutnya ya ^^
