Disclaimer: Persona series milik Atlus
HI GUYS! Saya Author baru dan ini fic pertama saya jadi mohon bantuannya. Cerita ini mengisahkan khayalan saya 1 tahun setelah event Izanami di Persona 4. Silakan Membaca!
Attention:OC, Sedikit OOC, Sedikit CrossHover, dan Sedikit Gaje!
Persona 5: Way to Freedom
Chapter 1:
Man Who Chew Gum
Selasa, 9 April 2013:
Kereta itu melintasi sebuah terowongan yang transparan. Di salah satu gerbongnya terlihat seorang pemuda yang memakai jaket hijau, kaos oblong kuning, celana jeans hitam,berkulit putih, bermata hijau muda, wajahnya dan rambutnya yang berwarna merah tua persis Noctis di FF XIII Versus atau sekarang berubah nama menjadi FF XV.
Pemuda itu terlihat sedang memandangi jendela yang menyediakan pemandangan keadaan dalam laut yang indah terlihat di dinding terowongan kecil transparan itu sambil terus mengunyah permen karet dan sesekali membuat balon besar dari mulutnya selama perjalanan dan tidak lama terdengar suara…
Sebentar lagi kereta akan sampai di stasiun Mihagakura. Harap para penumpang menyiapkan barang-barangnya masing-masing.
Saya Ulangi….
Pemuda tersebut pun menyiapkan barang-barangnya dan bersiap untuk turun dari kereta. Keretapun berhenti dan para penumpang keluar satu-persatu dari beberapa pintu gerbong tak terkecuali pria berambut merah tua tadi.
Mihagakura Undersea Station, Evening:
Pemuda tadi pun keluar dari kerumunan orang ramai dan celingak-ceilinguk terlihat seperti mencari seseorang sambil masih mengunyah permen karetnya. Kemudian pemuda itu pun dihampiri oleh pria dewasa yang berumur sekitar 40 tahunan dan seorang gadis berambut merah kecoklatan sebahu yang kelihatannya masih kuliah.
"Apa kau Kyuya?" Tanya pria paruh baya tersebut. "Ya, aku Kyuya Futaba." Balas pemuda yang terus mengunyah permen karet.
"Ayolah, jangan telalu formal. Aku kan ayahmu." Kata pria itu
"KYAAA, Kyuya! Kamu sekarang sudah besar!" kata gadis yang berada disampingnya yang segera mencubit pipi Kyuya.
"A-a-a-aduh" kata Kyuya yang dicubit pipinya yang memerah entah karena dicubit atau malu atau kedua-duanya. Gadis itu pun melepaskan cubitannya dan bertanya "Apa kau masih ingat denganku?'
Kyuya pun menjawab "Aku juga kaget ibu mengatakan bahwa ayahku masih hidup dan aku juga memiliki nee-san, dia mungkin tidak akan mengatakan sesuatu dan menyuruhku tinggal disini jika dia tidak ada urusan di luar negeri."
Mereka bertiga pun diam untuk beberapa saat. "Baiklah, simpan pertanyaan untuk nanti. Sekarang ayo kita pulang." Kata pria paruh baya tersebut memecah keheningan.
"A-Anu." Kata Kyuya
"Ada apa?" Tanya gadis berambut merah.
"Aku ingin tau siapa nama kalian berdua sebab ibu tidak memberitahukannya."
"Namaku Ryotaro Dojima dan ini putriku Nanako…..*Author dibacok*
"WOI! ITU LAIN CERITANYA LAGI AUTHOR SONGGONG! (Kyuya)
"Eh…. salah orang ya?"(Author pura-pura bego*Dikeroyok Dojima FC plus Nanako FC*)
"Sudah tahu salah masih diketik!"(Kyuya)
"HEI! JANGAN CULIK ADIKKU TERSAYANG! (seorang pemuda berambut mangkok seperti anggota boyband berwarna perak tiba-tiba muncul!)
"WOI! SIAPA JUGA YANG NGAMBIL ADIK LO! TUH AUTHOR BEGO YANG NGETIK SEMBARANGAN! LAGIAN KENAPA LO DICERITA GUE!" (Kyuya)
"Benar tor?(pemuda berambut mangkok yang pastinya sudah kita ketahui siapa)
Ga kok. Dia aja yang nuduh ane. (Author Poker Face)
"EMANG LO KAN YANG NGE-*Kyuya di Myriad Truth*
"Ke-kenapa…. Gue yang kena?"(Kyuya yang tersandar di tembok habis mental 5 meter)
"Habis lo mukanya mirip Adachi."(Pemuda berambut perak kesayangan kita semua)
"HAH!" (Kyuya dengan tanda marah). LU BANDINGIN GUE SAMA ADACHI GEMBLENG! GUE INI MIRIP TOKOH UTAMA FINAL FANTASY XV TAU! RASAIN NIH KELUARLAH ART-*Kyuya ditendang Author*
JANGANNNN! NGAPAIN LO MAU NGELUARIN ULTIMATE PERSONA LO DI CHAPTER 1!(Author)
Daripada tambah gaje lebih baik kita ralat:
"Namaku Masamoto Akifune. "Kata pria paruh baya itu."
"Dan nee-san mu yang paling cantik ini namanya Haruka Akifune." Kata gadis berambut merah kecoklatan sebahu disampingnya.
Setelah itu mereka bertiga keluar dari stasiun bawah laut itu dan mulai menuju ke…
Tsufukiya Apartement, Nighttime:
Di sebuah ruangan apartemen yang terbilang sangat luas itu, terlihat tiga orang sedang duduk di sebuah meja makan bergaya Eropa dan sambil menyantap makanan yang ada sampai seseorang memulai percakapan.
"Jadi, bagaimana perjalanmu kesini." Tanya Haruka.
"Tidak terlalu membosankan. Mungkin karena itu pertama kalinya aku naik kereta jalur bawah laut." Kata Kyuya.
"Bagaimana keadaan ibumu?" Tanya Masamoto.
"Entahlah… Dia orang yang suka menyibukkan diri." Kata Kyuya menghela nafas.
"Tidak berubah ya…." Kata pria paruh baya itu pelan sambil sedikit tersenyum.
"Apa katamu tadi?" Tanya Kyuya yang tidak sengaja mendengar suara yang tidak jelas.
"Oh… Bukan apa-apa. Lebih baik kita lanjutkan makan malamnya." Kata Masamoto. Mereka bertiga pun melanjutkan makan malamnya dan setelah selesai Masamoto menyuruh Haruka untuk membantu Kyuya membersihkan kamar yang akan ditinggali adiknya tersebut mulai hari ini. Sedangkan Masamoto keluar untuk kembali ke kantornya yang setelah itu Kyuya dan Haruka masuk ke kamar yang cukup luas yang akan menjadi kamar Kyuya.
Jam menunjukan pukul 20.09. Kyuya dan Haruka pun baru selesai membersihkan kamar itu. "Akhirnya selesai juga." Kata Haruka sambil menyeka keringatnya. "Haruka-nee, ada yang ingin kutanyakan." Kata pemuda berambut merah tua itu setelah membuat balon dari permen karet yang dikunyahnya itu pada gadis berambut merah kecoklatan di sampingnya.
"Apa?" Tanya Haruka penasaran.
"Kenapa ayah dan ibu sampai bercerai?" Balas Kyuya.
Mendengar kalimat itu pun raut wajah Haruka berubah menjadi sedih dan berkata dengan mata sedikit berkaca-kaca "Aku juga tidak terlalu ingat sebab umurku waktu itu baru 5 tahun. Tapi yang aku ingat mereka selalu bertengkar saat bertemu dan entah karena apa juga aku tidak ingat sebabnya. Kemudian mereka berdua pun sepakat untuk bercerai dan ibu mengasuhmu yang masih bayi sedangkan ayah yang mengasuhku."
"Oh, maafkan aku nee-san bertanya yang tidak-tidak." Kata Kyuya dengan perasaan bersalah
"Tidak apa-apa. Sudah seharusnya kau tau." Kata Haruka sambil mengusap kedua matanya yang berair dan mulai berjalan meinggalkan Kyuya "Kau pasti lelah sehabis perjalanan, jadi lebih baik kau istirahat saja." Kata Haruka yang sudah ada di daun pintu.
"Ya, dan kau juga beristirahatlah." Balas Kyuya.
"Ya, selamat malam." Kata Haruka sambil menutup pintu kamar Kyuya.
Kyuya pun membuang permen karet yang dari tadi dikunyahnya dan segera naik ke atas tempat tidurnya untuk mengistirahatkan badannya yang memang sudah lelah dari perjalanan panjang tadi dan beberapa saat kemudian sudah tertidur dengan pulas.
Unknown Place:
Tidak lama setelah tertidur Kyuya sudah terbangun dan duduk di sebuah ruangan yang berwarna sangat biru dan didepannya sudah ada meja bundar yang sangat besar persis seperti meja yang biasanya ada diruangan rapat tempat orang-orang perusahaan besar berdiskusi bisnis mereka. Didepannya terlihat seorang pria tua dengan hidung seperti Usop cuma sedikit lebih panjang atau Pinokio cuma sedikit lebih pendek yang mengenakan tuxedo hitam sambil melipatkan tangannya di meja besar tadi dan seorang wanita cantik berambut perak lurus yang sangat panjang dan bermata merah keemasan mengenakan dress party mewah berwarna biru tua.
"Welcome to the Velvet Room young man….. khuhkukhu…." Kata pria berhidung panjang tersebut. "Ah, sepertinya aku kedatangan lagi satu tamu dengan takdir yang sangat menarik." Lanjutnya.
"Dimana ini, apakah ini mimpi?" Tanya Kyuya penasaran.
"Khukhu… Benar. Aku memanggilmu kesini melalui mimpimu dan tubuhmu sedang tertidur dengan lelap di dunia nyata." Kata pria berhidung panjang."Tapi tenang, beberapa waktu nanti kau bisa kembali sesuka hatimu kesini." Lanjutnya lagi.
"Siapa kalian sebenarnya?" Tanya Kyuya penuh dengan rasa penasaran.
"Namaku Igor, dan yang duduk disamping sana adalah asistenku, Ophelia." Kata pria bernama Igor tersebut memperkenalkan dirinya dan wanita berambut perak yang duduk di sebelah kanan meja.
"Senang bertemu denganmu." Kata wanita berambut perak panjang lurus itu.
"I-Iya, senang juga be-berkenalan dengan m-mu…." Kata Kyuya dengan wajah merona setelah disapa oleh perempuan yang lebih cantik dari kakaknya itu. *Author di Rider Kick Haruka tapi yang kena Kyuya.*
"Dan karena aku sudah memperkenalkan diriku maukah kau memberitahu namamu?" Kata Igor kepada Kyuya
"Namaku Kyuya Futaba. Dan apa yang kau maksud dengan takdir menarik yang akan menungguku?" Tanya Kyuya pada Igor dengan sangat penasaran.
"Ah…. Benar, kalau begitu aku akan meramalmu dulu." Kata Igor sambil mengeluarkan satu deck kartu tarot yang dikira Kyuya Deck Cardfight! Vanguard itu.*Dibanting Bushiroad*
"Huh? Meramal pakai kartu Vanguard?" Kyuya berkata di dalam batinnya dengan heran sambil sweatdrop.*Di Persona Blast Toshiki Kai pakai DOTE*
Igor pun kemudian meletakkan kartu itu dan kemudian meletakkan tangannya di atas di atas deck itu tanpa menyentuhnya. Tiba tiba saja tiga kartu melayang dari atas deck dan tersusun rapi secara horizontal.
Igor pun membuka kartu yang di kiri dan berkata "The Fool, artinya kau mempunyai perjalanan yang sangat panjang."
'Perjalanan panjang? Aku tidak mengerti." Kata Kyuya.
Igor berkata padanya. "Diam dulu dan dengarkanlah. Ramalannya belum selesai." Igor lalu membuka kartu yang ditengah kemudian tersenyum dan berkata "The Magician, artinya kau memiliki tekad yang kuat dan tak tegoyahkan untuk mencapai akhir tujuanmu."
"Sepertinya yang dipakainya bukan deck Vanguard." Kata Kyuya dalam batinnya lagi.*Kali ini di Limit Break Aichi Sendou pakai Platina Ezel*
"Dan yang terakhir." Kata Igor sambil membuka kartu yang ditengah dan berkata "The Judgement, Ini artinya kau akan dihadapkan pada suatu keadaan dimana akhirnya nasib umat manusia berada di tanganmu."
"Tu-Tu-Tunggu dulu! Apa maksudnya nasib umat manusia berada ditanganku pada akhinya?" Tanya Kyuya dengan wajah kaget sekaligus penasaran.
"Jawaban itu harus kau cari sendiri." Kata Igor dan melanjutkan perkataannya. "Till we meet again…"
Cahaya putih terang pun langsung menyilaukan pandangan Kyuya dan kemudian seketika membuka matanya dan menemukan dirinya berada di sebuah ruangan….
Rabu, 10 April 2013:
Tsufukiya Apartement, Early Morning:
Pemuda berwajah dan berambut mirip Noctis namun hanya warna rambut merah tuanyalah yang membedakan mereka itu pun bangun bersamaan dengan bunnyi alarm yang sudah disetelnya.
Kyuya kemudian mematikan alarmnya dan duduk di kasurnya. "Mimpi itu apakah benar-benar akan menjadi kenyataan?" Katanya dalam hati. Dan dia pun langsung bangun dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah barunya.
Setelah siap dan memakai seragam dengan rapi, Kyuya keluar dari kamarnya dan melihat Haruka yang sudah menyiapkan makanan untuk dua orang di meja makan.
"Nee-san, Ayah mana?." Kata Kyuya pada Haruka sambil menuju meja makan. "Oh, dia baru saja pergi bekerja." Balas Haruka.
"Kalau boleh Tanya memangnya apa pekerjaannya? Kata Kyuya Penasaran dan Haruka langsung berkata "Dia bekerja sebagai kepala Proggraming di Narukami Corp cabang kota ini." Oh, Perusahaan Teknologi terbesar di negeri ini." Kata Kyuya datar sambil duduk di depan meja makan mengahadap makanan yang dimasak Nee-sannya.
"Ya, dan kenapa kau tidak merasakan makananku." Kata Haruka pada Kyuya yang sudah menunggu kata-kata Nee-sannya itu. "Itadakimasu" Kata Kyuya dan langsung menyantap makanan di depannya dan kemudian tersenyum. "Masakanmu enak." Kata Kyuya yang masih datar dan melahap makanan itu dengan nikmat dan Haruka yang mendengarnya pun terseyum gembira.
Aoyama Bussiness District, Early Morning:
Pemuda berambut merah tua terlihat berjalan di sebuah tempat yang memiliki banyak gedung dan perusahaan. Terlihat di situ gedung yang paling besar di antara gedung lainnya yang memiliki tulisan besar di atas gedungnya yaitu "Narukami Corp." Tetapi bukan tempat itu yang menarik perhatiannya melainkan sebuah lapangan yang sangat luas tetapi tidak ada apa-apa disana namun diberi garis polisi.
"Apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu?" Kyuya berkata dalam batinnya dengan heran. Kyuya pun mengalihkan pandangannya ke sebuah peta yang digambar oleh Haruka dan menjauhi Distrik Aoyama kemudian berjalan ke suatu jalan yang ditunjukan oleh peta tadi. Tak beberapa lama kemudian sampailah pemuda mirip Noctis tersebut ke sebuah gedung yang memang tujuannya.
Kusagawa High School, Early Morning:
Terlihat sebuah gedung megah dan besar dengan pagar yang kokoh juga halaman yang sangat luas itu. Kyuya yang berada didepannya takjub sampai balon yang dibuatnya dari permen karet pun pecah hingga menutupi mulutnya dengan gedung sekolah yang terlihat sangat besar dibandingkan sekolahnya yang lama.
Kyuya masuk ke dalam gedung sekolah itu setelah membersihkan mulutnya dan membuang permen karetnya dengan wajah tak tega dan berteriak histeris dalam batinnya "TIDAK! ITU PERMEN KARET TERAKHIRKU!." Sambil berjalan gontai sampai didepanya terlihat ruangan yang diatasnya bertuliskan "Kantor Guru." Pemuda berambut seperti landak berwarna merah tua itu pun masuk ke ruangan itu dan menoleh kesana-kemari sehingga seseorang mengahampirinya dan berkata….
"Ada perlu apa kau kesini?" Kata pria yang terbilang masih muda, berambut gondrong, dan terlihat seperti model coverboy, memakai kemeja putih dan berdasi, dan memakai celana panjang biru.
"Permisi, namaku Kyuya Futaba dan kemarin baru mendaftar di sekolah ini. Kata Kyuya sambil menundukan kepala.
"Oh, Kau murid baru itu. Namaku Hiroshi Girai dan kebetulan aku adalah wali kelasmu. Mari kita langsung saja ke kelas karena pelajaran akan dimulai." Kata pria itu sambil mengenalkan diri pada Kyuya.
Kyuya pun mengangguk dan segera mengikuti Pak Hiroshi menuju lantai tiga dan sampailah mereka di depan ruangan yang bertuliskan "Kelas 2-D" dan kemudian dimasuki Pak Hiroshi.
"Anak-anak harap tenang. Bapak hari ini akan mengenalkan seorang murid baru." Kata Pak Hiroshi menenangkan para remaja di depannya yang kemudian berpaling kearah Kyoya. "Masuklah dan perkenalkan dirimu."Katanya.
Masuklah pemuda berambut landak itu kemudian mengenalkan dirinya "Nama saya Kyuya Futaba, 16 Tahun." Kata Kyuya santai.
Terlihat beberapa murid terutama murid-murid perempuan yang berbisik sambil melirik Kyuya. Pak Hiroshi pun kembali berbicara "Ah, karena pelajaran hendak dimulai silahkan duduk di….." Pak Hiroshi kemudian menghentikan perkataannya sambil melihat kesana kemari dan kembali berkata "Nah disana di sebelah Yanami." Sambil menunjuk kursi kosong disebelah anak berambut biru langit seperti Fukai Ao di Eureka Seven AO cuma lebih panjang, bermata coklat muda, memiliki wajah persis seperti Ouma Shu di Guilty Crown, memakai jaket hitam lengan panjang dengan garis-garis orange.
Kyuya pun segera duduk di dekat anak itu dan anak itu pun langsung menyapa dan memperkenalkan dirinya pada Kyuya "Futaba kan? Namaku Shou Yanami, salam kenal."
"Salam kenal juga Yanami-san." Kata Kyuya dengan formal. "Panggil saja Shou dan jangan pakai -san dan sebagai gantinya aku akan memanggilmu Kyuya." Kata anak itu sok akrab.
"Baiklah." Kata Kyuya singkat dan kembali fokus ke pelajaran.
Tak terasa waktu sudah mengatakan saatnya pulang sekolah. Kyuya pun menyiapkan segala barang-barangnya dan Shou pun menepuk pundaknya "Hei pulang sama-sama yuk. Tapi kita ke suatu tempat dulu." Kata Shou kepada Kyuya.
"Baiklah. Lagipula aku belum mengenal kota ini dengan baik." Balas Kyuya.
"Hei Shou!" Kata seorang gadis bermata biru muda, berambut ponytail berwarna coklat vanili, memakai stocking panjang, dan sebuah syal putih di lehernya yang kedua tangannya berada di pinggang pada Shou.
"A-Ada apa Miho?" Kata Shou yang memasang wajah was-was.
"Kau ingat janjimu beberapa hari lalu." Tanya gadis yang dipanggil Miho itu pada Shou dengan wajah jengkel.
"Oh, I-Itu. Ma-maaf Miho aku lu-lu-lupa." Kata Shou dengan wajah gugup.
Miho yang kelihatan sangat marah kemudian berteriak pada Shou. "APA! LALU BAGAIMANA DENGAN NASIBKU! SEBAIKNYA KAU PERBAIKI LAPTOPKU YANG TELAH KAU RUSAK!"
Shou lalu dengan wajah ketakutan lalu bersujud di depan Miho sambil berakata "Ampun Miho! Aku akan melakukan apapun untukmu! Apapun!" Kyuya yang melihatnya pun langsung sweatdrop.
"Apapun?" Tanya Miho yang amarahnya agak reda yang lansung dibalas Shou dengan muka pucat pasi "Ya, apapun…."
"Kalau begitu kau harus mentraktirku es krim di Tres Bien." Kata Miho sdengan senyum yang manis sehingga wajah Shou yang awalnya pucat menjadi memerah dan lega. "SETIAP HARI SELAMA SETAHUN PENUH!" Teriak Miho tiba-tiba sambil mengubah senyum bidadarinya menjadi senyum setan yang otomatis menyebabkan Shou makin shock berat dan juga otomatis membuat Kyuya sweatdrop lagi.
"B-Baiklah, dan hei Miho perkenalkanlah dirimu pada Kyuya…" Kata Shou sambil menunjuk Kyuya disampingnya dengan lesu.
"Oh iya. Perkenalkan namaku Miho Asuka. Panggil saja Miho." Kata Miho kepada Kyuya. "Iya, Miho-san dan panggil saja aku Kyuya."
"Nah kalau begitu ayo Shou kita ke Tres Bien!" Kata Miho pada Shou yang mukanya terlihat sangat lusuh."Kau juga ikut kan Kyuya…." Tanya Shou dengan lemas.
"Mungkin tidak jika tempat itu tidak menarik." Jawab Kyuya datar yang membuat Shou tambah khawatir jika uangnya kurang dan tidak ada orang untuk dipinjami uang. "Sebenarnya tempat apa itu?" Kata Kyuya yang tetap datar.
"Itu adalah toko makanan manis seperti permen, es krim, dan gulali." Jawab Miho dengan ceria yang langsung dibalas Kyuya "Apa permen karetnya?" Lalu Miho pun mengangguk sambil tersenyum.
"Tunggu apa lagi! Cepat kita kesana!" Jawab Kyuya dengan sangat semangat sehingga membuat Shou & Miho sweatdrop.
Tres Bien, After School:
"Ahhh…. Nikmatnya!" Gumam Miho sambil menikmati es krim strawberry caramelnya yang tentu saja mahal dan membuat uang Shou hampir habis.
"Tentu saja nikmat….. Dimana-mana yang gratis itu nikmat…." Keluh Shou yang dari tadi hanya melihat dompetnya yang hampir kosong. Kyuya pun hanya bisa melihat pemuda berambut biru langit itu pun dengan kasihan sambil meniup permen karet yang baru dibelinya.
"Hei dari tadi kau terlihat senang sekali, padahal itu cuma permen karet." Kata Shou kepada Kyuya.
"Itu karena permen karet adalah cemilan paling unik di dunia! Dimana lagi ada makanan yang bisa dibuat jadi balon!" Jawab Kyuya yang bersemangat sambil mengacungkan jempolnya sambil kembali membuat balon dari permen karetnya sehingga membuat Shou dan Miho sweatdrop.
"Kalian terlihat dekat sekali. Apa kalian pacaran?" Tanya Kyuya setelah menghisap balonnya kembali ke mulut dengan muka datar.
Dan seketika juga pipi Miho dan Shou menjadi merah dan langsung mejawab kompak "Dia bukan pacarku!"
"Kenapa kalian sepertinya akrab sekali? Apa hubungan kalian?" Tanya Kyuya lagi dengan muka penasaran.
"Keluarga kami dekat dan kami adalah teman dari kecil…." Jawab Shou yang dengan muka yang masih sedikit memerah.
"Oh…. Itu membuat penasaranku hilang." Kata Kyuya.
"Tapi apa kalian tahu tentang rumor yang belakangan ini muncul?" Kata Miho mengalihkan topik kepada kedua pria yang ada dihadapannya. "Rumor apa?" Tanya kedua pria itu serempak.
"Tentang tanah lapang besar di Distrik Aoyama itu." Kata Miho dengan wajah sedikit takut. "Memangnya kenapa dengan tempat itu? Tanya Shou penasaran.
"Belum lama ini ada seseorang yang sedang mabuk saat melintasi tempat itu menyaksikan sebuah bangunan megah dan misterius muncul dari bawah tanah dengan aura mengerikan dan dia pun menceritakannya pada teman-temannya sehingga rumor itu cepat menyebar ." Kata Miho kepada dua pria itu.
"Hei! Yang benar saja! Dia itu mabuk! Masa kau percaya terhadap hal yang begitu! "Kata Shou sambil kesal.
"Tunggu dulu, ceritanya belum selesai." Kata Miho yang langsung melanjutkan ceritanya "Sekelompok orang kemudian mencoba membuktikan cerita orang mabuk tadi dan…." Kata-kata Miho tiba-tiba berhenti.
"Dan apa?" Tanya Kyuya yang langsung disambung Shou "Ayolah, jangan membuat orang penasaran."
"Orang-orang itu ditemukan disana tapi tatapan mereka kosong, seperti zombie namun tidak melakukan apa-apa, dan kalaupun mereka bicara hanya ada dua kata yang mereka ucapkan…." Ucap Miho dengan ekspresi ketakutan dan menundukan kepalanya.
"Apa itu?" kata Kyuya dengan datar dan penasaran.
"PATUHI ATURANNYA!" Kata Miho sambil mengangkat kepalanya menatap Shou dan Kyuya yang dari tadi mendengarkannya dengan wajah tegang.
"Patuhi aturannya? Apa maksudnya dari kata itu?" Shou kemudian bertanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Miho pun menggelengkan kepalanya dan meja yang ditempati mereka bertiga pun terasa hening sesaat. Kemudian terdengar salah satu dari mereka berbicara.
"Bagaimana kalau kita buktikan rumor itu!" Kata Shou dengan semangat. Spontan Miho sangat kaget dengan usul dari Shou sementara Kyuya dengan santainya kembali membuat balon dari permen karetnya.
"SHOU! Kau lihat apa yang terjadi dengan mereka yang membuktikannya kan? Apa kau ingin berakhir seperti mereka?" Kata Miho sambil berteriak dan berdiri membuat perhatian orang-orang disekitarnya tertuju pada mereka.
Miho pun meminta maaf pada orang-orang di sekitarnya dan kembali duduk."Aku tidak percaya dengan cerita hantu seperti itu, sama seperti cerita anehmu yang sebelum-sebelumnya contohnya ada saudara Nessie di Danau Chitori." Kata Shou pada Miho dengan kata Nessie yang bernada sedikit tinggi.
"Sa-saudara Nessie. Nessie yang di Loch Ness kan?" kata Kyuya sambil sweatdrop menatap Miho.
"I-i-itu lain lagi ce-ceritanya dan itu tidak nyata aha…ha…haha.." Kata Miho tersenyum sambil sedikit menjulurkan lidahnya dan menggaruk-garuk kepalanya yang kali ini tidak hanya membuat Kyuya namun juga Shou yang sweatdrop memandang gadis berambut.
"Kau bilang waktu itu juga sangat nyata dan kita juga waktu itu menunggu makhluk itu muncul namun yang kita dapat hanyalah masuk angin." Kata Shou tajam kepada Miho
"Ehehehe…. Maaf waktu itu juga aku bilang nyata ya…. Aku lupa." Jawab Miho dengan terkekeh-kekeh.
"Ah, sudahlah kembali ke rencana kita tadi. Kita berkumpul di Distrik Aoyama. Kalian bisa kan?" Kata Shou dengan kembali bersemangat.
"Tidak masalah." Kata Kyuya yang masih asyik mengunyah permen karetnya.
"A-aku tidak mau, aku nanti malam sakit perut." Kata Miho tersenyum kecil.
"Kau takut kan?" Kata Shou dengan wajah yang menantang.
'Si-siapa bilang aku takut!" Kata Miho dengan nada meninggi.
"Kau itu cari alasan yang masuk akal sedikit dong! Masa sakit perut direncanakan!" Kata Shou tak mau kalah.
Dengan pipi merah Miho pun berteriak "ITU BENAR! KAU PUAS! AKU MEMANG TAKUT!" Teriakan Miho kembali memancing perhatian orang-orang kepada mereka dan membuat ketiganya hanya bisa sweatdrop.
Miho pun duduk tertunduk dengan lemas dan Shou pun berkata "Baiklah kau boleh tinggal…" Kata pemuda biru langit itu dengan senyum manisnya sehingga membuat wajah gadis itu memerah dan lega.
"ASALKAN KAU MELUPAKAN SOAL MENTRAKTIRMU ES KRIM SELAMA SETAHUN!" Teriak pemuda biru langit itu sambil mengubah senyum menawannya menjadi senyum setan sehingga membuat gadis itu menjadi lebih shock plus lagi-lagi menarik perhatian orang-orang disekitarnya.
"Dé-Déjàvu!" Kata Kyuya dalam hati sambil sweatdrop sementara kedua orang yang dihadapannya meminta maaf lagi.
"Jadi, Bagaimana? Ikut atau tidak?" Tanya Shou dengan ekspresi kemenangan karena baginya keduanya adalah hal yang sangat mengguntungkan.
"Aku ikut….." Dengan wajah yang lemas karena ancamannya dibalikkan menjadi senjata bagi Shou.
"Oke kita berkumpul pada Distrik Aoyama pada jam 11.30 malam!" Kata Shou dengan semangat.
Aoyama Bussiness District, Midnight:
Terlihat seseorang membawa senter sambil berlari kencang di gelapnya malam. Pemuda berambut merah yang masih mengenakan seragam sekolah itu pun akhirnya bertemu dengan seorang lelaki berambut biru langit dan seorang wanita berambut ponytail cokat vanili.
"Kau ini lama sekali! Sebenarnya ada apa?" Tanya Shou pada Kyuya yang baru saja tiba.
"Maaf, aku ketiduran dan saat aku bangun sudah hampir tengah malam." Kata pemuda tersebut dengan santai sambil mengunyah permen karet.
"Ya sudah, lebih baik ayo kita segera ke situ." Kata Miho yang dari tadi berlindung di belakang Shou.
Berjalanlah mereka ke tempat yang ditunjuk oleh Miho dan tempat itu memang seperti tanah lapang biasa tetapi anehnya diberi garis kuning oleh para polisi agar jangan dimasuki.
"Ada garis polisi disini. Lebih baik kita pulang Shou!" Kata Miho dengan nada memaksa.
"Tenanglah tidak akan ada yang melihat selain kita." Kata Shou sambil melangkah mendekati garis itu dan ingin melewatinya. Namun baru ingin mengangkat garis itu tiba-tiba tanah bergetar dan terjadi sebuah gempa di tempat itu dan muncullah dari bawah tanah lapangan kosong yang luas itu sebuah kastil megah yang sangat besar dan puncaknya yang sangat tinggi. Ketiga orang tersebut pun sangat terkejut dengan apa yang barusan mereka lihat…
To Be Continued
Terima kasih karena mau membaca fic ini untuk saya. Saya harap anda semua terhibur oleh fic saya ini. Apabila ada kesalahan kata-kata dan informasi mohon maaf dan maklum karena saya masih pemula. Maka dari itu saya mohon dengan sangat untuk review anda semua dan sekali lagi terima kasih.
