The Blue Rose

Dunia ini selalu terdiri dari keseimbangan, keteraturan, dan kecocokan. Di zaman dulu saat dunia masih kacau, brutal, chaos. Fraksi – fraksi berperang, saling membantai, saling menghancurkan. Di tengah kekacauan itu , sebuah organisasi yang mengikuti aliran keseimbangan , perguruan ninja, Kinkou, di bawah Naungan Dewa-Dewa Jepang. Sebagian dari mereka ada yang menyamar, ada yg secara langsung, kemudian membunuh korbannya, entah dari organisasi, fraksi, atau ras apapun itu. Di Mata mereka tidak ada yang namanya Baik atau Buruk, Hanya Keseimbangan. Fraksi- fraksi yang akhirnya mulai kesal, melakukan gencatan senjata, dan bersatu untuk menghancurkan Kinkou. Tapi sebelum mereka sampai pada Kuil itu, semua sudah hilang. Bangunan , manusia, semua hilang tanpa jejak.

Tak ada yang tahu, apa yang terjadi dengan itu. Beberapa dekade kemudian, semua melupakannya. Tanpa mereka ketahui, Kinkou sudah bergerak lagi, siswa terakhir dari perguruan, yang menguasai 8 teknik tersegel, mulai bergerak di balik bayang.

A Highschool DxD Fanfiction

Disclaimer : Ichiei Ishibumi-san
Project By Author Tsuzaki

Angin dingin berhembus menabrakkan dirinya ke dinding-dinding perumahan menimbulkan bunyi yang cukup keras, tak heran sekarang adalah musim gugur, kebanyakan orang memilih untuk berdiam diri di dalam rumah dan berlindung di dalam rumah untuk menghindari dinginnya hawa diluar. Jalan- jalan terlihat sepi dan lengang, hanya beberapa siswa-siswi yang akan berangkat sekolah untuk menuntut ilmu.

" Hei, Hei... kau sudah liat video rilisan terbaru? "

" Hum? Oh! Aku sudah melihatnya, nikmat, aku sangat tegang..! "

" Hei-Hei! Kenapa kalian tidak mengajakku, sih... Dasar ! "

" Ah, Issei bukannya kau sudah puas dengan para wanita di klubmu? "

" Ha! Benar sekali ... kau bahkan tak menyisakan kami sama sekali ! "

" Tapi, masalah ini dan itu berbeda, ini kan harta pribadi dan hak wajib bagi pria ! "

" Ah , kau benar. Lagipula aku ingin menontonnya lagi. Yosh! Ayo kita menontonnya di rumahku ! Oppai, lets Shout! "

" OPPAI LET'S SHOUT! "

Perbincangan yang penuh semangat dari anak muda , tak sadar bahwa ada yang melihat dan mendengar mereka dari balik kaca dari bangunan di samping mereka.

" Hentai... " gumam orang tersebut datar sembari memuka korden jendelanya. Sinar matahari memasuki ruangan itu. Tampak seorang remaja perempuan berambut biru terurai –yang masih acak-acakan- itu menyipitkan mata menahan silaunya sinar matahari yang memasuki ruangannya, ia kemudian dengan cepat langsung menutup kembali gordin ruangan itu.

" Ugh... aku benci matahari ... " Ia kemudian berbalik dan mengambil ikat rambut di atas meja kecil di sebelahnya. Ia menggelengkan kepala nya dengan cepat, kemudian ia memegang rambut biru sepunggungnya dan mengikat nya ala ponytail.

" Bekerja, lagi... " katanya dengan nada datar.


Suara ketikan dan suara notifikasi terdengar di kamar yang gelap. Hanya penerangan dari sebuah Monitor komputer di pojok ruangan. Wanita yang menggunakannya sepertinya sedang sibuk berbincang dengan seseorang lewat internet.

" ... umm ... " setelah beberapa menit , ia memandang dan menatap lama layar komputernya, terlihat lingkaran hitam kecil di sekitarnya, kontras dengan kulitnya yang putih. Kemudian ia berdiri dan memandang pintu kamarnya.

Cklek.

Pintu tersebut terbuka dan tampaklah orang yang membukanya, rambut hitam dengan highlight merah di depannya. Dari penampilannya ia sekitar berumur 25-30 an. Ia memakai Tuxedo hitam , dan kacamata hitam di kepalanya. Ia Mengangkat tangannya.

" Yo... Acchan... " sapanya pada wanita itu riang dengan senyum lebar

" Stalker, Hentai... apa yang kau lakukan disini? Aku sudah mengunci ruangan ini dengan susah dan kau langsung membukanya begitu saja. Hentai-Buta" Wanita itu mengatakan dengan datar kepada pria tersebut , dengan ekspresi yang tidak berubah dari wajahnya. Wajah tanpa emosi.

" Ah.! Terima kasih atas Pujian mu Acchan! Aku sangat senang ! Maki aku lagi-lagi! " ucap Pria itu Memeluk badannya sendiri dan bergoyang-goyang penuh kegembiraan.

'Sifat Mashocist-nya tak pernah berubah. ' ucap wanita itu dalam pikirannya

" Tidak, terima kasih. Memaki dan memarahimu hanya akan membuang tenaga dan membuatku lemas. Itu merusak Jiwa dan Raga-ku. Ngomong-Ngomong, apa yang kau mau bicarakan? "

" ah, ehehehe. Bisakah kita duduk dulu? Coklat panas dan Kue sepertinya pantas untukku " Pria itu menggosok kedua tangannya. Kedinginan.

" Kau bisa pergi ke dapur dan membuat sendiri.. Semua tersedia.. " ucap wanita itu , kembali ke komputernya. Sibuk dengan dunianya.

Setelah beberapa menit dengan keheningan , pria itu kembali dengan dua gelas minuman hangat dan sekaleng cookies. Ia duduk di bawah dan meletakkan benda-benda itu di atas meja.
Ia menyeruput minumannya sedikit kemudian.

" Aoi. " panggilnya pada wanita itu

" Nani, Amaterasu? " balasnya

" Mereka sudah mulai bergerak. " Lanjut Pria itu setelah mendapat perhatian dari wanita itu.

" Siapa maksudmu? "

Wanita itu. Aoi, beranjak dari komputernya dan duduk di depan Amaterasu.

" Tentu saja, 3 Fraksi besar. Mereka semua ada di kota ini. "

"Aku hanya mengamati Fraksi Iblis, mereka berkumpul di sekolah ku. Pewaris Klan Gremory ada disana. Dan, juga Sekiryuutei. Sisanya, tidak tahu"

" Pihak Malaikat Jatuh, mereka mengamati Sekiryuutei dan para Petinggi mereka juga akan bergerak sedangkan pihak Surga mengirim utusan Gereja, pengguna pedang suci , Durandal, dan Excalibur- Mimic, mereka berdua beraliansi dengan pihak iblis. Walau pihak Surga terkesan pasif, kudengar mereka memberi kan Ascalon sebagai hadiah pada Sekiryuutei. Dan akan diadakan pertemuan VIP beberapa hari lagi." Amaterasu jeda sejenak lalu memakan cookies di depanya

" Jadi, intinya, keadaan akan memanas. Kenapa kau harus campur tangan? Itu kan urusan mereka, perang mereka sejak dulu. " Aoi berkata datar.

" Ini bisa menjadi ancaman tanah Jepang. Para Dewa Petinggi tak bisa tinggal diam sementara ada kemungkinan perang sihir terjadi di sini, walau kota Kuou ini tidak luas. Jika pihak mereka bersatu, kita tidak tahu apa tujuan mereka. " lanjut Amaterasu

" Jadi intinya, ada misi untuk kita? " tanya Aoi to the point.

" Tidak, ini hanya untukmu. – kraup – " Amaterasu mengatakan hal tersebut sembari mengunyah makanannya. Kemudian ia mengambil sesuatu dari kantungnya, sebuah smartphone. Ia lalu memperlihatkannya pada Aoi, terdapat Foto dan nama disitu.

" Jadi, orang ini targetnya? " Aoi masih mengatakan hal tersebut dengan datar.

" Ya, dia membunuh seorang Petinggi Malaikat Jatuh dengan mudah, ditengah para iblis yang sedang mengerubunginya. Dia sangat kuat berbeda dengan rivalnya sekarang. "

" Mengalahkan sendirian? Ditengah sarang iblis? Itu adalah hal yang bodoh. Namun kebodohannya sangat mengerikan. " Aoi berkata datar.

" Ini Sangat sederhana, kau tidak diperintah untuk ..."
" Eksekusi, aku mengerti.. hanya mengikutinya.. " ucap Aoi memotong perkataan Amaterasu.

" Ah... aku suka gadis sepertimu Acchan.. Kau cepat tanggap.." goda Amaterasu sembari memegang cangkir nya dan meminumnya hingga habis. Sedangkan Aoi kembali ke kesibukannya. Bermain Game Online di komputer tercintanya.


21:23 P.M. Kuou Town

Sesosok bayangan terlihat melompati gedung-gedung dengan lincah. Dengan pakaian ninja berwarna biru dan masker ninja yang menutupi mulut dan Punggungnya menyilang dua katana dan sebuah shuriken besar. Perhatiannya teralih pada sebuah kerangka gedung saat ia sedang meloncat. Ia kemudian mendekat , ia merasakan aura yg besar disana.

Dua orang pria sedang berbincang disana. Seorang berambut silver , dan seorang pria paruh baya dengan rambut hitam dan campuran pirang.

"Azazel, apakah aku juga harus menghadiri pertemuan besok?"

"Tentu saja, Vali. Karena kau adalah Hakuryuukou."

"...Hei, Azazel. Apa perang tak akan berlangsung lagi?"

"Kau hanya mencari pertempuran. Kau benar-benar mirip dengan ideal naga. Kau adalah tipe orang yang tak akan hidup lama."

"Tak apa. Aku tak tertarik dengan hidup lama. Hanya saja, aku merasa kecewa karena lahir dalam masa ini. Dunia tanpa Tuhan. Aku mau mencoba mengalahkan Tuhan."

"Itu benar-benar seperti Hakuryuukou. Dan, setelah mengalahkan semua orang-orang kuat, apa yang akan kau lakukan?"

"-Aku akan mati. Aku tak tertarik dengan dunia yang membosankan."

Aoi mendengarkan mereka dari gedung agak jauh disebelahnya. Teknik ninja yg ia kuasai memungkinkan ia dapat melakukannya. Namun, ia hanya sibuk dengan smartphone nya dan memainkan game sembari duduk di atap gedung. Walaupun, ia mencatat semua di kepalanya.

'Vali. Hakuryuukou. Azazel, Gubernur Malaikat Jatuh. Mengalahkan Tuhan? ' Aoi kemudian terdiam dan memandang ke arah mereka.

" Jadi, Vali. Aku harus pergi . Bersenang-senanglah . "

" Hn. Baiklah Azazel. "

Pemimpin Malaikat Jatuh itu pergi dengan sebuah kepakan dan bulu-bulu gagak yang rontok terbawa angin. Aoi melihat Pria silver itu sendirian. Tanpa berpikir panjang Aoi , langsung meloncat ke arah Vali. Aroma masa lalu ia cium disekitar situ. Ia seperti terguncang.

Vali tidak menyadari akan kedatangan sang ninja yang sudah berada di sampingnya.

" Mengalahkan Tuhan? Jangan Bodoh. " Aoi berkata dengan dingin, nada kesal terdengar dari suaranya. Vali yang kaget – namun dengan ekspresi yang tidak ia tunjukkan – hanya menengok dan memandang Aoi. Eyes Meet Eyes . Iris Ice Blue milik Vali bertemu dengan Sea-blue Aoi.

" Bukankah itu suatu yang dapat dilakukan oleh seorang Naga Langit? Sang Pemegang Dominasi dan Kekuatan? " balas Vali datar menatap wanita biru itu. Rambut Ponytailnya berantakan .

" Mimpi yang tak bisa kau raih, hanya akan menghancurkanmu, saat kau mulai berusaha mewujudkannya. Bahkan bagi seorang Hakuryuukou Terkuat sepanjang masa, itu tetap berlaku. " ucapnya datar.

"... Aku tak mengerti apa maksudmu mengatakan itu ninja, aku tak tahu siapa kau. Dan apa yang kau lakukan disini. Kau mencurigakan,dan mengancam. "

" Ya. Eksistensi ku mengancam targetku tentunya. " ucap Aoi datar memandang tajam Vali.


AN : Halo, Aoi here.. Ini adalah Prologue Fic pertama saya di Fandom ini, aah. Saya hanya menulis inspirasi yang terlintas di pikiran saya. Uh, gk tau hasilnya gimana. Menurut kalian gimana? Tolong tulis di kolom review dong bagaimana pendapat kalian , entah jelek, bagus, dsb, yang penting kasih review.
Menurut Kalian, lanjut atau tidak?