Digimon © Akiyoshi Hongo - Toei Animation

Rated: T

Genre: Adventure, Friendship, Romance

Warn: OC, OOC, Typo, EYD, gaje, and many more.

Enjoy this! DLDR :)

.

.

-Prologue-

Di hari hari yang damai ini, kehidupan anak anak terpilih pertama dikatakan saat ini damai setelah pertarungan anak anak terpilih setelah generasi Yagami Taichi berhasil menutup dunia digital kembali. Hingga suatu hari... muncul sebuah digimon.

-SMU Odaiba-

"Onii-chan!" Panggil Hikari, lalu melempar minuman isotonik yang dipengangnya.

"Oh, Hikari. Arigatou, maaf sudah datang ke sini." Taichi menangkapnya, lalu Hikari pun menggelengkan kepalanya.

"Tidak apa kok. Oh iya, pertandingannya hari minggu ini bukan?"

"Iya, ada apa memangnya?"

"Ano... bagaimana ya... Onii-chan, maaf ya aku tidak bisa datang, teman sekelasku ada yang ulang tahun pada hari itu... jadi..." Ucap Hikari, Taichi langsung mengelus kepala Hikari.

"Yasudah, tidak apa. Itu juga penting kan untukmu?"

"Tapi... aku benar benar minta maaf."

"Ha'i ha'i. Sebaiknya kau ke sekolahmu, ini sudah mau jam masuk."

"Ja, mata ne Onii-chan"

"Ah, mata."

.

.

Tap Tap...

Taichi melangkahkan kakinya menaiki tangga sekolah, dia sedang bingung.

"Apa aku harus mengajaknya ya... tapi-"

"Sora" Panggil seseorang, Ishida Yamato. Taichi yang melihatnya langsung bersembunyi di balik tembok.

"Ah, Yamato. Ada apa?" Tanya Takenouchi Sora, orang yang di panggil Yamato. Taichi hanya bisa mengintip mereka berdua.

"Besok, hari Minggu nanti aku ada konser. Apa kau bisa datang?"

"Baiklah, aku akan datang."

'Cih, kenapa aku selalu keduluan...' rutuk Taichi dalam hati.

*Puk*

"Ohayou Yagami" Panggil seorang guru yang menepuk kepalanya dan membuatnya menoleh dan berkeringat dingin.

"O-o-ohayou, Nishijima-sensei..."

"Yagami, apa kau sudah menyelesaikan formulir untuk masa depanmu?" Tanya orang yang di panggil Nishijima itu dengan nada mengintimidasi.

"A-ah... itu, belum sensei."

"Hah?! Yagami! Kau harus serius untuk masa depanmu, dan yang tersisa hanya kau. Cepat selesaikan dan berikan padaku segera!" Ucapnya lalu meninggalkan Taichi.

"Huh..."

"Taichi, ada apa?"

"Tidak ada apa apa Sora, hanya saja tentang formulir untuk masa depanku."

*Ding Dong*

"Taichi, ayo ke kelas. Ja, Sora... sampai jumpa pulang sekolah." Ujar Yamato lalu pergi setelah melambaikan tangannya.

"Oi, Yamato! Matte! Mata na Sora." Ucap Taichi yang mengejar Yamato.

"Sampai jumpa, Yamato, Taichi."

.

.

*Ding Dong*

Bel Istirahat berbunyi, Yamato dan Taichi pergi ke kantin untuk makan siang.

"Oi Taichi, kau tadi menguping ya?"

"Ehekh... ketahuan ya?" Tanya Taichi yang hampir tersedak gara gara pertanyaan dari Yamato.

"Heh... Taichi, aku dan kau tahu kita saling menyukainya, maka dari itu siapa yang lebih dulu mengambil hatinya, maka dia yang menang. Kau mengerti tidak?" Tanya Yamato yang kembali melahap kare pesanannya.

"Ha'i ha'i, wakatteru."

Sunyi.

Ya, itu suasana yang sedang berlangsung di meja makan Taichi dan Yamato. Setelah selesai makan siang, mereka kembali ke kelas mereka karena sudah selesai. Pada saat mereka kembali ke kelas, Taichi yang tidak suka suasana canggung seperti ini membuka pembicaraan.

"Oi Yamato."

"Hah? Ada apa?"

"Aku hari Minggu ada pertandingan."

"Aku tahu itu, ada apa memangnya?"

"Tadinya aku ingin mengajak Sora, tapi sudah kau duluan yang mengajak untuk menonton konsermu." Ucap Taichi dengan menyindir Yamato.

"Coba saja kau ajak dia."

"Hah?"

"Iya, maksudku coba kau ajak dia, pasti dia bukannya memilih salah satu dari kita, tetapi dia pasti akan memilih untuk hadir ke tempat keduanya."

"Ampun, aku sampai lupa itu... kau benar juga ya, aku memikirkannya seperti baru mengenal Sora saja." Taichi menertawakan dirinya sendiri karena merasa bodoh seperti baru mengenal Sora. Yamato pun tertawa melihat sahabatnya yang terlalu memikirkan suatu hal dengan berlebihan. Dulu, Taichi biasanya melakukan hal tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.

.

.

Taichi berjalan di taman sekolah dan melihat Koushirou sedang sibuk dengan ponselnya yang dari tadi dipegangnya.

"Koushirou!" Ujar Taichi dengan melambaikan tangannya dan Koushirou yang mendengarnya memberi isyarat untuk 'kesini'.

"Koushirou, apa besok kau senggang?"

"Memangnya ada apa Taichi-san?"

"Besok, hari Minggu aku ada latih tanding sepakbola, niatnya sih untuk mengundangmu menonton."

"Maaf Taichi-san, besok hari peringatan pernikahan orangtuaku. Jadinya aku tak bisa datang."

"Oh, begitu..."

"Ah! Bagaimana kalau kau mengajak Mimi-san?" Tawar Koushirou.

"Mimi? Oh iya, sedang apa dia sekarang memangnya?"

"Sebentar, aku kirim email dulu ke Mimi-san ya, untuk jaga jaga." Ucap Koushirou dengan mengetik tuts ponselnya.

"Ah, dibalas." Taichi pun melihat balasan emailnya.

From: Mimi

To: Koushirou-kun

Subject: ^-^

Halo! Aku akan datang, tapi bayar untuk tiket pesawatku ya! Mimi.
Tehe, bercanda.

"Taichi-san, kau tahu kan tiket pesawat pada akhir pekan untuk menuju Odaiba sangat mahal? Hmm... sebentar ya... ah, sekitar 1,8 juta yen?"

"Khh... Yasudah tidak apa kok, maaf ya mengganggu Koushirou." Ucap Taichi sweatdrop setelah mendengar perkataan Koushirou.

"Tidak apa Taichi-san."

*Ding Dong*

"Ja, mata na Koushirou. Aku kembali ke kelas dulu ya."

"Ah, baiklah. Aku juga kembali ke kelas."

.

.

*Ding Dong*

Bel pulang sekolah pun telah berbunyi, para murid SMU Odaiba pun kembali menuju rumahnya masing masing terkecuali para anak anak terpilih yang dipanggil oleh Koushirou.

"Yamato, kau mendapat email dari Koushirou tidak?" Tanya Taichi serius.

"Iya, aku juga dapat. Ayo kita ke sana." Ucap Yamato dan mereka menuju di tempat dulu mereka berkumpul, di bawah sebuah jembatan dekat sungai.

From: Koushirou

To: All

Subject: Penting.

Minna-san, harap berkumpul di tempat seperti biasa dulu kita berkumpul. Ada hal penting yang ingin ku bicarakan.

"Kita harus cepat Yamato."

"Ah, aku tahu i-"

"Taichi! Yamato!" Panggil Sora yang berlari mengejar mereka berdua.

"Sora! Apa kau dapat email dari Koushirou?" Tanya Taichi.

"Iya, aku sudah membacanya. Maka dari itu, kita harus cepat."

"Ya, ayo kita ke sana."

.

.

-2.30 p.m-

"Koushirou!" Ujar Taichi dengan berlari menuju tempat tersebut bersama Yamato dan Sora.

"Syukurlah... jadi, sekarang sudah berkumpul semuanya?"

"Iya, langsung saja Koushirou, jadi ada apa?" Tanya Taichi serius.

"Minna-san, tolong lihat ini" Ucap Koushirou dengan menunjukkan layar di laptopnya yang bergambarkan seperti data digimon yang samar samar.

"Itu seperti... Kuwagamon?" Tanya Takeru.

"Hm, itu benar Takeru-kun. Data digimon ini sudah berkeliaran selama 3 hari." Ucap Koushirou.

"Apa gerbang menuju dunia digital akan terbuka lagi? Tapi, apa maksud dari semua ini?" Tanya Jou bingung.

"Entahlah Jou-san, tapi perkiraanku untuk saat ini mungkin gerbang dunia digital akan terbuka lagi." Jawab Koushirou yang juga sedang bingung.

"Pantas saja, sejak kemarin terjadi keanehan cuaca maupun alat elektronik." Ucap Sora.

"Apapun itu yang terjadi, kita harus selesaikan bersama." Ucap Taichi semangat.

"Iya, kau benar Taichi." Ucap Yamato.

"Ini sudah sore, lebih baik kita pulang dulu. Kita bicarakan ini besok saja." Ucap Hikari

"Baiklah, besok kita berkumpul di taman dekat sini jam 3, untuk mencari informasi lebih lanjut lagi." Usul Koushirou.

"Gomen, aku tidak bisa. Besok aku ada ujian lagi." Ucap Jou lesu.

"Tidak apa Jou. Kami mengerti kok." Ucap Taichi nyengir.

"Dan berkat ujian itu, aku jadi tidak ada waktu untuk berdua dengan pacarku." Ucap Jou lagi.

"HAH?! KAU PUNYA PACAR?! SEJAK KAPAN?!" Tanya semuanya tak percaya, seorang Kido Jou sekarang bisa mempunyai pacar.

"Kenapa memangnya? Aku yang paling tua diantara kalian, jadi wajar untuk aku bahagia duluan!" Balas Jou yang merasa dirinya tidak dipercaya.

"Hahaha, bercanda Jou. Besok berjuanglah untuk ujiannya." Ucap Taichi menyemangati Jou yang sejak tadi termenung memikirkan ujiannya.

"Arigatou Taichi."

"Yosh, semuanya kita pulang dulu. Sampai jumpa besok." Ucap Taichi.

"Taichi-san." Koushirou menepuk bahu Taichi.

"Besok berjuanglah ya untuk latih tandingnya!" Seru semuanya yang membuat Taichi terkejut dan tersenyum.

"Terimakasih atas dukungannya semuanya, datanglah jika sempat."

"Ja, mata ashita minna." Ucap Taichi yang pergi bersama Hikari.

"Aku juga, sampai jumpa semuanya." Ucap Koushirou dan disusul Jou yang juga pergi.

"Nii-san, kau mau kemana?" Tanya Takeru pada Yamato.

"Aku ingin mengantar Sora pulang dulu. Kau pulang duluan saja."

"Ja, mata ashita Nii-san, Sora-san juga."

"Sora, ayo pulang."

"Iya Yamato."

.

.

-Saat di perjalanan-

"Um... Yamato?" Tanya Sora.

"Ada apa Sora?" Balas Yamato.

"Menurutmu... aku ini seperti apa di matamu?"

"Hah? Maksudmu untuk apa menanyakan itu?"

"Tidak, hanya ingin tahu saja... Kalau kau keberatan tidak ap-"

"Kau adalah seorang yang paling berharga dalam hidupku." Potong Yamato.

"Eh?"

Yamato memberhentikan langkah kakinya, begitu juga dengan Sora. Saat ini mereka sedang ada di dekat taman yang sepi.

"Dari pertama kita berpetualang di dunia digital, kau adalah wanita yang selalu ingin ku lindungi. Mungkin sudah saatnya aku memberitahumu."

"Maksudmu?" Tanya Sora yang masih belum mengerti.

"Sora... dengarkan ini baik baik... Aku mencintaimu Sora, sampai kapanpun."

Hening

Suasana saat ini hening, tak ada yang membuka pembicaraan. Hanya angin sepoi sepoi yang mengusik tubuh mereka berdua. Deru nafas keduanya saat ini tidak teratur, wajah mereka sama sama memerah, walaupun samar samar karena sudah sore.

"Kupikir hanya aku yang memiliki perasaan itu..."

"Ja-jadi... kau..."

"Aku juga mencintaimu Yamato, sejak dulu."

"Arigatou Sora. Terimakasih karena sudah menerima perasaanku."

"Douitashimashite Yamato."

"Baiklah, ayo kita pulang." Ajak Yamato.

"Iya." Balas Sora dan mereka berpegangan tangan satu sama lain.

.

.

-In Yagami's House-

"Onii-chan, makan malam sudah siap. Kaa-san sudah menunggu." Ujar Hikari.

"Baiklah, aku akan ke sana!" Jawab Taichi yang berada di kamarnya.

'Bagaimana kabar Agumon dan yang lainnya ya? Apa yang akan terjadi lagi saat ini? Akankah kita akan ke dunia digital lagi seperti dulu?' Pikir Taichi dan dia langsung beranjak menuju ruang makan karena Hikari dan ibunya sedang menunggunya.

~TBC~

A/N: Halo minna! Saya baru pertama kali buat di fandom digimon ini, dan saya memang ingin membangun kembali di fandom ini karena fandom digimon ini sepi rasanya. Ok, bagaimana dengan alur ceritanya? Bagus atau tidak? Silahkan tinggalkan review untuk menjawab pertanyaan ini, karena saya juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Oh iya, untuk pair Taichi, lebih baik dengan OC atau Mimi? Mohon tuliskan di review juga ya. :)

~See you in next chapter~